HUBUNGAN PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH ( UKGS) DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I SDN 2 BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KECAMATAN BUMIRATU NUBAN TAHUN 2018
HUBUNGAN PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN GIGI
SEKOLAH ( UKGS) DENGAN STATUS KARIES
GIGI PADA SISWA/I SDN 2 BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES
KECAMATAN
BUMIRATU NUBAN
TAHUN 2018
OLEH :
ARIYADI
RPL
1712402055
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
TAHUN 2018

HUBUNGAN
PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH
( UKGS) DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I SDN 2 BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES
KECAMATAN
BUMIRATU NUBAN
TAHUN 2018
Laporan Tugas Akhir ini diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan
pada Program Diploma III Keperawatan Gigi
Politeknik
Kesehatan Tanjungkarang
OLEH :
ARIYADI
RPL
1712402055
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
TAHUN 2018
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN
KEPERAWATAN GIGI TANJUNGKARANG
Laporan
Tugas Akhir, Tahun 2018
Ariyadi/
RPL
1712402055
Hubungan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS) Dengan Status Karies Gigi Pada Siswa/I SDN 2 Bulusari Di Wilayah Kerja Puskesmas Wates Kecamatan
Bumiratu Nuban Tahun 2018
xv+ 34 halaman, 6 tabel, 2 gambar + 12 lampiran
ABSTRAK
Kondisi kesehatan gigi di Indonesia saat
ini masih sangat memprihatinkan, perlu perhatian serius dari tenaga kesehatan. Hasil
studi morbiditas Stadi Kesehatan Rumah Tangga Survei Kesehatan Nasional 2001,
dari prevalensi sepuluh penyakit yang di keluhkan masyarakat, penyakit gigi dan
mulut di urutan pertama dengan prevalensi 61% diderita oleh 90% penduduk
Indonesia dan 89% anak dibawah umur 12 tahun. Berdasarkan latar belakang di
atas, maka rumusan masalah yang dapat ditegakkan oleh peneliti adalah; Adakah
Hubungan pelaksanaan UKGS dengan Status karies gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari
di wilayah kerja puskesmas Wates kecamatan Bumiratu Nuban Tahun 2018.
pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018 terbesar adalah kategori
tidak terlaksana (kurang dari target 50% kementerian kesehatan) sebanyak 45 orang
pada (siswa kelas 3 sd kelas 6) 70,3% dan kategori UKGS terlaksana (pada siswa
kelas 1 dan 2) sebanyak 19 orang (29,7%). pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018 100% dilaksanakan pada
tahap 1 paket nominal pada rincian Pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan
mulut dilakukan oleh guru (sesuai dengan target kemenkes
100%) namun pada pencegahan penyakit gigi dan mulut (sikat gigi masal) hanya
dilaksanakan pada 19 responden (29,7%) dari target kemenkes 80%.Hasil
penelitian untuk tingkat kerusakan tergolong masih rendah. Kesimpulan: Hasil
analisis dengan Kui kuadrat dengan tingkat kepercayaan 90% atau α =( 0,1)(Ibnu
Fajar dkk, 2009).
Kata Kunci : UKGS,Karies
gigi
Daftar Bacaan :
2004-2018
BIODATA
PENULIS
![]() |
A. IDENTITAS
DIRI
1. Nama
Lengkap : ARIYADI
2. NIM : RPL
1712402055
3. Program
Studi : D III
Keperawatan Gigi
4. Tempat
/Tanggal Lahir : Sidokerto, 12 November 1974
5. Agama : Islam
6. HP : 082380775148
7. Alamat : Dusun 2 kampung
wates kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah
B. RIWAYAT
PENDIDIKAN
1. SD
: SDN SIDOKERTO (1987)
2. SMP
: SMP PANCASILA SIDOKERTO (1990)
3. SMA : SPRG TANJUNGKARANG (1995)
4. DIII : POLTEKKES
TANJUNGKARANG (2018)
LEMBAR
PERSETUJUAN
Laporan Tugas Akhir
HUBUNGAN PELAKSANAAN USAHA
KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I SDN 2
BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KECAMATAN BUMIRATU NUBAN TAHUN 2018
Penulis
ARIYADI / NIM 1712402055
Telah di periksa dan di setujui tim pembimbing tugas akhir program
diploma III
Politeknik
Kesehatan Tanjungkarang Jurusan Keperawatan Gigi
Bandar Lampung,
Agustus 2018
Tim Pembimbing Tugas Akhir
Pembimbing I
Arianto, SKM,.M.Kes
NIP:19800807 200312 1002
Pembimbing II
Desi Andriyani,S,Si.T,. M. Kes
NIP;19751222 199403 2001
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Tugas Akhir
HUBUNGAN PELAKSANAAN USAHA
KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I SDN 2
BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KECAMATAN BUMIRATU NUBAN TAHUN 2018
Penulis
ARIYADI / NIM 1712402055
Diterima
dan disyahkan oleh tim penguji Ujian Akhir Program Diploma Politeknik Kesehatan
Kementrian Kesehatan Tanjungkarang Jurusan Keperawatan Gigi, sebagai
persyaratan menyelesaikan pendidikan Diploma III.
Tim Penguji
Ketua Tim :
drg. RR Ratnasari Dyah P, M.pd
NIP. 19700520 200212 2002 ………………………
Penguji I :
Arianto, SKM,. M. Kes
NIP. 19800807 200312 1002 ………………………
Penguji II :
Desi Andriyani, S, Si.T,.M. Kes
NIP.
19751222 199403 2001 ………………………
Mengetahui,
Ketua Jurusan Keperawatan Gigi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang
drg. RR Ratnasari Dyah P,
M.pd
NIP.19700520 200212 2002
LEMBAR
PERNYATAAN
Yang
bertanda tangan dibawah ini, saya :
Nama
: ARIYADI
NIM : RPL 1712402055
Progam
studi/Jurusan : RPL DIII
KEPERAWATAN GIGI
Menyatakan bahwa saya tidak melakukan
kegiatan plagiat dalam penulisan laporan tugas akhir yang berjudul :
“HUBUNGAN
PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH ( UKGS)
DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I
SDN 2 BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
WATES
KECAMATAN
BUMIRATU NUBAN
TAHUN 2018”
Apabila suatu
saat nanti saya terbukti melakukan tindakan plagiat, maka saya akan menerima
sanksi yang akan ditetapkan.
Demikian surat pernyataan ini saya
buat dengan sebenar-benarnya.
Bandar
Lampung, Agustus 2018
ARIYADI
Motto
Kata pepatah
tiada gading yang tak retak
Tiada manusia
yang sempurna
Aku memang
tidak sempurna
Karena Tuhan
lah yang paling sempurna
Aku tidak
bisa sempurna
tapi aku akan
berusaha menjadi lebih dan lebih baik lagi
Persembahan
“Dan seandainya semua pohon yang ada
dibumi dijadikan pena, dan lautan dijadikan tinta, ditambah lagi tujuh lautan
sesudah itu, maka belum akan habislah kalimat-kalimat Allah yang akan
dituliskan, sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
(QS. Lukman: 27)
Alhamdulillah…. dengan ridha-Mu ya
Allah…..
