SATUAN ACARA PROMKES (SAP) Imunisasi Dasar Pada Balita
PRODI D.III KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN
TANJUNGKARANG
Kampus : Jl. Soekarno No. 1 Bandar
Lampung Telp/Fax : (0721) 703580
SATUAN ACARA PROMKES
(SAP)
Topik
: Imunisasi Dasar Pada Balita
Tempat
: Ruang Alamanda RSUD Abdoel Moeloek
Hari/Tanggal :
18 Februari 2019
Waktu
: 60 menit
Sasaran
: Orang Tua Yang Memliki Balita
A.
Latar Belakang
Imunisasi atau kekebalan tubuh terhadap ancaman
penyakit adalah tujuan utama dari pemberian vaksinasi. Pada hakekatnya
kekebalan tubuh dapat dimiliki secara pasif maupun aktif. Keduanya dapat
diperoleh secara alami maupun buatan (Ranuh, 2008). Oleh karena itu perlu
dilakukannya imunisasi sebagai upaya pencegahan terhadap serangan penyakit yang
berpengaruh terhadap status gizi anak
Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya
kesehatan masyarakat yang sangat penting. Program imunisasi telah menunjukkan
keberhasilan yang luar biasa dan merupakan usaha yang sangat hemat biaya dalam
mencegah penyakit menular (Depkes RI, 2003).
Program ini merupakan intervensi kesehatan yang paling
efektif, yang berhasil meningkatkan angka harapan hidup (Ranuh, 2001). Sejak
penetapan the Expanded Program on Immunisation (EPI) oleh WHO, cakupan
imunisasi dasar anak meningkat dari 5% hingga mendekati 80% di seluruh dunia.
Sekurang-kurangnya ada 2,7 juta kematian akibat campak, tetanus neonatorum dan
pertusis serta 200.000 kelumpuhan akibat polio yang dapat dicegah setiap
tahunnya. Vaksinasi terhadap 7 penyakit telah 2 direkomendasikan EPI sebagai
imunisasi rutin di negara berkembang: BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis B.
Banyak anggapan salah tentang imunisasi yang
berkembang dalam masyarakat. Banyak pula orang tua dan kalangan praktisi
tertentu khawatir terhadap risiko dari beberapa vaksin. Adapula media yang
masih mempertanyakan manfaat imunisasi serta membesar-besarkan risiko beberapa
vaksin.
B.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan
pentingnya imunisasi, diharapkan ibu-ibu yang mempunyai anak
balita memahami tentang pentingnya imunisasi pada anak-anaknya.
2.
Tujuan Khusus
Setelah ibu-ibu mengikuti promosi kesehatan tentang pentingnya imunisasi selama 60 menit, diharapkan bahwa tanpa media yang digunakan dapat :
a.
Menjelaskan pengertian imunisasi
b.
Menjelaskan manfaat imunisasi
c.
Menyebutkan penyakit yang dapat dicegah
dengan pemberian imunisasi
d.
Menjelaskan jenis-jenis imunisasi
e.
Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi
f.
Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.
g.
Menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh
diberikan
h.
Menjelaskan keadaan yang timbul setelah
imunisasi
i.
Menjelaskan perawatan yang diberikan
setelah imunisasi
j.
Membawa anak untuk imunisasi
C.
Materi
1. Pengertian imunisasi
2.
Manfaat imunisasi
3.
Jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
4.
Jenis-jenis imunisasi
5.
jadwal pemberian imunisasi
6.
tempat pelayanan imunisasi.
7.
kapan imunisasi tidak boleh diberikan
8.
keadaan yang timbul setelah imunisasi
9.
perawatan yang diberikan setelah
imunisasi
D.
Strategi Penyuluhan
1.
Persiapan
a.
Survei karakter dan lokasi sarana
b.
Koordinasi dengan penanggung jawab ruang
perawatan/ pembimbing
c.
Menyiapkan alat dan bahan
2.
Pelaksanaan
|
No
|
Kegiatan
|
Waktu
|
Kegiatan
|
|
|
Penyaji
|
Klien
|
|||
|
1.
|
Pembukaan
|
7 menit
|
Memberi salam dan membuka acara
|
Menjawab salam dan mendengarkan
|
|
Perkenalan
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Menjelaskan tujuan promsi
kesehatan
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Menjelaskan tata tertib
dan waktu yang disepakati.
