SATUAN ACARA PENYULUHAN Pre-Eklampsia dan Eklampsia


SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pre-Eklampsia dan Eklampsia





DI SUSUN OLEH
Tentang : pre-eklampsia
NIM : 1714401040
TINGKAT : 2
REGULER : 1








POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN D III KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENCEGAHAN PENYAKIT PADA KOMPLIKASI KEHAMILAN PRE EKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA

Topik                          : Pre-Eklampsia dan Eklampsia
Pokok Bahasan           : Pencegahan Penyakit pada Komplikasi Kehamilan Pre Eklampsia dan Eklampsia
Sub Pokok bahasan     :
a.          Ibu hamil mengerti tentang definisi pre-eklampsia
b.         Ibu hamil mengetahui klasifikasi pre-eklampsia
c.          Ibu hamil mengetahui faktor resiko dari pre-eklampsia
d.         ibu hamil mengetahui tanda dan gejala pre-eklampsia
e.          Ibu hamil mengetahui dampak dari pre-eklampsia
f.           Ibu hamil mengetahui pencegahan pre-eklampsia
Pukul                           : 08.30 WIB – 09.15 WIB
Sasaran                        : Ibu Hamil
Tempa                         :
Hari/Tanggal               :
Lama Waktu               : 45 menit












I.      LATAR BELAKANG
Preeklampsia merupakan kelainan yang ditemukan pada waktu kehamilan yang ditandai dengan berbagai gejala klinis seperti hipertensi, proteinuria, dan edema yang biasanya terjadi setelah umur kehamilan 20 minggu sampai 48 jam setelah persalinan. Sedangkan eklampsia adalah kelanjutan dari preeklampsia berat dengan tambahan gejala kejang-kejang atau koma. Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit dan meninggal, sebelum persalinan berlangsung. Banyak faktor resiko ibu hamil dan  faktor yang memengaruhi diantaranya  adalah usia dan paritas ibu. Ibu hamil pada usia lebih dari 35 tahun lebih beresiko tinggi untuk hamil dibandingkan bila hamil pada usia normal, yang biasanya terjadi sekitar 21-30 tahun.
Umur seorang wanita pada saat hamil sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Umur yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, berisiko tinggi untuk melahirkan. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil harus siap fisik, emosi, psikologi, sosial dan ekonomi 

II.   TUJUAN PENYULUHAN
  1. Tujuan Umum
Setelah diadakan penyuluhan diharapkan ibu hamil mampu memahami dan mencegah terjadinya gangguan kehamilan terutama pre eklampsia dan eklampsia.

  1. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat :
1.      Ibu hamil mengerti tentang Definisi pre-eklampsia
2.      Ibu hamil mengetahui klasifikasi pre-eklampsia
3.      Ibu hamil mengetahui faktor resiko dari pre-eklampsia
4.      ibu hamil mengetahui tanda dan gejala pre-eklampsia
5.      Ibu hamil mengetahui dampak dari pre-eklampsia
6.      Ibu hamil mengetahui pencegahan pre-eklampsia


III.     MATERI PENYULUHAN
1)   Definisi Pre-eklampsia
2)   Klasifikasi Pre-eklampsia
3)   Faktor Resiko Pre-eklampsia
4)   Tanda dan Gejala Pre-eklampsia
5)   Dampak dari Pre-eklampsia
6)   Pencegahan Pre-eklampsia

IV.   METODE
1)   Ceramah
2)   Tanya jawab

V.   MEDIA & ALAT
1)   LCD
2)   Leaflet
3)   Power Point
4)   Infocus

VI.   SETTING TEMPAT



VII.   KEGIATAN PENYULUHAN
No
Tahap Kegiatan
Penyuluh
Peserta
Metode
Media
1
Pembukaan
(5 menit)
1.     Membuka pertemuan
  1. Memberi salam
  2. Memperkenalkan diri

2.   Menyampaikan judul materi
3.   Menjelaskan tujuan Penyuluhan
4.   Melakukan kontrak waktu

Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan
Mendengarkan dan memperhatikan
Memperhatikan