Amanah ini telah selesai, sebuah
langkah usai sudah. Cinta telah ku gapai, namun itu
bukan akhir dari perjalanan ku,
melainkan awal dari sebuah perjalanan.
Dengan kerendahan hati yang tulus,
bersama keridhaan-Mu ya Allah,
Kupersembahkan karya tulis ini untuk
yang termulia:
Bapak ,Ibunda dan
Saoudara-saudara ku
Dan Bidadari
surga yang di kirim tuhan untukku dalam bentuk seorang mahluk wanita yang
selalu menemaniku dalam suka maupun duka (MY ISTRI) serta anak-anak ku
Terima kasih atas cintanya, semoga
karya ini dapat mengobati beban kalian
walau hanya sejenak, semua jasa-jasa
kelian tak kan dapat kulupakan.
Semoga Allah besrta kita semua
Untuk tulusnya persahabatan yang
telah terjalin, spesial buatnya
Teman
seangkatan dan sealmamater
Yang tidak dapat ku sebutkan satu
persatu
Semua dosen Poltekkes Tanjungkarang
Jurusan Keperawatan gigi dan para staf
Terutama dosen pembimbing dan penguji
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur atas
kehadirat Allah SWT karena atas rahmatnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas
Akhir yang berjudul “HUBUNGAN
PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS)
DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA/I
SDN 2 BULUSARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
WATES KECAMATAN BUMIRATU NUBAN TAHUN 2018”.
Dalam hal ini, penulis banyak
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, karena itu pada kesempatan kali ini
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.
Warjidin
Aliyanto, S.KM., M.Kes. selaku Direktur Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, yang
telah memberikan kesempatan menyusun Laporan Tugas Akhir ini,
2.
drg. RR Ratnasari
Dyah P, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan
Tanjungkarang, dan sebagai penguji utama Karya Tulis Ilmiah
3.
Arianto, SKM,.
M. Kes, selaku pembimbing I yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan
karya tulis ilmiah ini.
4.
Desi Andriyani,
S.SiT., M.Kes, selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan
motifasi sehingga Laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan,
5.
Ayah, Ibu, Kakak,
dan Keluargaku tercinta atas dukungan, cinta dan kasih sayang, serta doa yang
selalu diberikan sehingga Laporan Tugas Akhir ini selesai pada waktunya, serta
6.
Rekan seangkatan
dan teman-teman serta pihak-pihak semua yang tidak bisa saya sebutkan
satu-persatu yang banyak membantu dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini
hingga selesai pada waktunya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan pahala
atas segala amal baik yang telah diberikan dan semoga Laporan Tugas Akhir ini
berguna bagi semua pihak yang memanfaatkan.
Bandar Lampung, Agustus 2018
ARIYADI/RPL.
1712402055
DAFTAR
ISI
COVER .......................................................................................................... i
COVER DALAM.......................................................................................... ii
ABSTRAK.................................................................................................... iii
BIODATA.................................................................................................... iv
LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................... v
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................... vi
LEMBAR PERNYATAAN........................................................................ vii
MOTTO....................................................................................................... viii
PERSEMBAHAN........................................................................................ ix
KATA PENGANTAR................................................................................... x
DAFTAR ISI................................................................................................ xi
DAFTAR TABEL....................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. viv
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah..................................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian...................................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian.................................................................................... 4
E. Ruang Lingkup Penelitian........................................................................ 5
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
A.
LandasanTeori.......................................................................................... 6
B. KerangkaTeori........................................................................................ 15
C. KerangkaKonsep.................................................................................... 15
D. Hipotesis................................................................................................. 15
BAB
III METODE PENELITIAN
A.
Jenis dan Desain Penelitian.................................................................... 16
B.
Populasi dan Sampel............................................................................... 16
C.
Waktu danTempat.................................................................................. 18
D.
Variabel Penelitian.................................................................................. 18
E.
Definisi Operasional............................................................................... 19
F.
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data...................................................... 20
G.
ProsedurPenelitian.................................................................................. 21
H.
Pengolahan Data Hasil Penelitian........................................................... 22
I.
Instrumen Penelitian............................................................................... 23
J.
Analisis data .......................................................................................... 24
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B.
Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Saran
B.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
TABEL
Daftar
Tabel Halaman
Tabel 1. Definisi Operasional....................................................................... 19
Tabel
4.1 Pelaksanaan UKGS ..................................................................... 25
Tabel 4.2
Rincian pelaksanaan UKGS ........................................................ 26
Tabel 4.3
Status karies gigi .......................................................................... 27
Tabel 4.4
Rincian Status karies Gigi............................................................. 28
Tabel 4.5. Hubungan
pelaksanaan UKGS dengan status karies gigi ........... 29
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teori......................................................................... 15
Gambar 2.2 Kerangka Konsep..................................................................... 15
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin
Penelitian
Lampiran 2 Surat Izin
Penelitian dan Pengambilan Data
Lampiran 3 Surat
Keterangan Telah melaksanakan Penelitian
Lampiran 4 Lembar Checklist
Lampiran 5 Persetujuan
Setelah Penjelasan
Lampiran 6 (Informed Consent)
Lampiran 7 Kartu Status Pemeriksaan
Lampiran 8 Input Hasil
Penelitian
Lampiran 9 Input UKGS
Lampiran 10 Hasil SPSS
Lampiran 11 Formulir Identitas Responden
Lampiran 12 Dokumentasi Pelaksanaan UKGS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Kondisi kesehatan gigi di Indonesia
saat ini masih sangat memprihatinkan, perlu perhatian serius dari tenaga
kesehatan.Hasil studi morbiditas Stadi Kesehatan Rumah Tangga Survei Kesehatan Nasional 2001, dari prevalensi
sepuluh penyakit yang di keluhkan masyarakat, penyakit gigi dan mulut di urutan
pertama dengan prevalensi 61% diderita oleh 90% penduduk Indonesia dan 89% anak
dibawah umur 12 tahun.(hidayat AF dkk, 2011) Sebesar 62% penduduk terganggu
sekolahnya karena sakit gigi.(Sriyono,NW, 2009). Karies gigi dan penyakit
periodontal dapat dicegah melalui kebiasaan memelihara kesehatan gigi dan mulut
sejak dini dan kontiniu,(Riyanti E, 2005). .Hasil Nasional Oral Health Survay
(NOHS) tahun 2006 di Filipina, 97% anak sekolah dasar umur 6 tahun dan 78,4%
anak umur 12 tahun mengalami karies gigi, dan hamper 50% menderita infeksi
odontogonic dengan karies mencapai pulpa, ulserasi, fistula dan abses
(PUFA).Rumini, 2006
Kesehatan gigi dan mulut merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan.Kesehatan gigi juga
merupakan salah satu komponen kesehatan secara menyeluruh dan tidak dapat di
abaikan terutama pada tingkat sekolah dasar (Depkes RI,2004,cit.Pahrurrazi,
2009. Masa anak usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh
bagi terwujudnya manusia yang berkualitas, dan kesehatan merupakan factor
penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia (Depkes RI, 1996).
