MAKALAH GANGGUAN KEHAMILAN INFERTIL
MAKALAH
GANGGUAN
KEHAMILAN INFERTIL

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK
10
TINGKAT
II REGULER 2
1. OKTO YURISMAN (1714401053)
2. KEMALA JAUHARI (1714401055)
3. MELDY AJI SAPUTRA
(1714401057)
4. FERDARA RANTIKA A.N (1714401081)
5. MILATI (1714401076)
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNG KARANG
DIII
KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
TINGKAT
II REGULER II
TA
2018/2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis
ucapkan kehadirat tuhan yang maha esa, atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang
telah dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ GANGGUAN
KEHAMILAN INFERTIL”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Keperawatan
Maternitas.
.Dalam penyusunan
makalah ini tentunya tidak lepas dari adanya bantuan dari pihak tertentu, oleh
karena itu kami tidak lupa mengucapkan banyak trimakasih kepada dosen
pembimbing yang telah membantu kami menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya serta jauh dari kesempurnaan.Oleh
karena itu, harapan kami agar tulisan ini dapat diterima dan dapat berguna bagi
semua pihak.Untuk itu kami mengharapkan adanya kritikan saran yang membangun
dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bandar
Lampung,1 Maret 2019
Penulis
DAFTARISI
HALAMAN
JUDUL................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................. ii
DAFTAR
ISI …………………………………………………………….. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Infertil.................................................................................. 3
2.2 Faktor Penyebab Infetilitas...................................................... 4
2.3 Penyakit Penyebab Infertilitas............................................................... 8
2.4 Pengobatan Infertilitas........................................................................... 10
2.5 Pencegahan Infertilitas...........................................................................
11
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................ 12
3.2 Saran...................................................................................................... 13
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan
hasil sensus penduduk tahun 2000 pasangan suami istri di Indonesia sekitar 12%
atau sekitar 3 juta pasangan mengalami infertil. Dan baru sekitar 50% dari
pasangan tersebut yang berhasil ditolong untuk menangani masalah infertil dan
selebihnya harus mengadopsi atau hidup tanpa seorang anak.
Infertilitas
merupakan suatu permasalahan yang cukup lama dalam dunia kedokteran.Namun
sampai saat ini ilmu kedokteran baru berhasil menolong ± 50% pasangan
infertililitas untuk memperoleh anak. Di masyarakat kadang infertilitas di
salah artikan sebagai ketidak mampuan mutlak untuk memiliki anak atau
”kemandulan” pada kenyataannya dibidang reproduksi, infertilitas diartikan
sebagai kekurangmampuan pasangan untuk menghasilkan keturunan, jadi bukanlah
ketidak mampuan mutlak untuk memiliki keturunan.
Menurut
catatan WHO, diketahui penyebab infertilitas pada perempuan di antaranya,
adalah: faktor Tuba fallopii (saluran telur) 36%, gangguan ovulasi 33%, endometriosis
30%, dan hal lain yang tidak diketahui sekitar 26%.Hal ini berarti sebagian
besar masalah infertilitas pada perempuan disebabkan oleh gangguan pada organ
reproduksi atau karena gangguan proses ovulasi.
Infertilitas masih menjadi masalah
sebagian pasangan suami istri, hal ini dikarenakan kemungkinan untuk
mendapatkan seorang anak masih kecil.Di Indonesia masih langka sekali dokter
yang berminat dalam ilmu infertilitas.Faktor kurangnya pengetahuan tentang
kesuburan dan infertil juga menjadi faktor penyebab masih tingginya angka
infertilitas.Selain itu, faktor-faktor seperti kesehatan lingkungan, gizi, dan
status ekonomi juga menjadi faktor yang mempengaruhi.Oleh karena itulah kami
mengangkat tema kesehatan reproduksi dengan judul infertilitas dalam judul
makalah ini.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa itu infertilitas dan faktor apa saja
yang mempengaruhi terjadinya infertilitas?
2. Penyakit apa saja yang
menyebabkan terjadinya infertilitas?
3. Pengobatan apa yang dapat
menyembuhkan infertilitas?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Menambah
wawasan dan pengetahuan mengenai infertilitas.
2. Mengetahui
penyebab dan penanggulangan infertilitas.
3. Mengetahui
penyakit yang dapat menyebabkan infertilitas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Infertil
Infertilitas atau ketidaksuburan adalah suatu kondisi di mana pasangan
suami istri belum mampu memiliki
anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali seminggu dalam
kurun waktu 1 tahun dengan tanpa menggunakanalat kontrasepsi dalam bentuk
apapun.
