MAKALAH BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF




MAKALAH
BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIE5G7uNpWbwvp46j008UDZDhyV8qH_UV2VKrFgxOHEgkHmvYF7gR428jwQ09ybMtN-eM7T4wPsBU_3uZyTGnl_4zSnANXrG6MXMkgsXjA5RpKmkvHWMccTcI_ZFWkckHUs1ptPU5jh30/s1600/Poltekkes.jpg
 




MEL




DISUSUN OLEH:
LILIS NOVITA SARI





POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
PRODI DIV KEBIDANAN TANJUNG KARANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi kebidanan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Bandar Lampung,07 Maret  2014


Penulis





DAFTAR ISI



Kata Pengantar......................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan
A.    Latar belakang ....................................................................................... 1
B.     Rumusan masalah................................................................................... 3
C.     Tujuan ................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Berpikir Kritis................................................................ ....... 4
B.   Kepentingan Berfikir Kritis............................................................. ....... 6
C.  Keterampilan Inti Berfikir Kritis..................................................... ....... 7
D.    Manfaat Berpikir Kritis ................................................................. ....... 8
E. Contoh Berfikir Kritis...................................................................... ..... 10

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... ..... 14
B. Saran................................................................................................ ..... 14
DAFTAR PUSTAKA















BAB I
PENDAHULUAN

A.            Latar Belakang
Dalam melakukan berbagai aktivitas tentunya kita harus berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan apapun. Dengan memikirkan dengan baik terlebih dahulu maka hasilnya pasti akan lebih baik.
Dalam ilmu kebidanan diperlukan cara berpikir yang kritis. Berpikir secara kritis tentunya akan menunjukkan bagaimana kita akan menanggani pasien dan memberikan perawatan yang terbaik bagi pasien.
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam  pendidikan sejak 1942. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal itu, telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick, 2000:1). Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli.
Kember (1997) menyatakan bahwa kurangnya pemahaman  pengajar tentang berpikir kritis menyebabkan adanya kecenderungan untuk tidak mengajarkan atau melakukan penilaian ketrampilan berpikir pada siswa. Seringkali pengajaran berpikir kritis diartikan sebagai problem solving, meskipun kemampuan memecahkan masalah merupakan sebagian dari kemampuan berpikir kritis (Pithers RT, Soden R., 2000).
Review yang dilakukan dari 56 literatur tentang strategi pengajaran ketrampilan berpikir pada berbagai bidang studi pada siswa sekolah dasar dan menengah menyimpulkan bahwa beberapa strategi pengajaran seperti strategi pengajaran kelas dengan diskusi yang menggunakan pendekatan pengulangan, pengayaan terhadap materi, memberikan  pertanyaan yang  memerlukan jawaban pada tingkat berpikir yang lebih tinggi, memberikan waktu siswa berpikir sebelum memberikan  jawaban dilaporkan  membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Dari sejumlah strategi tersebut, yang paling baik adalah mengkombinasikan  berbagai  strategi. Faktor  yang  menentukan  keberhasilan program pengajaran ketrampilan berpikir adalah pelatihan untuk para pengajar. Pelatihan  saja  tidak  akan  berpengaruh terhadap peningkatan  ketrampilan berpikir jika penerapannya tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, tidak disertai dukungan administrasi yang memadai, serta program yang dijalankan tidak sesuai dengan populasi siswa (Cotton K., 1991).
Strategi  pengajaran  berpikir  kriti s  pada program sarjana kedokteran yang dilakukan di Melaka Manipal Medical College India adalah dengan memberikan penilaian menggunakan pertanyaan  yang  memerlukan  ketrampilan berpikir pada  level yang lebih tinggi dan belajar ilmu dasar menggunakan kasus klinik untuk mata kuliah yang sudah  terintegrasi  menggunakan blok yang berbasis pada sistem organ. Setelah kuliah pendahuluan, mahasiswa diberikan kasus klinik serta sejumlah pertanyaan  yang harus dijawab beserta alasan sebagai penugasan. Jawaban didiskusikan  pada pertemuan berikutnya untuk meluruskan a danya kesalahan konsep dan  memperjelas materi  yang belum dipahami oleh mahasiswa. Hasilnya menunjukkan  bahwa  mahasiswa  pada program  tersebut  menunjukkan prestasi yang lebih baik dalam mengerjakan soal-soal  hapalan maupun soal yang menuntut jawaban yang  memerlukan  telaah  yang  lebih dalam. Mahasiswa juga termotivasi untuk belajar (Abraham RR., et al., 2004)

B.             Rumusan Masalah
1.       Apa pengertian berpikir kritis?
2.       Apa kepentingan dalam berfikir kritis?
3.       Apa keterampilan inti berfikir kritis?
4.       Apa manfaat berpikir kritis?
5.       Apa contoh berfikir kritis?