Status kesehatan gigi dan mulut usia
6-12 tahun merupakan indicator utama pengukuran pengalaman karies gigi yang di
nyatakan dengan indeks Decay Missing Filling Tooth (DMF-T). WHO menargetkan
pada tahun 2000 sebanyak 50% anak usia 5-6 tahun bebas karies, hingga saat ini
target tersebut belum tercapai, (Petersen PE, dkk. 2005). WHO tahun 2001
menetapkan indicator global kesehatan gigi dan mulut untuk tahun 2015, skor
Decay Missing Filling Tooth (DMF-T) pada usia 12 tahun<3. Target nasional
indeks DMF-T rata-rata ≤ 2. Target OHI-S rata-rata adalah ≤1.2 dan indeks CPITN
≥3 sekstan, (Anonymous, 1996). Oleh karena itu, dibutuhkan upaya pencegahan
penyakit gigi melalui sekolah sedini mungkin. Anonymous, (DepKes, RI, 1999)
Agar target pencapaian gigi sehat
WHO tercapai, dibutuhkan perhatian dan penanganan serius dari tenaga kesehatan,
baik dokter gigi maupun perawat gigi serta suatu tindakan pencegahan.(Dentika
Dent J, 2005). Pencegahan ditujukan kepada murid sekolah melalui suatu program
kesehatan yang terencana dan terpadu di sekolah dasar, menurut Leavel dan
Clark.(Herijulianti E,) EGC 2012
Usaha untuk mengatasi masalah
kesehatan gigi pada anak sekolah adalah program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah
(UKGS), yaitu salah satu program pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
puskesmas dan dibawahi oleh program Usaha Kesehatan Sekolah. UKGS memberi
pelayanan dalam bentuk promotif, preventif,kuratif, dan rehabilitative yang
ditujukan bagi anak usia sekolah di lingkungan sekolah binaan agar mendapatkan
generasi yang sehat. Program UKGS berjalan sejak tahun 1951, tetapi status
kesehatan gigi pada usia 6-12 tahun masih belum memuaskan.(Journal of
Dentistry, 2009) Zulkarnain RAA. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun
2007 (Depkes), prevalensi karies di Indonesia adalah 67,2%. Prevalensi karies
aktif umur 12 tahun sebesar 29,8%. Pengalaman karies sebesar 36,1%. Standar
Pelayanan Minimal bidang Kesehatan Kabupaten/kota Permenkes RI No.741/
Menkes/Per/ VII/2008 menunjukkan bahwa cakupan penjaringan kesehatan murid SD
dan sederajat sebesar 100% pada tahun 2010.
Data UKGS di Propinsi Lampung tahun
2009 tercatat ada 1.604.071 siswa SD, dimana yang pernah di periksa kesehatan giginya sejumlah 211.576
(13,2%) dengan hasil 82% siswa perlu mendapatkan perawatan gigi (Profil Dinas
Kesehatan Propinsi Lampung, 2010). Program UKGS yang dilakukan puskesmas wates
di SD N 2 bulusari kelas 1 sampai kelas VI. Berjumlah 175 siswa/i. Berdasarkan
survai awal yang di lakukan pemeriksaan dari 31 siswa/i terdapat 26 siswa yang
mengalami karies gigi, dan sehat 5 siswa.
Berdasarkan
uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
Dengan Status Karies Gigi Pada Siswa/i SDN 2 Bulusari Di Wilayah Kerja Puskesmas Wates Kec. Bumi Ratu Nuban.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
maka rumusan masalah yang dapat ditegakkan oleh peneliti adalah; Adakah Hubungan
pelaksanaan UKGS dengan Status karies gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari di
wilayah kerja puskesmas Wates kecamatan Bumiratu
Nuban tahun 2018.
C. Tujuan
Penelitian.
1. Tujuan
umum
Untuk mengetahui hubungan
antara pelaksanaan UKGS dengan status
karies gigi pada siswa/i SD N 2 Bulusari
di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
2. Tujuan
Khusus
a. Diketahuinya pelaksanaan UKGS
pada anak sekolah SDN 2 Bulusari diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
b. Diketahuinya Status karies gigi pada
siswa/i SDN 2 Bulusari diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
c. Diketahuinya hubungan pelaksanaan
UKGS dengan status karies gigi pada siswa/i SDN 2Bulusari diwilayah kerja
puskesmas wates tahun 2018.
D. Manfaat
Penelitian.
1. Manfaat
Teoritis
a.
Bagi
peneliti, Menjadi sarana pembelajaran dalam pengembangan disiplin ilmu yang di
peroleh di perkuliahan dan pengetahuan penulis dalam penelitian
b.
Bagi
mahasiswa keperawatan gigi, menambah perbendaharaan karya tulis ilmiah mengenai pelaksanaan
UKGS.
2. Manfaat
Praktis
a.
Bagi
puskesmas wates, Sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi puskesmas wates dalam
mengambil kebijakan dalam pelaksanaan UKGS.
b.
Bagi
masyarakat. Dapat memberikan informasi terkait pentingnya pelaksanaan UKGS pada
siswa sekolah dasar.
E. Ruang
Lingkup Penelitian
Penelitian
ini adalah survey analisis tentang pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah dengan Status Karies
Gigi. Populasi dalam penelitian ini adalah 175 siswa/i kelas 1-6 SD N 2
Bulusari. Untuk Sampel yang menjadi sasaran 64 siswa/i SD N 2 Bulusari di wilayah
kerja Puskesmas Wates tahun 2018. Lokasi penelitian di SD N 2 Bulusari di
wilayah kerja Puskesmas Wates Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah
dan penelitian dilakukan pada bulan Juli 2018
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Landasan
Teori
1. UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah)
a. Pengertian
UKGS
UKGS adalah bagian integral dari UKS
yang melaksanankan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana, pada para siswa terutama siswa
anak Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu, di selenggarakan
secara berkesinambungan melalui paket
UKS yaitu paket minimal, paket standar dan paket optimal (Depkes RI 1996).
b. Kegiatan
UKGS
Kegiatan UKGS meliputi;
1)
Kegiatan promotif, meliputi
a)
Pelatihan guru dan tenaga kesehatan dalam
bidang kesehatan gigi
b)
Pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan
mulut dilakukan oleh guru
2)
Kegiatan preventif, meliputi;
a) Sikat
gigi missal minimal untuk kelas I, II dan kelas III dengan memakai pasta gigi
yang mengandung fluor minimal 1 kali/bulan
b) Penjaringan
kesehatan gigi dan mulut
3)
Kegiatan kuratif, meliputi;
a) Pengobatan
darurat untuk menghilangkan rasa sakit
b) Pelayanan
medic gigi dasar
c) Pencabutan
gigi sulung yang sudah waktunya tanggal
d) Rujukan
bagi yang memerlukan, (Depkes, RI 1996)
c. Tahap
tahap UKGS
Berdasarkan keadaan tenaga dan fasilitas kesehatan gigi di puskesmas,
maka kegiatan UKGS menurut Dep. Kes RI
(1996) dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu;
1) Kegiatan
UKGS tahap I/paket minimal UKS meliputi;
a) Pendidikan/penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut dilakukan oleh guru sesuai dengan kurikulum Departemen Pendidikan dan kebudayaan 1994 (Buku Pendidikan Kesehatan).
b) Pencegahan
penyakit gigi dan mulut bagi siswaa/I SD/MI, berupa sikat gigi masal minimal untuk
kelas I, II dan kelas III dengan memakai pasti gigii yang mengandung fluor
minimal 1 kali/ bulan.