Secara medis infertilitas
di bagi atas 2 yaitu :
1.
Infertilitas primer berarti pasangan suami
istri belum mampu dan belum pernah memiliki anak setelah 1 tahun berhubungan
seksual sebanyak 2-3 kali per minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam
bentuk apapun.
2.
Infertilitas sekunder berarti pasangan suami
istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya, tetapi saat ini belum mampu
memiliki anak lagi setelah 1 tahun berhubungan seksual sebanyak 2-3 kali per
minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalamn bentuk apapun.
Sebanyak 60%-70% pasangan yang telah
menikah akan memiliki anak pada tahun pertama pernikahan mereka. Sebanyak 20%
akan memiliki anak pada tahun ke-2 dari usia pernikahan. Sebanyak 10-20%
sisanya akan memiliki anak pada tahun ke-3 atau lebih atau tidak akan pernah
memiliki anak (Djuwantono,2008).
Walaupun
pasangan suami-istri dianggap infertile, bukan tidak mungkin kondisi infertile
sesungguhnya hanya dialami oleh sang suami atau sang istri. Hal tersebut dapat
dipahami karena proses pembuahan yang berujung pada kehamilan dan lahirnya
seorang manusia baru merupakan kerjasama antara suami dan istri. Kerjasama
tersebut mengandung arti bahwa dua factor yang harus dipenuhi adalah: (1) suami
memiliki sistem dan fungsi reproduksi yang sehat sehingga mampu menghasilkan
dan menyalurkan sel kelami pria (spermatozoa) ke dalam organ reproduksi istri
dan (2) istri memiliki sistem dan fungsi reproduksi yang sehat sehingga mampu
menghasilkan sel kelamin wanita (sel telur atau ovum) yang dapat dibuahi oleh
spermatozoa dan memiliki rahim yang dapat menjadi tempat perkembangan janin,
embrio, hingga bayi berusia cukup bulan dan dilahirkan. Apabila salah satu dari
dua factor yang telah disebutkan tersebut tidak dimiliki oleh pasangan
suami-istri, pasangan tersebut tidak akan mampu memiliki anak.
Berdasarkan
hal yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pasangan
suami-istri dianggap infertile apabila memenuhi syarat-syarat berikut
(Djuwantono,2008)
a.
Pasangan tersebut berkeinginan untuk memiliki
anak
b.
Selama 1 tahun atau lebih berhubungan seks,
istri belum mendapatkan kehamilan.
c.
Frekuensi hubungan seks minimal 2-3 kali
dalam setiap minggunya
d.
Istri maupun suami tidak pernah menggunakan
alat atau metode kontrasepsi, baik kondom, obat-obatan, dan alat lain yang
berfungsi untuk mencegah kehamilan.
Hal-hal
yang paling penting dalam berhasil atau tidaknya pengobatan infertilitas antara
lain (Permadi,2008)
a.
Ketepatan diagnosis penyebab infertilitas
b.
Kondisi penyakit yang menjadi penyebab
infertilitas
c.
Usia pasien
d.
Ketepatan metode pengobatan
e.
Kepatuhan pasien dalam berobat
2.2 Faktor
Penyebab Infertilitas
Faktor-faktor
yang mempengaruhi infertilitas, antara lain:
1. Umur
Kemampuan reproduksi wanita menurun
drastis setelah umur 35 tahun.Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin
sedikit.Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan
optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil.Fase ini dimulai setelah fase
pubertas sampai sebelum fase menopause.
Fase pubertas wanita adalah fase di
saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang ditandai dengan haid untuk pertama
kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder, yaitu
membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, dan timbunan
lemak di pinggul.Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun.Adapun fase
menopause adalah fase di saat haid berhenti.Fase menopause terjadi pada umur
45-55 tahun.
Pada fase reproduksi, wanita memiliki
400 sel telur.Semenjak wanita mengalami menarche sampai menopause, wanita
mengalami menstruasi secara periodik yaitu pelepasan satu sel telur.Jadi,
wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali.Pada umur 35 tahun
simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan keseimbangan hormon
sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis.Kualitas sel telur
yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat.Sampai pada akhirnya
kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak menstruasi lagi
alias tidak dapat hamil lagi.Pemeriksaan cadangan sel telur dapat dilakukan
dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3.
2. Lama infertilitas
Berdasarkan laporan klinik fertilitas di
Surabaya, lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat.
