SISTEM PENCERNAAN
SISTEM PENCERNAAN
OLEH :
SEPTIA
AGUS PRATAMA
MARSA
AINI
SEPTA
NURSYFA
FEBRI
DWI
ANISA
RAMADONA
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
alhamdulillah puji syukur kami
panjatkan kepada allah swt, karena atas ridho allah swt kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Sistem Pencernaan”
Tak ada gading yang tak retak, dan
kita tahu semua walaupun manusia merupakan makhluk yang sempurna ciptaan Allah
SWT dari makhluk lainnya, tetapi tak ada satupun manusia yang tak luput dari
kesalahan, jadi apabila ada kesalahan dalam makalah ini saya mohon maaf
sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang mendukung untuk kebaikan makalah ini
sangat kami harapkan, semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua, amin.
Bandar Lampung, September 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
BAB
IIPEMBAHASAN
A.
Pengertian...................................................................................................... 2
B.
Proses Pencernaan......................................................................................... 2
C.
Alat Pencernaan ............................................................................................ 3
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................ 13
B. Saran ....................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sistem
pencernaan makanan berhubungan dengan penerimaan makanan dan mempersiapkannya
untuk di proses oleh tubuh. Makanan adalah tiap zat atau bahan yang dapat
digunakan dalam metabolisme guna memperoleh bahan-bahan untuk memperoleh tenaga
atau energi. Selama dalam proses pencernaan makanan dihancurkan menjadi zat-zat
sederhana dan dapat diserap oleh usus, kemudian digunakan oleh jaringan tubuh.
Berbagai
perubahan sifat makanan terjadi karena sintesis berbagai enzim yang terkandung
dalam berbagai cairan pencernaan. Setiap enzim mempunyai tugas khusus dan
bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis
makanan lainnya. Agar makan itu berguna bagi tubuh, maka makanan itu harus di
distribusi oleh darah sampai pada sel-sel di seluruh tubuh Sistem pencernaan terdiri atas suatu saluran
panjang yaitu saluran cerna yang dimulai dari mulut sampai anus, dan
kelenjar-kelenjar yang berhubungan yang letaknya di luar saluran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu system pencernaan ?
2.
Bagaimana Proses Pencernaan dalam tubuh ?
3.
Apa saja alat-alat pencernaan dalam tubuh ?
4.
Gangguan apa saja yang berhubungan dengan system pencernaan ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sistem pencernaan
(digestive system) merupakan sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan
sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan
yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan
dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan dan dibagi menjadi
3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga
lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi
di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
B.
Proses Pencernaan
Proses pencernaan makanan berlangsung di dalam
saluran pencernaan makanan. Proses tersebut di mulai dari rongga mulut. Di
dalam rongga mulut makanan dipotong-potong oleh gigi seri dan dikunyah oleh
gigi geraham , sehingga makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Walaupun zat makanan telah dilumatkan atau dihancurkan dalam rongga mulut
tetapi belum dapat diserap oleh dinding usus halus. Karena itu, makanan harus
diubah menjadi sari makanan yang mudah larut. Dalam prose ini dibutuhkan
beberapa enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh kelenjar pencernaan.
Waktu pencernaan, makanan tersebut diproses menjadi
sari makanan yang diserap oleh jonjot usus dan sisa makanan dikeluarkan melalui
poros usus. Sari makanan hanya dapat diserap dan diangkut oleh darah dan getah
bening bila larut di dalamnya, kemudian makanan tersebut didistribusikan ke
bagian tubuh yang membutuhkannya.
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat
dibedakan menjadi dua macam seperti berikut.
1. Proses
mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang
terjadi di lambung.
2. Proses
kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan
dengan mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi molekul yang berukuran
kecil.
Makanan
mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga proses
pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan
makanan meliputi hal-hal berikut.
1.
Ingesti: pemasukan makanan ke dalam
tubuh melalui mulut.
2.
Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh
gigi.
3.
Deglutisi: proses menelan makanan di
kerongkongan.
4.
Digesti: pengubahan makanan menjadi
molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
5.
Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di
usus halus.
6.
Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang
sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.
C.
Alat Pencernaan
Alat-alat pencernaan terdiri dari saluran pencernaan
dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, pharynk,
esophagus, lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir pada anus. Sedangkan
kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar
usus, hati, dan pankreas.
1.