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
2.
|
Tahap appersepsi
|
3 menit
|
Menanyakan
pengetahuan klien tentang imunisasi meliputi: Pengertian
imunisasi, Manfaat imunisasi, Jenis penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi, Jenis dan jadwal
pemberian imunisasi, Akibat
jika anak tidak diimunisasi
|
Memperhatikan dan
menjawab pertanyaan
|
|
Memberikan reinforment positif
|
Mendenagar dan
menerima
|
|||
|
3.
|
Tahap Informasi (Kegiatan
inti )
|
40 menit
|
Menjelaskan tentang :
-
pengertian imunisasi
-
manfaat imunisasi
-
penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|
Memberikan
kesempatan bertanya pada klien
|
Mengajukan pertanyaan
|
|||
|
Menjawab
pertanyaan
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Menjelaskan :
-
jenis-jenis imunisasi
-
jadwal pemberian imunisasi
-
tempat pelayanan imunisasi
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Memberikan
kesempatan bertanya pada klien
|
Mengajukan pertanyaan
|
|||
|
Menjawab
pertanyaan
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Menjelaskan :
-
kapan imunisasi tidak boleh diberikan
-
keadaan yang timbul setelah imunisasi
-
perawatan yang diberikan setelah imunisasi
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
Memberikan
kesempatan bertanya pada klien
|
Mengajukan pertanyaan
|
|||
|
Menjawab
pertanyaan
|
Mendengar dan memperhatikan
|
|||
|
3.
|
penutup
|
10 menit
|
Penyaji mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan kepada klien untuuk
mengevaluasi tingkat pemahaman klien tentang materi yang telah diberikan
|
Menjawab pertanyaan
|
|
Memberikan reinfosement positif
|
Mendengar, menyimak
|
|||
|
Penyaji menyimpulkan materi tentang pentingnya imunisasi
|
Mendengar, menyimak
|
|||
|
Penyaji mengarahkan tindak lanjut tentang imunisasi
|
Mendengar, menyimak
|
|||
|
Penyaji menutup acara dan mengucapkan salam
|
Membalas dengan
salam
|
|||
E. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini :
1.
Ceramah
2.
Tanya jawab
F.
Media
Alat dan bahan peraga :
1.
Laporan
Pendahuluan
2.
Satuan Acara
Penyuluhan
3.
Leaflet
4.
Slide
G.
Evaluasi
1.
Struktur
a.
Ruang kondusif
b.
Peralatan memedai
c.
Media dan materi tersedia dan memadai
d.
SDM memadai
2.
Proses
a.
Ketetapan waktu pelaksanaan.
b.
Peran serta aktif klien.
c.
Penyampaian materi promosi keshatan oleh
penyaji.
d.
faktor pendukung dan penghambat kegiatan.
3.
Hasil terkait dengan tujuan yang ingin dicapai :
a.
Penyaji mengajukan pertanyaan 8
pertanyaan secara langsung kepada klien tentang materi yang dijelaskan.
b.
Bila klien dapat menjawab > 60% dari
pertanyaan yang diajukan maka dikategorikan pengetahuan baik.
H.
Sumber Pustaka
1.
Supartini, Yupi. 2004. Buku ajar konsep
dasar keperawatan anak. Jakarta :EGC
2.
Wahab,samik.
2000. Ilmu kesehatan anak vol. 2. Jakarta : EGC
3. Direktorat Jenderal PPM dan PLP. 2007. Pelaksanaan Imunisasi Modul Latihan Petugas Imunisasi. Jakarta.
4.
Tim Pengelola UPGK Tk. Pusat. 2008. Buku
petunjuk Untuk Latihan Kader. Jakarta.
I.
LAMPIRAN : Pentingnya Imunisasi
1.
Defenisi Imunisasi
Imunisasi adalah suatu cara untuk mempertahankan
kekebalan tubuh dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar terlindungi dari
penyakit infeksi tertentu. Imunisasi adalah pemberian kekebalan atau
masuknya bibit penyakit yang telah dilemahkan/ dimatikan agar tubuh terlindungi
dari penyakit tertentu. Vaksin adalah bibit penyakit yang telah dilemahkan/
dimatikan yang diberikan saat imunisasi, yang menyebabkan anak memproduksi
antibodi (zat kekebalan tubuh), bukan menimbulkan penyakit.
2.
Manfaat Imunisasi
a.
Manfaat imunisasi adalah untuk:
1.
Meningkatkan daya tahan tubuh anak
2.
Menurunkan angka kematian
3.
Imunisasi mencegah timbulnya jenis penyakit tertentu pada anak. Namun bila
anak terserang juga penyakit tersebut maka anak tidak akan sakit lebih parah.
Dan mencegah terjadinya kecacatan seperti pada penyakit poliomyelitis.
4.
Mengendalikan wabah
3.
Sasaran Imunisasi
Sasaran imunisasi untuk anak-anak adalah:
a.