C.            Tujuan
1.       Mengetahui pengertian berpikir kritis
2.       Mengetahui kepentingan dalam berfikir kritis
3.       Mengetahui keterampilan inti berfikir kritis
4.       Mengetahui manfaat berpikir kritis
5.       Mengetahui contoh dalam berfikir krirtis









BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Berpikir Kritis
Menurut Halpen (1996), berpikir kritis adalah memberdayakan keterampilan  atau strategi kognitif dalam   menentukan tujuan. Proses tersebut dilalui setelah menentukan tujuan, mempertimbangkan, dan mengacu langsung kepada sasaran merupakan bentuk berpikir yang perlu dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah, merumuskan kesimpulan, mengumpulkan berbagai kemungkinan, dan membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. Berpikir kritis juga merupakan kegiatan mengevaluasi-mempertimbangkan kesimpulan yang akan diambil manakala menentukan beberapa faktor pendukung untuk membuat keputusan. Berpikir kritis juga biasa disebut directed thinking, sebab berpikir langsung kepada fokus yang akan dituju.
Pendapat senada dikemukakan Anggelo (1995: 6), berpikir  kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis,  mengenal permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan, dan mengevaluasi.
Dari dua pendapat tersebut, tampak adanya persamaan dalam hal sistematika berpikir yang ternyata berproses. Berpikir kritis harus melalui beberapa tahapan untuk sampai kepada sebuah kesimpulan atau penilaian.
Penekanan kepada proses dan tahapan berpikir dilontarkan pula oleh Scriven, berpikir kritis yaitu proses intelektual yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam membuat pengertian atau konsep, mengaplikasikan, menganalisis, membuat sistesis, dan mengevaluasi. Semua kegiatan tersebut berdasarkan hasil observasi, pengalaman, pemikiran, pertimbangan, dan komunikasi, yang akan membimbing dalam menentukan sikap dan tindakan (Walker, 2001: 1).
Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Angelo (1995: 6), bahwa berpikir kritis harus memenuhi karakteristik kegiatan berpikir yang meliputi : analisis, sintesis, pengenalan masalah dan pemecahannya, kesimpulan, dan penilaian.
Berpikir yang ditampilkan dalam berpikir kritis sangat tertib dan sistematis. Ketertiban berpikir dalam berpikir kritis diungkapkan MCC General Education Iniatives. Menurutnya, berpikir kritis ialah sebuah proses yang menekankan kepada sikap penentuan keputusan yang sementara, memberdayakan logika yang berdasarkan inkuiri dan pemecahan masalah yang menjadi dasar dalam menilai sebuah perbuatan atau pengambilan keputusan.
Berpikir kritis merupakan salah satu proses berpikir tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam pembentukan sistem konseptual siswa. Menurut Ennis (1985: 54), berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan.
B.          Kepentingan Berfikir Kritis
Berpikir kritis merupakan hal penting yang harus lakukan diantaranya karena:
1.      Berpikir kritis memungkinkan siswa memanfaatkan potensi seseorang dalam melihat masalah, memecahkan masalah, menciptakan, dan menyadari diri.
2.      Berpikir kritis merupakan keterampilan universal. Kemampuan berpikir jernih dan rasional diperlukan pada pekerjaan apapun, ketika mempelajari bidang ilmu apapun, untuk memecahkan masalah apapun, jadi merupakan aset berharga bagi karir seorang.
3.      Berpikir kritis sangat penting di era informasi dan teknologi. Seorang harus merespons perubahan dengan cepat dan efektif, sehingga memerlukan keterampilan intelektual yang fleksibel, kemampuan menganalisis informasi, dan mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan untuk memecahkan masalah.
4.      Berpikir kritis meningkatkan keterampilan verbal dan analitik. Berpikir jernih dan sistematis dapat meningkatkan cara mengekspresikan gagasan, berguna dalam mempelajari cara menganalisis struktur  teks dengan logis, meningkatkan kemampuan untuk memahami.
5.      Berpikir kritis meningkatkan kreativitas. Untuk menghasilkan solusi kreatif terhadap suatu masalah tidak hanya perlu gagasan baru, tetapi gagasan baru itu harus berguna dan relevan dengan tugas yang harus diselesaikan. Berpikir kritis berguna untuk mengevaluasi ide baru, memilih yang terbaik, dan memodifikasi bisa perlu.
6.      Berpikir kritis penting untuk refleksi diri. Untuk memberi struktur kehidupan sehingga hidup menjadi lebih berarti (meaningful life), maka diperlukan kemampuan untuk mencari kebenaran dan merefleksikan nilai dan keputusan diri sendiri. Berpikir kritis merupakan meta-thinking skill, ketrampilan untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap nilai dan keputusan yang diambil, kemudian dalam konteks membuat hidup lebih berarti yaitu melakukan upaya sadar untuk menginternalisasi hasil refleksi itu ke dalam kehidupan sehari-hari.