Rongga Mulut
Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu
dalam proses pencernaan, yaitu: gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Dan
di dalam ronggga mulut, makanan menggalami pencerrnaan secara mekanik dan
kimiawi.
a.
Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga
makanan menjadi halus. Gigi dapat di bedakan atas empat macam yaitu, Gigi seri,
gigi taring, gigi geraham depan dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi
manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher gigi
(kolum), dan akar gigi (radiks). Setiap gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang
berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham
berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk dan
gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing berfungsi untuk merobek
makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar
berlekuk-lekuk, berfungsi untuk mengunyah.
Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung
dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam
rahang. Tulang gigi tersusun atas zat dentin. Sum-sum gigi (pulpa), merupakan
rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh_pembuluh
darah.
Pada bayi, gigi sudah mulai tumbuh pada usia 6
bulan. Gigi pertama yang tumbuh disebut gigi susu. Gigi anak-anak pada usia 6
tahun jumlahnya 20 yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi
geraham.
b.
Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam
rongga mulut dan membantu mendorong makanan ( proses penelanan ). Selain itu
lidah juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin,
pahit, dan asam.
c.
Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (
saliva ). Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu:
·
Kelenjar parotis, terletak di bawah
telinga
·
Kelenjar submandibulavis, terletak di
rahang bawah
·
Kelenjar sublingualis, terletak di bawah
lidah.
Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan.
Selain itu, lidah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam,
dan basah. Rangsang untuk pembentukan saliva (air liur) adalah: adanya makanan
dalam mulut, dan melihat, mencium dan memikirkan makanan. Fungsi saliva (ludah)
adalah untuk membantu pembentukan bolus makanan dan berperan sebagai pelumas
untuk mempermudah menelan.
Didalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase ).
Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat
karbohidrat ( amilum ) menjadi gula sederhana ( maltosa ). Maltosa mudah di
cerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekeja dengan baik pada
PH antara 6, 8-7 dan suhu 37oC.
2.
Tekak (pharynk)
Pharynk merupakan pertemuan saluran pernafasan
antara rongga hidung dengan tenggorokan dan saluran pencernaan antara rongga
mulut dan kerongkongan. Lubang yang menuju tenggorokan disebut glotis dan
ditutup oleh klep yang disebut epiglotis pada waktu proses menelan.
3.
Kerongkongan (esophagus)
Pangkal saluran pencernaan, berbentuk sebuah tabung
berotot yang panjangnya 25 cm, dimulai dari farink sampai pintu masuk kardiak
lambung di bawah. Esophagus memiliki fungsi sebagai pen ghantar makanan dari farynk ke lambung.
Kerongkongan ( esofagus ) merupakan saluran
penghubung antara rongga mulut dengan lambung, kerongkongan berfungsi sebagai
jalan makanan yang telah di kunyah menuju lambung, jadi, pada kerongkongan
tidak terjadi proses pencernaan.
Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara
bergelombang sehingga dapat mendorong makanan masuk ke dalam lambung, gerak
kerongkongan ini di sebut gerak peristalis. Gerak peristalis merupakan gerak
kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan ke dalam lambung.
4.
Lambung
Lambung ( fentrikulus ) merupakan kantung besar yang
terletak disebelah kiri rongga perut. Lambung sering pula disebut perut besar
atau kantung nasi.
Lambung terdiri dari 3 bagian yaitu bagian atas (
kardiak ), bagian tengah yang membulat ( fundus ), dan bagian bawah ( pilorus
). Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus
berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan
pilorus terdapat klep ( sfigter ) yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke
dalam dari lambung.
Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun
melingkar, memanjang, dan menyerong. Otot-otot tersebut menyebabkan lambung
berkontraksi. Akibatnya kontraksi otot lambung, makanan teraduk dengan baik
sehingga akan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan
makanan didalam lambung berbentuk seperti bubur.
Dinding lambung mengandung sel-sel kelenjar yang
berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung. Getah
lambung mengandung air lendir ( musin ), asam lambung, enzim renim, dan enzim
pepsinogen. Getah lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam lambung.
Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau
bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan
pepsinogen menjadi pepsin-pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton
dan proteosa-enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang
terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin menunjukkan bahwa
didalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi- selain menghasilkan enzim
pencernaaan, dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin. Hormon gastrin
berfungsi untuk mengeluarkan (sekresi) getah lambung.
