ANATOMI FISIOLOGI SISTEM SARAF
MAKALAH
KESEHATAN
ANATOMI
FISIOLOGI SISTEM SARAF

Disusun
Oleh :
ABDUL
AZIZ
1614401073
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN
KKEPERAWATAN
TAHUN
2019
KATA
PENGANTAR
Puja dan puji syukur penulis
panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat rahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “ANATOMI
FISIOLOGI SISTEM SARAF” tepat pada waktunya.
Penulis
mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan
makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihak
diharapkan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun.
Bandar Lampung, Maret 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang................................................................................... 1
B. Rumusan
masalah............................................................................... 1
C.
Tujuan................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Organisasi
dan Sel Saraf..................................................................... 2
B. Organisasi
Struktural Sistem Saraf..................................................... 2
C. Sel-Sel
Pada Sistem Saraf.................................................................. 3
D.
Susunan Saraf Manusia...................................................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................... 18
B. Saran ................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sistem saraf manusia merupakan
jalinan jaringan saraf yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks.
Sistem saraf ini mengoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksi antara
seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini
juga mengatur aktivitas sebagin besar sistem tubuh lainnya. Tubuh mampu
berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena pengaturan hubungan saraf
diantara berbagai sistem (Price dan Wilson, 2005).
Fenomena mengenai kesadaran,
daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal dari
sistem ini. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar, dan berespon
terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi sistem saraf, yang
memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang (Price dan Wilson, 2005).
B.
Rumusan
masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas maka dapat dirumuskan masalah; bagaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf?
C.
Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah
ini adalah untuk mengetahui anatomi dan fisiologi sistem saraf.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Organisasi
dan Sel Saraf
Dalam mekanisme sistem saraf,
lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. Kemampuan
khusus seperti iritabilitas, atau sensitivitas terhadap stimulus, dan
konduktivitas, atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respons terhadap
stimulasi, diatur oleh sistem saraf dalam tiga cara utama:
1. Input sensorik. Sistem saraf
menerima sensasi atau stimulus melalui reseptor, yang terletak di tubuh baik
eksternal (reseptor somatic) maupun internal (reseptor viseral).
2. Antivitas integratif. Reseptor
mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang saraf
sampai ke otak dan medulla spinalis, yang kemudian akan menginterpretasi dan
mengintegrasi stimulus, sehingga respon terhadap informasi bisa terjadi.
3. Output motorik. Input dari otak
dan medulla spinalis memperoleh respon yang sesuai dari otot dan kelenjar
tubuh, yang disebut sebagai efektor.
B.
Organisasi
Struktural Sistem Saraf
Sistem
saraf dibagi menjadi:
1. Sistem saraf pusat (SSP).
Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranium dan kanal
vertebral.
2. Sistem saraf perifer meliputi
seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini terdiri dari saraf cranial
dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor
dan efektor.
Secara fungsional sistem saraf
perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen.
a. Saraf aferen (sensorik)
mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP
b. Saraf eferen (motorik)
mentransmisi informasi dari SSP ke otot dan kelenjar.
Sistem eferen dari sistem saraf
perifer memiliki dua sub divisi:
1)
Divisi
somatic (volunter) berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan
pembentukan respons motorik volunteer pada otot rangka.
2)
Divisi
otonom (involunter) mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos,
otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua
jalur:
a)
Saraf
simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalis.
b)
Saraf
parasimpatis berasal dari area otak dan sacral pada medulla spinalis.
Sebagian besar organ internal
di bawah kendali otonom memiliki inervasi simpatis dan parasimpatis.
C. Sel-Sel Pada Sistem Saraf
1.
Pengertian
Neuron
Neuron adalah unit fungsional
sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma.
a.
Badan
sel atau perikarion, suatu neuron mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
Bagian
ini tersusun dari komponen berikut :
1) Satu nucleus tunggal, nucleolus
yang menanjol dan organel lain seperti kompleks golgi dan mitochondria, tetapi
nucleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi.
2) Badan nissi, terdiri dari
reticulum endoplasma kasar dan ribosom-ribosom bebas serta berperan dalam
sintesis protein.
