ISI ANATOMI FISIOLOGI sistem kardio
MAKALAH
EPIDEMIOLOGI

DISUSUN
OLEH :
NANDA
FITRIA NINGSIH
NIM.1713451063
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN
KEPERAWATAN
TAHUN
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul MAKALAH EPIDEMILOGI.
Kami
meyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan
makalah ini.
Demikian
yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Banadar
Lampung, Februari 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
1.1.
Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah................................................................................... 2
1.3. Tujuan..................................................................................................... 2
2.1 Pengertian Epidemiologi......................................................................... 3
2.2 Tujuan
Epidemiologi................................................................................ 4
2.3 Kegunaan Epidemiologi........................................................................... 5
2.7 Epidemiologi Deskriptif ......................................................................... 13
2.8 Studi Epidemiologi Analitik ................................................................... 23
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 32
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang
berulang. Istilah kardiak
berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang
berperan dalam sistem peredaran darah.
Jantung memiliki bentuk jantung
cenderung berkerucut tumpul. Jantung pada tubuh manusia menempati diantara
kedua paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga toraks.Sebuah jantung
memiliki 4 buah ruang berongga. Ukuran jantung sendiri kurang lebih sebesar
kepalan tangan pemiliknya.Jantung manusia terletak di sebelah kiri bagian dada,
di antara paru-paru, terlindungi oleh tulang rusuk.Pada bagian luar terdiri
dari otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang berperan penting
dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.
Bagian dalam
jantung terdiri dari 4 buah bilik rongga. Keempat rongga tersebut terbagi
menjadi 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot
yang dikenal dengan istilah septum.Pada
bagian kanan dan kiri terbagi lagi menjadi 2 bilik. Rongga bilik sebelah atas
disebut dengan atria dan dua
bilik bawah yang disebut dengan ventricle
yang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri.Sesuai dengan etimologis,
jantung pada dunia medis memiliki istilah cardio / kardio. Ialah berasal dari bahasa latin, cor. Dimana cor dalam bahasa latin memiliki arti : sebuah rongga.
Sebagaimana bentuk dari jantung yang memiliki rongga berotot yang memompa darah
lewat pembuluh darah dalam kontraksi berirama yang berulang dan
berkonsistensi.Pun, dalam kedokteran istilah kardiak memiliki makna sgala sesuatu yang berhubungan dengan
jantung. Dalam bahasa Yunani, cardia
sendiri digunakan untuk istilah jantung.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
anatomi fisiologi jantung?
2. Bagaimana
system peredaran darah di jantung?
3. Bagaimana
anatomi pembuluh darah?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
anatomi dan fungsi jantung.
2. Mengetahui
sistem peredaran darah di jantung.
3. Mengetahui
ion esensial yang mempengaruhi kerja jantung.
4. Mengetahui
anatomi pembuluh darah
5. Mengetahui
kerja tekanan darah (sistolik dan diastolik)
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Anatomi Fisiologi jantung
a.
Anatomi jantung
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan anak
kecil. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari
lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang
dada/sternum.
Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang
bernama perikardium,
yang tertempel pada diafragma.
Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya
lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh
yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang
meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua
garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di
mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan serambi
(atrium) & bilik
(ventrikel).
![]() |
|
Gambar
penampang melintang jantung manusia
|
Jantung normal dibungkus oleh
perikardium terletak pada mediastinum medialis dan sebagian tertutup oleh jaringan
paru. Bagian depan dibatasi oleh sternum dan iga 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga
bagian jantung terletak di sebelah kiri garis media sternum. Jantung terletak
diatas diafragma, miring ke depan kiri dan apeks kordis berada paling depan
dari rongga dada. Apeks ini dapat diraba pada ruang sela iga 4 – 5 dekat garis
medio- klavikuler kiri. Batas kranial dibentuk oleh aorta asendens, arteri
pulmonal dan vena kava superior. Ukuran atrium kanan dan berat jantung
tergantung pada umur, jenis kelamin, tinggi badan, lemak epikardium dan nutrisi
seseorang.
Anatomi jantung dapat dibagi dalam 2
kategori, yaitu anatomi luar dan anatomi dalam. Anatomi luar, atrium dipisahkan
dari ventrikel oleh sulkus koronarius yang mengelilingi jantung.Pada sulkus ini
berjalan arteri koroner kanan dan arteri sirkumfleks setelah dipercabangkan
dari aorta. Bagian luar kedua ventrikel dipisahkan oleh sulkus interventrikuler
anterior di sebelah depan, yang ditempati oleh arteri desendens anterior kiri,
dan sulkus interventrikularis posterior disebelah belakang, yang dilewati oleh
arteri desendens posterior.

