MAKALAH POST CONFRENCE DAN STUDI KASUS
MAKALAH
POST CONFRENCE DAN STUDI KASUS

Disusun Oleh :
Kelompok 4
Sari
Narulita 1614401039
Fenti
Ariyani 1614401040
Eka
Puji Hanawati 1614401041
Merry
Herlinda 1614401042
Amanda
Silvia 1614401043
Yulita
Pentasari 1614401044
Hasan
Abdullah 1614401045
Luthfiyya
Yolanda Putri 1614401046
Ni
Komang Winda Arianti 1614401047
Emi
Irania 1614401048
Dina
Komaria 1614401049
Rahmah
Depisari 1614401050
Meldi
Saputra 1614401051
Tingkat 3 Reguler I
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan “ Makalah Post Confrence dan Studi Kasus”. Tepat pada waktunya, salawat beserta salam semoga teteap di limpahkan pada kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.
Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelompok baik bantuan moral dan material dalam penyusunan makalah ini, di dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu kami sangat menharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari rekan-rekan semuanya demi kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan khususya mahasiswa Poltekkes Tanjung Karang. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Bandar Lampung, Februari 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang..........................................................................
1
B.
Rumusan Masalah .................................................................... 1
C. Tujuan ....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Post Conference ........................................................................ 2
B. Studi Kasus ................................................................................ 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................ 8
B. Saran .......................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Post conference adalah
komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift
dan sebelum operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep
tiap perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference
dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006).
Conferensi
merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan
sebelum atau setelah melakukan operan dinas, pagi, sore atau malam sesuai dengan
jadwal dinas perawatan pelaksanaan. konference sebaiknya dilakukan di tempat
tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.
Sedangkan dalam post konferens para instruktur klinis harus
sudah menyiapkan apa yang akan dibahas dalam konferens sehingga tidak banyak
waktu yang terbuang. Dimana post konferens mempunyai tujuan yaitu untuk
memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan
masalah yang dijumpai. Pada
makalah ini akan di bahas mengenai post kompre.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah yaitu :
1. Apakah pengertian dari post confrence ?
1. Apakah pengertian dari post confrence ?
2.
Apakah pengertian dari studi kasus ?
C . Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu
untuk mengetahui :
1. Mampu mengetahui pengertian dari post confrence.
2. Mampu mengetahui pengertian dari studi kasus.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Post Conference
1.
Pengertian Post
Conference
Post conference adalah diskusi tentang
aspek klinik sesudah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Conferensi
merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan
sebelum atau setelah melakukan operan dinas, pagi, sore atau malam sesuai
dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. konference sebaiknya dilakukan di
tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.
Post conference adalah
komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift
dan sebelum operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep
tiap perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference
dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006)
Waktu : Sebelum operan ke dinas berikutnya.
Tempat : Meja masing – masing tim.
Waktu : Sebelum operan ke dinas berikutnya.
Tempat : Meja masing – masing tim.
Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim
Kegiatan :
1)
Ketua tim atau Pj tim membuka acara.
2)
Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala
dalam asuhan yang telah diberikan.
3)
Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan
tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift
berikutnya.
4)
Ketua tim atau Pj menutup acara
2. Tujuan Post
Conference
Tujuan post conference adalah untuk
memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan
masalah yang dijumpai. Secara umum tujuan
konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan
menjabarkan alternatif penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai
situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi
sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan
dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif
(McKeachie, 1962). Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan
keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan frustasi
bagi pemberi asuhan (T.M.Marelli, et.al, 1997).
3. Syarat Post Conference
a. Post conference
dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan
b. Waktu efektif
yang diperlukan 10 atau 15 menit
c. Topik yang
dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan
tindakan rencana dan data-data yang perlu ditambahkan
d. Yang terlibat
dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim
4.
Pelaksanaan Dalam Melaksanakan
Konferensi
Adapun panduan
bagi Perawat pelaksana dalam melakukan konferensi adalah sebagai berikut:
(Ratna Sitorus, 2006).
a. Konferensi dilakukan
setiap hari segera setelah dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai
dengan jadwal perawatan pelaksana.
b. Konferensi
dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya masing – masing.
c. Penyampaian
perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi
klien yang dilaporkan oleh dinas malam.
5.
Tuntutan
Yang Harus Dipenuhi Dalam Pelaksanaan Post Konferen
a. Tujuan
yang telah di buat dalam konferens seharusnya di konfirmasikan terlebih dahulu.
b. Diskusikan
yang di lakukan seharusnya merefleksikan prinsip-prinsip kelompok yang dinamis.
c. Instruktur
klinis memiliki peran dalam kelangsungan diskusi dengan berpegang kepada fokus
yang di bicarakan, tanpa mendomisilinya dan memberikan umpan balik yang di
perlukan secara tepat.
d. Instruktur
klinis harus memberikan penekanan-penekanan pada poin-poin penting selama
diskusi berlansung.
e. Atmosfer
diskusi seharusnya mendukung bagi partisipasi kelompok, mengandung keinginan
anggota diskusi untuk memberikan responsnya dan menerima pendapat atau
pandangan yang berbedauntuk selanjutnya mencari persamaannya.
f. Besar
kelompok seharusnya di batasi 10-12 orang untuk memelihara pertukaran ide-ide
pemikiran yang ade kuat di antara mereka.
g. Usahakan
antara anggota kelompok dapat bertatapan langsung ( face to face).
h. Pada
kesimpulan akhir dari konferens, ringkasan dan kesimpulan seharusnya berikan
oleh instruktur klinis atau siswa dengan mengacu pada tujuan pembelajaran dan
sifat applicability pada situasi dan kondisi yang lain.