3) Neurofibril, yaitu neurofilamen
dan neurotubulus yang dapat dilihat melalui mikroskop cahaya jika diberi
pewarnaan dengan perak.
b.
Dendrit
adalah perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek serta
berfungsi untuk menghantar impuls ke sel tubuh.
c.
Akson
adalah suatu prosesus tunggal, yang lebih tipis dan lebih panjang dari
dendrite. Bagian ini menghantar impuls menjauhi badan sel ke neuron lain, ke sel
lain (sel otot atau kelenjar) atau ke badan sel neuron yang menjadi asal akson.
2. Klasifikasi Neuron
a.
Fungsi
Klasifikasi
neuron secara fungsional berdasarkan arah transmisi impulsnya:
1) Neuron sensorik (aferen),
menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit, organ indera atau suatu
organ internal ke SSP.
2) Neuron motorik, menyampaikan
impuls dari SSP ke efektor.
3) Interneuron (neuron yang
berhubungan), ditemukan seluruhnya dalam SSP. Neuron ini menghubungkan neuron
sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi ke interneuron lain.
b.
Struktur
Klasifikasi
neuron secara structural berdasarkan jumlah prosesusnya:
1) Neuron unipolar, memiliki satu
akson dan dua denderit atau lebih. Sebagian besar neuron motorik, yang
ditemukan dalam otak dan medulla spinalis, masuk dalam golongan ini.
2) Neuron bipolar, memiliki satu
akson dan satu dendrite. Neuron ini ditemukan pada organ indera, seperti amta,
telinga dan hidung.
3.
Sel
Neuroglial
Biasanya
disebut glia, sel neuroglial adalah sel penunjang tambahan pada SSP yang berfungsi
sebagai jaringan ikat.
a.
Astrosit
adalah sel berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus panjang, sebagian
besar melekat pada dinding kapilar darah melalui pedikel atau “kaki vascular”.
b.
Oligodendrosit
menyerupai astrosit, tetapi badan selnya kecil dan jumlah prosesusnya lebih
sedikit dan lebih pendek.
c.
Mikroglia
ditemukan dekat neuron dan pembuluh darah, dan dipercaya memiliki peran
fagositik.
d.
Sel
ependimal membentuk membran spitelial yang melapisi rongga serebral dan ronggal
medulla spinalis.
4. Kelompok Neuron
a.
Nukleus
adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak di dalam SSP.
b.
Ganglion
adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak di bagian luar SSP dalam saraf
perifer.
c.
Saraf
adalah kumpulan prosesus sel saraf (serabut) yang terletak di luar SSP.
d.
Saraf
gabungan. Sebagian besar saraf perifer adalah saraf gabungan; saraf ini
mengandung serabut arefen dan eferen yang termielinisasi dan yang tidak
termielinisasi.
e.
Traktus
adalah kumpulan serabut saraf dalam otak atau medulla spinalis yang memiliki origo
dan tujuan yang sama.
f.
Komisura
adalah pita serabut saraf yang menghubungkan sisi-sisi yang berlawanan pada
otak atau medulla spinalis.
D. Susunan Saraf Manusia
1.
Sistem
Saraf Pusat
a. Otak
1)
Perkembangan Otak
Otak
manusia mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen dan
menerima 1,5% curah jantung. Bagian cranial pada tabung saraf membentuk tiga
pembesaran (vesikel) yang berdiferensiasi untuk membentuk otak: otak depan,
otak tengah dan otak belakang.