Perikardium, adalah jaringan ikat
tebal yang membungkus jantung. Perikardium terdiri dari 2 lapisan yaitu
perikardium visceral ( epikardium) dan perikardium parietal. Epikardium meluas
sampai beberapa sentimeter di atas pangkal aorta dan arteri pulmonal.
Selanjutnya jaringan ini akan berputar – lekuk (releksi) menjadi perikardium
parietal, sehingga terbentuk ruang pemisah yang berisi cairan bening licin agar
jantung mudah bergerak saat pemompaan darah.
Kerangka jantung, jaringan ikat
tersusun kompak pada bagian tengah jantung yang merupakan tempat pijakan atau
landasan ventrikel, atrium dan katup – katup jantung. Bagian tengah badan
jaringan ikat tersebut disebut trigonum fibrosa dekstra, yang mengikat bagian
medial katup trikuspid, mitral, dan anulus aorta. Jaringan ikat padat ini
meluas ke arah lateral kiri membentuk trigonum fibrosa sinistra. Perluasan
kedua trigonum tersebut melingkari katup trikuspid dan mitral membentuk anuli
fibrosa kordis sebagai tempat pertautan langsung otot ventrikel, atrium, katup
trikuspid,dan mitral. Salah satu perluasan penting dari kerangka jantung ke
dalam ventrikel adalah terbentuknya septum interventrikuler pars
membranasea.Bagian septum ini juga meluas dan berhubungan dengan daun septal
katup trikuspid dan sebagian dinding atrium kanan.
![]() |
Anatomi dalam, jantung terdiri dari empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri dipisahkan oleh septum. Atrium kanan, darah vena mengalir kedalam jantung melalui vena kava superior dan inferior masuk ke dalam atrium kanan, yang tertampung selama fase sistol ventrikel. Secara anatomis atrium kanan terletak agak ke depan dibanding dengan ventrikel kanan atau atrium kiri. Pada bagian antero- superior atrium kanan terdapat lekukan ruang atau kantung berbentuk daun telinga disebut aurikel.Permukaan endokardium atrium kanan tidak sama; pada posterior dan septal licin dan rata, tetapi daerah lateral dan aurikel permukaannya kasar dan tersusun dari serabut –serabut otot yang berjalan paralel yang disebut otot pektinatus.Tebal rata – rata dinding atrium kanan adalah 2 mm.
Ventrikel kanan, letak ruang ini
paling depan di dalam rongga dada, yaitu tepat dibawah manubrium
sterni.Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel kiri dan
di medial atrium kiri. Perbedaan bentuk kedua ventrikel dapat dilihat pada
potongan melintang.Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan,
berdinding tipis dengan tebal 4 –5 mm. Secara fungsional ventrikel kanan dapat
dibagi dalam alur masuk dan alur keluar.Ruang alur masuk ventrikel kanan (
right ventricular inflow tract) dibatasi oleh katup trikuspid, trabekula
anterior dan dinding inferior ventrikel kanan.Sedangkan alur keluar ventrikel
kanan (right ventricular outflow tract) berbentuk tabung atau corong,
berdinding licin terletak dibagian superior ventrikel kanan yang disebut
infundibulum atau konus arteriosus.Alur masuk dan alur keluar dipisahkan oleh
krista supraventrikuler yang terletak tepat di atas daun katup trikuspid.
Atrium kiri, menerima darah dari
empat vena pulmonal yang bermuara pada dinding postero – superior atau
postero-lateral, masing - masing sepasang vena kanan dan kiri.Letak atrium kiri
adalah di posterior-superior ari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar
tembus dada tidak tampak.Tebal dindingnya 3 mm, sedikit lebih tebal daripada
dinding atrium kanan.Endokardiumnya licin dan otot pektinati hanya ada pada
aurikelnya.
Ventrikel kiri, berbentuk lonjong
seperti telur, dimana bagian ujungnya mengarah ke antero- inferior kiri menjadi
apeks kordis.Bagian dasar ventrikel tersebut adalah anulus mitral. Tebal
dinding ventrikel kiri adalah 2- 3 kali lipat diding ventrikel kanan. Tebal
dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8 – 12 mm.