Menyetujui kontrak waktu yang telah ditentukan
Ceramah
Power point
2
Penyajian
(30 menit)
1.   Menggali pengetahuan ibu  tentang pre-eklampsia dan eklampsia
2.   Memberikan reinforcement
3.   Penyampaian Materi :
a.    Menggali pengetahuan audiens tentang pengertian preeklampsia
b.    Memberikan reinforcement
c.    Menyampaikan materi penyuluhan tentang pengertian preeklampsia
d.    Menggali pengetahuan audiens tentang klasifikasi preeklampsia
e.    Memberikan reinforcement
f.     Menyampaikan materi penyuluhan tentang klasifikasi preeklampsia
g.    Menggali pengetahuan audiens tentang faktor resiko preeklampsia
h.    Memberikan reinforcement
i.      Menyampaikan materi penyuluhan tentang faktor resiko preeklampsia
j.      Menggali pengetahuan audiens tentang tanda dan gejala preeklampsia
k.    Memberikan reinforcement
l.      Menyampaikan materi penyuluhan tentang tanda dan gejala preeklampsia
m.  Menggali pengetahuan audiens tentang dampak preeklampsia
n.    Memberikan reinforcement
o.    Menyampaikan materi penyuluhan tentang dampak preeclampsia

p.    Menggali pengetahuan audiens tentang pencegahan preeklampsia
q.    Memberikan reinforcement
r.     Menyampaikan materi penyuluhan tentang pencegahan  preeklampsia
4.     Memberikan kesempatan audiens untuk bertanya
5.   Menjawab pertanyaan yang diajukan audiens
6.   Memberikan reinforcement

7.   Memberikan umpan balik

8.   Membagikan leaflet
Audiens menyampaikan yang diketahuinya


Audiens mengutarakan pendapat



Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens mengutarakan pendapat



Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens mengutarakan pendapat


Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens mengutarakan pendapat



Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens mengutarakan pendapat


Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens mengutarakan pendapat



Memperhatikan dan memahami yang disampaikan penyuluh
Audiens Bertanya

Audiens Memperhatikan
Audiens Memperhatikan
Audiens Memperhatikan
Menerima leaflet
Ceramah dan Tanya jawab
Power point dan leaflet

3
Penutup
(10  enit)
1.  Memberikan kesempatan pada audiens untuk bertanya tentang materi penyuluhan
2.  Menanyakan kembali materi yang telah dijelaskan
3.  Menyimpulkan hasil penyuluhan bersama peserta
4.  Mengucapkan terimakasih atas peran serta audiens yang hadir dalam penyuluhan
5.  Memberikan salam penutup
Audiens bertanya



Audiens menjawab

Audiens mendengarkan
Audiens mendengarkan


Menjawab salam
Tanya jawab,
ceramah
Leaflet

VIII.       SUSUNAN PANITIA KEGIATAN
1.      Moderator : Marini
2.      Penyaji      : a. Leader             : Wiwit Novera
        b. Co-leader        : Reski Yunisa Mareska
3.      Observer    : Ingwy Pratiwi
4.                                            Fasilitator   : Dyna Yunita, Rifqah, Febri Tri Harmoko, Witra, Queen Elsa Yovita, Widya Rivani

IX.     TUGAS PANITIA KEGIATAN
1.      Peran Moderator
a.    Membuka dan menutup acara.
b.    Memperkenalkan diri. 
c.    Menetapkan tata tertib acara penyuluhan.
d.    Menjaga kelancaran acara.
e.    Memimpin diskusi.
2.      Peran Penyuluh
a.    Menyajikan materi penyuluhan
b.    Bersama fasilitator menjalin kerja sama dalam acara penyuluhan.
3.      Peran observer
a.    Mengamati jalannya kegiatan.
b.    Mengevaluasi kegiatan.
c.    Mencatat prilaku verbal dan non verbal peserta kegiatan.
4.      Peran fasilitator
a.    Bersama moderator menjalin kerja sama dalam menyajikan materi penyuluhan.
b.    Memotivasi peserta kegiatan dalam bertanya.
c.    Menjadi contoh dalam kegiatan.

