INDIKATOR PEMANTUAN TUMBUH KEBANG NEONATUS DAN BAYI
INDIKATOR PEMANTUAN TUMBUH KEBANG NEONATUS
DAN BAYI
![]() |
DISUSUN
OLEH :
WINDY
ALFI AULIYA
WIDYASTUTI
CAHYANI
MAYRINA
PDARWATI
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNG KARANG
PROGRAM
STUDI KEBIDANAN
TAHUN
2012/2013
![]() |
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur
penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang
Maha Esa, karena berkat rahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul“ Indikator Pemantuan Tumbuh Kebang Neonatus Dan Bayi ” tepat pada
waktunya.
Penulis mengucapkan
terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihak
diharapkan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun.
Bandar Lampung, September 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................ ii........
DAFTAR
ISI............................................................................................... iii........
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
A. Latar Belakang.................................................................................. ........ 1
BAB II PEMBHASAN ............................................................................... 2
BAB
V PENUTUP ................................................................................... 17
A.
Kesimpulan ................................................................................. 17
DAFTAR
PUSTAKA...
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap
orangtua tentu berkeinginan agar anaknya dapat tumbuh kembang optimal, yaitu
agar anaknya dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang terbaik sesuai
dengan potensi genetik yang ada pada anak tersebut. Hal ini dapat tercapai
apabila kebutuhan dasar anak ( asah, asih, dan asuh ) terpenuhi. Kebutuhan
dasar anak harus dipenuhi yang mencakup imtaq, perhatian, kasih sayang, gizi,
kesehatan, penghargaan, pengasuhan, rasa aman / perlindungan, partisipasi,
stimulasi dan pendidikan ( asah, asih dan asuh )
B. TUJUAN
Untuk
mengetahui seputar Indikator pemantuan tumbuh Kembang bayi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
- Pertumbuhan
Pertumbuhan
adalah bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara
kuantitatif dapat diukur ( Whalley dan Wong, 2000)
Pertumbuhan
adalah adanya perubahan dalam jumlah akibat pertambahan sel dan pembentukan
protein baru sehingga meningkatkan jumlah dan ukuran sel diseluruh bagian tubuh
(Sutjiningsih, 1998 )
- Perkembangan
Perkembangan
adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui
tumbuh kematangan dan belajar (Whalley dan Wong, 2000)
Perkembangan
adalah pertumbuhan dan perluasan secara peningkatan sederhana menjadi komplek
dan meluasnya kemampuan individu untuk berfungsi dengan baik
(Sutjiningsih,1998)
B. POLA PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN
Yaitu
peristiwa yang terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
- Pola perkembangan fisik yang terarah
Terdiri
dari dua prinsip yaitu cephalocaudal dan proximal distal (Wong, 1995)
Cephalocaudal adalah
pola pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari kepala yang ditandai dengan
perubahanukuran kepala yang lebih besar, kemudian berkembang kemampuan untuk
menggerakkan lebih cepat dengan menggelengkan kepala dan dilanjutkan ke bagian
ekstremitas bawah lengan ,tangan dan kaki
Proximaldistal yaitu
pola pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dengan menggerakkan anggota
gerak yang paling dekat dengan pusat/sumbu tengah, seperti menggerakkan bahu
dahulu baru kemudian jari-jari.
- Pola perkembangan dari umum ke khusus
Yaitu
pola pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dengan menggerakkan daerah yang
lebih umum (sederhana) dahulu baru kemudian daerah yang lebih kompleks.
Misalnya melambaikan tangan kemudian memainkan jari.