Katup jantung terdiri atas 4 yaitu
katup trikuspid katup mitral atau bikuspid setra dua katup semilunar yaitu
katup pulmonal dan katup aorta.
1.
Katup Trikuspid
Katup Trikuspid berada diantara
atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka,maka darah akan
mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi
mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada
saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup tricuspid terdiri dari 3
daun katup. 

2.
Katup pulmonal
![]() |
Setelah katup tricuspid tertutup,darah akan mengalir dari ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi,sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
3.
Katup bikuspid
Katup
bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju
ventrikel kiri. Seperti katup tricuspid,katup bicuspid menutup pada saat
kontraksi ventrikel. Katup bicuspid terdiri dari dua daun katup.

4.
Katup Aorta
Katup
Aorta terdiri dari 3 dan katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan
membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah mengalir keseluruh
tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri
relaksasi,sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri

Jantung dipersarafi oleh sistem
saraf otonom yaitu saraf simpatis dan parasimpatis. Serabut – serabut saraf
simpatis mempersarafi daerah atrium dan ventrikel termasuk pembuluh darah
koroner.Saraf parasimpatis terutam memberikan persarafan pada nodus
sinoatrial,atrioventrikular dan serabut – serabut otot atrium, dapat pula
menyebar ke ventrikel kiri.
Persarafan simpatis eferen
preganglionik berasal dari medulla spinalis torakal atas, yaitu torakal 3- 6, sebelum
mencapai jantung akan melalui pleksus kardialis kemudian berakhir pada ganglion
servikalis superior, medial, atau inferior. Serabut post – ganglionik akan
menjadi saraf kardialis untuk masuk ke dalam jantung.Persarafan parasimpatis
berasal dari pusat nervus vagus di medulla oblongta; serabut – serabutnya akan
bergabung dengan serabut simpatis di dalam pleksus kardialis.Rangsang simpatis
akan dihantar oleh asetilkolin.
Pendarahan jantung, berasal dari
aorta melalui dua pembuluh darah koroner utama yaitu arteri koroner kanan dan
kiri. Kedua arteri ini keluar dari sinus valsalva aorta.Arteri koroner kiri
bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus sirkumfleks dan ramus
interventrikularis anterior. Arteri koroner kanan bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis,
ramus marginalis dan ramus interventrikularis posterior.
Aliran balik dari otot jantung dan
sekitarnya melalui vena koroner yang berjalan berdampingan dengan arteri
koroner, akan masuk ke dalam atrium kanan melalui sinus koronarius.Selain itu
terdapat juga vena – vena kecil yang disebut vena Thebesii, yang bermuara
langsung ke dalam atrium kanan.
Pembuluh limfe pada jantung terdiri
dari 3 kelompok pleksus yaitu subendokardial, miokardial dan subepikardial.
Penampunga cairan limfe dari kelompok pleksus yang paling besar adalah pleksus
subepikardial, dimana pembuluh – pembuluh limfe akan membentuk satu trunkus
yang berjalan sejajar dengan arteri koroner kemudian meninggalkan jantung di
depan arteri pulmonal dan berakhir pada kelenjar limfe antara vena kava
superior dan arteri inominata.
2. Fisiologi jantung
Dinding jantung terdiri dari 3
lapisan yaitu endokardium, miokardium dan epikardium. Endokardium, merupakan
bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium homolog dengantunika intima
pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan
subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih
dimana terdapattight/occluding junctiondan gap junction. lapisan subendokardial
terdiri dari jaringan ikat longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena,
saraf, dan sel purkinje.

Miokardium, terdiri dari otot polos.
Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada ventrikel kanan.
Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin, ANF (Atria
Natriuretic Factor), kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk
mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Miokardium terdiri dari 2
jenis serat otot yaitu serat kondukdi dan serat kontraksi.
Serat konduksi pada jantung
merupakan modifikasi dari serat otot jantung dan menghasilkan impuls. Serat
konduksi terdiri dari 2 nodus di dinding atrium yaitu nodus SA dan AV, bundle
of His dan serat purkinje. Serat purkinje merupakan percabangan dari nodus AV
dan terletak di subendokardial. Sel purkinje mengandung sitoplasma yang besar,
sedikit miofibril, kaya akan mitokondria dan glikogen serta mempunyai 1 atau 2
nukleus yang terletak di sentral.