2) Lapisan
Pelindung
Otak
terdiri dari rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang
disebut meninges. Lapisan meningeal terdiri dari pia meter, lapisan araknoid
dan durameter.
a) Pia meter adalah lapisan
terdalam yang halus dan tipis, serta melekat erat pada otak.
b) Lapisan araknoid terletak di
bagian eksternal pia meter dan mengandung sedikit pembuluh darah. Ruang
araknoid memisahkan lapisan araknoid dari piameter dan mengandung cairan
cerebrospinalis, pembuluh darah serta jaringan penghubung serta selaput yang
mempertahankan posisi araknoid terhadap piameter di bawahnya.
c) Durameter, lapisan terluar
adalah lapisan yang tebal dan terdiri dari dua lapisan. Lapisan ini biasanya
terus bersambungan tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik. Lapisan
periosteal luar pada durameter melekat di permukaan dalam kranium dan berperan
sebagai periosteum dalam pada tulang tengkorak. Lapisan meningeal dalam pada
durameter tertanam sampai ke dalam fisura otak dan terlipat kembali di arahnya
untuk membentuk falks serebrum, falks serebelum, tentorium serebelum dan sela
diafragma. Ruang subdural memisahkan durameter dari araknoid pada regia cranial
dan medulla spinalis. Ruang epidural adalah ruang potensial antara perioteal
luar dan lapisan meningeal dalam pada durameter di regia medulla spinalis.
3)
Cairan Cerebrospinalis
Cairan
serebrospinalis mengelilingi ruang sub araknoid di sekitar otak dan medulla
spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel dalam otak. Cairan cerebrospinalis
menyerupai plasma darah dan cairan interstisial, tetapi tidak mengandung protein.
Cairan serebrospinalis dihasilkan oleh plesus koroid dan sekresi oleh sel-sel
ependimal yang mengitari pembuluh darah serebral dan melapisi kanal sentral
medulla spinalis. Fungsi cairan cerebrospinalis adalah sebagai bantalan untuk
pemeriksaan lunak otak dan medulla spinalis, juga berperan sebagai media
pertukaran nutrient dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla
spinalis.
4) Serebrum
Serebrum
tersusun dari dua hemisfer serebral, yang membentuk bagian terbesar otak.
a) Koterks serebral terdiri dari 6
lapisan sel dan serabut saraf.
b) Ventrikel I dan II (ventrikel
lateral) terletak dalam hemisfer serebral.
c) Korpus kolosum yang terdiri
dari serabut termielinisasi menyatukan kedua hemisfer.
d) Fisura dan sulkus. Setiap
hemisfer dibagi oleh fisura dan sulkus menjadi 4 lobus (frontal, paritetal,
oksipital dan temporal) yang dinamakan sesuai tempat tulangnya berada.
Ø Fisura longitudinal membagi
serebrum menjadi hemisfer kiri dan kanan.
Ø Fisura transversal memisahkan
hemisfer serebral dari serebelum.
Ø Sulkus pusat / fisura Rolando
memisahkan lobus frontal dari lobus parietal.
Ø Sulkus lateral / fisura Sylvius
memisahkan lobus frontal dan temporal.
Ø Sulkus parieto-oksipital
memisahkan lobus parietal dan oksipital.
e) Girus. Permukaan hemisfer
serebral memiliki semacam konvolusi yang disebut girus.
5)
Area Fungsional Korteks Serebri
a) Area motorik primer pada
korteks
Area
primer terdapat dalam girus presentral. Disini neuron mengendalikan kontraksi
volunteer otot rangka. Area pramotorik korteks terletak tepat di sisi anterior
girus presentral. Neuron mengendalikan aktivitas motorik yang terlatih dan
berulang seperti mengetik. Area broca terletak di sisi anterior area premotorik
pada tepi bawahnya.
b) Area sensorik korteks
Terdiri
dari area sensorik primer, area visual primer, area auditori primer. Area
olfaktori primer dan area pengecap primer (gustatory).
c) Area asosiasitraktus serebral
Terdiri
area asosiasi frontal, area asosiasi somatic, area asosiasi visual, area wicara
Wernicke.
d) Ganglia basal
Adalah
kepulauan substansi abu-abu yang terletak jauh di dalam substansi putih
serebrum.
