MAKALAH DASAR-DASAR MANAJEMEN
MAKALAH DASAR-DASAR MANAJEMEN

DISUSUN OLEH :
RATNA FATMAWATI
1648401041
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN DIII FARMASI
T.A
2017/2018
![]() |
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulilah, kiranya tiada kata yang dapat diucapkan kecuali puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melindungi, mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Dasar-dasar Menajemen” dapat diselesaikan dengan lancar.
Oleh
karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan hormat setinggi-tingginya
dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, sehingga saran dan kritik yang
bersifat membangun sangat diharapkan penulis untuk menyempurnakan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini
bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan dapat digunakan sebagai bahan
kajian untuk masalah-masalah sejenis.
Bandar Lampung, 3 Maret
2018
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL................................................................................................. i
KATA
PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR
ISI............................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 1
C. Tujuan...................................................................................................... 2
D. Metode Penulisan..................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Manajemen menurut beberapa Ahli...................................... 3
B.
Sejarah
Manajemen.................................................................................. 4
C.
Prinsip-prinsip
Manajemen...................................................................... 9
D.
Peran
Manajemen..................................................................................... 10
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................................. 11
B.
Saran........................................................................................................ 11
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Hampir
semua orang dalam melakukan segala kegiatan dan aktivitasnya dapat dipastikan
selalu menggunakan manajemen. Manajemen dibutuhkan oleh semua orang,semua macam
kegiatan dan semua tipe organisasi. Dalam kenyataannya, manajemen dibutuhkan
dimana saja orang-orang bekerjasama dalam organisasi untuk mencapai tujuan
bersama. Beberapa macam organisasi antara lain organisasi
sekolah,perkumpulan kesenian, perkumpulan olahraga ataupun organisasi
perusahaan. Manajemen dibutukan semua orang karena memiliki tujuan yang hendak
dicapai baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi dan dapat mencapai
efisiensi dan efektivitas.
Ilmu
manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian?
Karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas
dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Manajemen
pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam
mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang
diharapkan tersebut, akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang
terbatas baik pengetahuan, teknologi, skill maupun waktu yang dimiliki itu
dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya, wewenang dan tanggung jawabnya
kepada orang lain sehingga secara sinergis membentuk kerjasama yang baik.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
Pengertian Manajemen menurut beberapa Ahli?
2. Bagaimana
Sejarah Manajemen?
3. Apa
Prinsip-prinsip Manajemen?
4. Apa
Peran Manajemen?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui berbagai bidang di kehidupan
2. Untuk
mendapat ilmu dan wacana baru
D. Metode
Penulisan
Metode penulisan dalam makalah ini berupa rangkuman dari pembahasan yaitu
diantaranya:
a. Pengertian
manajemen merupakan suatu seni, ilmu dan proses dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya,
pengorganisasian, seperti perencanaan, penyusunan personalia dan pengawasan dengan memanfaatkan
sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Ilmu
manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dengan dibuktikan dengan
adanya piramida di mesir yang dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20
tahun.
c. Prinsip-prinsip
manajemen diantaranya Pembagian kerja yang berimbang, pemberian kewenangan
, disiplin,kesatuan perintah dan kesatuan arah.
d. Peran
manajemen yang menurut Henry Mintzberg adalah peran Interpersonal,
peran Informational, dan peran Decisional.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen
menurut beberapa Ahli
Kata
manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang
berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu
digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan
kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan
manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi
manajemen atau pengelolaan.
Menurut
G.R. Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud yang nyata.
Menurut
Ricky W. Griffin, manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
Menurut
Drs. Oey Liang Lee, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut
William H. Newman, manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh
hasil tertentu melalui orang lain.
Menurut
Renville Siagian, manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergerak dalam
bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli terlatih serta
berpengalaman.
Berdasarkan
penjelasan pengertian manajemen diatas, dapat disimpulkanbahwa Pengertian
Manajemen adalah suatu seni, ilmu dan proses dalam melaksanakan
aktivitas-aktivitasnya, pengorganisasian, seperti
perencanaan, penyusunan personalia dan pengawasan dengan memanfaatkan
sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B.
Sejarah Manajemen
Banyak
kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen, namun diketahui bahwa
ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan
dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari
100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika
tidak ada seseorang tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu yang
merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan
bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian
tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida
di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya
seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja,
dan mengontrol pembangunannya. Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen
dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia
sosial, dan era moderen.
1.
Pemikiran awal manajemen
Sebelum
abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa
pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi
klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan
ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of
labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan
berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith
mengatakan bahwa dengan sepuluh orang masing-masing melakukan pekerjaan khusus
perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari.
Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian
pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti
sehari.
Peristiwa
penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi
Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin,
menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi
dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut
"pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika
itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan,
memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan,
mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai
dikembangkan oleh para ahli.
2. Era
manajemen ilmiah
Era ini ditandai dengan berkembangan
perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne,
Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson.
Manajemen ilmiah dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya,
Principles of Scientific Management, pada tahun 1911. Taylor mendeskripsikan
manajemen ilmiah sebagai "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara
terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti
Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori
manajemen moderen.