- Pola perkembangan berlangsung dalam tahapan perkembangan
Pola
ini mencerminkan ciri khusus dalam setiap tahapan perkembangan yang dapat
digunakan untuk mendeteksi dini perkembangan selanjutnya. Pada masa ini dibagi
menjadi lima tahap yaitu :
a)
Masa pra lahir, terjadi pertumbuhan yang
sangat cepat padaalatdan jaringan tubuh
b)
Masa neonatus, terjadi proses
penyesuaian dengan kehidupan di luar rahim dan hampir sedikit aspek pertumbuhan
fisik dalam perubahan
c)
Masa bayi ,
terjadi perkembangan sesuai denganlingkungan yang mempengaruhinya
dan mempunyai kemampuan untuk melindungi dan menghindari dari hal yang
mengancam dirinya
d)
Masa anak, terjadi perkembangan yang
cepat dalam aspek sifat, sikap, minat dan cara penyesuaian dengan lingkungan
e)
Masa remaja, terjadi perubahan kearah
dewasa sehingga kematangan pada tanda-tanda pubertas
- Pola perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan latihan/belajar
Terdapat
saat yang siap untuk menerima sesuatu dari luar untuk mencapai proses
kematangan dan kematangan yang dicapainya dapat disempurnakan melalui
rnagsangan yang tepat. Masa ini merupakan masa kritis yangharus dirangsang agar
mencapai perkembangan selanjutnya melalui proses belajar (Gunarsa dalam
Hidayat, 2005)
C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBANG
ANAK
- Faktor herediter
Merupakan
faktor pertumbuhan yang dapat diturunkan yaitu suku, ras, dan jenis kelamin
(Marlow, 1988 dalam Supartini, 2004). Jenis kelamin ditentukan sejak dalam
kandungan. Anak laki-laki setelah lahir cenderung lebih besar dan tinggi dari
pada anak perempuan, hal ini akan nampak saat anak sudah mengalami masa
pra-pubertas. Ras dan suku bangsa juga mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan. Misalnya suku bangsa Asia memiliki tubuh yang lebih pendek dari
pada orang Eropa atau suku Asmat dari Irian berkulit hitam
- Faktor lingkungan
a)
Lingkungan pra-natal
Kondisi
lingkungan yang mempengaruhi fetus dalam uterus yang dapat mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan janin antara lain gangguan nutrisi karena ibu
kurang mendapat asupan gizi yang baik, gangguan endokrin pada ibu (diabetes
mellitus), ibu yang mendapatkan terapi sitostatika atau mengalami infeksi
rubela, toxoplasmosis, sifilis dan herpes. Faktor lingkungan yang lain adalah
radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ otak janin.
b)
Lingkungan pos-natal
Lingkungan
yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan setelah bayi lahir adalah
:
1)
Nutrisi
Nutrisi
adalah salah satu komponen yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses
pertumbuhan dan perkembangan. Terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan
seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air.Apabila kebutuhan
tersebut tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat pertumbuhan dan
perkembangan anak. Asupan nutrisi yang berlebihan juga berdampak buruk bagi
kesehatan anak, yaitu terjadi penumpukan kadar lemak yang berlebihan dalam
sel/jaringan bahkan pada pembuluh darah.
Penyebab
status nutrisi kurang pada anak :
·
Asupan nutrisi yang tidak adekuat, baik
secara kuantitatif maupun kualitatif
·
Hiperaktivitas fisik/ istirahat yang
kurang
·
Adanya penyakit yang menyebabkan
peningkatan kebutuhan nutrisi
·
Sters emosi yang dapat menyebabkan
menurunnya nafsu makan atau absorbsi makanan tidak adekuat
2)
Budaya lingkungan
Budaya
keluarga atau masyarakat akan mempengaruhi bagaimana mereka dalam
mempersepsikan dan memahami kesehatan dan perilaku hidup sehat. Pola perilaku
ibu hamil dipengaruhi oleh budaya yang dianutnya, misalnya larangan untuk makan
makanan tertentu padahal zat gizi tersebut dibutuhkan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin. Keyakinan untuk melahirkan d dukun beranak dari pada di
tenaga kesehatan. Setelah anak lahir dibesarkan di lingkungan atau berdasarkan
lingkungan budaya masyarakat setempat.
3)
Status sosial dan ekonomi keluarga
Anak
yang dibesarkan di keluarga yang nerekonomi tinggi untuk pemenuhan kebutuhan
gizi akan tercukupi dengan baik dibandingkan dengan anak yang dibesarkan di
keluarga yang berekonomi sedang atau kurang. Demikian juga dengan status
pendidikan orang tua, keluarga dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah
menerima arahan terutama tentang peningkatan pertumbuhan dan perkembangan anak,
penggunaan fasilitas kesehatan dll dibandingka dengan keluarga dengan latar
belakang pendidikan rendah.