2) Kegiatan
UKGS Tahap II/ paket Standar UKS
meliputi kegiatan UKGS Tahap I ditambah
dengan kegiatan berupa;
a) Pelatihan
guru dan tenaga kesehatan dalam bidang kesehatan gigi (terintegrasi)
b) Penjaringan
kesehatan gigi dan mulut siswa kelas I, diikuti dengan pencabutan gigi sulung
yang sudah waktunya tanggal.
c) Pengobatan
darurat untuk menghilangkan rasa sakit
d) Pelayanan
medic gigi dasar atas permintaan.
e) Rujukan
bagi yang memerlukan
3) Kegiatan
UKGS Tahap III/ paket Optimal
meliputi kegiatan UKGS Tahap I ditambah dengan kegiatan berupa;
a) Pelayanan
medic gigi dasar atas permintaan pada
murid kelas Isampai dengan kelas VI (care on demand).
b) Pelayanan
medic gigi dasar sesuai kebutuhan(treatment need) pada kelas terpilih.
d. Sasaran
UKGS
Sasaran UKGS Menurut Dep. Kes. RI,
(1996) adalah;
1) 100%
SD melaksanakan pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sesuai kurikulum
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
2) Minimal
80% SD/MI melaksanakan sikat gigi masal
3) Minimal
50% SD/MI mendapatkan pelayanan medic gigi dasar atas permintaan.
4) Minimal
30% SD/MI mendapatkan pelayanan medic gigi dasar atas kebutuhan perawatan.
e. Tujuan
UKGS
Tujuan UKGS menurut Depkes
RI
a) Tujuan
umum;
tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut
siswa yang optimal. Indikator derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal
berdasarkan Indonesia sehat 2010 adalah 100% murid SD/MI telah mendapat
pemeriksaan gigi dan mulut. Indikator lain sesuai dengan ketentuan WHO adalah
anak usia 12 tahun mempunyai tingkat keparahan kerusakan gigi (indeks DMF-T)
sebesar 1 (satu) gigi. (Depkes RI 1996).
b) Tujuan
khusus;
1) Siswa
mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.
2) Siswa
mempunyai sikap/kebiasaan pelihara diri terhadap kesehatan gigi dan mulut.
3) Siswa
binaan UKS paket standar, paket optimal mendapat pelayanan medic gigi dasar
atas permintaan (care on demand)
4) Siswa
binaan UKS paket optimal pada jenjang kelas terpilih telah mendapat pelaayanan medic
gigi daasar yang diperlukan, (Depkes, RI 1996).
f. Manfaat
UKGS
Manfaat yang dapat diambil dari
kegiatan UKGS adalah;
1) Meningkatnya derajat kesehatan gigi dan mulut
siswa
2) Meningkatnya
pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut siswa
3) Meningkatnya
sikap/kebiasaan pelihara diri terhadap kesehatan gigi dan muulut siswa
4) Siswa
mendapat peleyanan medic gigi dasar atas permintaan
g. Tenaga
Pelaksana UKGS
Menurut Dep,Kes RI.(1996), tenaaga
pelaksana UKGS meliputi;
1) Kepala
Puskesmas
a) Sebagai
coordinator
b) Sebagai
pembimbingdan motivator
c) Bersama
dokter gigi melakukan perencanaan kesehatan gigi dan mulut
2) Dokter
Gigi
a) Penanggung
jawab pelaksanaan operasional.
b) Bersama
Kepala Puskesmas dan Perawat gigi menyusun rencana kegiatan, memonitoring
program dan evaluasi
c) Membina
integrasi dengan unit unit yang terkait
d) Memberi
bimbingan dan pengarahan kepaada tenaga perawat gigi, UKS, guru SD dan dokter
kecil.
e) Bila
tidak ada perawat gigi, dokter gigi dapat sebagai pelaksana UKGS.
3) Perawat
Gigi
a) Bersama
Dokter Gigi menyusun rencana UKGS dan pemantauan SD
b) Membina
kerja sama dengan tenaga UKS dan Depdikbut
c) Melakukan
persiapan/loka karya mini untuk menyampaikan rencana kepada pelaksana terkait
d) Pengumpulan
data yang diperlukan dalam UKGS
e) Melakukan
kegiatan analisis teknis dan edukatif
f) Monitoring
pelaksanaan UKGS
g) Melaksanakan
pencatatan dan pelaporan
h) Evaluasi
program
4) Petugas UKS
a) Terlibat
secara penuh dalam penentuan SD, pembinaan guru, dokter kecil, monitoring
program
b) Pemeriksaan
murid
c) Melaksanakan
rujukan
d) Menunjang
tugas perawat gigi dalam penyuluhan dan pendidikan kesehatan gigi
5) Guru
SD
a) Membantu
tenaga kesehatan gigi dalam pengumpulan data
b) Pendidikan
kesehatan gigi pada murid
c) Pembinaan
dokter kecil
d) Latihan
menggosok gigi
6) Dokter
kecil
a) Membantu
Guru dalam memberi dorongan agar murid berani untuk diperiksa
b) Memberi
penyuluhan kesehatan gigi (membantu guru)
c) Memberi
petunjuk pada murid tempat berobat gigi
7) Orang
Tua
. a) Mengawasi anak menyikat gigi dan membantu
membersihkan gigi
b) Mengajari anak dan mengontrol waktu untuk
menyikat gigi yaitu pagi setelah sarapan dan sebelum tidur malam
c) Menyediakan sikat gigi
dan pasta gigi
d) Membawa anak ke dokter
gigi
e) Mengawasi jajanan anak
f) Membawa anak ke puskesmas secara rutin untuk
pemeriksaan dan perawatan
gigi.
2. Karies
Gigi
a) Indeks
Karies Gigi
Untuk mendapatkan data tentang
status karies gigi seseorang digunakan indeks karies agar penilaian yang
diberikan pemeriksa sama atau seragam. Salah satu pengukuran karies gigi adalah
indeks decayed extracted filled tooth (def-t). Indeks ini diperkenalkan oleh
Klein H, Palmer CE, Knutson JW pada tahun 1938. Indikator karies gigi dapat
berupa prevalensi gigi dan skor dari indeks karies. Indeks karies gigi yaitu
angka yang menunjukkan jumlah gigi karies seseorang atau sekolompok orang.