Perkembangan manajemen
ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru dari Henry Gantt dan
keluarga Gilberth. Henry Gantt. yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale
Steel Compan, menggagas ide bahwa seharusnya seorang mandor mampu memberi
pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan
kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang
disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol
pekerjaan. Sementara itu, pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth
berhasil menciptakan micromotion, sebuah alat yang dapat mencatat setiap
gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk
melakukan setiap gerakan tersebut. Alat ini digunakan untuk menciptakan sistem
produksi yang lebih efesien.
Era ini juga ditandai
dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang seharusnya
dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang
baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henri Fayol
mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi,
memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai
digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan
tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga
mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi
inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan penting lainnya
datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe
ideal organisasi yang disebut sebagaibirokrasi bentuk organisasi yang dicirikan
oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan
ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber
menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam
realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya
sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan
dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi
banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan selanjutnya
terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi,
yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset
operasi, sering dikenal dengan "manajemen sains", mencoba pendekatan
sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik
dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker sering disebut sebagai Bapak
Ilmu Manajemen menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen
terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini
muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan
penelitian tentang organisasi.
3. Era
manusia social
Era manusia sosial ditandai
dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen
di akhir era manajemen sains. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas
sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah
serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone
dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western
Electric Company Works di Cicero, Illenois.. Kajian ini awalnya bertujuan
mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap
produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif
seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit
pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok,
penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan
bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku
kerja individu.
Kontribusi lainnya datang
dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di
bidang filosofi dan ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku
berjudul Creative Experience pada tahun 1924.Follet mengajukan suatu filosifi
bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa
kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah
untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan
individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi
harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian,
manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan
lawan.
Pada tahun 1938, Chester
Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang
menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain
memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi,
Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien". Menurut Barnard,
efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh
mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal
sebagai sistem terpadu yang menjadikan kerjasama, tujuan bersama, dan
komunikasi sebagai elemen universal, sementara itu pada organisasi informal,
komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan.
Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" yang didasarkan
pada gagasan bahwa atasan hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima
otoritasnya.
4. Era
modern
Era moderen ditandai dengan
hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management TQM) di abad
ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di
antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904). Deming,
orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming
berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari
kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan
kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat
bila kualitas dapat ditingkatkan,
1)
Biaya akan berkurang karena
berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan
pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material
2)
Produktivitas meningkat
3)
Pasar meningkat karena
peningkatan kualitas dan penurunan harga
4)
Profitabilitas perusahaan
meningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis
5)
Jumlah pekerjaan
meningkat.
C.
Prinsip-prinsip Manajemen
Prinsip
manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak
boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan
agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes,
yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Prinsip-prinsip manajemen
terdiri atas :
1.
Pembagian kerja yang
berimbang.
Dalam
membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer
hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban
kerja yang berimbang.
2.
Pemberian kewenangan
Pemberian
kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja
atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya
dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3.
Disiplin
Disiplin
adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai
dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan
rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4.
Kesatuan perintah
Setiap
karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari
seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari
beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja
tersebut.
5.
Kesatuan arah
Kegiatan
hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung
serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan
satu pimpinan).
D.
Peran Manajemen
Peran manajemen yang
menurut Henry Mintzberg adalah
1.
Peran Interpersonal : peran
hubungan personal dapat terdiri dari :
a. Figur
kepala (figur head) : Manajer mewakili organisasi untuk kegiatan-kegiatan
diluar organisasi.
b. Pemimpin
(leader) : Manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung
bawahan-bawahannya.
c. Penghubung
(liaison): Manajer menghubungkan personal-personal di semua tingkatan manajemen.
2.
Peran Informational : Peran
dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima
informasi yang paling mutakhir dan sebagai penyebar (disseminator) informasi
keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer
sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang
informasi yang dimilikinya.
3.
Peran Decisional : Yang
dilakukan oleh manajer adalah sebagai enterprenuer, sebagai orang yang
menangani gangguan, sebagai orang yang mengalokasikan sumber-sumber daya
organisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa :
1.
Manajemen
merupakan sebuah sumber yang dipergunakan oleh semua orang untuk mencapai
tujuan yang efisien dan efektif.
2.
Ilmu manajemen sudah ada
sejak ribuan tahun yang lalu dibuktikan dengan adanya seperti bangunan
piramida.
3.
Prinsip-prinsip dalam
manajemen ditujukan untuk menyederhanakan pekerjaan manajemen.
B.
Saran
Adapun
Saran penulis sehubungan dengan bahasan makalah ini, untuk
mencapai tujuan manajemen yang efektif dan efisien sebaiknya perlu menerapkan
prinsip-prinsip dan peran yang terdapat dalam manajemen.
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan, Malayu S.P. 2011. Manajemen
Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT Bumi Askara.
Indriyo Gitosudarmo. 1996, Prinsip
Dasar Manajemen Edisi 3. Yogyakarta: Penerbit BPFE UGM.
Siswanto.2005.Pengantar Manajemen.Jakarta:
Penerbit Bumi Aksara
Siswanto, H.B.2011. .Pengantar
Manajemen. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
T. Hani Handoko.
1995. Manajemen. Edisi kedua. Yogyakarta: Penerbit BPFE UGM
![]() |


Komentar
Posting Komentar