Terlambat dalam artian umur makin tua, penyakit pada organ reproduksi yang
makin parah, dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan
tersebut.
3. Stress
Stres memicu pengeluaran hormon
kortisol yang mempengaruhi pengaturan hormon reproduksi.
4. Lingkungan
Paparan terhadap racun seperti lem,
bahan pelarut organik yang mudah menguap, silikon, pestisida, obat-obatan
(misalnya: obat pelangsing), dan obat rekreasional (rokok, kafein, dan alkohol)
dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Kafein terkandung dalam kopi dan teh.
5. Hubungan Seksual
Penyebab infertilitas ditinjau dari segi
hubungan seksual meliputi: frekuensi, posisi, dan melakukannya tidak pada masa
subur.
6. Frekuensi
Hubungan intim (disebut koitus) atau
onani (disebut masturbasi) yang dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah
dan kepadatan sperma. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu
sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang.
7. Posisi
Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan
seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu,
terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke
vagina sehingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur
yang “menunggu” di saluran telur wanita. Penetrasi terjadi bila penis tegang
(ereksi).
Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut
impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan
dengan cara posisi pria di atas, wanita di bawah. Sebagai tambahan, di bawah
pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Dianjurkan, setelah
wanita menerima sperma, wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan
memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel
telur.
8. Masa Subur
Marak di tengah masyarakat bahwa supaya
bisa hamil, saat berhubungan seksual wanita harus orgasme.Pernyataan itu
keliru, karena kehamilan terjadi bila sel telur dan sperma bertemu.Hal yang
juga perlu diingat adalah bahwa sel telur tidak dilepaskan karena orgasme.Satu
sel telur dilepaskan oleh indung telur dalam setiap menstruasi, yaitu 14 hari
sebelum menstruasi berikutnya.Peristiwa itu disebut ovulasi.Sel telur kemudian
menunggu sperma di saluran telur (tuba falopi) selama kurang-lebih 48 jam.Masa
tersebut disebut masa subur.
9. Kondisi Reproduksi Wanita
Kelainan terbanyak pada organ
reproduksi wanita penyebab infertilitas adalah endometriosis
dan infeksi panggul, sedangkan kelainan lainnya yang lebih jarang kejadiannya
adalah mioma uteri, polip, kista, dan saluran telur tersumbat (bisa satu
atau dua yang tersumbat.) gangguan pada wanita
a.
Masalah vagina
Masalah vagina yang dapat menghambat
penyampaian adalah adanya sumbatan atau
peradangan. Sumbatan psikogen disebut vaginismus atau disparenia,
sedangkan sumbatan anatomik dapat karena bawaan atau perolehan.
b.
Masalah serviks
Masalah serviks yang berpotensi
mengakibatkan vertilitas adalah terdapat berbagai kelainan anatomi serviks yang
berperan seperti terjadi cacat bawaan (atresia), polip serviks, stenosis akibat
trauma, peradangan dan sineksia.
c.
Masalah uterus
Masalah penyebab infertilitas yang dapat
terjadi di uterus adalah distorsia kavum uteri karena sineksia, mioma atau
polip, peradangan endometrium, dan gangguan kontraksiuterus.
10.
Kondisi Reproduksi pria
Sperma
berasal dari kata spermatozoa, yaitu sel kelamin jantan yang memiliki bulu
cambuk.Bentuk sperma mirip kecebong.Sperma dihasilkan oleh testis.Cairan
nutrisi sperma berupa cairan putih, kental, dan berbau khas yang disebut semen.
Proses pengeluaran semen dan sperma disebut ejakulasi, sehingga cairannya
disebut juga dengan cairan ejakulat.Sperma membawa sifat dari bapak, yang
nantinya akan bertemu dengan sel telur yang membawa sifat dari ibu. Oleh karena
itu, kualitas sperma dan sel telur yang baik menjadi factor penting dalam
kehamilan.Gangguan yang terjadi pada pria.
a.
Gangguan di daerah sebelum testis
(pretesticular)
Gangguan biasanya terjadi pada bagian
otak, yaitu hipofisis yang bertugas
hormon FSH dan LH.Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam
menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat
terganggu.Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon.
b.
Gangguan didaerah testis (testicular)
Kerja testis dapat terganggu bila
terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau uga terjadi, selama pubertas
testis tidak berkemban dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu.
c.
Gangguan di daerah setelah testis
(posttesticular)
Gangguan
terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar,
biasanya karena salurannya buntu.Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak
lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)
2.3
Penyakit Penyebab Infertilitas
1.
Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan
endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan
endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosisbisa terletak di
lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut jugaadenomyosis,
atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam
rongga perut.Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada
daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta tentu saja
infertilitas.
2.
Infeksi Panggul
Infeksi
panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian
atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding
dalam panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke
bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat
berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi
panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat,
pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim,
misalnya: spiral).
3.
Mioma
Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak)
atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim.Tergantung dari lokasinya,
mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam
rahim.Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma
uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium).Mioma uteribiasanya
tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat
menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.
4.
Polip
Polip
adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan
olehmioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim.Polip
dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur
dan lingkunganuterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.
5.
Saluran Telur yang
Tersumbat
Saluran
telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur
sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan.Pemeriksaan yang
dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG
(Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk
melihat rahim dan saluran telur.
6.
Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat
mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan
proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan
ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik.Gangguan ovulasi biasanya
direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara
26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila
haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau
memeriksakan diri ke dokter.
2.4
Pengobatan Infertilitas
1.
Pemberian antibiotic
Pemberian antibiotik diberikan pada pria
yang memiliki gangguan infeksi traktus genitalis yang menyumbat vas deferens
atau merusak jaringan testis.
2.
Pembedahan
Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada pasien mioma dan tuba yang
Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada pasien mioma dan tuba yang
tersumbat.Tindakan
pembedahan ini akan meninggalkan parut yang dapat meyumbat atau menekuk tuba
sehingga akhirnya memerlukan pembedahan untuk mengatasinya.
3.
Terapi
Terapi
dapat dilakukan pada penderita endometriosis. Terapi endometriosis terdiri dari menunggu sampai terjadi kehamila
sendiri, pengobatan hormonal,atau pembedahan konservatif.
4.
Tindakan pembedahan/operasi Varikokel.
Tindakan
yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan
pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Suatu penelitian dengan
pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 % penderita berupa
peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 % pada
kelompok yang tidak dioperasi.
5.
Memberikan suplemen vitamin
Infertilitas
yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20
% penderita.Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam obat, yang dari
pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma.Usaha menemukan
penyebab di tingkat kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya
menjadi titik harapan di masa datang.
6.
Tindakan operasi pada penyumbatan di saluran
sperma
Bila
sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya.
Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi sperma
di buah zakar.
7.
Menghentikan obat-obatan yang diduga
menyebabkan gangguan sperma.
2.5.
Pencegahan Infertilitas
Beberapa hal yang dapat
dilakukan adalah :
1.
Mengobati infeksi di organ ada berbagai jenis
infeksi diketahui menyebabkan infertilitas seperti infeksi prostat, testis /
buah zakar, maupun saluran
sperma.
2.
Menghindari rokok karena rokok mengandung
zat-zat yang dapat meracuni pertumbuhan, jumlah dan kualitas sperma.
3.
Menghindari alcohol dan zat adiktif.
4.
Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan
dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu
pertumbuhan sperma. Ganja /mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab
gangguan pertumbuhan sperma.
5.
Hindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma,
sepreti obat darah tinggi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Infertilitas adalah suatu kondisi
dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan
hubungan seksual sebanyak 2-3kali dalam seminggu dalam kurun waktu 1 tahun
tanpa menggunakan kontrasepsi.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
pasangan suami istri dianggap infertil apabila memenuhi syarat:
1.
Pasangan suami istri berkeinginan untuk
memiliki anak.
2.
Selama 1 tahun atau lebih berhubungan seks,
istri belum mendapat kehamilan.
3.
Frekuensi hubungan seks minimal 2-3 kali
dalam setiap minggunya.
4.
Istri maupun suami tidak pernah menggunakan
alat atau metode kontrasepsi, baik kondom, obat-obatan, dan alat lain yang
berfungsi untuk mencegah kehamilan.
1.4
Saran
1.
Kepada para pasangan usia subur hendaknya memeriksakan
secara rutin alat reproduksinya agar jika terjadi masalah dapat dideteksi
dengan cepat.
2.
Kepada tenaga kesehatan hendaknya mampu
memberikan konselin tentang kesehatan reproduksi kepada pasanagan usia subur
(PUS).
DAFTAR
PUSTAKA
Djuwantoro,Tono.dkk.2008.Hanya
7 hari Memahami Infertilitas.Bandung: Refika Aditama
Ginekologi , hal 226-233. Fakultas Kedokteran
UNPAD.
Wiknjosastro,
Hanifa.2008.Ilmu Kandungan.Jakarta: PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Komentar
Posting Komentar