Indeks karies gigi susu disebut def-tooth dan untuk karies dewasa disebut
DMF-Tooth dimana (d = decayed,/gigi karies yang tidak ditambal pada gigi
sulung, D pada gigi dewasa), (m = missing/gigi karies yang sudah atau
seharusnya dicabut, M pada gigi dewasa), (f = filled/gigi yang sudah ditambal
pada gigi sulung, F pada gigi dewasa/tetap) (Klien, 1938 Tharifah, 2007)
Batasan indeks ini dapat secara
seragam digunakan untuk mengumpulkan data sehingga diketahui kesehataan gigi
rata-rata tiap orang di suatu populasi tertentu
Dibawah ini table klasifikasi angka
keparahan gigi, menurut WHO
Tabel Klasifikasi Angka Klasifikasi
Karies Gigi
|
Tingkat Keparahan
|
DMF-T
|
|
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
0,0 – 1,1
1,2 – 2,6
2,7 – 4,4
4,5 – 6,5
6,6 keatas
|
Sumber
(JURNAL James Pontonuwu,)
Pengukuran
lain yang dibutuhkan dalam survai karies gigi adalah;
·
Prevalensi karies, yaitu persentase dari
orang-orang dengan kerusakan gigi (DMF) akibat karies.
·
PTI (Perfomence Treatment Indeks), yaitu
persentase yang melakukan penambalan (F) dari orang - orang dengan pengalaman
karies (DMF).
·
Diperlukan untuk mengukur motivasi
seseorang dalam mempertahankan gigi tetapnya.
b) Etiologi
Karies Gigi
Karies gigi merupakan penyakit
periodontal yang dapat menyerang seluruh
lapisan masyarakat. Etiologi karies bersifat
multifaktorial, sehingga memerlukan factor factor penting mikroorganisme,
agent dan waktu.
Ada yang membedakan factor etiologi
atas factor penyebab primer yang langsung mempengaruhi biofilm atau lapisan
tipis pada permukaan gigi yang berasal dari saliva dan factor mudifikasi yang
tidak langsung mempengaruhi biofilm.
c) Pembagiaan
Karies Gigi
a) Karies
Superfisialis
Karies hanya mengenai enamel, sedangkan dentin belum
terkena.
b) Karies
Media
Karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi
setengah dentin
c) Karies
Profunda
Karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan
kadang sudah mengenai lapisan pulpa.
B.
Kerangka
Teori
|
|||||||
![]() |
|||||||
|
|||||||
Gambar 2.1 Kerangka Teori
C.
Kerangka Konsep
Kerangka Konsep
Gambar 2.2 Kerangka Konsep
D.
Hipotesis.
Berdasarkan masalah yang telah disusun dan dijelaskan di atas, dapat
ditarik suatu hipotesis yaitu; Apakah ada hubungan antara pelaksanaan UKGS
dengan Status Karies Gigi pada siswa/i SD N 2 Bulusari di wilayah kerja
Puskesmas Wates Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah 2018.
BAB III
METODE
PENELITIAN
A.
Jenis
dan Desain Penelitian
Jenis penelitian ini
adalah survey analisis dengan pendekatan desain cross-sectional. Desain
cross-sectional adalah jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran
atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali. Pada
jenis ini variabel independen dan dependen dinilai pada satu saat, jadi tidak
ada follow up (Nursalam,2003). Penelitian ini memiliki variabel terikat sebagai
faktor risiko yaitu pelaksanaan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sedangkan variabel yang termasuk faktor
efek adalah status karies gigi pada responden.
B.
Populasi
dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek
peneliti atau yang akan diteliti. Populasi pada penelitian ini adalah siswa
Kelas I sampai kelas VI di SD Negeri 2 Bulusari Tahun Ajaran 2017/2018 dengan
jumlah siswa sebanyak 175 murid.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Notoatmodjo, 2002). Pengambilan
sampel menggunakan teknik stratified random samplingyaitu bentuk sampling
random dimana populasi terbagi atas strata. Strata artinya tingkat - tingkatan
atau lapisan, contohnya strata pendidikan, umur, kelas dan sebagainya. Dalam
penelitian ini strata yang akan diambil sebagai sampel adalah strata kelas I
sampai kelas VI diambil secara acak sesuaai besarnya unit yang ada didalam
masing – masing kelas, peneliti menggunakan rumus Sampel sebagai berikut:
n =
(Nursalam,2003)
Keterangan :
N = Besar Populasi
n
= Besar Sampel
d
= Tingkat kesalahan pengambilan sampel (0,1)
Berdasarkan rumus diatas dapat diketahui
besar sampel adalah;
N =
n =
n =
n = 63.6, di bulatkan menjadi 64
n = 64
Sampel yang dibutuhkan sebanyak 64 anak,
selanjutnya menentukan besar sampel secara proposional dari masing-masing kelas
dengan cara sebagai berikut:
a.
Kelas I :
x 64 = 11 siswa
b.
Kelas II :
x 64 = 8 siswa
c.
Kelas III :
x 64 = 14 siswa
d.
Kelas IV :
x 64 = 12 siswa
e.
Kelas V
:
x 64 =
9 siswa
f.
Kelas VI
:
x 64 = 10 siswa
Jika sampel pada masing – masing strata
sudah didapatkan, selanjutnya sampel tersebut diambil dengan menggunakan teknik
random sampling yaitu sampel diambil secara acak dengan membuat gulungan kertas
kecil yang berisikan nama – nama populasi pada masing – masing strata dan
mengambil secara acak gulungan kertas tersebut sebanyak jumlah sampel yang
dibutuhkan.
C.
Tempat
dan Waktu
Penelitian ini
dilakukan di SDN 2 di wilayah kerja Puskesmas Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban,
Kabupaten Lampung Tengah, padatahun 2018. Lokasi (tempat) ini dipilih dengan
pertimbangan karena belum pernah dilakukan penelitian serupa di wilayah kerja Puskesmas
Wates. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2018.
D.
Variabel
Penelitian
Variabel adalahsesuatu
yang digunakan sebagai cirri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan
oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo,
2002). Adapun sebagai variable dalam penelitian ini adalah:
Ø Pelaksanaan
Upaya Kesehatan yaitu Usaha Kesehatan
Gigi Sekolah sebagai variable bebas (independent)
Ø Status
karies gigi sebagai variable terikat (dependent).
E.
Definisi
Operasional
Definisi operasional
adalah suatu penentuan mengenai wujud variable yang akan dikaji dalam suatu
penelitian.Peneliti perlu menentukan atau memastikan variable apa saja yang
akan dilibatkan dalam penelitian ini untuk mengarahkan kepada pengukuran atau
pengamatan terhadap variable-variabel yang bersangkutan. Berdasarkan
uraian diatas, maka definisi operasional dalam penelitian ini adalah:
Tabel Definisi
Operasional
|
Variabel
|
Definisi
Operasional
|
Alat
Ukur
|
Cara Ukur
|
Hasil Ukur
|
Skala
|
|
Pelaksanaan
UKGS
|
Kegiatan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada para siswa, terutama
siswa sekolah dasar. Terdiri atas tahap I/ paket nominal, paket tahap II/
paket standar dan paket tahap III/ paket optimalmelalui kegiatan yang telah
dilaksanakan disekolah tersebut.
|
Dengan cara
membagikan check list yang berisikan mengenai kegiatan – kegiatan UKGS yang
telah dilaksanakan kepada tenaga pelaksana UKGS.
|
Check list
|
1
= terlaksana
0
= tidak terlaksana
|
Ordinal
|
|
STATUS KARIES GIGI
|
Penilaian status karies
gigi pada pemeriksaan DMF-T yang di ukur dengan indeks karies gigi ( Depkes
2004 )
|
Kartu Status Pemeriksaan
dan alat Oral Diagnostik
|
Pemeriksaan
langsung pada gigi responden
|
1
=. Sangat rendah=
0,0-1,1
0=Rendah=
1,2-2,6
Sedang = 2,7-4,4
Tingi = 4,6-6,5
Sangat tinggi = 6,6
atas
|
Ordinal
|
F.