Serat kontraksi merupakan serat
silindris yang panjang dan bercabang. Setiap serat terdiri hanya 1 atau 2
nukleus di sentral. Serat kontraksi mirip dengan otot lurik karena
memilikistria e. Sarkoplasmanya mengandung banyak mengandung mitokondria yang
besar. Ikatan antara dua serat otot adalah melalui fascia adherens, macula
adherens ( desmosom), dan gap junctions.
Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu
perikardium viseral, lapisan subepikardial dan perikardium parietal.
Perikardium viseral terdiri dari mesothelium ( epitel selapis pipih). Lapisan
subepikardial terdiri dari jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah koroner,
saraf serta ganglia. Perikardium parietal terdiri dari mesotelium dan jaringan
ikat.
B.
Sistem peredaran darah di jantung
1.
Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar Adalah
peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel)
kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan
karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa
melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2.
Peredaran Darah Kecil
![]() |
Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru dan akhirnya kembali lagi ke jantung pada serambi kiri. Pada peredaran darah kecil inilah darah melakukan pertukaran gas di paru-paru. Darah melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen dari alveoli paru-paru. Oleh karena itu, darah yang berasal dari paru-paru ini banyak mengandung oksigen.
3. Sirkulasi jantung
Sirkulasi darah ditubuh ada dua yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi
sistemis. Sirkulasi paru dimulai dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis,
arteri besar dan kecil, kapiler lalu masuk ke paru, setelah dari paru keluar
melalui vena kecil, vena pulmonalis dan akhirnya kembali ke atrium kiri. Sirkulasi ini mempunyai tekanan yang rendah kira – kira 15 – 20 mmHg
pada arteri pulmonalis. Sirkulasi sistemik dimulai dari
ventrikel kiri ke aorta lalu arteri besar, arteri kecil, arteriol lalu ke
seluruh tubuh lalu ke venule, vena kecil, vena besar, vena cava
inferior, vena cava superior akhirnya kembali ke atrium
kanan.
C.
Ion Esensial yang berpengaruh bagi
kerja jantung
Kontraksi otot jantung untuk
mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran
sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial
aksi yang ditimbulkan sendiri, suatu sifat yang dikenal dengan otoritmisitas.
Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung yaitu 99% sel otot jantung
kontraktil yang melakukan kerja mekanis, yaitu memompa. Sel – sel pekerja ini
dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial aksi. Sebaliknya,
sebagian kecil sel sisanya adalah, sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi
mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang
bertanggungjawab untuk kontraksi sel – sel pekerja.
Kontraksi otot jantung dimulai
dengan adanya aksi potensial pada sel otoritmik. Penyebab pergeseran potensial
membran ke ambang masih belum diketahui. Secara umum diperkirakan bahwa hal itu
terjadi karena penurunan siklis fluks pasif K+ keluar yang langsung bersamaan
dengan kebocoran lambat Na+ ke dalam. Di sel – sel otoritmik jantung, antara
potensial – potensial aksi permeabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf
dan sel otot rangka. Permeabilitas membran terhadap K+ menurun antara potensial
– potensial aksi, karena saluran K+ diinaktifkan, yang mengurangi aliran keluar
ion kalium positif mengikuti penurunan gradien konsentrasi mereka.Karena
influks pasif Na+ dalam jumlah kecil tidak berubah, bagian dalam secara
bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser ke arah ambang.Setelah ambang
tercapai, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai respon terhadap
pengaktifan saluran Ca2+ dan influks Ca2+ kemudian; fase ini berbeda dari otot
rangka, dengan influks Na+ bukan Ca2+ yang mengubah potensial aksi ke arah
positif. Fase turun disebabkan seperti biasanya, oleh efluks K+ yang terjadi
karena terjadi peningkatan permeabilitas K+ akibat pengaktifan saluran
K+.Setelah potensial aksi usai, inaktivasi saluran – saluran K+ ini akan
mengawali depolarisasi berikutnya. Sel – sel jantung yang mampu mengalami
otortmisitas ditemukan pada nodus SA, nodus AV, berkas His dan serat purkinje.
Sebuah potensial aksi yang dimulai
di nodus SA pertama kali akan menyebar ke atrium melalui jalur antar atrium dan
jalur antar nodus lalu ke nodus AV. Karena konduksi nodus AV lambat maka
terjadi perlambatan sekitar 0,1 detik sebelum eksitasi menyebar ke ventrikel.