6.
Hal-hal Yang Disampaikan Oleh Perawat
Pelaksana Meliputi
a.
Utamanya tentang klien (biodata, status
sosial, ekonomi, budaya)
b.
Keluhan klien
c.
TTV dan kesadaran
d.
Hasil pemeriksaan laboraturium atau
diagnostic terbaru.
e.
Masalah keperawatan
f.
Rencana keperawatan hari ini.
g.
Perubahan keadaan terapi medis.
7. Hal-hal Yang Di Sampaikan Oleh
Ketua Tim
a. Ketua
tim mendikusikan dan mengarahkan perawat asosiet tentang masalah yang terkait
dengan perawatan klien yang meliputi :
1) Klien
yang terkait dengan pelayanan seperti : keterlambatan, kesalahan pemberian makan, kebisikan pengunjung lain, kehadiran dokter yang dikonsulkan.
2) Ketepatan
pemberian infuse.
3) Ketepatan
pemantauan asupan dan pengeluaran cairan.
4) Ketepatan
pemberian obat / injeksi.
5) Ketepatan
pelaksanaan tindakan lain,
6) Ketepatan
dokumentasi.
7) Mengiatkan
kembali standar prosedur yang ditetapkan.
b. Mengiatkan
kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran dan kemajuan masing –masing
perawatan asosiet.
c. Membantu
perawatan asosiet menyelesaikan masalaah yang tidak dapat diselesaikan.
B. Studi Kasus
1. Definisi
a. Menurut
Mohamad Surya dan I. Djumhur
Studi kasus adalah suatu teknik
mempelajari seorang individu secara mendalam membantunya memperoleh penyesuaian
yang lebih baik.
b. Menurut
Sayekti Pujusuwarno
Dengan studi ksus kita mampu
mengumpulkan data selengkap-lengkapnya tentang individu. Data tersebut dapat
kita olah atau analisa kemudia hasilnya akan dapat merupakan dugaan
permasalahan dari individu tersebut, berdasarkan semua itu maka kita dapat
melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dengan setepat mungkin.
c. Menurut
A.N. Sadu dan Amarjit Singh
Studi kasus adalah bentuk analisa
kualitatif dengan melakukan obeservasi yang cermat dan lengkap tentang seorang manusia satu situasi
atau satu lembaga.
d. Menurut
S. Nasution
Studi kasus adalah bentuk penelitian
yang mendalam tentang aspek suatu lingkungan soasial termasuk manusia
didalamnya. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa studi kasus merupakan salah
satu bentuk desain penelitian disamping survey dan eksperimen.
2. Langkah-Langkah
Memberikan Bantuan Dalam Memecahkan Masalah
Menurut I. Djumhur dan Mohamad Surya
a. Langkah
Identifikasi Kasus
Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal
kasus gejala-gejalayang nampak. Dalam kasus ini pembimbing mencatat kasus-kasus
yang perlu mendapat bimbingan dan memilih kasus mana yang akan mendapat bantuan
terlebih dahulu.
b. Langkah
Diagnosa
Langkah untuk menetapkan masalah yang
dihadapi kasus beserta latar belakang dalam langakh ini kegiatan yang dilakukan
adalah mengumpulkan data dengan mengadakan studi kasus dengan menggunakan
berbagai teknik pengumpul data. Setelah data terkumpul kemudian ditetapkan
maslah yang dihadapi beseta latar belakangnya. Dari data studo kasus yang
terkumpu; kemudia dibuat kesimpulan sementara dan kesimpulan ini kemudian dibicarkan
lagi dalam pertemuan kasus untuk menetapkan masalah dan latar belakangnya.
c. Langkah
Prognosa
Langkah prognosa yaitu langkah untuk
menetapkan jenis bantuan apa, terapi apa yang akan dilaksanakan untuk
membimbing kasus. Langkah ini ditetapkan berdasarkan kesimpulan data langkah
diagnosa, yaitu setalah ditetapkan masalah beserta latar belakangnya. Untuk
menetapkan langkag prognosa ini sebaiknya ditetapkan bersama setelah
mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai faktor.
d. Langkah
Terapi
Langkah pelaksanaan bantuan atau
bimbingan. Langkah ini merupakan pelaksanaan apa-apa yang ditetapkan dalam
langkah prognosa. Pelaksanaan ini tentu memakan banyak waktu dan proses yang
kontinue dan sistematis serta memerlukan adanya pengamatan yang cermat.
e. Langkah
Evaluasi dan Follow Up
Langkah ini dimaksudkan untuk menilai atau untuk
mengetahui sejauhmanakah langkah langkah terapi yang telah dilakukan sejauh
mana hasilnya. Dalam langkah ini dilihat perkembangan selanjutnya dalam jangka
waktu yang lebih jauh.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Post conference adalah komunikasi
katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum
operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap
perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference
dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006).
B.
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis mengharapkan kepada teman-teman ataupun pembaca agar makalah kami ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami ini.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis mengharapkan kepada teman-teman ataupun pembaca agar makalah kami ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami ini.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar