MAKALAH CPITN ATAU COMMUNITY PERIODONTAL INDEX FOR TREATMENT NEEDS
CPITN ATAU COMMUNITY PERIODONTAL INDEX FOR TREATMENT NEEDS

DISUSUN OLEH:
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN
RPL KEPERAWATAN GIGI
TAHUN
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang
berjudul “CPITN atau
Community Periodontal Index for Treatment Needs” selesai dengan tepat waktu.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca.
Bandar Lampung, Juni 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang..................................................................................... 1
B.
Tujuan
Pengukuran atau Pemeriksaan CPITN .................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
CPITN................................................................................ 3
B.
Tujuan
Pengukuran atau Pemeriksaan CPITN adalah ........................ 3
C.
Pemeriksaan
CPITN ini menggunakan 6 sektan yaitu ........................ 3
D.
Dalam
pemeriksaan CPITN perlu diperhatikan .................................. 4
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit
periodontal adalah penyakit yang mengenai jaringan pendukung gigi, yaitu
gingiva/gusi serta jaringan periodontal, yaitu jaringan yang menghubungkan
antara gigi dan tulang penyangga gigi yaitu tulang alveolar. Penyakit
periodontal merupakan salah satu penyakit yang sangat meluas dalam kehidupan
manusia, sehingga kebanyakan masyarakat menerima keadaan ini sebagai sesuatu
yang tidak terhindari. Namun studi etiologi, pencegahan dan perawatan penyakit
periodontal menunjukkan bahwa penyakit ini dapat dicegah. Penyakit yang paling
sering mengenai jaringan periodontal adalah gingivitis dan periodontitis.
Gingivitis
adalah peradangan pada gusi yang disebabkan bakteri dengan tanda-tanda klinis
perubahan warna lebih merah dari normal, gusi bengkak dan berdarah pada tekanan
ringan. Penderita biasanya tidak merasa sakit pada gusi. Gingivitis bersifat reversible yaitu
jaringan gusi dapat kembali normal apabila dilakukan pembersihan plak dengan
sikat gigi secara teratur. Periodontitis menunjukkan peradangan yang sudah
mengenai jaringan pendukung gigi yang lebih dalam. Penyakit ini bersifat
progresif, biasanya dijumpai antara usia 30-40 tahun dan bersifat irreversible/tidak
dapat kembali normal seperti semula, yaitu apabila tidak dirawat dapat
menyebabkan kehilangan gigi dan bila gigi tersebut sampai hilang/tanggal
berarti terjadi kegagalan dalam mempertahankan keberadaan gigi di dalam rongga
mulut seumur hidup.
Porphyromonas Gingivalis merupakan bakteri coccobacillus gram
negatif anaerob obligat di rongga mulut yang dikaitkan dengan kerusakan
jaringan periodontal pada manusia. Porphyromonas Gingivalis hampir
selalu ditemukan di daerah subgigiva dan persisten dalam reservoir pada
permukaan mukosa seperti pada lidah dan tonsila, namunPorphyromonas
Gingivalis jarang ditemukan dalam plak manusia yang sehat. Seperti
telah disebutkan diatas, kerusakan jaringan secara langsung dapat diakibatkan
oleh infeksi bakteri P.gingivalis melalui produk-produk
bakterimaupun secara tidak langsung.
Menjaga oral hygiene/kebersihan mulut merupakan obat pencegah yang
paling efektif yaitu melalui pembersihan dan eliminasi faktor lokal seperti
plak dengan gosok gigi dan dengan scalling untuk meghilangkan
kalkulus/karang gigi. Kalkulus merupakan deposit keras yang berasal dari plak
yang mengalami kalsifikasi biasanya terdapat di servikal/leher gigi dan dapat
menjadi iritan kronis terhadap gusi sehingga mengakibatkan peradangan.
Disamping itu pencegahan penyakit periodontal dapat dilakukan dengan
menghilangkan kebiasaan buruk sepertibruxism/kerot, bernapas melalui
mulut serta mengkoreksi kondisi gigi yang mengalami trauma oklusal karena
malposisi, yaitu posisi gigi yang salah maupun gigi yang terpendam.
B. Tujuan Pengukuran atau Pemeriksaan CPITN adalah :
1.
Mendapatkan data tentang status periodontal
masyarakat.
2.
Merencanakan program penyuluhan.
3.
Menentukan kebutuhan perawatan
(jenis tindakan, beban kerja, kebutuhan tenaga).
4.
Memantau kemajuan kondisi
periodontal individu.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian CPITN
Pengertian CPITN atau
Community Periodontal Index for Treatment Needs adalah indeks
resmi yang digunakan oleh WHO untuk mengukur kondisi jaringan periodontal serta
perkiraan akan kebutuhan perawatannya dengan menggunakan sonde khusus yaitu WHO
Periodontal Examining Probe.
Sonde khusus yang
dipergunakan untuk pemeriksaan CPITN ini memiliki bentuk ujung bulat
dengan diameter 0,5 mm, dengan kode warna 3,5 sampai 5,5 mm.
B. Tujuan Pengukuran atau Pemeriksaan CPITN adalah :
1.
Mendapatkan data tentang status periodontal
masyarakat.
2.
Merencanakan program penyuluhan.
3.
Menentukan kebutuhan perawatan
(jenis tindakan, beban kerja, kebutuhan tenaga).
4.
Memantau kemajuan kondisi
periodontal individu.
C. Pemeriksaan CPITN ini menggunakan 6 sektan yaitu :
1.
Sektan kanan atas : elemen gigi 1.7,
1.6, 1.5, 1.4 (sektan 1)
3.
Sektan kiri atas : elemen gigi 2.4,
2.5, 2.6, 2.7 (sektan 3)
4.
sektan kiri bawah : elemen gigi 3.7,
3.6. 3.5, 3.4 (sektan 4)
5.
Sektan anterior bawah : elemen gigi
3.3, 3.2, 3.1, 4.1, 4.2, 4 (sektan 5)
6.
Sektan kanan bawah : elemen gigi
4.4, 4.5, 4.6, 4.7 (sektan 6)
Gigi Index CPITN terbagi dan tergantung atas tiga kelompok
umur yaitu :
1.
Umur 20 tahun atau lebih
2.
Umur 16 tahun sampai 19 tahun
3.
Umur kurang dari 15 tahun
D. Dalam pemeriksaan CPITN perlu diperhatikan
1.
Apabila salah satu gigi geraham atau
molar dan juga gigi seri atau incisivus tidak ada, tidak diperlukan penggantian
gigi.
2.
Apabila dalam satu sektan tidak
terdapat gigi index maka gigi dalam sektan tersebut diperiksa semuanya dan yang
diambil adalah gigi dengan skor tertinggi.
3.
Umur 19 tahun kebawah tidak
dilakukan pemeriksaan Molar Kedua (M2) untuk menghindari false pocket.
4.
Umur 15 tahun kebawah, pencatatan
hanya dilakukan bila ada perdarahan daerah gusi dan karang gigi saja.
5.
Jika gigi index dan penggantinya
tidak ada maka sektan diberi tanda X.
Lebih gampangnya, tentang kelompok umur, gigi indax dan
skornya adalah sebagai berikut :
1.
Umur 20 tahun atau lebih, gigi index
yang diperiksa adalah 1.7, 1.6, 1.1, 2.1, 2.6, 2.7, 3.7, 3.6, 3.1, 4.1, 4.6,
4.7, dengan skor 0, 1, 2, 3, 4.
2.
Umur 16 tahun sampai 19 tahun, gigi
index yang diperiksa adalah 1.6, 1.1, 2.6, 3.6, 3.1, 4.6, dengan skor 0, 1, 2,
3, 4.
3.
Umur kurang dari 15 tahun, gigi
index yang diperiksa adalah sama dengan 16-19 tahun, dengan skor 0,1, 2.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang adekuat bagi komunitas tertentu, seringkali
perlu ditentukan kebutuhan perawatan. CPITN terbukti merupakan sistem yang
paling sering digunakan untuk tujuan ini dan menggunakan metode berikut:
Sistem pemberian skor (menggunakan probe)
0 : tidak ada poket atau pendarahan
gingiva pada saat penyondean
1 : perdarahan gingiva pada saat
penyondean
2 : kalkulus supra- sub gingiva
4
: Poket sedalam 3,5-5,5 mm
4 : poket > 6 mm
Rencana perawatan
Rencana perawatan ditentukan dengan
berlandasakan pada:
0
: tidak perlu
1
: Perawatan di rumah
2 dan 3 : skeling dan perbaikan perarawatan
gigi di rumah
4
: memerukan perawatan rumit, (skeling operasi dan perawatan di rumah)(Wahyukundari,
2008).
DAFTAR PUSTAKA
Bathla, Shalu. 2012. Periodontics
Revisited. JP Medical Ltd.
Carranza FA, 2006.
Newman MG, Takei HH, &Klokkevold PR: Clinical Periodontology, 101"
ed., W.B. Saunders Company, Philadelphia.
Chandra. 2004. Textbook of
Dental and Oral Histology and Embryology. Jaypee Brothers Publishers.
Komentar
Posting Komentar