Dari nodus AV, potensial aksi akan diteruskan ke berkas His sebelah kiri lalu
kanan dan terakhir adalah ke sel purkinje. Potensial
aksi yang timbulkan di nodus SA akan menghasilkan gelombang depolarisasi yang
akan menyebar ke sel kontraktil melalui gap junction.
Kontraksi otot jantung dilihat dari segi biokimia,
otot terdiri dari aktin, miosin, dan tropomiosin. Aktin, G aktin monomerik menyusun protein otot sebanyak
25 % berdasarkan beratnya. Pada kekuatan ion fisiologik
dan dengan adanya ion Mg2+ akan membentuk F aktin. Miosin, turut menyusun 55 % protein otot berdasarkan berat dan bentuk filamen tebal.
Miosin merupakan heksamer asimetrik yang terdiri 1 pasang
rantai berat dan 2 pasang rantai ringan. Troponin ada 3 jenis yaitu troponin T yang terikat pada tropomiosin, troponin I yang menghambat
interaksi F aktin miosin dan troponin C yang mengikat
kalsium.
Mekanisme kontraksi otot, adanya eksitasi pada miosit akan
menyebabkan peningkatan kadar Ca2+ di intraseluler.Eksitasi akan menyebabkan
Ca2+ msk dari ECM ke intrasel melalui L type channels lalu Ca2+ tersebut akan
berikatan dengan reseptor ryanodin- sensitive reseptordi Sarkoplasmik retikulum
dan akan dihasilkan lebih banyak lagi Ca 2+ ( CICR = Ca2+ induced Ca2+ release). Kalsium yang masuk akan berikatan
dengan troponin C dan dengan adanya energi dari ATP akan menyebabkan kepala miosin lepas dari aktin dan dengan ATP
berikutnya akan menyebabkan terdorongnya aktin ke bagian dalam ( M line ).
Proses ini terjadi berulang – ulang dan akhirnya terjadi kontraksi otot.
Sumber ATP untuk kontraksi berasal dari
anaerob glikolisis, glikogenolisis, kreatin fosfat, dan fosforilasi oksidatif.
SumberATP pertama sekali adalah cadangan ATP, setelah itu menggunakan kreatin
fosfat diikuti dengan glikolisis anaerob, lalu glikolisis aerob dan akhirnya
lipolisi


D. Anatomi Pembuluh Darah
1. Pembuluh darah
Pembuluh
darah
adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis
pembuluh darah, yaitu arteri yang berfungsi membawa darah dari jantung, kapiler yang berfungsi sebagai tempat
pertukaran sebenarnya air dan bahan kimia antara darah dan
jaringan dan vena, yang membawa darah dari kapiler
kembali ke jantung.
2.
Pembuluh
nadi (Arteri)
Pembuluh
nadi
atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang
dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan
hidup. Fungsi utamanya adalah
menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan
seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama
disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya
arterosklerosisa. Penggambaran
Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan
darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat
jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol.
Tekanan sistol
berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung.
Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter
atau sfigmomanometer.
b. Anatomi
dinding pembuluh nadi.
Lapisan terluar
disebut tunika
adventitia yang tersusun dari jaringan
penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika
media yang tersusun atas otot
polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika
intima yang tersusun atas sel
endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.c. Jenis pembuluh nadi
Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:
1)
Arteri
pulmonaris : Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja
dialirkan dari paru-paru.
2)
Arteri
sistemik : Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol
dan kemudian ke pembuluh
kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.
3)
Aorta : pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel
jantung dan membawa banyak oksigen.
4)
Arteriol : Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan
pembuluh kapiler.
3.
Pembuluh
balik (vena)
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan
tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya
tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini
berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut,
aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak
memancar tetapi merembes.
Dari
seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara
menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah
ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi
melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen.
Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali
vena pulmonalis. Salah satu penyakit yang menyerang pembuluh balik adalah varises

4. Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya
pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler
adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan
cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi
dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu
semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan
berdinding tipis
Pembuluh
darah kapiler
(dari bahasa Latin capillaris) ialah pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter 5-10 μm, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya.
Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke
arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi
jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke
jantung.
Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak dapat mengalir melewatinya dengan
dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik.
E.