C.           Keterampilan Inti Berfikir Kritis
·         Interpretasi
kategorisasi, dekode, mengklarifikasi makna
·         Analisis 
memeriksa gagasan, mengidentifikasi argumen, menganalisis argumen
·         Evaluasi
menilai klaim (pernyataan), menilai argumen
·         Inferensi
mempertanyakan klaim, memikirkan alternatif (misalnya, differential diagnosis), menarik kesimpulan, memecahkan masalah, mengambil keputusan
·         Penjelasan
menyatakan masalah, menyatakan hasil, mengemukakan kebenaran prosedur, mengemukakan argumen
·         Regulasi diri
meneliti diri, mengoreksi diri
·         Memahami hubungan-hubungan logis antar gagasan
·         Mengidentifikasi, mengkontruksi, dan mengevaluasi argumen
·         Mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan umum dalam pemberian alasan
·         Memecahkan masalah secara sistematis.
·         Mengidentifikasi relevansi dan kepentingan gagasan
·         Merefleksikan kebenaran keyakinan dan nilai-nilai diri sendiri

D.           Manfaat Berpikir Kritis
1.      Manfaat berpikir kritis
Arief Achmad, 2009, menyatakan kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya.
Keuntungan yang didapatkan sewaktu kita tajam dalam berpikir kritis, kita bisa menilai bobot kemampuan seseorang dari perkataan yang ia keluarkan, kita juga dengan tidak gampangnya menyerap setiap informasi tanpa memikirkan terlebih dahulu hal yang sedang disampaikan. Bayangkan! Jika kita semua terbentuk dengan kebiasaan ini, bisa dipastikan akan muncul kreatifitas yang baru dan kita bisa terus menerus mengalami pertumbuhan yang lebih baik di setiap aspek dari bidang yang sedang kita tekuni.



Dengan berpikir kritis maka seseorang:
a.       Terhindar dari berbagai upaya penipuan, manipulasi, pembodohan, dan penyesatan.
b.      Selalu fokus pada suatu hal yang sebenarnya.
c.       Hidup dalam dunia nyata daripada dunia fantasi.
d.      Terhindar dari berbagai kesalahan, seperti membuang waktu, uang, dan melibatkan emosi dalam kepercayaan atau ajaran atau dogma atau ideologi yang salah dan menyesatkan.
e.       Selalu terlibat dalam perziarahan kemanusiaan yang menarik dan menantang dalam upaya memahami diri sendiri dan dunia di mana kita berada.
f.       Selalu mampu memberikan sumbangsih kemanusiaan yang nyata dan bermanfaat demi menemukan dan mengedepankan kebenaran yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan akal sehat.
g.      Mampu menyaring semua informasi yang diperoleh dari semua sumber.
h.      Mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dalam hal menjelaskan dan berargumentasi mengenai banyak topik/fenomena serta mampu meyakinkan orang lain yang didasarkan pada akal sehat, kejujuran, dan kebijaksanaan.