6) Diensefalon
Terletak
di antara serebrum dan otak tengah serta tersembunyi di balik hemisfer
serebral, kecuali pada sisi basal.
a) Talamus
Terdiri
dari dua massa oval (lebar 1 ¼ cm dan panjang 3 ¾ cm) substansi abu-abu yang
sebagian tertutup substansi putih. Masing-masing massa menonjol ke luar untuk
membentuk sisi dinding ventrikel ketiga.
b) Hipotalamus
Terletak
di didi inferior thalamus dan membentuk dasar serta bagian bawah sisi dinding
ventrikel ketiga. Hipotalamus berperan penting dalam pengendalian aktivitas SSO
yang melakukan fungsi vegetatif penting untuk kehidupan, seperti pengaturan
frekwensi jantung, tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan air, selera makan,
saluran pencernaan dan aktivitas seksual. Hipotalamus juga berperan sebagai
pusat otak untuk emosi seperti kesenangan, nyeri, kegembiraan dan kemarahan.
Hipotalamus memproduksi hormon yang mengatur pelepasan atau inhibisi hormon
kelenjar hipofise sehingga mempengaruhi keseluruhan sistem endokrin.
c) Epitalamus
Membentuk
langit-langit tipis ventrikel ketiga. Suatu massa berukuran kecil, badan pineal
yang mungkin memiliki fungsi endokrin, menjulur dari ujung posterior
epitalamus.
7) Sistim
Limbik
Terdiri
dari sekelompok struktur dalam serebrum dan diensefalon yang terlibat dalam
aktivitas emosional dan terutama aktivitas perilaku tak sadar. Girus singulum,
girus hipokampus dan lobus pitiformis merupakan bagian sistem limbic dalam
korteks serebral.
8) Otak
Tengah
Merupakan
bagian otak pendek dan terkontriksi yang menghubungkan pons dan serebelum
dengan serebrum dan berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks. Otak
tengah, pons dan medulla oblongata disebut sebagai batang otak.
9) Pons
Hampir
semuanya terdiri dari substansi putih. Pons menghubungkan medulla yang panjang
dengan berbagai bagian otak melalui pedunkulus serebral. Pusat respirasi terletak
dalam pons dan mengatur frekwensi dan kedalaman pernapasan. Nuclei saraf
cranial V, VI dan VII terletak dalam pons, yang juga menerima informasi dari
saraf cranial VIII.
10) Serebelum
Terletak
di sisi inferior pons dan merupakan bagian terbesar kedua otak. Terdiri dari
bagian sentral terkontriksi, vermis dan dua massa lateral, hemisfer serebelar.
Serebelum bertanggung jawab untuk mengkoordinasi dan mengendalikan ketepatan
gerakan otot dengan baik. Bagian ini memastikan bahwa gerakan yang dicetuskan di
suatu tempat di SSP berlangsung dengan halus bukannya mendadak dan tidak
terkordinasi. Serebelum juga berfungsi untuk mempertahankan postur.
11) Medulla
Oblongata
Panjangnya
sekitar 2,5 cm dan menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus
memanjang. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkoral. Pusat
medulla adalah nuclei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekwensi
jantung, tekanan darah, pernapasan, batuk, menelan dan muntah. Nuclei yang
merupakan asal saraf cranial IX, X, XI dan XII terletak di dalam medulla.
12) Formasi
Retikular
Formasi
retukular atau sistem aktivasi reticular adalah jarring-jaring serabut saraf
dan badan sel yang tersebar di keseluruhan bagian medulla oblongata,pons dan
otak tengah. Sistem ini penting untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan
serta kesadaran.
b. Medulla Spinalis
1)
Fungsi Medulla Spinalis
Medulla
spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. Bagian ini
mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden.
2) Struktur
Umum
Medulla
spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter medulla
spinalis bervariasi, diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari
kelingking. Panjang rata-rata 42 cm. Dua pembesaran, pembesaran lumbal dan
serviks menandai sisi keluar saraf spinal besar yang mensuplai lengan dan
tungkai. Tiga puluh satu pasang (31) saraf spinal keluar dari area urutan korda
melalui foramina intervertebral.
3) Struktur
Internal
Terdiri
dari sebuah inti substansi abu-abu yang diselubungi substansi putih. Kanal
sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu bentuknya seperti
huruf H. Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk atau kolumna dan
mengandung badan sel, dendrite asosiasi dan neuron eferen serta akson tidak
termielinisasi. Tanduk dorsal adalah batang vertical atas substansi abu-abu.
