MAKALAH SPESIALITE & TERMINOLOGI KESEHATAN “TERMINOLOGI MEDIS SISTEM REPRODUKSI”
MAKALAH
SPESIALITE & TERMINOLOGI KESEHATAN
“TERMINOLOGI MEDIS SISTEM REPRODUKSI”

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK
5
1. RIKI ADI
KURNIA
2. BEVVY MUTIA
SARI
3. YOGA PRATAMA
ISKANDAR
4. SITI HANIFAH
5. NABILA OKTI
FARIZA
6. SELLA
SEPTIANA SARI
7. CALVINE
BINTANG VANESA
8. DIAN SEPRIDA
PUTRI
9. SINDI AMANDA
SARI
PROGRAM
JURUSAN DIII FARMASI
POLI TEKNIK
KESEHATAN TANJUNGKARANG
2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah
SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur
atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “TERMINOLOGI
MEDIS SISTEM REPRODUKSI”
Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya
dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena
itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat
memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil
hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.
Bandar Lampung, 5 Maret 2018
Penyusun
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
C. Tujuan............................................................................................. 2
A. Anatomi
Sistem Reproduksi Pria................................................... 3
B. Fisiologi
Sistem Reproduksi Pria................................................... 7
C. Anatomi
Sistem Reproduksi Wanita.............................................. 8
D. Fisiologi
Sistem Reproduksi Wanita.............................................. 14
E. Siklus Menstruasi........................................................................... 15
F. Hormon yang bekerja pada Sistem Reproduksi............................. 15
A. Kesimpulan..................................................................................... 17
B. Saran............................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Reproduksi atau perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmu faal(fisiologi). Reproduksi secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi suatu manusia berhenti, manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai contoh manusia yang dilakukan vasektomi pada organ reproduksinya (testes atau ovarium) atau mencapai menopause dan andropouse tidak akan mati. Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia tersebut mencapai masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan dalam tubuh manusia.Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi. Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya tanpa adanya proses reproduksi makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila makhluk tidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup tersebut terancam dan punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan (anak) yang merupakan sarana untuk melanjutkan generasi.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
penulis merumuskan masalah dalam pembuatan makalah ini, yaitu:
1.
Bagaimana anatomi sistem reproduksi pria ?
2. Bagaimana fisiologi
sistem reproduksi pria?
3. Bagaimana
anatomi sistem reproduksi wanita ?
4. Bagaimana fisiologi Sistem Reproduksi
Wanita?
5. Bagimanakah
siklus mentruasi terjadi ?
6. Apa
saja hormon yang bekerja pada sistem reproduksi ?
C.
TUJUAN
1.
Mahasiswa mengetahui anatomi
sistem reproduksi pria
2.
Mahasiswa mengetahui fisiologi
organ reproduksi pria
3.
Mahasiswa mengetahui anatomi
sistem reproduksi wanita
4.
Mahasiswa mengetahui fisiologi
organ reproduksi wanita
5.
Mahasiswa mengetahui siklus
menstruasi..
6.
Mahasiswa mengetahui
hormon – hormon yang bekerja pada sistem reproduksi
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Anatomi
Sistem Reproduksi Pria
1.
Struktur luar dari sistem
reproduksi pria terdiri dari : penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah
zakar).
1)
Penis
Penis
terdiri dari:
Ø Akar
(menempel pada didnding perut)
Ø Badan
(merupakan bagian tengah dari penis)
Ø Glans
penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran
tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.Dasar glans
penis disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan
(preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.
Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris
(sinus) jaringan erektil:
2
rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak
bersebelahan.
Rongga
yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga
tersebut terisi
darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).
2)
Skrotum
Skrotum
merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi
testis.Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis,
karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang
sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. Otot kremaster pada
dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung
lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke
tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).
3)
Testis
Testis
berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam
skrotum.Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.Testis
menghasilkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH)
juga hormon testosterone.