X.       EVALUASI
  1. Evaluasi struktur:
a.       Materi sudah dipersiapkan sebelum Penyuluhan
b.      Media sudah dipersiapkan sebelum Penyuluhan
c.       Tempat sudah siap 1 jam sebelum Penyuluhan
d.      SAP sudah dipersiapkan sebelum Penyuluhan
  1. Evaluasi proses:
a.       Peserta  datang tepat waktu 10 menit sebelum penyuluhan dimulai
b.      Peserta memperhatikan penjelasan perawat
c.       Peserta  aktif bertanya atau memberikan pendapat
d.      Media dapat digunakan secara efektif
  1. Hasil :
a.       Dari 6 ibu hamil,  2 diantaranya mampu menjawab tentang Definisi pre-eklampsia
b.      Dari 6 peserta, 5 diantaranya mampu menjawab tentang tanda dan gejala pre-eklampsia
c.       Dari 6 peserta, 3 diantaranya mampu menjawab  tentang pencegahan pre-eklampsia














XI.         MATERI TERLAMPIR
1.    Pengertian Pre-eklampsia dan Eklampsia
Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, kondisi lanjutan dari Pre Eklampsia yang tidak teratasi dengan baik, dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. Sebelumnya wanita tadi menunjukkan gejala-gejala Preeklampsia.
2.    Klasifikasi Preeklampsia
Preeklampsia dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan berat dan ringannya penyakit yang diderita.
a. Preeklampsia ringan
b. Preeklampsia berat
      ii.            perubahan visual dan gangguan penglihatan, penglihatan kabur. 
    iii.            Sakit kepala yang terus menerus
    iv.            kesulitan bernapas akibat kelebihan cairan di paru-paru
      v.            sakit perut parah bagian atas
    vi.            penurunan output urin, lebih dari 5000 miligram protein dalam sampel 24 jam, 
  vii.            trombosit rendah secara signifikan (bagian dari darah yang membantu gumpalan darah)
viii.            disfungsi hati atau janin yang sangat kecil atau terlalu sedikit cairan ketuban di sekitarnya.


3. Faktor Resiko                   
2.      Jika ibu hamil lebih muda dari 18 tahun atau lebih tua dari 40 tahun. 
3.      berhubungan dengan jarak antara dua kehamilan.
4.      Status sosial ekonomi rendah. 
5.      Beberapa kehamilan seperti kembar atau kembar tiga. 
6.      Kehamilan mola, kondisi abnormal yang meniru kehamilan normal tetapi sebenarnya tumor.
7.      Riwayat tekanan darah tinggi kronis, diabetes, gangguan ginjal, migrain, rheumatoid arthritis
8.      Riwayat keluarga pra-eklampsia (yaitu, ibu, adik, nenek atau bibi yang memiliki gangguan tersebut). 
9.      Wanita dengan lemak tubuh lebih tinggi dari rata-rata.

Adanya   Pre   Eklampsia   bisa   diketahui   dengan   pasti,   setelah   pada
pemeriksaan didapatkan :
1.      Hipertensi :
Temuan tekanan darah yang tinggi atau peningkatan tekanan darah dari biasanya. Sebagai patokan digunakan batasan tekanan darah lebih dari 130/90 mmHg.
2.      Bengkak :
Bengkak dapat mudah dikenal di daerah kaki dan tungkai. Pada kondisi yang   lebih   berat   didapatkan   bengkak   di   seluruh  tubuh. Pembengkakan  ini terjadi akibat pembuluh kapiler bocor, sehingga air yang merupakan bagian dari sel merembes keluar dan masuk ke dalam jaringan tubuh dan tertimbun di bagian tersebut.
3.      Protein dalam urin :
Ada kadar protein tinggi dalam urin karena gangguan pada ginjal. Gejala Pre Eklampsia ringan menunjukkan angka kadar protein urin lebih tinggi dari 500 mg per 24 jam. Yang parah dapat mencapai angka 5 gram dalam 24 jam. Produksi urin pun kurang dari 400 ml per 24 jam.
4.      Kenaikan berat badan :Kenaikan berat badan lebih dari 1,36 kg setiap minggu selama trimester   kedua,  dan  lebih  dari 0,45   setiap minggu   pada trimester ketiga. Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
5.      Nyeri perut.
6.      Sakit kepala yang berat beserta mual muntah
7.      Perubahan pada refleks.
8.      Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
9.      Ada darah di air kencing.
Terjadinya Eklampsia pada umumnya kejang yang didahului oleh semakin memburuknya Pre Eklampsia dan terjadinya gejala-gejala nyeri kepala dibagian frontal, gangguan penglihatan, mual, nyeri epigastrium dan hiperrefleksia