Semua bayi dan anak sehat di bawah usia 1 tahun
b.
Anak-anak lain yang belum mendapat imunisasi lengkap
c.
Anak usia sekolah (imunisasi booster/ ulangan)
4.
Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi
a.
Polio (Poliomyelitis)
Polio disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat mudah
menular melalui air liur. Tanda-tanda awalnya adalah anak demam, batuk dan
menjadi rewel. Dua hari kemudian leher menjadi kaku, sakit kepala dan kaki
terasa kaku. Pada hari berikutnya salah satu kaki atau lengan menjadi lemas dan
lumpuh.Walaupun dapat sembuh tetap akan cacat seumur hidup. Kelumpuhan juga
dapat terjadi pada otot pernafasan sehingga anak sulit bernafas. Polio tidak
dapat diobati, namun dapat dicegah dengan imunisasi.
b.
TBC (Tuberculosis)
Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium
Tuberculosis dan sangat menular melalui pernafasan. Menyebabkan TBC miliare
pada paru, arthritis TBC pada tulang, meningitis atau radang pada selaput otak
dan dapat menyerang seluruh organ lain pada tubuh manusia. Anak dapat menderita
cacat atau terjadi kematian.
c.
Campak (Measles/ Morbili/ Rubella)
Penyakit ini sering mewabah. Penyebabnya adalah virus
Morbili. Menyerang selaput lendir dan kulit. Ciri-cirinya adalah demam 3 – 5
hari, disertai batuk dan pilek. Kemudian timbul kemerahan dimulai dari belakang
telinga, menjalar ke leher, muka, dahi, dada dan ke seluruh tubuh. Komplikasi
yang dapat timbul akibat penyakit ini adalah Enchepalitis (radang otak) dan
Bronchopneumonia (radang paru).
d.
Diphteri
Penyakit yang sangat menular, disebabkan oleh
Corynebacterium Dyphteriae. Menyerang daerah mukosa, dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
·
Demam tinggi, pada hari ke-5 anak terlihat sakit berat
·
Leher menjadi besar dan terlihat seperti leher lembu (bullneck)
·
Tonsil atau amandel membesar diselaputi lapisan warna abu-abu yang bila
disentuh mudah berdarah, dan bisa menutup saluran nafas sehingga suara anak
hilang dan sesak nafas bahkan dapat terjadi kematian.
Selama
berkembang, kuman juga menghasilkan racun yang sangat berbahaya yang akan
menyerang jantung (terjadi Endocarditis Dyphterica), sehingga pada hari ke-14
anak dapat mati mendadak.
e.
Pertusis (batuk rejan/ batuk 100 hari)
Penyakit batuk yang disebabkan Bordetella Pertusis,
yang menyerang anak-anak selama kira-kira 100 hari. Diawali dengan batuk dan
pilek yang berlangsung sekitar 7 – 14 hari kemudian diikuti dengan batuk yang
sangat khas. Satu kali tarikan nafas diikuti 10 – 20 kali batuk beruntun
kemudian muntah. Jika tidak diobati penyakit ini dapat mengakibatkan radang
paru-paru sehingga anak batuk darah, dapat juga terjadi kerusakan otak,
sehingga anak kejang, pingsan, bahkan terjadi kematian.
f.
Tetanus
Tetanus disebabkan oleh Clostridium Tetani yang dapat
bertahan hidup bertahun-tahun di tanah yang lembab, pada tubuh dan kotoran
hewan. Penyakit ini menyerang semua usia dengan gejala kejang pada otot muka,
mulut terkunci, leher, tulang belakang dan punggung kaku, perut kram dan keras
seperti papan, serta anggota gerak kejang. Pada bayi baru lahir (5 – 28 hari)
mendadak tidak mau menyusu lagi karena mulutnya kaku.
g.
Hepatitis B
Ciri-ciri penyakit ini adalah mual muntah, dan kadang
warna kuning pada kulit. Penyakit ini berlangsung secara menahun dan akan
mengakibatkan kanker hati di kemudian hari.
5.
Jenis imunisasi
Imunisasi dasar yang diharuskan di Indonesia ada 5
jenis, yaitu:
a.
Imunisasi Polio
·
Menimbulkan kekebalan terhadap penyakit Poliomyelitis
·
Diberikan dengan cara diteteskan di mulut
Efek samping : Imunisasi polio hampir tidak mempunyai efek samping,
namun kadang anak bisa juga menderita diare setelah imunisasi polio.
b.