4)
Iklim/cuaca
Iklim
tertentu akan mempengaruhi status kesehatan anak misalnya musim penghujan
akan dapat menimbulkan banjir sehingga menyebabkan sulitnya transportasi untuk
mendapatkan bahan makanan, timbul penyakit menular,dan penyakit kulit yang
dapat menyerang bayi dan anak-anak. Anak yang tinggal di daerah endemik
misalnya endemik demam berdarah, jika terjadi perubahan cuaca wabah demam
berdarah akan meningkat.
5)
Olahraga/latihan fisik
Manfaat
olah raga atau latihan fisikyang teratur akan meningkatkan sirkulasi darah
sehingga meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh, meningkatkan aktivitas
fisik dan menstimulasi perkembangan otot dan jaringan sel
6)
Posisi anak dalam keluarga
Posisi
anak sebagai anak tunggal, anak sulung, anak tengah atau anak bungsu akan
mempengaruhi poa perkembangan anak tersebut diasuh dan dididik dalam keluarga.
7)
Status kesehatan
Status
kesehatan anak dapat berpengaruh pada pencapaian pertumbuhan dan perkembangan.
Hal ini dapat terlihat apabila anak dalm kondisi sehat dan sejahtera maka
percepatan pertumbuhan dan perkembangan akan lebih mudah dibandingkan dengan
anak dalam kondisi sakit.
8)
Faktor Hormonal
Faktor
hormonal yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah
somatotropon yang berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan, hormon
tiroid dengan mestimulasi metabolisme tubuh, glukokortiroid yang berfungsi
menstimulasi pertumbuhan sel interstisial dari testis untuk memproduksi
testosteron dan ovarium untuk memproduksi estrogen selanjutnya hormon tersebut
akan menstimulasi perkembangan seks baik pada anak laki-laki maupun perempuan
sesuai dengan peran hormonnya.
TAHAP
PENCAPAIAN /PERIODE TUMBUH KEMBANG ANAK
Perkembangan
anak secara umum terdiri atas tahapan prenatal, neonatus, periode bayi,
prasekolah, pra remaja dan remaja.
1.
Masa prenatal
Masa
pranatal terdiri dari masa embrio dan fetus. Pada fase embrio pertumbuhan
dimulai 8 minggu pertama dengan terjadi defensiasi yang cepat dari ovum menjadi
suatu organisme dan terbentuknya manusia. Pada minggu kedua terjadi pembelahan
sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan ekstoderm, pada minggu
ketiga terbentuk lapisan mesoderm. Pada masa ini sampai umur tujuh minggu belum
tampak terjadi gerakan yang menonjol hanya denyut jantung janin sudah mulai
dapat berdenyut sejak 4 minggu. Masa fetus terjadi antara minggu ke-12 sampai
40 terjadi peningkatan fungsi organ yaitu bertambah panjang dan berat badan
terutama pertumbuhan dan penambahan jaringan subcutan dan jaringan otot.
2.
Masa neonatus (0-28 hari)
Pada
masa neonatus (0-28 hari) adalah awal dari pertumbuhan dan perkembangan setelah
lahir, masa ini merupakan masa terjadi kehidupan yang baru dalam ekstra uteri
dengan terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh. Proses adaptasi dari
organ tersebut dimulai dari akrivitas pernapasan yang disertai pertukaran gas
dengan frekuensi pernapasan antara 35-50 x/menit, penyesuaian denyut jantung
antara 120-160x/menit dengan ukuran jantung lebih besar apabila dibandingkan
dengan rongga dada, terjadi aktivitas bayi yang mulai meningkat. Selanjutnya
diikuti perkembangan fungsi organ-organ tubuh lainnya.
3. Masa
Bayi (28 hari – 1tahun)
4. Masa
anak (1-3 tahun)
5. Masa
pra sekolah (3-5 tahun)
6. Masa
sekolah (5 -12 tahun)
7. Masa
remaja ( 12-18/20 tahun)
TEORI-TEORI
PERKEMBANGAN
1.
Perkembangan kognitif (Piaget)
a.
Tahap sensori motor (0-2 tahun)
Anak
mempunyai kemampuan dalam mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan cara
melihat, mendengar, menyentuh dan kativitas motorik. Semua gerakan akan
diarahkan ke mulut dengan merasakan keingintahuan sesuatu dari apa yang
dilihat, didengar, disentuh dll.
b.