1.      Berkurangnya aliran darah menuju plasenta.
Preeklampsia akan mempengaruhi pembuluh arteri yang membawa darah menuju plasenta. Jika plasenta tidak mendapat cukup darah, maka janin akan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga pertumbuhan janin melambat atau lahir dengan berat kurang. Preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.
2.      Lepasnya plasenta.
Preeklampsia meningkatkan risiko lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum lahir, sehingga terjadi pendarahan dan dapat mengancam bayi maupun ibunya.
3.      Sindrom HELLP
HELLP adalah singkatan dari Hemolysis (perusakan sel darah merah), Elevated liver enzym dan low platelet count (meningkatnya kadar enzim dalam hati dan rendahnya jumlah sel darah dalam keseluruhan darah). Gejalanya, pening dan muntah, sakit kepala serta nyeri perut atas.

4.      Eklampsia
Jika preklampsia tidak terkontrol, maka akan terjadi eklampsia. Eklampsia dapat mengakibatkan kerusakan permanen organ tubuh ibu, seperti otak, hati atau ginjal. Eklampsia berat menyebabkan ibu mengalami koma, kerusakan otak bahkan berujung pada kematian janin maupun ibunya.

5.      Pencegahan
Karena penyebab pastinya belum diketahui, maka pencegahan utama yang baik adalah meminta ibu hamil untuk mengurangi konsumsi garam, meski dianggap tidak efektif menurunkan risiko preeklampsia. Diet yang dianjurkan cukup protein, rendah karbohidraat, lemak dan garam.
2.      Periksalah kehamilan secara teratur, untuk mengetahui kondisi ibu dan janin. Preklampsia yang terdiagnosa lebih awal, akan memudahkan dokter menyarankan terapi yang tepat untuk ibu dan janinnya.
Sebuah penelitian di tahun 2006, lebih dari 70 persen wanita yang mengkonsumsi multivitamin dan menjaga berat tubuh sebelum hamil terbukti risiko terkena preeklampsianya lebih rendah. Suplemen nutrisi ditengarai mampu menurunkan risiko terkena preeklampsia, tapi Anda harus sangat selektif. Konsultasikan pada dokter, sebelum mengkonsumsi suplemen di saat hamil.
3.      Perbanyak minum
Sangat dianjurkan ibu hamil untuk minum dalam jumlah yang banyak tiap hari. Minuman yang baik adalah air putih, karna air akan mendorong garam ke luar tubuh. Dengan banyak minum akan membuat lebih sering ke toilet sehingga dapat membawa kelebihan garam bias terbawa keluar, selain itu juga mengurangi aktivitas. Minimal minum 2 liter per hari.
4.      Olahraga
Berolahraga selama 20-30 menit sehari, 3-5 hari seminggu sudah cukup untuk mencegah pre-eklampsia. Olahraga yang disarankan tentunya adalah olahraga yang tidak terlalu berat dan aman dijalankan oleh ibu hamil, seperti, jalan cepat, yoga atau senam khusus ibu hamil dan renang. Ketika berolahraga, pemanasan tidak boleh ditinggalkan, lakukanlah selama 5-10 menit untuk mempersiapkan tubuh berolahraga. Jika jalan kaki menjadi pilihan, berjalanlah perlahan sebagai pemanasan. Setelah itu, naikkan intensitasnya, Anda bisa berjalan lebih cepat. Namun, tidak boleh sampai kelelahan. Saat selesai latihan, jangan mendadak berhenti. Akhiri dengan pendinginan, secara bertahap kurangi kecepatan berjalan hingga akhirnya berhenti.


























DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Ferry dan Makhfudli. 2009, Keperawatan Kesehatan Komunitas. Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Prawirohardjo S, Pre-eklampsia dan Eklampsia, dalam Ilmu Kebidanan, edisi ke-3, Wiknjosastro H, Saifuddin A, Rachimhadhi T, penyunting, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,  2005: 281-301
Winkjosastro, Hanifa. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
















Komentar

Postingan Populer