Lambung dapat meregang sampai dapat menyimpan 2
liter cairan, makanan umumnya dapat bertahan 3-4 jam didalam lambung. Dari
lambung , makanan sedikit demi sedikit keluar menuju usus 12 jari melalui
sfingter pilorus.
5.
Hati
Fungsi hati yang pertama yaitu sebagai pemproduksi
cairan empedu untuk menetralkan racun-racun yang masuk ke dalam tubuh. Hati
juga memegang peranan penting pada metabolisme tiga bahan makanan yang
dikirimkan oleh vena porta setelah diabsorbsi oleh tubuh dari usus, bahan
makanan tersebut adalah karbohidrat, protein, dan lemak.
6.
Usus Halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang
panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyaklipatan yang disebut
vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus
halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan. Usus halus terbagi
menjadi tiga bagian seperti berikut:
a.
Duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
Duodenum adalah bagian pertama usus halus, bagian
usus ini merupakan tempat bermuaranya saluran getah pankreas dan getah empedu.
Saluran empedu dan saluran pankreas masuk ke dalam usus dua belas jari pada
suatu lobang yang disebut ampula hepatopankreatika atau ampula pateri. Saluran
empedu menghasilkan getah empedu (bilus) yang dihasilkan oleh hati. Getah
empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak. Pankreas yang terdapat di bawah
lambung menghasilkan getah pankreas, getah pankreas menghasilkan enzim
pencernaan seperti amilase, tritsin, dan lipase
b.
Jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
Pada bagian inilah pencernaan diselesaikan, pada
usus ini juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Kelenjar-kelenjar ususnya
menghasilkan enzim pencernaan, seperti yang dihasilkan pankreas.
c.
Ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Pada bagian ini, sari-sari makanan hasil proses
pencernaan diserap, makanan akan diserap oleh jonjot usus. Asam amino dan
glukosa, vitamin, garam mineral, akan diangkut oleh kapiler darah, sedangkan
asam lemak dan gliserol akan diangkut oleh pembuluh kil (pembuluh getah
bening). Pembuluh getah bening usus menuju ke pembuluh balik besar bawah
selangka.
Setiap hari, disekresikan kira-kira 2000 cc getah
usus dari sel usus menuju, lumeu usus. Getah usus halus ini berwarna kuning
jernih, dan mengandung berbagai enzim misalnya peptidase, maltase, sukrase,
ribonuklease, dll. Sebagian enzim-enzim ini terdapat pada permukaan sel epitel
sehingga pencernaan makanan berlangsung pada permukaan atau di dalam sel-sel
epitel. Sekresi getah usus halus dikontrol oleh reflek otonom, hormon sekretin,
dan kolesistokinin.
Fungsi usus halus adalah mencerna, dan menyerap
“khime” dari lambung. Isinya yang cair digerakkan oleh serangkaian gerakan
peristaltik yang cepat. Di samping gerakan peristaltik ada juga gerakan lain
yaitu gerakan sexmental, gerakan yang memisahkan beberapa segmen usus satu dari
yang lain. Dua cairan pencerna masuk ke usus duabelas jari (duodenum) melalui
saluran-saluran, empedu dan getah pangkreas (dari pangkreas). Empedu digunakan
untuk pencernaan lemak yang dipecahkan dalam bagian-bagian kecil, dengan
demikian membantu kerja lipase. Empedu ini sifatnya alkalis dan membuat makanan
yang keluar dari lambung yang asam menjadi netral. Garam empedu mengurangi
ketegangan permukaan isi usus dan membantu membentuk emulsi dari lemak yang
dimakan.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih
banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses
pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di
dalam dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini
bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di
usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.
a.
Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa
air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung mucin dan garam empedu
yang berperan dalam pencernaan makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan
berikut:
1)
Air, berguna sebagai pelarut utama.
2)
Mucin, berguna untuk membasahi dan
melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3)
Garam empedu, mengandung natrium
karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi
menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).
Cairan ini dihasilkan oleh hati. Hati merupakan
kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem
pencernaan, hati berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan zat-zat
makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak.
Selain itu, hati juga berfungsi membentuk darah pada janin atau pada keadaan
darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah
serta pengaturan suhu tubuh.
Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan
masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu berperan dalam proses
pencernaan lemak, yaitu sebelum lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan
empedu terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam
klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang
gerak peristaltik usus.
b.
Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas.
Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah
pankreas ke dalam saluran pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormone insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk
pulau- pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga
gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes melitus.
Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui
saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pancreas terdapat tiga macam enzim,
yaitu lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam
pemecahan protein, dan amylase membantu dalam pemecahan pati.
c.
Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar
yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti
berikut.
1.
Sukrase, berfungsi membantu mempercepat
proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2.
Maltase, berfungsi membantu mempercepat
proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3.
Laktase, berfungsi membantu mempercepat
proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4. Enzim
peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam
amino.
Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol
hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau diserap melalui
dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan
mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya
bersama dengan pelarutnya, sedangkan vitamin yang larut dalam air penyerapannya
dilakukan oleh jonjot usus.
Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh
villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah,
pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap
dan diangkut oleh darah menuju hati melalui
sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke
dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).
sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke
dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).
Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena
sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi
menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan
didorong menuju usus besar (kolon).
7.
Usus Besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan
terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di
antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar)
terdapat sekum (usus buntu).
Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Makanan yang tidak dicerna diusus halus, misalnya
selulosa bersama dengan lendir akan menuju keusus, besar menjadi fases. Dalam
usus besar juga terdapat bakteri escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam
proses pembusukan sisa makanan. Bakteri e.coli juga menghasilkan vitamin K.
Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu
mulai dari usus buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir
pada anus. Didalam usus besar fases di dorong secara teratur dan lambat oleh
gerakan pristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan pristalsis
dikendalikan oleh otot polos (otot tak sadar). Pada saat buang air besar otot
sfingeres dianus di pengaruhi oleh otot lurik (otot sadar) jadi, proses
defekasi (buang air besar) dilakukan dengan adanya konstrasi otot dinding perut
yang di ikuti dengan mengendurnya otot sfingeter anus dan konstraksi kolon
serta rektum, akibatnya feses dapat terdorong keluar anus.
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan
bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian
akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan
mengakibatkan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses
pencernaan telah selesai dengan sempurna.
D.
Gangguan Pada Sistem Pencernaan
Adapun gangguan yang ditimbulkan oleh system
pencernaan adalah sebagai berikut:
1.
Diare : feces encer karena adanya
gangguan absorbsi air
2.
Sembelit (konstipasi) feces menjadi
lebih padat dan sukar keluar sehingga nmenimbulkan rasa sakit pada perut .
3.
Peritonitis : rasa sakit pada saluran
pencernaan kaerena terjadi peradangan selaput perut (peritonium).
4.
Apendisitas : terjadinya peradangan
appendiks (umbai cacing)
5.
Kolik : timbulnya perasaan nyeri karena
salah cerna
6.
Ulkus : lukanya dinding lambung akibat
produksi HCL yang berlebih sehingga bila kena gesekan menimbulkan rasa nyeri.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem pencernaan
(digestive system) merupakan sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan
sisa proses tersebut melalui dubur. Proses pencernaan makanan berlangsung di
dalam saluran pencernaan makanan. Proses tersebut di mulai dari rongga
mulut. Berdasarkan prosesnya, pencernaan
makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti berikut: Proses mekanis,
yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi
di lambung. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh
enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi
molekul yang berukuran kecil.
Alat-alat pencernaan terdiri dari saluran pencernaan
dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, pharynk,
esophagus, lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir pada anus. Sedangkan
kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar usus,
hati, dan pankreas. Adapun gangguan-gangguan yang disebabkan oleh system
pencernaan adalah: diare, sembelit, peritonitis, apendisitas, kolik, dan ulkus.
B.
Kritik dan Saran
Tiada kesempurnaan di dunia ini, kami sangat
mengharapkan kritik maupun saran dari makalah ini tujuannya hanyalah demi
kesempurnaan. Dan semoga makalah yang telah kami susun bermanfaat bagi kita
semua, Amien.
DAFTAR
PUSTAKA
Watson, Roger. Anatomi dan Fisiologi, Jakarta
: EGC. 2002
Almatsier, sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi,
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2001
Simbolon, Hubu. Biologi, Jakarta : Erlangga,
1992
Irianto, Kus., Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia
Bandung : Yrama Widya, 2005.
Green, J.H., Pengantar
Fisiologi Tubuh Manusia, Jakarta: Bina Rupa Aksara, 2002.
Komentar
Posting Komentar