role play RONDE KEPERAWATAN
RONDE KEPERAWATAN
PEMERAN
1.
Desi Rahma
Sari sebagai kepala ruang
2.
Amanda
Selvia sebagai perawat
primer / ketua tim
3.
Resi
Hidayani sebagai perawat asosiet
4.
Devi
Fitriyana sebagai perawat spesialis
5.
Destry
Handayani sebagai keluarga pasien
6.
Ummi
Isnayati S sebagai pasien
Di ruang
penyakit dalam sebuah rumah sakit yang sudah menerapkan model praktik
keperawatan professional, akan dilakukan ronde keperawatan. Tahap pre ronde
keperawatan..
Sebelum
ketua tim memberikan tugas kepada perawat asosiet, ketua tim menemui pasien
terlebih dahulu untuk memberikan informed concent.
Di ruang
pasien..
Amanda : Assalamu’alaikum. Bu Ummi,
bagaimana keadaannya?
Ummi : Dada saya masih sakit Sus, saya tidak bisa
tidur semalaman.
Amanda : Oh, begitu ya.
Destry : ummi juga tidak mau makan Sus.
Amanda : Oh, kenapa tidak mau makan Bu? Kan biar cepat
sembuh. Begini bu ummi, Bu destry, saya mau meminta persetujuan ibu.
Destry :
Persetujuan apa Sus?
Amanda : bu ummi akan saya jadikan pasien untuk ronde
keperawatan. Nah ronde keperawatan ini adalah suatu kegiatan yang nantinya
pasien dan keluarga akan diajak diskusi untuk menyelesakan masalah yang
dihadapi pasien.
Ummi : Oh, gitu.. nah terus saya harus bagaimana Sus?
Amanda : bu ummi ya tidak harus bagaimana – bagaimana,
bu tinggal menyetujui saja. Dengan ronde keperawatan ini, nanti masalah ibu
Insya’allah akan bisa diatasi.
Destry : Benar begitu Sus?
Amanda : Insya’allah
Bu. Bagaimana, bersedia ya bu?
Ummi : Oh,
kalau begitu saya bersedia Sus.
Setelah
mendapatkan persetujuan dari pasien, kemudian ketua tim menuju ke ruang perawat
untuk memberikan tugas kepada perawat asosiet.
Di ruang
perawat….
Amanda : Assalamu’alaikum perawat Resi. Seperti yang
sudah direncanakan, hari ini kita akan melakukan tahap pra ronde keperawatan,
dimana pasien yang akan kita pilih adalah ny. Ummi.
Resi : Memangnya Ny. Umii menderita penyakit apa Bu?
Amanda : Ny.
Umii itu memiliki penyakit gagal jantung, tetapi setahu saya beliau juga
mengalami gangguan harga diri rendah, soalnya sudah berumur hampir 40 tahun
tetapi belum menikah.
Resi : Wah, kasihan sekali ya.
Amanda : Maka dari itu, nanti tolong ya perawat Resi
untuk mengkaji lebih lanjut masalah yang ada pada Ny. Ummi.
Resi : Baik Bu.
Kemudian
perawat asosiet melakukan pengkajian kepada pasien.
Di ruang
pasien…
Resi : Selamat pagi Ny. Ummi. Bagaimana kabarnya?
Ummi : Wah, tidak ada perubahan Sus. Dada saya masih
sakit, saya tidak bisa tidur semalam, sama mau makan rasanya tidak enak.
Resi : Oh, begitu ya Bu. Baik, saya disini akan
melakukan pengkajian pada bu, untuk mengetahui masalah apa yang ada pada
bu.
Destry : Oh, iya, silakan Suster.
Perawat
asosiet pun melakukan pengkajian kepada Ny.Ummi. Ternyata didapatkan hasil
bahwa ny. Ummi mengalami nyeri pada
dada, gangguan sulit tidur, susah makan dan mengalami gangguan konsep diri,
yaitu gangguan citra tubuh dan harga diri rendah.
Setelah
mendapatkan data yang dirasa cukup, kemudian perawat asosiet melaporkan hasil
pengkajiannya kepada ketua tim.
Di ruang
perawat…
Resi : Bu, pengkajian sudah saya lakukan.
Amanda : Oh, kemudian bagaimana
hasilnya?
Resi : Ternyata masalah
yang dihadapi oleh pasien banyak sekali Bu. (sambil menggeleng –
gelengkan kepalanya dan membuka hasil pengkajian)
Resi : Pasien mengalami nyeri dada, gangguan tidur,
susah makan, dan gangguan konsep diri Bu.