Fungsi
testis, terdiri dari :
a)
Membentuk gamet-gamet baru
yaitu spermatozoa, dilakukan di Tubulus seminiferus.
b)
Menghasilkan hormon
testosteron, dilakukan oleh sel interstial. Testis memiliki 2 fungsi, yaitu:
Pembentukan sperma oleh tubulus seminiferus. Pembentukan hormone testoteron
oleh sel leydig
2. Struktur
dalamnya terdiri dari : vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula
seminalis.Alat kelamin laki-laki terbagi atas 3 bagian :
1)
Vas deferens Vas deferens
merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis. Saluran ini berjalan ke
bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.Struktur
lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens
dan membentuk korda spermatika.
2) Uretra
Uretra berfungsi 2 fungsi:
Ø Bagian
dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
Ø Bagian
dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.
3) Kelenjar
Prostat
Kelenjar
prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi
bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar
sejalan dengan pertambahan usia.
Prostat mengeluarkan sekeret cairan yang bercampur secret dari testis, perbesaran prostate akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:
Prostat mengeluarkan sekeret cairan yang bercampur secret dari testis, perbesaran prostate akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:
Ø Lobus
posterior
Ø Lobus
lateral
Ø Lobus
anterior
Ø Lobus
medial
Fungsi Prostat:
Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis
yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang terapat
pada uretra dan vagina. Di bawah kelenjar ini terdapat Kelenjar Bulbo Uretralis
yang memilki panjang 2-5 cm. fungsi hampir sama dengan kelenjar prostat.
4) Vesikula
seminalis.
Prostat
dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi
sperma.Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen.Cairan lainnya yang
membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam
kepala penis. Fungsi Vesika seminalis : Mensekresi cairan basa yang
mengandung nutrisi yang membentuk
sebagian besar cairan semen
1)
Duktus Duktuli
Epididimis
Merupakan
saluran halus yang panjangnya ± 6 cm terletak sepanjang atas tepi dan belakang
dari testis.Epididimis terdiri dari kepala yang terletak di atas katup kutup
testis, badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral,
lapisan ini pada mediastinum menjadi lapisan parietal.Saluran epididimis
dikelilingi oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan
bagian dari kaput (kepala) epididimis. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm,
berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bermuara di duktus epididimis
tempat spermatozoa disimpan, masuk ke dalam vas deferens
Fungsi dari epididimis yaitu sebagai saluran penhantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan memproduksi semen.
Fungsi dari epididimis yaitu sebagai saluran penhantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan memproduksi semen.
2)
Duktus Deferens
Merupakan
kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan
masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih, di belakang kandung kemih
akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjtnya membentuk
ejakulatorius dan bermuara di prostate.Panjang duktus deferens 50-60 cm.
3)
Uretra
4)
Bangunan Penyokong atau
Penyambung
1)
Funikulus Spermatikus
2)
Bagian penyambung yang
berisi duktus seminalis, pembuluh limfe, dan serabut-serabut saraf.
Bagian
kata yang terkait organ reproduksi pria
|
Bagian kata
|
Arti
|
Contoh
|
Arti
|
|
Orchi/o, orchid/o
|
Testis
|
Anorchism
|
Tanpa testis
|
|
Test/o, testic/o
|
Testis
|
Testicular
|
Yang berhubungan dengan testis
|
|
Pen/o
|
Penis
|
|
|
|
Prostat/o
|
Prostat
|
Prostatometer
|
Alat untuk mengukur prostat
|
|
Scrot/o, osche/o
|
Skrotum
|
Oscheoma
|
Tumor skrotum
|
|
Semin/o
|
Semen
|
Inseminate
|
Mengenalkan air mani ke wanita
|
|
Spermat/o
|
Sperma
|
Oligospermia
|
Kekurangan spermatozoa
|
|
Urethr/o
|
Urethra
|
|
|
|
Vas/o
|
Vas deferens
|
Vasorrhaphy
|
Jahitan Vas Deferens
|
|
Epydidim/o
|
Epididymis
|
Epididymitis
|
Peradangan epididimis
|
|
Vesicul/o
|
Seminal vesicle
|
Vesiculography
|
Studi radiografi vesikula seminalis
|
Gambar organ reproduksi
pria

B.