Tanduk ventral adalah batang vertical bawah. Tanduk lateral adalah protrusi di
antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks dan lumbal sistem saraf
perifer. Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan
kanan medulla spinalis. Setiap saraf spinal memiliki satu radiks dorsal dan
satu radiks ventral.
4) Traktus
Spinal
Substansi
putih korda yang terdiri dari akson termielinisasi, dibagi menjadi funikulus
anterior,posterior dan lateral. Dalam funikulus terdapat fasiukulu atau
traktus. Traktus diberi nama sesuai dengan lokasi, asal dan tujuannya.
2. Sistem Saraf Perifer
Sistem
ini terdiri dari jaringan saraf yang berada di bagian luar otak dan medulla
spinalis. Sistem ini juga mencakup saraf cranial yang berasal dari otak; saraf
spinal, yang berasal dari medulla spinalis dan ganglia serta reseptor sensorik
yang berhubungan.
a.
Saraf Kranial
12
pasang saraf cranial muncul dari berbagai bagian batang otak. Beberapa saraf
cranial hanya tersusun dari serabut sensorik, tetapi sebagaian besar tersusun
dari serabut sensorik dan serabut motorik.
1) Saraf Olfaktorius ( CN I )
Merupakan
saraf sensorik. Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal.
Berkas serabut sensorik mengarah ke bulbus olfaktori dan menjalar melalui
traktus olfaktori sampai ke ujung lobus temporal (girus olfaktori), tempat
persepsi indera penciuman berada.
2) Saraf Optik ( CN II )
Merupakan
saraf sensorik. Impuls dari batang dan kerucut retina di bawa ke badan sel akson
yang membentuk saraf optic. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada
bintik buta dan masuk ke rongga cranial melaui foramen optic. Seluruh serabut
memanjang saat traktus optic, bersinapsis pada sisi lateral nuclei genikulasi
thalamus dan menonjol ke atas sampai ke area visual lobus oksipital untuk
persepsi indera penglihatan.
3) Saraf Okulomotorius ( CN III )
Merupakan
saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls ke seluruh otot bola mata
(kecuali otot oblik superior dan rektus lateral), ke otot yang membuka kelopak
mata dan ke otot polos tertentu pada mata. Serabut sensorik membawa informasi
indera otot (kesadaran perioperatif) dari otot mata yang terinervasi ke otak.
4) Saraf Traklear ( CN IV )
Adalah
saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik dan merupakan
saraf terkecil dalam saraf cranial. Neuron motorik berasal dari langit-langit
otak tengah dan membawa impuls ke otot oblik superior bola mata. Serabut sensorik
dari spindle otot menyampaikan informasi indera otot dari otot oblik superior
ke otak.
5) Saraf Trigeminal ( CN V )
Saraf
cranial terbesar, merupakan saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari
saraf sensorik. Bagian ini membentuk saraf sensorik utama pada wajah dan rongga
nasal serta rongga oral. Neuron motorik berasal dari pons dan menginervasi otot
mastikasi kecuali otot buksinator. Badan sel neuron sensorik terletak dalam
ganglia trigeminal.
Serabut
ini bercabang ke arah distal menjadi 3 divisi:
Ø Cabang optalmik membawa
informasi dari kelopak mata, bola mata, kelenjar air mata, sisi hidung, rongga
nasal dan kulit dahi serta kepala.
Ø Cabang maksilar membawa
informasi dari kulit wajah, rongga oral (gigi atas, gusi dan bibir) dan
palatum.
Ø Cabang mandibular membawa
informasi dari gigi bawah, gusi, bibir, kulit rahang dan area temporal kulit
kepala.
6) Saraf Abdusen ( CN VI )
Merupakan
saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari sebuah nucleus pada pons yang menginervasi otot rektus
lateral mata. Serabut sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot rektus
lateral ke pons.
7) Saraf Fasial ( CN VII )
Merupakan
saraf gabungan. Meuron motorik terletak dalam nuclei pons. Neuron ini
menginervasi otot ekspresi wajah, termasuk kelenjar air mata dan kelenjar
saliva. Neuron sensorik membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua
pertiga bagian anterior lidah.