Jenis
dan Teknik Pengumpulan Data
1.
Jenis Data
a. Data
primer
Data primer adalah data yang didapat langsung dari
responden meliputi identitas, jenis kelamin, usia dan hasil pemeriksaan status
karies. Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah membentuk sebuah tim
bersama orang enumerator yang terdiri dari 1 orang staf Puskesmas Wates.
Enumerator tersebut dilibatkan dalam penelitian sebagai pelaksana sterilisasi
alat karena pertimbangan waktu dan efisiensi kerja.
b. Data
sekunder
Data sekunder adalah data mengenai responden yang
didapat tidak langsung dari responden melainkan dari laporan Puskesmas Wates
dan Profil SD Negeri 2 Bulusari.Data yang diperoleh adalah gambaran lokasi
penelitian, gambaran kegiatan UKGS dan jumlah siswa SD Negeri 2 Bulusari.
2. Teknik
Pengumpulan Data
a Dataidentitas diperoleh menggunakan teknik
wawancara menggunakan formulir identitas.Pengambilan data ini dibantu oleh 1
orang enumerator yang merupakan staf Puskesmas Wates
b .Data karies gigi diperoleh melalui pemeriksaan.
Pengambilan data ini dibantu oleh1 orang enumerator yang merupakan staf
Puskesmas Wates sebagai pelaksana sterilisasi alat
c. Data
sekunder berupa gambaran lokasi penelitian, gambaran pelaksanaan UKGS, diperoleh
dari studi pustaka Laporan Profil Kesehatan Puskemas Wates dan Profil SD Negeri
2 Bulusari.
d. Pengambilan
data primer berupa wawancara dan pemeriksaan dilakukan pada hari yang sama.
Siswa yang akan diperiksa diberi penjelasan mengenai tujuan penelitian dan
dimintai persetujuan menjadi responden. Selanjutnya responden di wawancarai
untuk mengisi identitas kemudian dilakukan pemeriksaan.
G.
Prosedur
Penelitian
Prosedur penelitian
terdiri dari dua tahap, yaitu persiapan penelitian dan pelaksanaan penelitian.
Pada tahap persiapan dilakukan pengumpulan data sekunder, berikut langkah - langkah
pengumpulan data sekunder:
1. Tahap
Persiapan Penelitian
a.
Menyusun proposal penelitian.
b.
Melaksanakan seminar proposal
penelitian.
c.
Membuat surat izin penelitian di bagian
Akademik Jurusan Keperawatan Gigi Poltekes Kemenkes Tanjung Karang.
d.
Melakukan izin penelitian kepada Kepala
Sekolah SD Negeri 2 Bulusari.
2. Tahap
Pelaksanaan Penelitian
Langkah-langkah penelitian yang
akan dilakukan adalah sebagai berikut:
a.
Peneliti dan staf puskesmas masuk ke ruang kelas;
b.
Memberikan penjelasan kepada responden
tentang maksud dan tujuan pengumpulan data;
c.
Meminta persetujuan dari responden
dengan memberikan surat persetujuan menjadi responden (informed concent) untuk
di tanda tangani sebagai bukti bersedianya menjadi responden penelitian;
d.
Melakukan wawancara responden
menggunakan formulir identitas.
e.
Melakukan pemeriksaan gigi.
f.
Mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan terima
kasih atas kerjasamanya.
H.
Pengolahan
Data Hasil Penelitian
Seluruh data yang sudah
diperoleh selanjutnya akan dilakukan proses seleksi data, pengkodean, editing,
entry data, pengkoreksian data dan tabulating. Data jenis kelamin responden,
usia responden, pelaksanaan UKGS dan hasil pemeriksaan gigi akan dianalisis secara
univariat dan bivariat menggunakan program SPSS. Berikut adalah langkah pengolahan
data hasil penelitian:
a. Seleksi
data
Peneliti akan memilih dan memeriksa
ulang data yang telah diperoleh untuk mengetahui kelengkapan dan keseragaman
data.
b. Pengkodean
(Coding)
Mengubah bentuk data ke bentuk yang
lebih ringkas dengan menggunakan pengodean untuk mempermudah pada saat analisa
data dan juga mempermudah pada saat entry data, berikut ini langkah pengodean
dari masing – masing variable yang diteliti
1) Variabel bebas
Pelaksanaan
UKGS:
a) jika nilai (1) = terlaksana
b)
jika nilai (0) = belum terlaksana
2) Variabel terikat
Status Karies gigi:
(
1 ) Sangat rendah = 0,0 – 1,1
(
0 ) Rendah = 1,2 – 2,6
c. Penyuntingan
data (editing)
Peneliti
melakukan pemeriksaan akhir data kekeliruan dalam memberikan kode dan skor atau
terlewatkan. Pemeriksaan kelengkapan jawaban responden akan dilakukan diakhir
tahap wawancara pengambilan data dalam pelaksanaan penelitian.
d. Pemasukan
data (entry data)
Pemasukan data
adalah suatu proses memasukkan data ke dalam program komputer untuk selanjutnya
dianalisis dengan menggunakan paket program komputer.
e. Pengkoreksian
data (cleaning)
Pada tahap ini
dilakukan pemeriksaan kembali data yang telah dimasukkan dan dilihat
kelengkapan jawaban serta kesalahan dalam pemberian kode. Tahap ini dilakukan
agar tidak mengganggu proses selanjutnya.
I.
Instrumen
Penelitian
1.
Lembar check list
2.
Alat Oral diagnostic ( pincet,
excavator, sonde, kaca mulut ) sebanyak 8 set
3.
Alat tulis ( buku catatan, pena )
4.
Sarung tangan
5.
Penutup mulut ( masker )
6.
Alkohol dan kapas
7.
Gelas kumur
8.
Nier beken
J.
Analisis data
Data yang dikumpulkan dianalisis
menggunakan computer Untuk menentukan hasil pemeriksaan karies dengan indeks
DMF-T,data input dgn menggunakan excel. Kemudian data kajian pelaksanaan UKGS
dan status karies gigi dianalisis menggunakan komputer dengan uji statistik
sebagai berikut :
1.