Tahap praoperasional ( 2-7 tahun)
Anak
belum mampu mengoperasionalkan apa yang dipikirkan melalui tindakan dalam
pikiran anak, perkembangan anak masih bersifat egosentris. Pada masa
ini pikiran bersifat transduktif menganggap semuanya sama. Seperti
semua pria dikeluarga adalah ayah maka semua pria adalah ayah. Selain itu
ada pikiran animisme, yaitu selalu memperhatikan adanya benda mati. Seperti
anak jatuh dan terbentur batu, dia akan menyalahkan batu tersebut dan
memukulnya.
c.
Tahap kongret (7-11 tahun)
Anak
sudah memandang realistis dari dunianya dan mempunyai anggapan yang sama dengan
orang lain, sifat egosentrik sudah hilang, karena anak sudah mengerti tentang
keterbatasan diri sendiri. Anak sudah mengenal konsep tentang waktu dan
mengingat kejadian yang lalu. Pemahaman belum mendalam dan akan berkembang
di akhir usia sekolah (masa remaja).
d.
Tahap formal operasional ( > 11
tahun)
Anak
remaja dapat berpikir dengan pola yang abstrak menggunakan tanda atau simbol
dan menggambarkan kesimpulan yang logis. Mereka dapat membuat dugaan dan
mengujinya dengan pemikirannya yang abstrak, teoritis dan filosofis. Pola
berfikir logis membuat mereka mampu berpikir tentang apa yang orang lain juga
memikirkannya dan berpikir untuk memecahkan masalah.
2.
Perkembangan psikoseksual anak (Freud)
- Tahap oral (0-1 tahun)
Pada
masa ini kepuasan dan kesenangan, kenikmatan dapat melalui dengan cara
menghisap, menggigit, mengunyah atau bersuara, ketergantungan sangat tinggi dan
selalu minta dilindungi untuk mendapatkan rasa aman. Masalah yang diperoleh
pada tahap ini adalah menyapih dan makanan.
- Tahap anal (1-3 tahun)
Kepuasan
pada fase ini adalah pada pengeluaran tinja.Anak akan menunjukkan keakuannya
dan sikapnya sangat narsistik yaitu cinta terhadap dirinya sendiri dan sangat
egosentrik, mulai mempelajari struktur tubuhnya. Masalah pada saat ini adalah
obesitas, introvet, kurang pengendalian diri dan tidak rapi.
- Tahap oedipal/phalik ( 3-5 tahun)
Kepuasan
pada anak terletak pada rangsangan autoerotik yaitu meraba-raba, merasakan
kenikmatan dari beberapa daerah erogennya, suka pada lain jenis. Anak laki-laki
cenderung suka pada ibunya dan anak perempuan cenderung suka pada ayahnya.
- Tahap laten ( 5-12 tahun)
Kepuasan
anak mulai terintegrasi, anak masuk dalam fase pubertas dan berhadapan langsng
pada tuntutan sosial seperti suka hubungan dengan kelompoknya atau sebaya,
dorongan libido mulai mereda.
- Tahap Genital ( > 12 tahun)
Kepuasan
anak pada fase ini kembali bangkit dan mengarah pada perasaan cinta matang
terhadap lawan jenis.
3.
Perkembangan psikososial (Erikson)
- Tahap percaya tidak percaya (0-1 th)
Bayi
sudah terbentuk rasa percaya kepada seseorang baik orang tua maupun orang yang
mengasuhnya ataupun tenaga kesehatan yang merawatnya. Kegagalan pada tahap ini
apabila terjadi kesalahan dalam mengasuh atau merawat maka akan timbul rasa
tidak percaya.
- Tahap kemandirian, rasa malu dan ragu (1-3 tahun)
Anak
sudah mulai mencoba dan mandiri dalam tugas tumbuh kembang seperti kemampuan
motorik dan bahasa. Pada tahap ini jika anak tidak diberikan kebebasan anak
akanmerasa malu.
- Tahap inisiatif, rasa bersalah (4-6 tahun)
anak
akan mulai inisiatif dalam belajar mencari pengalaman baru secara aktif dalam
aktivitasnya. Apabila pada tahap ini anak dilarang akan timbul rasa bersalah.