8) Saraf Vestibulokoklearis ( CN
VIII )
Hanya
terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua divisi.
Ø Cabang koklear atau auditori
menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera pendengaran dalam organ korti
telinga dalam ke nuclei koklear pada medulla, ke kolikuli inferior, ke bagian
medial nuclei genikulasi pada thalamus dan kemudian ke area auditori pada lobus
temporal.
Ø Cabang vestibular membawa
informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi kepala terhadap ruang
yang diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam.
9) Saraf Glosofaringeal ( CN IX )
Merupakan
saraf gabungan. Neuron motorik berawal dari medulla dan menginervasi otot untuk
wicara dan menelan serta kelenjar saliva parotid. Neuron sensorik membawa
informasi yang berkaitan dengan rasa dari sepertiga bagian posterior lidah dan
sensasi umum dari faring dan laring; neuron ini juga membawa informasi mengenai
tekanan darah dari reseptor sensorik dalam pembuluh darah tertentu.
10) Saraf Vagus ( CN X )
Merupakan
saraf gabungan. Neuron motorik berasal dari dalam medulla dan menginervasi
hampir semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik membawa informasi dari
faring, laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke medulla dan
pons.
11) Saraf Aksesori Spinal ( CN XI )
Merupakan
saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari serabut motorik. Neuron
motorik berasal dari dua area: bagian cranial berawal dari medulla dan
menginervasi otot volunteer faring dan laring, bagian spinal muncul dari
medulla spinalis serviks dan menginervasi otot trapezius dan
sternokleidomastoideus. Neuron sensorik membawa informasi dari otot yang sama
yang terinervasi oleh saraf motorik ; misalnya otot laring, faring, trapezius
dan otot sternokleidomastoid.
12) Saraf Hipoglosal ( CN XII )
Termasuk
saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron motorik
berawal dari medulla dan mensuplai otot lidah. Neuron sensorik membawa
informasi dari spindel otot di lidah.
b.
Saraf Spinal
31
pasang saraf spinal berawal dari korda melalui radiks dorsal (posterior) dan
ventral(anterior). Pada bagian distal radiks dorsal ganglion, dua radiks
bergabung membentuk satu saraf spinal. Semua saraf tersebut adalah saraf
gabungan (motorik dan sensorik), membawa informasi ke korda melalui neuron
aferen dan meninggalkan korda melalui neuron eferen.
Saraf
spinal diberi nama dan angka sesuai dengan regia kolumna bertebra tempat
munculnya saraf tersebut.
1) Saraf serviks ; 8 pasang, C1 –
C8.
2) Saraf toraks ; 12 pasang, T1 –
T12.
3) Saraf lumbal ; 5 pasang, L1 –
L5.
4) Saraf sacral ; 5 pasang, S1 –
S5.
5) Saraf koksigis, 1 pasang.
Setelah saraf spinal
meninggalkan korda melalui foramen intervertebral, saraf kemudian bercabang
menjadi empat divisi yaitu: cabang meningeal, ramus dorsal, cabang ventral dan
cabang viseral.
Pleksus adalah jarring-jaring
serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh saraf spinal, kecuali
TI dan TII yang merupakan awal saraf interkostal.
c.
Sistem Saraf Otonom
SSO
merupakan sistem motorik eferen visceral. Sistem ini menginervasi jantung;
seluruh otot polos, seperti pada pembuluh darah dan visera serta kelenjar-kelenjar.
SSO tidak memiliki input volunteer; walaupun demikian, sistem ini dikendalikan
oleh pusat dalam hipotalamus, medulla dan korteks serebral serta pusat tambahan
pada formasi reticular batang otak.
Serabut
aferen sensorik (visera) menyampaikan sensasi nyeri atau rasa kenyang dan
pesan-pesan yang berkaitan dengan frekwensi jantung, tekanan darah dan
pernapasan, yang di bawa ke SSP di sepanjang jalur yang sama dengan jalur
serabut saraf motorik viseral pada SSO.