Amanda : Baiklah kalau begitu, mari kita lakukan
validasi data, langsung ke pasiennya saja ya..
Resi : Baik Bu.
Kepala tim
dan perawat asosiet melakukan validasi data. Setelah selesai melakukan validasi
data, ketua tim melakukan kontrak waktu esok hari untuk ronde keperawatan
Di ruang
pasien…
Amanda : Baik, terima kasih atas kerja samanya. Bu ummi
dan Bu destry memang orang baik. Kita
ketemu laagi besok yah Bu, untuk melakukan ronde keperawatan.
Ummi : Oh,
iya. Terima kasih Sus..
Amanda : Iya, sama – sama Bu. Kami permisi dulu ya, Assalamu’alaikum..
Destry : Wa’alaikumsalam.
Keesokan
harinya, ronde keperawatan pun dimulai.. ronde tersebut dihadiri oleh ketua
tim, perawat asosiet, kepala ruang, dan perawat spesialis.
Di ruang
perawat..
Desi : Assalamu’alaikum,
selamat pagi Bapak dan Ibu. Di pagi hari ini, kita akan melaksanakan ronde
keperawatan, sebagaimana yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Langsung
saja, silakan Bu amanda membacakan data
pasiennya..
Amanda : Baik, terima kasih.. Assalamu’alaikum.. pasien
dalam ronde keperawatan kita kali ini adalah ny.Ummi, dengan diagnosa medis
gagal jantung. Setelah dilakukan pengkajian kemarin oleh perawat Resi,
didapatkan data bahwa pasien ini mengalami nyeri pada dada, susah tidur, tidak
mau makan, dan mengalami gangguan konsep diri.
Devi : Gangguan
konsep diri yang bagaimana Bu?
Amanda : Jadi
dia mengalami gangguan citra tubuh karena dia merasa tubuhnya itu tidak
berguna, pasien sakit – sakitan sudah sejak lama, jadi dia tidak bisa bekerja.
Dia juga sekarang umurnya hampir 40 tahun tetapi belum menikah, jadi
sekarang dia merasa minder. Mengalami harga diri rendah juga.
Desi
: Iya, terima kasih kepada bu amanda, sebelum
kita melakukan validasi data, ada yang ingin ditanyakan?
Resi : Tidak Bu, cukup.
Desi : OK, langsung saja kita ke pasiennya ya..
Tim ronde keperawatan
menuju ke ruang pasien.
Di ruang
pasien…
Desi : Assalamu’alaikum..
Selamat pagi bu ummi... Bagaimana? Bisa tidur tadi malam?
Ummi : Wah,
masih tidak bisa tidur Bu. Dada saya ini lho sakit banget rasanya.
Desi : Oh, begitu ya..
Setelah selesai
melakukan validasi data, tim ronde keperawatan kembali ke ruang perawat.
Di ruang
perawat…
Desi : Baik,
tadi kita sudah sama – sama mengetahui keadaan pasien tersebut, bagaimana
sebaiknya? Ada yang punya usul?
Devi : Kita harus melakukan rontgent dulu pada pasien
Bu.
Amanda : Iya,
untuk mengetahui keadaan jantung. Apa perlu melakukan cangkok jantung Bu
Devi : Saya belum bisa
memastikan, kita lihat dulu saja hasilnya, baru saya bisa menentukan.
Desi : Untuk
masalah gangguan konsep dirinya, kita diskusi dengan keluarganya saja ya Bu devi.
Devi : Iya Bu, Saya rasa itu perlu.
Pemecahan
masalah pun telah ditemukan. Akhirnya keluarga klien diajak untuk berdiskusi
mengenai masalah gangguan konsep diri klien. Keluarga diberi pengarahan bagaimana
cara meningkatkan harga diri klien.
Setelah
dilakukan diskusi dengan klien, tugas didelegasikan kepada perawat asosiet.
Amanda : Baik, perawat Resi, Anda
sudah tahu apa yang akan Anda lakukan?
Resi : Sudah Bu.
Amanda : OK, bagus.. Kalau begitu silakan nanti Anda
lakukan tugas yang harus Anda lakukan
Resi : Siap Bu.
Desi : OK, ronde keperawatan kita kali ini sudah
selesai. Terima kasih atas kerja samanya, semuanya bagus. Semoga masalah pasien
kita dapat segera teratasi. Wassalamu’alaikum.