Imunisasi BCG (Bacillius Calmitte Guerine)
·
Menimbulkan kekebalan terhadap penyakit TBC (Tuberculosis)
·
Diberikan melalui penyuntikan pada daerah lengan atas
Efek samping : 1 minggu setelah imunisasi akan terjadi
kemerahan dan pembengkakan kecil pada daerah suntikan, menimbulkan bekas dan
kadang-kadang bernanah seperti bisul kecil, namun dapat sembuh sendiri. Jarang
dijumpai efek samping lain akibat imunisasi BCG, namun dapat juga terjadi
pembengkakan pada kelenjar getah bening yang akan sembuh sendiri pada daerah
ketiak atau leher.
c.
Imunisasi Campak
·
Menimbulkan kekebalan terhadap penyakit Campak
·
Diberikan melalui penyuntikan pada daerah lengan atas
Efek samping : Imunisasi campak dapat menyebabkan diare, rash
(kemerahan dan gatal), dan conjunctivitis (radang selaput mata). Anak juga
mungkin akan demam setelah 4 – 10 hari penyuntikan. Berikan obat penurun panas
selama anak panas.
d.
Imunisasi DPT (Diphteri, Pertusis, Tetanus)
·
Menimbulkan kekebalan terhadap penyakit Diphteri, Pertusis dan Tetanus
·
Diberikan melalui penyuntikan pada daerah paha atas
Efek samping: Kebanyakan anak akan demam setelah
mendapat imunisasi DPT. Namun panas tubuh akan turun dalam 1 – 2 hari. Akan terjadi
kemerahan dan bengkak pada daerah suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan
akan sembuh dengan sendirinya. Jika demam tinggi, berikan obat penurun panas
yang diberikan oleh petugas kesehatan.
e.
Imunisasi Hepatitis B
Menimbulkan kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B. Diberikan
melalui penyuntikan di paha atau di lengan atas.
Efek samping : Setelah pemakaian biasanya, tidak adanya efek samping yang berarti
6.
Tempat Pelaksanaan Imunisasi
Imunisasi bisa didapatkan di:
a.
Puskesmas
b.
Posyandu
c.
Rumah sakit atau rumah bersalin
d.
Klinik/ praktek dokter atau tenaga medis
7.
Jadwal Imunisasi
Jadwal imunisasi wajib dari pemerintah :
|
Umur
|
Jenis imunisasi
|
|
0-7 hari
|
Hepatitis B1
|
|
< 2 bulan
|
BCG,Polio 1
|
|
2 bulan
|
DPT Hb Combo 1,Polio 2
|
|
3 bulan
|
DPT Hb Combo 2,Polio 3
|
|
4 bulan
|
DPT Hb Combo 3,Polio 4
|
|
9 bulan
|
Campak
|
|
6 tahun
|
Booster (difteri tetanus)
|
8.
Waktu Yang Tidak Diperbolehkan Imunisasi
Keadaan-keadaan dimana imunisasi tidak dianjurkan :
a.
BCG tidak diberikan bila bayi sedang
sakit TBC dan panas tinggi
b.
DPT tidak diberikan bila bayi panas dan
kejang
c.
Polio tidak diberikan bila diare dan
sakit parah
d.
Campak tidak boleh diberikan bila bayi
mendadak panas tinggi
9.
Perawatan Yang Diberikan Setelah Imunisasi
a.
BCG, luka tidak perlu diobati tetapi bila luka besar dan bengkak di ketiak
anjurkan ke puskesmas.
b.
DPT, bila panas berikan obat penurun panas yang diperoleh dari posyandu dan
berikan kompres hangat.
c.
Campak, bila timbul panas berikan obat yang didapat dari posyandu.
10.
Keadaan Yang Timbul Setelah Imunisasi
Keadaan-keadaan yang
timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing imunisasi, seperti yang
diuraikan dibawah ini.
a.
BCG, dua minggu setelah imunisasi
terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul
bisul kecil dan menjadi luka parut.
b.
DPT, umumnya bayi menderita panas sore
hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun 1-2 hari. Di tempat
suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan
akan sembuh sendiri.
c.
Campak, panas dan umumnya disertai
kemerahan yang timbul 4-10 hari setelah penyuntikan.
J. LAMPIRAN TES LISAN
1.
Sebutkanlah pengertian imunisasi
2.
Sebutkan manfaat imunisasi
3.
Sebutkan jenis-jenis penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi
4.
Sebutkan jenis-jenis imunisasi
5.
Sebutkan jadwal imunisasi
6.
Sebutkan tempat pelaksanaan imunisai
7.
Sebutkan kapan imunisasi tidak
diperbolehkan imunisasi
8.
Sebutkan keadaan yang timbul setelah
imunisasi
Komentar
Posting Komentar