Analisis
univariat
Analisis ini digunakan untuk
mengetahui gambaran dari variabel bebas yaitu pelaksanaan UKGS dan variabel
terikat yaitu status karies gigi responden.Analisis ini berupa distribusi
frekuensi dari setiap variabel. Distribusi frekuensi dan persentase tabel
meliputi usia, jenis kelamin, pelaksanaan UKGS dan hasil pemeriksaan status karies
gigi.
2.
Analisis
bivariat
Analisis ini digunakan untuk
mengetahui apakah ada hubungan yang bermakna antara variabel bebas (pelaksanaan
UKGS) terhadap variabel terikat (status karies gigi). Di uji dengan Kai kuadrat
Pada penelitian ini digunakan tingkat kepercayaan 90% atau α =( 0,1)(Ibnu Fajar dkk, 2009).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Hasil penelitian ini menjelaskan/mendeskripsikan
karakteristik masing-masing variabel yang
diteliti antara lain:
1. Pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018
Tabel 4.1
Pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018
|
Pelaksanaan UKGS
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
Tidak terlaksana
|
45
|
70,3
|
|
Terlaksana
|
19
|
29,7
|
|
Total
|
64
|
100,0
|
Berdasarkan tabel 4.1 terlihat pelaksanaan UKGS
pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018
terbesar adalah kategori tidak terlaksana (kurang dari target 50% kementerian
kesehatan) sebanyak 45 orang pada (siswa kelas 3 sd kelas 6) 70,3% dan kategori
UKGS terlaksana (pada siswa kelas 1 dan 2) sebanyak 19 orang (29,7%).
Tabel 4.2
Rincian pelaksanaan
UKGS pada siswa/i SDN 2 Bulusari
diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
|
NO
|
Tahapan
|
No
|
Indikator
Uraian Kegiatan
|
Target Kemenkes
|
Dilakukan
|
Tidak dilakukan
|
||
|
n
|
%\
|
n
|
%
|
|||||
|
A
|
tahap I/paket minimal UKS
|
1
|
Pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dilakukan
oleh guru
|
100% dari populasi
|
64
|
100
|
0
|
0
|
|
2
|
Pencegahan penyakit gigi dan mulut (sikat gigi masal)
|
80%
|
19
|
29,7
|
45
|
70.3
|
||
|
B
|
Tahap II/ paket Standar UKS
|
1
|
Pelatihan guru dan tenaga kesehatan dalam bidang kesehatan gigi (terintegrasi)
|
1 guru per sekolah
|
0
|
0
|
64
|
100
|
|
2
|
Penjaringan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas I, diikuti
dengan pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya tanggal.
|
100% dari populasi
|
19
|
29,7
|
45
|
70.3
|
||
|
3
|
Pengobatan darurat untuk
menghilangkan rasa sakit
|
100% dari populasi
|
64
|
100
|
0
|
0
|
||
|
4
|
Pelayanan medic gigi dasar atas permintaan.
|
50%
|
64
|
100
|
0
|
0
|
||
|
5
|
Rujukan bagi yang
memerlukan
|
100% dari populasi
|
19
|
29,7
|
45
|
70,3
|
||
|
C
|
UKGS Tahap III/ paket Optimal
|
1
|
Pelayanan medic gigi dasar atas
permintaan pada murid kelas I sampai dengan kelas VI (care on demand).
|
50%
|
|
|
64
|
100
|
|
2
|
Pelayanan medic gigi dasar sesuai kebutuhan (treatment need) pada
kelas terpilih.
|
30%
|
0
|
0
|
64
|
100
|
||
Berdasarkan
tabel 4.2 terlihat pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah
kerja puskesmas wates tahun 2018 100% dilaksanakan pada tahap 1 paket nominal
pada rincian Pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dilakukan
oleh guru (sesuai
dengan target kemenkes 100%) namun pada pencegahan penyakit
gigi dan mulut (sikat gigi masal) hanya dilaksanakan pada 19 responden (29,7%)
dari target kemenkes 80%.
Pada
tahap II paket Standar UKS tidak pernah dilakukan Pelatihan guru dan tenaga
kesehatan dalam bidang kesehatan gigi (terintegrasi) sejak 5 tahun terakhir,
Penjaringan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas I, diikuti dengan pencabutan
gigi sulung yang sudah waktunya tanggal dilaksanakan pada 19 responden (29,7%),
Pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit, Pelayanan medic gigi dasar
atas permintaan dilaksanakan pada 100%
populasi, Rujukan bagi yang memerlukan
dilaksanakan pada 19 responden (29,7%). UKGS Tahap III/ paket
Optimal pada rincian Pelayanan
medic gigi dasar atas permintaan pada
murid kelas I sampai dengan kelas VI (care on demand) 100% dilaksanakan pada
populasi namun pada Pelayanan medic gigi dasar sesuai kebutuhan (treatment
need) pada kelas terpilih tidak dilaksanakan.
2. Status karies gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari
diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
Tabel 4.3
Status karies gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari
diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
|
Status karies gigi
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
Sangat Rendah
|
39
|
69,9
|
|
Rendah
|
25
|
39,1
|
|
Sedang
|
0
|
0
|
|
Tinggi
|
0
|
0
|
|
Sangat tinggi
|
0
|
0
|
|
Total
|
64
|
100,0
|
Berdasarkan tabel 4.3
terlihat status karies gigi pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja
puskesmas wates tahun 2018 terbesar adalah kategori status karies gigi sangat
rendah (0,0-1,1) sebanyak 39 orang 60,9% dan kategori status karies gigi rendah
(1,2-2,6) sebanyak 25 orang (39,1%).
Tabel 4.4
Rincian Status karies gigi pada siswa/i SDN 2
Bulusari diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
|
No
|
Kategori caries
|
Kategori
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
Decay
|
0
|
22
|
34,4
|
|
1
|
29
|
45,3
|
||
|
2
|
13
|
20,3
|
||
|
2
|
Missing
|
0
|
38
|
59,4
|
|
1
|
23
|
35,9
|
||
|
2
|
3
|
4,7
|
||
|
3
|
Filling
|
0
|
64
|
100,0
|
|
4
|
DMF-T
|
0
|
5
|
7,8
|
|
1
|
34
|
53,1
|
||
|
2
|
25
|
39,1
|
Berdasarkan tabel 4.4
terlihat status karies gigi pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja
puskesmas wates tahun 2018 terdapat decay terbesar adalah decay dengan indeks 1
sebanyak 29 orang 45,39%, indeks 2 sebanyak 13 orang (20,3%) dan siswa dengan
tidak ada decay sebesar 22 orang (34,4%).
Untuk siswa dengan gigi tanpa
missing sebanyak 38 orang (59,4%), dengan 1 gigi missing sebanyak 23 orang
(35,9%) dan 2 gigi missing sebanyak 3 orang (4,7%). Seluruh siswa tidak ada
penambalan dimana filling sebesar 0 orang (0%). Secara kumulatif indeks karies
gigi dengan nilai 0 sebanyak 5 orang (7,8%), nilai 1 sebanyak 34 orang (53,1%) dan
nilai 2 sebanyak 25 orang (39,1%).
3. Hubungan pelaksanaan UKGS dengan status karies
gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari diwilayah kerja puskesmas wates tahun 2018.