E. Contoh Berfikir Kritis
Berpikir Kritis di Kelas
Kamu sebenarnya sudah mulai berpikir kritis di kelas ketika kamu berdiskusi kelompok dan mengkritik reportase temanmu. Tentu sebagai mahasiswa kamu seharusnya selalu bersikap kritis di kelas.  Dunia perguruan tinggi tentu berbeda dengan keadaan ketika kamu masih di SLTA. Berpikir kritis telah menjadi bagian yang mengkonstitusikan jati diri mahasiswa.
Sebenarnya kuliah pemikiran kritis ini bisa membantu meningkatkan keterampilan berpikir kamu. Diharapkan keterampilan dan kemampuan berpikir kritis dan logis bisa meningkatkan performa kamu di kelas. Kalau sebelumnya kamu adalah mahasiswa yang mendengar dan menerima begitu saja apa yang dikatakan dosen atau teman-temanmu, maka sekaranglah saatnya kamu berani berpikir dan mempertanyakan argumentasi dosen atau teman. Dengan kemampuan berpikir kritis, kamu seharusnya bisa:
1.      Memahami argumentasi-argumentasi dan keyakinan-keyakinan dosen dan teman-temanmu.
2.      Mengevaluasi dan menilai argumentasi dan keyakinan tersebut secara kritis.
3.      Membangun dan mempertahankan argument-argumen Anda yang sudah Anda bangun secara meyakinkan.
Tentu sebagai mahasiswa kamu harus mempelajari dan menguasai bidang ilmu tertentu. Apakah kuliah berpikir kritis bisa membantu kamu menguasai bidang keilmuan tersebut? Tentu saja bisa. Memang kuliah logika atau berpikir kritis tidak akan membuat mata kuliah lain menjadi lebih mudah dipahami. Meskipun demikian, kamu akan menyadari betapa pemikiran kritis membantu kamu mempelajari mata kuliah lain dengan perspektif yang lebih terfokus. Berpikir kritis akan memudahkan kamu memahami mata kuliah lain secara lebih mendalam persis ketika kamu memiliki sikap untuk tidak percaya begitu saja pada apa yang dipaparkan, kamu berusaha mencari informasi secara lebih mendalam dan lengkap, kamu mengevaluasi konsistensi logis dari pemikiran-pemikiran yang disajikan, dan sebagainya.

Selain itu, keterampilan berpikir kritis yang kamu miliki akan membantu kamu mengevaluasi secara kritis apa yang sudah kamu pelajari di kelas. Sekali lagi berpikir kritis akan mendorong kamu untuk selalu melihat segala sesuatu dari banyak perspektif dan dari perspektif yang jauh lebih luas. Pemikiran kritis juga memampukan kamu membangun argumentasi atau penikiran sendiri mengenai suatu topik, pemikiran atau pendapat. Misalnya, setelah mempelajari sikap paternalistik dokter dalam menangani pasien atau sikap represif polisi menghalau para demonstran di istana negara, kamu bisa menulis atau mengajukan argumentasi-argumentasimu mengenai peristiwa tersebut.

Belajar kimia, seperti halnya pelajaran sains lainnya memiliki karakteristik tertentu, namun secara umum berpikir kritis dengan rasa ingin tahu yang tinggi adalah modal untuk bisa menguasai hampir semua pelajaran. Guru-guru kita sering mengingatkan bahwa jika ingin pintar banyak-lah bertanya. Bertanya model apa sih yang dimaksud itu?

Sebenarnya dalam setiap pokok bahasan banyak hal baru. Hal-hal baru itu perlahan akan dijelaskan pada rentetan kalimat-kalimat yang mengikutinya. Meskipun demikian tidak semua yang ada pada kalimat itu dapat dimengerti. Bagian yang tidak dimengerti inilah yang layak untuk dipertanyakan kepada guru, atau kepada siapa saja yang bisa dijumpai, dan yang lebih gampang adalah mencari-nya dengan menggunakan search engine – internet.

Berpikir kritis adalah sutau proses mental untuk menganalisis, mengevaluasi informasi yang diterima. Bagaimana caranya agar siswa atau siapa saja dapat berpikir kritis. Tentu kita harus memenuhi prasyarat-nya. Kita memiliki rasa ingin tahu, memiliki berbagai bahan yang mendukung atas apa yang hendak kita kritisi. Kritis itu adalah mencoba menghubungkan berbagai informasi dari apa yang kita ketahui, memecahkan apa yang mungkin untuk dikoneksikan dengan hal yang satu ke yang lainnya.