Fisiologi
Sistem Reproduksi Pria
1. Hormon pada Laki-laki
a.
FSH
Menstimulir spematogenesis.
b.
LH
Menstimulir Sel Interstitiil Leydig untuk
memproduksi Testosteron.
c.
Testosteron
Bertanggung jawab dalam perubahan fisik
laki-laki terutama organ seks sekundernya.
Efek hormon testoteron pada pria:
Sebelum lahir:
a.
Maskulinasi saluran
reproduksi dan genital eksternal
b.
Mendorong penurunan testis
ke skrotum
Efek reproduksi
a.
Pertumbuhan dan pematangan
organ reproduksi
b.
Penting dalam
spermatogenesis
Pertumbuhan
tanda kelamin sekunder
2.
Spermatogenesis
Spermatogenesis
adalah perkembangan spermatogonia menjadi spermatozoa.Berlangsung 64
hari.Spermatogonia berkembang menjadi spermatozit primer.Spermatozit primer
menjadi spermatozit sekunder.Spermatozit sekunder berkembang menjadi
spermatid.Tahap akhir spermatogenesis adalah pematangan spermatid menjadi
spermatozoa.Ukuran spermatozoa adalah 60 mikron.Spermatozoa terdiri dari
kepala, badan dan ekor.
C. Anatomi Sistem Reproduksi
Wanita
1. Genetalia Eksterna (vulva)
Yang
terdiri dari:
1)
Tundun
(Mons veneris)
Bagian
yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini
mulai ditumbuhi bulu (pubis hair) pada masa pubertas.Bagian yang dilapisi
lemak, terletak di atas simfisis pubis.
2)
Labia
Mayora
Merupakan
kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong.Kedua bibir ini bertemu di
bagian bawah dan membentuk perineum.Labia mayora bagian luar tertutp rambut,
yang merupakan kelanjutan dari rambut pada mons veneris.Labia mayora bagian
dalam tanpa rambut, merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea (lemak).
Ukuran labia mayora pada wanita dewasa à panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal
1 – 1,5 cm. Pada anak-anak dan nullipara à kedua labia mayora sangat
berdekatan.
3)
Labia
Minora
Bibir
kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar (labia mayora), tanpa
rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan tipis yang lembab dan
berwarna kemerahan;Bagian atas labia minora akan bersatu membentuk preputium
dan frenulum clitoridis, sementara bagian. Di Bibir kecil ini mengeliligi
orifisium vagina bawahnya akan bersatu membentuk fourchette.
4)
Klitoris
Merupakan
bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat erektil.Glans clitoridis
mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat
sensitif.Analog dengan penis pada laki-laki.Terdiri dari glans, corpus dan 2
buah crura, dengan panjang rata-rata tidak melebihi 2 cm.
5)
Vestibulum
(serambi)
Merupakan
rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora). Pada vestibula
terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium urethra eksterna, introitus vagina, 2
buah muara kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara kelenjar paraurethral.
Kelenjar bartholini berfungsi untuk mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi
rangsangan seksual.Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri
Neisseria gonorhoeae maupun bakteri-bakteri pathogen.
6)
Himen
(selaput dara)
Terdiri
dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini yang menutupi
sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya berlubang supaya kotoran
menstruasi dapat mengalir keluar. Bentuk dari himen dari masing-masing wanita
berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku
dan ada lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yang dapat dilalui satu
jari.Saat melakukan koitus pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada
bagian posterior.
7)
Perineum
(kerampang)
Terletak
di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4 cm. Dibatasi oleh otot-otot
muskulus levator ani dan muskulus coccygeus.Otot-otot berfungsi untuk menjaga
kerja dari sphincter ani 2. Genetalia Interna
1)
Vagina
Merupakan
saluran muskulo-membraneus yang menghubungkan rahim dengan vulva.Jaringan
muskulusnya merupakan kelanjutan dari muskulus sfingter ani dan muskulus
levator ani, oleh karena itu dapat dikendalikan.