Semua : Wa’alaikumsalam..
Akhirnya
ronde keperawatan telah selesai dilakukan, perawat asosiet mulai menjalankan
tugasnya..
Sekian..
Terima
kasih...
Tinjauan Pustaka
1. Pengertian
Ronde Keperawatan
Ronde
keperawatan merupakan suatu kegiatan dalam mengatasi masalah keperawatan klien
yang dilaksanakan di samping pasien membahas dan melaksanakan asuhan
keperawatan pada kasus tertentu yang dilakukan oleh perawat primer dan atau
konsuler, kepala ruangan, perawat asociate yang melibatkan seluruh anggota tim.
Ronde
keperawatan adalah kegiatan untuk mengatasi keperawatan klien yang dilaksanakan
oleh perawat dengan melibatkan pasien untuk membahas & melaksanakan asuhan
keperawatan, yang dilakukan oleh Perawat Primer dan atau konsuler, kepala
ruang, dan Perawat pelaksana, serta melibatkan seluruh anggota tim.
2. Karakteristik
Ronde Keperawatan
Ronde
Keperawatan memiliki karakteristik sebagai berikut :
· Klien
dilibatkan secara langsung
· Klien
merupakan fokus kegiatan
· Perawat
pelaksana, Perawat primer & konsuler diskusi bersama
· Konsuler
memfasilitasi kreativitas
· Konsuler
membantu mengembangkan kemampuan Perawat pelaksana & Perawat primer untuk
meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah
3. Tujuan
Ronde Keperawatan
· Menumbuhkan
cara berpikir secara kritis anggota tim ronde
· Menumbuhkan
pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari masalah klien
· Meningkatkan
validitas data klien
· Menilai
kemampuan justifikasi
· Meningkatkan
kemampuan dalam menilai hasil kerja
· Meningkatkan
kemampuan untuk memodifikasi rencana perawatan
· Menyelesaikan
semua masalah keperawatan yang muncul pada klien.
4. Peran
Perawat dalam Ronde Keperawatan
a. Peran
Perawat Primer dan Perawat Pelaksana
· Menjelaskan
keadaan dan data demografi klien
· Menjelaskan
masalah keperawatan utama
· Menjelaskan
intervensi yang belum & yang akan dilakukan
· Menjelaskan
tindakan selanjutnya
· Menjelaskan
alasan ilmiah tindakan yang akan diambil
b. Peran
Perawat Primer Lain dan atau Konsuler
· Memberikan
justifikasi
· Memberikan
penguatan (reinforcement)
· Menilai
kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta tindakan yang
rasional
· Mengarahkan
dan koreksi
· Mengintegrasikan
teori & konsep yang telah dipelajari
5. Tahap
Pelaksanaan Ronde Keperawatan
a. Tahap Pra
Ronde Keperawatan (persiapan)
· Penetapan
kasus minimal 1 (satu) hari sebelum waktu pelaksanaan ronde oleh ketua tim
· Pemberian
informed consent kepada klien / keluarga.
· Ketua
tim memberikan tugas perawat asosiat untuk mengkaji klien secara komprehensif.
· Perawat
asosiat melaporkan hasil pengkajian kepada ketua tim.
· Ketua
tim bersama dengan perawat asosiat melakukan validasi data.
b. Tahap
Pelaksanaan Ronde
· Pembukaan
Ronde Keperawatan dilakukan oleh kepala ruang
· Perawat
primer atau ketua tim membacakan data klien Ronde Keperawatan (Penjelasan
tentang klien difokuskan pada masalah keperawatan & rencana tindakan yang
akan atau telah dilaksanakan & memilih prioritas yang perlu didiskusikan )
· Tim
Ronde Keperawatan melakukan validasi data ke pasien
· Tim
Ronde Keperawatan kembali ke ruang perawat
· Diskusi
antar anggota tim tentang kasus tersebut.
· Pemberian
justifikasi oleh Perawat primer / perawat konselor/ Kepala ruang tentang
masalah klien serta rencana tindakan yang akan dilakukan.
· Mendiskusikan
hasil temuan & tindakan pada klien tersebut serta menetapkan tindakan yang
perlu dilakukan
· Perawat
primer / ketua tim mendelegasikan tugas kepada perawat asosiat
· Ronde
Keperawatan ditutup oleh kepala ruang.
Komentar
Posting Komentar