- Tahap rajin dan rendah diri (6-12 tahun)
Anak
selalu berusaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan atau prestasinya
sehingga anak pada usia ini adalah rajin dalam melakukan sesuatu. Apabila pada
tahap ini gagal anak akan rendah diri.
- Tahap identitas dan kebingungan peran pada masa adolesence.anak mengalami perubahan diri, perubahan hormonal.
- Tahap keintiman dan pemisahan terjadi pada masa dewasa yaitu anak mencoba melakukan hubungan dengan teman sebaya ata kelompok masyarakat dalam kehidupan sosial.
- Tahap generasi dan penghentian terjadi pada dewasa pertengahan yaitu seseorang ingin mencoba memperhatikan generasi berikutnya dalam kegiatan aktivitasnya.
- Tahap integritas dan keutusasaan terjadi pada dewasa lanjut yaitu seseorang memikirkan tugas-tugas dalam mengakhiri kehidupan.
CARA
DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK
1.
Cara penilaian pertumbuhan anak
a.
Pengukuran antropometrik
Pengukuran
antropometrik meliputi :
Ø Berat
badan
Untuk
menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada
tubuh (tulang, otot, lemak, cairan tubuh ) sehingga akan diketahui status
gizi anak atau tumbuh kembang anak. BB dapat juga sebagai menghitung dosis
obat. Penilaian berat badan berdasarkan umur menurut WHO dengan baku NCHS,
berdasarkan tinggi badan menurut WHO, dan NCHS yaitu; persentil ke 75 -25
dikatakan normal, persentil 10-5 malnutrisi sedang dan <>
Dapat
digunakan untuk menilai pertumbuhan otak. Penilaian ini dapat dilihat apabila
pertumbuhan otak kecil (mikrosefali) maka menunjukkan adanya retardasi mental,
sebaliknya apabila otaknya besar (volume kepala meningkat) akibat penyumbatan
pada aliran cairan cerebrospinalis.
Peningkatan
volume
6
-9 bulan kehamila = 3 gram/24 jam
Lahir-6
bulan = 2 gram/24 jam
6
blan- 3 tahun = 0,35 gram/24 jam
3-6
tahun = 0,15 gram/24 jam
Ø Pengukuran
lingkar lengan atas
Digunakan
untuk menilai jaringan lemak dan otot, tetapi penilaian ini banyak berpengaruh
pada keadaan jaringan tubuh apabila dibanding dengan BB. Penilaian ini juga
dapat dipakai untuk menilai status gizi pada anak usia pra sekolah.
Pemeriksaan
Fisik
Untuk
menilai pertumbuhan dan perkembangan dengan cara melakukan pemeriksaan fisik,
dengan melihat bentuk tubuh, perbandingan bagian tubuh dan anggota gerak
lainnya, menentukan jaringan otot dengan memeriksa lengan atas, pantat dan
paha, menentukan jaringan lemak dilakukan pada triseps, rambut dan geligi
Pemeriksaan
Laboratorium
Dilakukan
untuk menilai keadaan pertumbuhan dan perkembangan dengan status keadaan
penyakit, adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan ; pemeriksaan Hb, serum
protein (albumun, globulin), hormonal, dll.
Pemeriksaan
radiologi
Dilakukan
untuk menilai umur pertumbuhan dan perkembangan seperti tulang (apabila dicurigai
adanya gangguan pertumbuhan )
2.
Penilaian perkembangan anak
a.
Tujuan
Ø Mengetahui
kelainan perkembangan anak dan hal-hal lain yang merupakan isiko terjadinya
perkembangan tersebut
Ø Mengetahui
berbagai masalah perkembangan yang memerlukan pengobatan atau konseling genetik
Ø Mengetahui
anak perlu dirujuk
b.
Cara deteksi perkembangan
Ø DDST
(Denver development screnning test)
Ø KPSP
(Kuesioner Pra Skrining Perkembangan
Ø KPAP
( Kuesioner Perilaku Anak Pra Sekolah
Ø Tes
Daya Lihat dan tes Kesehataan Mata Anak Pra Sekolah
Ø Tes
Daya Dengar Anak (TDD)
KUESIONER
PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP)
KPSP
merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan pada orang tua dan
dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan untuk
perkembangan anak usia 3 bulan sampai 6 tahun. Daftar pertanyaan tersebut
berjumlah 10 nomor yang harus dijawab oleh orang tuaatau pengasuh yang
mengetahui keadaan perkembangan anak.