Vagina
terletak antara kandung kemih dan rektum.Panjang bagian depannya sekitar 9 cm
dan dinding belakangnya sekitar 11 cm.
Bagian serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut portio. Portio uteri membagi puncak (ujung) vagina menjadi:
Bagian serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut portio. Portio uteri membagi puncak (ujung) vagina menjadi:
Ø Forniks
anterior
Ø Forniks
dekstra
Ø Forniks
posterior
Ø Forniks
sisistra
Sel dinding vagina mengandung banyak glikogen
yang menghasilkan asam usu dengan pH 4,5. keasaman vagina memberikan proteksi
terhadap infeksi.
Fungsi utama vagina:
1) Saluran
untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi.
2) Alat
hubungan seks.
3) Jalan
lahir pada waktu persalinan.
2)
Uterus
Merupakan
Jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis minor diantara kandung kemih dan
rektum. Dinding belakang dan depan dan bagian atas tertutup peritonium,
sedangkan bagian bawah berhubungan dengan kandung kemih.Vaskularisasi uterus
berasal dari arteri uterina yang merupakan cabang utama dari arteri illiaka
interna (arterihipogastrika interna).
Bentuk
uterus seperti bola lampu dan gepeng.
1) Korpus
uteri : berbentuk segitiga
2)
Serviks uteri : berbentuk
silinder
3)
Fundus
uteri
bagian
korpus uteri yang terletak diatas kedua pangkal tuba.
Untuk
mempertahankan posisinya, uterus disangga beberapa ligamentum, jaringan ikat
dan parametrium. Ukuran uterus tergantung dari usia wanita dan paritas. Ukuran
anak-anak 2-3 cm, nullipara 6-8 cm, multipara 8-9 cm dan > 80 gram pada
wanita hamil. Uterus dapat menahan beban hingga 5 liter
Dinding
uterus terdiri dari tiga lapisan :
a)
Peritonium
Meliputi
dinding rahim bagian luar.Menutupi bagian luar uterus.Merupakan penebalan yang
diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe dan urat syaraf.Peritoneum
meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen.
b)
Lapisan
otot
Susunan
otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan
lapisan dalam.Pada lapisan tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot
rahim.
Lapisan
tengah ditembus oleh pembuluh darah arteri dan vena.Lengkungan serabut otot ini
membentuk angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh darah terjepit
rapat, dengan demikian pendarahan dapat terhenti.Makin kearah serviks, otot
rahim makin berkurang, dan jaringan ikatnya bertambah.Bagian rahim yang
terletak antara osteum uteri internum anatomikum, yang merupakan batas dari
kavum uteri dan kanalis servikalis dengan osteum uteri histologikum (dimana
terjadi perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir serviks)
disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan meregang
saat persalinan.
c)
Endometrium
Pada
endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari kelenjar
endometrium.Variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran lendir endometrium
ditentukan oleh perubahan hormonal dalam siklus menstruasi.Pada saat konsepsi
endometrium mengalami perubahan menjadi desidua, sehingga memungkinkan terjadi
implantasi (nidasi).Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan bersifat
mengeluarakan cairan secara terus-menerus, sehingga dapat membasahi
vagina.Kedudukan uterus dalam tulang panggul ditentukan oleh tonus otot rahim
sendiri, tonus ligamentum yang menyangga, tonus otot-otot panggul. Ligamentum
yang menyangga uterus adalah:
a) Ligamentum
latum
Ligamentum
latum seolah-olah tergantung pada tuba fallopii.
b) Ligamentum
rotundum (teres uteri)
•
Terdiri dari otot polos dan
jaringan ikat.
•
Fungsinya menahan uterus
dalam posisi antefleksi.
c) Ligamentum
infundibulopelvikum
•
Menggantung dinding uterus
ke dinding panggul.
d) Ligamentum
kardinale Machenrod
•
Menghalangi pergerakan
uteruske kanan dan ke kiri.