Tabel
4.5.
Hubungan pelaksanaan UKGS dengan
status karies gigi pada siswa/i SDN 2 Bulusari diwilayah kerja puskesmas wates
tahun 2018
|
Pelaksanaan UKGS
|
Status Karies gigi
(nilai DMF-T)
|
Total
|
p value
|
OR 95%
CI
|
||||||||||
|
Sangat rendah
|
Rendah
|
Sedang
|
Tinggi
|
Sangat tinggi
|
||||||||||
|
N
|
%
|
n
|
%
|
n
|
%
|
n
|
%
|
n
|
%
|
N
|
%
|
|||
|
Tidak
terlaksana
|
24
|
53,3
|
21
|
46,7
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
45
|
100,0
|
0,091
|
3,2
|
|
Terlaksana
|
15
|
78,9
|
4
|
21,1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
19
|
100,0
|
||
|
Total
|
39
|
60,9
|
25
|
39,1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
64
|
100,0
|
||
Hasil
analisis hubungan pelaksanaan UKGS dengan status karies gigi diperoleh bahwa
dari 45 siswa yang UKGS nya masuk dalam kategori tidak terlaksana terdapat 21
responden (46,7) yang memiliki nilai DMF-T rendah, sedangkan dari 19 responden
yang UKGS terlaksana terdapat 4
responden (21,1%) yang memiliki nilai DMF-T rendah.
Hasil
uji statistik diperoleh nilai p=0,091
atau p<0,100 maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan
UKGS dengan status karies gigi siswa. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR= 3,2
artinya responden yang UKGS tidak terlaksana beresiko untuk memiliki nilai DMF-T
rendah dibandingkan responden yang UKGS terlaksana.
B.
Pembahasan
Dari hasil penelitian, di dapatkan hasil,
pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018 terbesar adalah kategori
tidak terlaksana (kurang dari target 50% kementerian kesehatan) sebanyak 45
orang pada (siswa kelas 3 sd kelas 6) 70,3% dan kategori UKGS terlaksana (pada
siswa kelas 1 dan 2) sebanyak 19 orang (29,7%).
Pelaksanaan UKGS pada anak sekolah SDN 2
Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018 100% dilaksanakan pada
tahap 1 paket nominal pada rincian Pendidikan/penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut dilakukan oleh guru (sesuai dengan target kemenkes 100%) namun pada pencegahan penyakit
gigi dan mulut (sikat gigi masal) hanya dilaksanakan pada 19 responden (29,7%)
dari target kemenkes 80%.
Pada tahap II paket Standar UKS tidak
pernah dilakukan Pelatihan guru dan tenaga kesehatan dalam bidang kesehatan
gigi (terintegrasi) sejak 5 tahun terakhir, Penjaringan kesehatan gigi dan
mulut siswa kelas I, diikuti dengan pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya
tanggal dilaksanakan pada 19 responden (29,7%), Pengobatan darurat untuk
menghilangkan rasa sakit, Pelayanan medic gigi dasar atas permintaan
dilaksanakan pada 100% populasi, Rujukan
bagi yang memerlukan dilaksanakan pada
19 responden (29,7%). UKGS Tahap III/
paket Optimal pada rincian Pelayanan medic gigi dasar atas permintaan pada murid kelas I sampai dengan
kelas VI (care on demand) 100% dilaksanakan pada populasi namun pada Pelayanan
medic gigi dasar sesuai kebutuhan (treatment need) pada kelas terpilih tidak
dilaksanakan. status karies gigi pada anak
sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun 2018 terbesar
adalah kategori status karies gigi sangat rendah (0,0-1,1) sebanyak 39 orang 60,9%
dan kategori status karies gigi rendah (1,2-2,6) sebanyak 25 orang (39,1%).
Hasil
analisis hubungan pelaksanaan UKGS dengan status karies gigi diperoleh bahwa
dari 45 siswa yang UKGS nya masuk dalam kategori tidak terlaksana terdapat 21
responden (46,7) yang memiliki nilai DMF-T rendah, sedangkan dari 19 responden
yang UKGS terlaksana terdapat 4
responden (21,1%) yang memiliki nilai DMF-T rendah.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,091 atau p<0,100 maka
dapat disimpulkan bahwa secara statistik
ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan UKGS dengan status karies
gigi siswa. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR= 3,2 artinya responden yang
UKGS tidak terlaksana berisiko untuk memiliki nilai DMF-T rendah dibandingkan
responden yang UKGS terlaksana.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
1. Pelaksanaan
UKGS pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates tahun
2018 terbesar adalah katagori tidak terlaksana (kurang dari target 50%
kementerian kesehatan), sebanyak 45 orang pada (siswa kelas 3 sd kelas 6) 70,3%
dan katagori UKGS terlaksanan (pada siswa kelas 1 dan 2) sebanyak 19 orang
(29,7%).
2. Status
karies gigi pada anak sekolah SDN 2 Bulusari di wilayah kerja puskesmas wates
tahun 2018 terbesar adalah katagori status karies gigi sangat rendah (0,0 –
1,1) sebanyak 39 orang (60,9%) dan katagori status karies gigi rendah (1,2 –
2,6) sebanyak 25 orang (39,1%).
3. Hasil
uji statistik diperoleh nilai p=0,091
atau p<0,100 maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan
UKGS dengan status karies gigi siswa. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR=
3,2 artinya responden yang UKGS tidak terlaksana berisiko untuk memiliki nilai
DMF-T rendah dibandingkan responden yang UKGS terlaksana.
B.
Saran
1. Bagi pelaksana UKGS di puskesmas wates maupun
di sekolah dalam melaksanakan kegiatan UKGS tahap I dan II harus sesuai dengan
pedoman pelaksanaan UKGS sehingga derajat kesehatan gigi siswa – siswi Sekolah
Dasar di wilayah kerjanya menjadi lebih baik dan tujuan dari pelaksanaan
program UKGS dapat tercapai.
2. Bagi Puskesmas Wates, pelaksanaan program UKGS
di seluruh sasaran sebaiknya dilaksanakan dengan baik sehingga angka pencapaian
kegiatan program UKGS tahap I dan II dapat tercapai sesuai dengan faktor
standar yang telah ditetapkan.
3. Bagi puskesmas wates sebaiknya menambah formasi
tenaga kesehatan gigi, sarana kesehatan gigi, dan dana untuk kegiatan kesehatan
gigi agar pelaksanaan kegiatan UKGS dapat terlaksana sesuai dengan pedoman
pelaksanaan UKGS.
4. Diharapkan bagi Siswa – siswi SDN 2 Bulusari
dapat mempertahankan derajat kebersihan gigi dan mulutnya dengan berperan aktif
dalam setiap kegiatan UKGS.
5. Bagi penerima pelayanan kesehatan gigi, melalui
program UKGS tahap I dan tahap II
hendaknya dapat meningkatkan kemampuan pelihara diri dalam hal pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut dengan menerapkan setiap tindakan yang diajarkan oleh
petugas UKGS dalam kehidupan sehari – hari.





Komentar
Posting Komentar