Contoh berpikir kritis itu seperti berikut ini, (ada pada tulisan dengan judul hubungan molaritas, molalitas, dan densitas). Misal dalam pokok bahasan sifat koligatif larutan ada pendahuluan tentang satuan konsentrasi, molal dan molar. Kadang untuk soal yang menantang ada yang meminta siswa mengkonversi dari satuan molar ke molal atau sebaliknya. Tentu dengan tambahan data densitas atau massa jenis zat. Densitas ini sering kurang mendapat perhatian dalam pokok bahasan yang melibatkan konsentrasi larutan. Tapi dalam banyak buku kimia kurang mendapat perhatian.
Pernyataan menantang yang saya contohkan:
·         Densitas dapatkah digunakan untuk menyatakan konsentrasi? Bukankah satuan densitas juga g/mL?
·         Apakah densitas itu memang salah satu pernyataan konsentrasi?
·         Dapatkah kita melakukan konversi molar ke molal tanpa diketahui densitas zat terlarutnya?
·         Jika volume larutan tidak 1 Liter (misalnya larutannya hanya 250 mL atau 500 mL) apakah rumus konversi di atas perlu diubah atau tidak?
Dengan memperhatikan arti dari masing-masing satuan konsentrasi (molal dan molar) serta densitas, ternyata dapat ditarik hubungan antara ketiganya. Sekali lagi ini jarang dijumpai dalam buku pelajaran di sekolah, karena kurikulum tidak menuntut hal itu. Anehnya pada tataran soal-soal itu tidak jarang ditanyakan, lebih-lebih pada soal olimpiade sains. Andai saja siswa bisa menurunkan rumus hubungan antara ketiga-nya tentu mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan kritis di atas.
Hal-hal seperti di atas itulah yang harus ditanamkan kepada siswa dan guru, sehingga kekreatifan berpikir meningkat. Yang sering terjadi adalah siswa bahkan kadang guru enggan menggunakan informasi yang miliki sebelumnya untuk mengkritisi sesuatu. Tapi yang seperti itu patut dicuragai bahwa sesungguh mereka belum siap belajar, belum memiliki informasi yang terkait dengan apa yang hendak dipelajarinya. Jika ini yang terjadi tentu suasana belajar menjadi membosankan. Untuk itulah baik siswa dan guru sudah selayaknya banyak memasukkan informasi yang kelak jika dibutuhkan bisa jadi modal untuk mengkritisi sesuatu (baca pelajaran/bahan bacaan).






BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Berpikir kritis adalah usaha berpikir yang dilakukan untuk diri sendiri. Setiap individu harus memikirkan sesuatu isu/masalah yang telah, sedang dan akan berlaku berdasarkan pemikiran sendiri, tanpa dipengaruhi oleh pemikiran orang lain. Pemikiran kritis mengajak kita agar berfikir dengan lebih bersistem dan terarah dalam membuat sesuatu keputusan.
Komponen berpikir kritis meliputi pengetahuan dasar spesifik, pengalaman dan kompetensi.
.
B.     Saran
Agar pembaca dapat memahami dan mengerti apa maksud dan tujuan dari makalah ini sertan dapat mengrti apa inti pokok bahasan dari makalah ini. Sebaiknya pembaca membaca dengan teliti dan menyimpulkan apa yang telah di dapat dalam makalah ini. Sehingga tidak terjadi perbedaan asumsi yang melenceng dari inti bahasan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA

Maryam, R.Siti, S.Kep.,Ns. Santun Setiawati, S.Kep,. Ns. Mia Fatma Ekasari, S.Kep.,2008. Buku Ajar Berpikir Kritis dalam Proses Keperawatan. Jakarta; EGC
Sambas, Syukriadi, Mantik Kaidah Berpikir Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Santrock, John W. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.


Izzati, N. (2009),Berpikir Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengembangkannya Pada Peserta Didik. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Bandung 19 Desember 2009, hal. 49-60

Bonnie dan Potts.  (2003). Strategies for Teaching Critical Thinking. Practical Assesment, Research & Evaluation. [online]. Tersedia: http ://edresearch.org/pare/getvn.asp?v=4&n=3 [2 Juli 2003].

Ennis, R. H (1996). Critical Thinking. USA : Prentice Hall, Inc.

Joko, Sulianto. 2011. Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan berpikir Kritis pada siswa Sekolah Dasar. Artikel diambil dari
Krulik, S & Rudnick. 1999.” Innovative Taks to Improve Critical and Creative Thinking Skills. Develoving Mathematical Raesoning in Grades K-12”, pp.138-145.


 

Komentar

Postingan Populer