•
Tempat masuknya pembuluh
darah menuju uterus.
e) Ligamentum
sacro-uterinum
•
Merupakan penebalan dari
ligamentum kardinale Machenrod menuju os.sacrum.
f) Ligamentum
vesiko-uterinum
•
Merupakan jaringan ikat
agak longgar sehingga dapat mengikuti perkembangan uterus saat hamil dan
persalinan.
4)
Tuba
Fallopii
Tuba
fallopii merupakan tubulo-muskuler, dengan panjang 12 cm dan diameternya antara
3 sampai 8 mm. fungsi tubae sangat penting, yaiu untuk menangkap ovum yang di
lepaskan saat ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil
konsepsi, tempat terjadinya konsepsi, dan tempat pertumbuhan dan perkembangan
hasil konsepsi sampai mencapai bentuk blastula yang siap melakukan implantasi.
5)
Ovarium
Merupakan
kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri dan kanan uterus di bawah tuba
uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus.Setiap
bulan sebuah folikel berkembang dan sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira
pertengahan (hari ke-14) siklus menstruasi.Ovulasi adalah pematangan folikel de
graaf dan mengeluarkan ovum.Ketika dilahirkan, wanita memiliki cadangan ovum
sebanyak 100.000 buah di dalam ovariumnya, bila habis menopause. Ovarium yang
disebut juga indung telur, mempunyai 3 fungsi:
a. Memproduksi
ovum
b. Memproduksi
hormone estrogen
c. Memproduksi
progesterone
Memasuki pubertas yaitu
sekitar usia 13-16 tahun dimulai pertumbuhan folikel primordial ovarium yang
mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan hormone terpenting pada
wanita.Pengeluaran hormone ini menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita
seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan rambut
ketiak, dan akhirnya terjadi pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut
menarche.
Awal-awal menstruasi sering tidak teratur karena folikel graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi.Hal ini terjadi karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk menumbuhkan tanda-tanda seks sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung kurang lebih 2-3 hari disertai dengan ovulasi, sebagai kematangan organ reproduksi wanita.
Awal-awal menstruasi sering tidak teratur karena folikel graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi.Hal ini terjadi karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk menumbuhkan tanda-tanda seks sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung kurang lebih 2-3 hari disertai dengan ovulasi, sebagai kematangan organ reproduksi wanita.
Bagian
kata yang terkait system reproduksi wanita
|
Bagian kata
|
Arti
|
|
Cervic/o
|
Cervix
|
|
Colp/o, vagin/o
|
Vagina
|
|
Gynec/o
|
Wanita
|
|
Hyster/o, uter/o
|
Uterus
|
|
Mamm/o. mast/o
|
Payudara
|
|
Men/o
|
Bulan
|
|
Metr/o
|
Jaringan Uterus
|
|
Oophor/o, ovar/o
|
Ovarium
|
|
Salping/o
|
Tuba falopii
|
|
Vulv/o
|
Vulva
|
Istilah terkait dengan
prosedur bedah genitalia wanita
-Colpoplasty (colp/o : vagina, + plasty :
memperbaiki) → bedah plastic pada vagina
- Hysterectomy (hyster/o : uterus) → eksisi /
pengangkatan Rahim
- Laparohysterectomy (lapar/o : dinding abdomen)
→ pengambilan rahim melalui insisi pada dinding perut
Obstetric
Obstetric : cabang ilmu kedokteran spesialis
perawatan wanita selama hamil dan menyusui
Obstetrician → orang yang ahli di bidang
obstetric
|
Ante
partum Post
partum
Untuk mengetahui riwayat kehamilan → G3P3A0 =
gestasi 3x (kehamilan 3x)
Partus 3x (melahirkan 3x)
Abortus 0
|
Bagian kata yang terkait
dengan istilah obstetric
|
Bagian kata
|
Arti
|
|
Amni/o
|
Amnion (membran fetus/ ketuban)
|
|
Fet/o
|
Fetus
|
|
Nat/i
|
Kelahiran
|
|
-para
|
Wanita yang dapat melahirkan
|
|
Extra
|
Diluar
|
|
Gon/o
|
Genital/ reproduksi
|
|
Lapar/o
|
Dinding abdomen
|
|
Rct/o
|
Rectum
|
|
Son/o
|
Suara
|
|
Tox/o
|
Racun
|
|
Tri-
|
Tiga
|
|
Ultra
|
Melebihi atau diatas
|
|
Vesic/o, cyst/o
|
Kanfung kemih
|
D.
Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita
1. Hormon
Reproduksi pada wanita
a)
Hormon FSH yang berfungsi
untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.
b)
Hormon Estrogen yang
berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
c)
Hormon LH yang berfungsi
merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses ematangan sel ovum).
d)
Hormon progesteron yang
berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH
E.
Siklus Menstruasi
Siklus
mnstruasi terbagi menjad 4.wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan akan
mengeluarkan darah dari alat kandungannya.
1.Stadium menstruasi
(Desquamasi), dimana endometrium terlepas dari rahim dan adanya pendarahan
selama 4hari.
2.Staduim prosmenstruum
(regenerasi), dimana terjadi proses terbentuknya endometrium secara bertahap
selama 4hr
3.Stadium intermenstruum
(proliferasi), penebalan endometrium dan kelenjar tumbuhnya lebih cepat.
4.Stadium praemenstruum
(sekresi), perubahan kelenjar dan adanya penimbunan glikogen guna mempersiapkan
endometrium.
F.
Hormon-Hormon Reproduksi
1.
Estrogen
Estrogen
dihasilkan oleh ovarium.Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting
untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri
perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh,
rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan
membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks
dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.
2.
Progesterone
Hormon
ini diproduksi oleh korpus luteum.Progesterone mempertahankan ketebalan
endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot.Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk
hormon HCG.
3.
Gonadotropin Releasing Hormone
GNRH
merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang
pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen
tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar
GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4.
FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua
hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat
rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel.
Dari
folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi
korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
5.
LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi
di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu
perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan
terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus,
LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam
menghasilkan progesteron.Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam
darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1
jam).Kerja sangat cepat dan singkat.
6.
HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai
diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta).
Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar
100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml),
kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi
hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal.Mungkin juga
memiliki fungsi imunologik.Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan
sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
7.
LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi
di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan
sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut
mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada
kehamilan, prolaktin juga.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda.
Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan
sperma, kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia pubertas
Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan
ovum. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche pada usia antara 13-16
tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi
kehamilan yang akan berkembang menjadi janin.
Alat reproduksi pada pria terdiri dari
testis, penis, skrotum, kelenjar prostat, vas deferens, efididimis, dan
vesikula seminalis. Sedangkan pada wanita di bagi menjadi 2 organ, yaitu organ
bagian luar dan organ bagian dalam.
Pada proses reproduksi juga di mulai dari
pelepasan spermatozoa di tumpahkan de dalam vagina, lalu melalui uterus dan
masuk ke dalam tuba uterina kemudian spermatozoa di seleksi sampai hanya 1 yang
terpilih. Penggabungan ke dua sel di lakukan spermatozoa dengan menembus ovum.
Ovum yang telah di buahi kemudian berjalan ke uterus. Di uterus menghancurkan
endometrium dan membenamkan diri. Dan kehamilan pun berlangsung.
B.
Saran
Pengetahuan
mengenai seks & seksualitas hendaknya dimiliki oleh semua orang. Dengan
pengetahuan yang dimiliki diharapkan orang tersebut akan dapat menjaga alat
reproduksinya untuk tidak digunakan secar bebas tanpa mengatahui dampaknya, Pengetahuan
yang diberikan harus mudah dipahami, tepat sasaran, dan tidak menyesatkan.
Dengan demikian orang tersebut akan dapat menghadapi rangsangan dari luar
dengan cara yang sehat, matang dan bertanggung jawab.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Buku Modul
Spesialte & Terminologi Kesehatan
·
http://purdawansaska.blogspot.co.id/2016/04/makalah-sistem-reproduksi-pada-manusia.html
Komentar
Posting Komentar