Pertanyaan
dalam KPSP dikelompokan sesuai usia anak saat dilakukan pemeriksaan, mulai
kelompok usia 3 bulan, 3-6 bulan,dst sampai kelompok 5-6 tahun. Untuk usia
ditetapkan menurut tahun dan bulan dengan kelebihan 16 hri dibulatkan menjadi 1
bulan.
Pertanyaan
dalam KPSP harus dijawab dengan ’ya’ atau ’tidak’ oleh orang tua.
Setelah
semua pertanyaan dijawab, selanjutnya hasil KPSP dinilai.
1.
Apabila jawaban ’ya’ berjumlah 9-10,
berarti anak tersebut normal (perkembangan baik)
2.
Apabila jawaban ’ya’ kurang dari 9,maka
perlu diteliti lebih lanjut mengenai;
KUESIONER
PERILAKU ANAK PRA SEKOLAH (KPAP)
KPAP
adalah sekumpulan perilaku yang digunakan sebagai alat untuk mendeteksi secara
dini kelainan-kelainan perilaku pada anak prasekolah (usia 3-6)
tahun. Kuesioner ini berisi 30 perilaku yang perlu ditanyakan satu
per satu pada orang tua.
Setiap
perilaku perlu ditanyakan apakah ‘sering terdapat’, ‘ kadang-kadang terdapat’,
atau ‘ tidak terdapat’. Apabila jawaban yang diperoleh adalah ‘sering terdapat’
, maka jawaban tersebut dinilai 2, ‘kadang-kadang terdapat’ diberi nilai 1 dan
‘tidak terdapat’ diberi nilai 0. Apabila jumlah nilai keseluruhan kurang dari
11, maka anak perlu di rujuk, sedangkan jika jumlah nilai 11 atau lebih maka
anak tidak perlu dirujuk.
TES
DAYA LIHAT DAN TES KESEHATAN MATA ANAK PRASEKOLAH
Tes
ini untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta kelainan mata pada anak berusia
3- 6 tahun. Tes ini juga digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan daya lihat
pada anak usia prasekolah secara dini, sehingga jika ada penyimpangan dapat
segera ditangani.
Untuk
melakukan tes daya lihat diperlukan ruangan dengan penyinaran yang baik dan
alat ’kartu E’ yang digantungkan setinggi anak duduk. Kartu E berisi 4 baris.
Baris pertama huruf E berukuran paling besar kemudian berasngsur-angsur
mengecil pada baris keempat. Apabila pada baris ketiga , anak tidak dapat
melihat maka perlu di rujuk.
Selain
tes daya lihat, anak juga perlu diperiksakan kesehatan matanya. Perlu
ditanyakan ;
keluhan
seperti mata gatal, panas, penglihatan kabur atau pusing
perilaku
seperti sering menggosok mata, membaca terlalu dekat, sering mengkedip-kedipkan
mata
kelainan
mata seperti bercak bitot, juling, mata merah dan keluar air
apabila
ditemukan satu kelainan atau lebih pada mata naka, maka anak tersebut perlu
dirujuk
TES
DAYA DENGAR ANAK (TDD)
Tes
daya dengar berupa pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan denga usia anak,
yaitu kelompok 0-6 bulan, > 16 bulan, > 9 bulan, > 11 bulan, > 12
bulan, > 24 bulan dan > 36 bulan. Setiap pertanyaan perlu dijawab ’ya’
atau ’tidak’. Apabila jawabannya adalah tidak maka pendengaran anak tidak
normal sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pertumbuhan adalah bertambah jumlah dan
besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur (
Whalley dan Wong, 2000)
Pertumbuhan adalah adanya perubahan
dalam jumlah akibat pertambahan sel dan pembentukan protein baru sehingga
meningkatkan jumlah dan ukuran sel diseluruh bagian tubuh
(Sutjiningsih, 1998 )
Perkembangan adalah bertambah
sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan
belajar (Whalley dan Wong, 2000)
DAFTAR
PUSTAKA
A.Markum,
A.H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
http://kameramenrcti.blogspot.co.id/2013/02/konsep-tumbuh-kembang-bayi-dan-balita.html


Komentar
Posting Komentar