Divisi
SSO memiliki 2 divisi yaitu divisi simpatis dan divisi parasimpatis. Sebagian
besar organ yang diinervasi oleh SSO menerima inervasi ganda dari saraf yang
berasal dari kedua divisi. Divisi simpatis dan parasimpatis pada SSO secara
anatomis berbeda dan perannya antagonis.
1)
Divisi
Simpatis / Torakolumbal
Memiliki
satu neuron preganglionik pendek dan satu neuron postganglionic panjang. Badan
sel neuron preganglionik terletak pada tanduk lateral substansi abu-abu dalam
segemen toraks dan lumbal bagian atas medulla spinalis.
Fungsi
saraf ini terutama untuk memacu kerja organ tubuh, walaupun ada beberapa yang
malah menghambat kerja organ tubuh. Fungsi memacu, antara lain mempercepat
detak jantung, memperbesar pupil mata, memperbesar bronkus. Adapun fungsi yang
menghambat, antara lain memperlambat kerja alat pencernaan, menghambat ereksi,
dan menghambat kontraksi kantung seni.
2)
Divisi
Para Simpatis / Kraniosakral
Memiliki
neuron preganglionik panjang yang menjulur mendekati organ yang terinervasi dan
memiliki serabut postganglionic pendek. Badan sel neuron terletak dalam nuclei
batang otak dan keluar melalui CN III, VII, IX, X, dan saraf XI, juga dalam
substansi abu-abu lateral pada segmen sacral kedua, ketiga dan keempat medulla
spinalis dan keluar melalui radiks ventral.
Saraf
ini memiliki fungsi kerja yang berlawanan jika dibandingkan dengan saraf
simpatik. Saraf parasimpatik memiliki fungsi, antara lain menghambat detak
jantung, memperkecil pupil mata, memperkecil bronkus, mempercepat kerja alat
pencernaan, merangsang ereksi, dan mepercepat kontraksi kantung seni. Karena
cara kerja kedua saraf itu berlawanan, makamengakibatkan keadaan yang normal.
3)
Neurotransmiter
SSO
Asetilkolin
dilepas oleh serabut preganglionik simpatis dan serabut preganglionik
parasimpatis yang disebut serabut kolinergik. Norepinefrin dilepas oleh serabut
post ganglionik simpatis, yang disebut serabut adrenergic. Norepinefrin dan
substansi yang berkaitan, epinefrin juga dilepas oleh medulla adrenal.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas,
maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1. Sistem saraf manusia merupakan
jalinan jaringan saraf yang mengoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan
interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya.
2. Kemampuan khusus seperti
iritabilitas, atau sensitivitas terhadap stimulus, dan konduktivitas, atau
kemampuan untuk mentransmisi suatu respons terhadap stimulasi, diatur oleh
sistem saraf dalam tiga cara utama: input sensorik, antivitas integratif, dan
output motorik.
3. Unit fungsional sistem saraf
adalah neuron. Secara umum, setiap neuron terdiri dari: badan sel, dendrite,
dan akson.
4. Sistem saraf dibagi menjadi:
sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf pusat terdiri
dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf perifer terdiri dari saraf cranial
yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis.
B.
Saran
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihak
diharapkan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun.
DAFTAR PUSTAKA
http://dosen-anatomi.blogspot.co.id/2013/05/anatomi-fisiologi-sistem-saraf_6.html/
senin/14 Desember 2015/16:00
http://anfisanatomifisiologi.blogspot.co.id/2013/06/sistem-saraf-pada-manusia.html/
senin/14 Desember 2015/16:00
Heryati,Euis
dan Nur Faizah. 2008. “Psikologi Faal”, Diktat Kuliah. Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.
Price,
Sylvia Anderson dan Lorraine McCarty Wilson. 2005. Patofisiologi: Konsep
Klinis Proses-Proses Penyakit; alih bahasa, Brahm U. Pendit,
dkk; editor edisis bahasa Indonesia, Huriawan Hertanto, dkk. Volume 2. Edisi 6.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sloane,
Ethel. 2012. Anatomi
dan Fisiologi untuk Pemula; alih bahasa, James Veldman,
editor edisi bahasa Indonesia, Palupi Widyastuti. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Komentar
Posting Komentar