Tekanan Darah (Sistol dan Diastol)
![]() |
Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah setiap satuan luas pada pembuluh darah. Tekanan darah terdiri atas tekanan sistol dan diastol (telah dijabarkan diatas tentang sistol dan diastol). Tekanan dipengaruhi oleh curah jantung dengan resistensi perifer.Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh tiap – tiap ventrikel per menit. Dua faktor penentu curah jantung adalah kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Volume sekuncup adalah volume darah yang dipompa per denyut. Peningkatan volume diastolik akhir akan menyebabkan peningkatan volume sekuncup. Hal ini disebabkan oleh semakin besar pengisian saat diastol, semakin besar volume diastolik akhir dan jantung akan semakin teregang.Semakin teregang jantung, semakin meningkat panjang serat otot awal sebelum kontraksi.Peningkatan panjang menghasilkan gaya yang lebih kuat pada kontraksi jantung berikutnya dan dengan demikian dihasilkan volume sekuncup yang lebih besar.Hubungan intrinsik antara volume diastolik akhir dan volume sekuncup ini dikenal sebagai hukum Frank – Starling pada jantung.
Siklus jantung adalah periode
dimulainya satu denyutan jantung dan awal dari denyutan selanjutnya. Siklus
jantung terdiri dari periode sistol dan diastol. Sistol adalah periode
kontraksi dari ventrikel, dimana darah akan dikeluarkan dari jantung. Diastol
adalah periode relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi pengisian darah.

Diastol dapat dibagi menjadi dua
proses yaitu relaksasi isovolumetrik dan ventricular filling. Pada relaksasi
isovolumetrik terjadi ventrikel yang mulai relaksasi, katup semilunar dan katup
atrioventrikularis tertutup dan volume ventrikel tetap tidak berubah. Pada
ventricular filling dimana tekanan dari atrium lebih tinggi dari tekanan di
ventrikel, katup mitral dan katup trikuspid akan terbuka sehingga ventrikel
akan terisi 80% dan akan mencapai 100 % jika atrium berkontraksi. Volume total
yang masuk ke dalam diastol disebut End Diastolic Volume .
Sistolik dapat dibagi menjadi dua
proses yaitu kontraksi isovolumetrik dan ejeksi ventrikel. Pada kontraksi
isovolumetrik, kontraksi sudah dimulai tetapi katup – katup tetap tertutup.
Tekanan juga telah dihasilkan tetapi tidak dijumpai adanya pemendekan dari
otot. Pada ejeksi ventrikel , tekanan
dalam ventrikel lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan pada aorta dan
pulmoner sehingga katup
aorta dan katup pulmoner terbuka dan akhirnya darah akan dipompa ke seluruh
tubuh. Pada saat ini terjadi pemendekan dari otot. Sisa
darah yang terdapat di ventrikel disebut End Systolic
Volume.
Dua bunyi jantung utama dalam keadaan normal dapat
didengar dengan stetoskop selama siklus
jantung.Bunyi jantung pertama bernada rendah, lunak, dan relatif lama-sering
dikatakan terdengar seperti “lub”. Bunyi jantung kedua
memiliki nada yang lebih tinggi, lebih singkat dan tajam- sering dikatakan dengan terdengar seperti “dup”. Bunyi jantung pertama
berkaitan dengan penutupan katup AV , sedangkan bunyi
katup kedua berkaitan dengan penutupan katup semilunar. Pembukaan tidak menimbulkan bunyi apapun. Bunyi timbul karena getaran yang
terjadi di dinding ventrikel dan arteri – arteri besar
ketika katup menutup, bukan oleh derik penutupan katup. Karena penutupan katup
AV terjadi pada awal kontraksi ventrikel ketika tekanan
ventrikel pertama kali melebihi tekanan atrium, bunyi
jantung pertama menandakan awitan sistol ventrikel.Penutupan katup semilunaris
terjadi pada awal relaksasi ventrikel ketika tekanan
ventrikel kiri dan kanan turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Dengan demikian bunyi jantung kedua menandakan
permulaan diastol ventrikel.
Kecepatan denyut jantung terutama
ditentukan oleh pengaruh otonom pada nodus SA. Nodus SA dalam keadaan normal
adalah pemacu jantung karena memiliki kecepatan depolarisasi paling tinggi.
Penurunan gradual potensial membran secara otomatis antara denyutan secara umum
dianggap disebabkan oleh penurunan permeabilitas terhadap K+. Jantung
dipersarafi oleh kedua divisi sistem saraf otonom, yang dapat memodifikasi
kecepatan kontraksi, walaupun untuk memulai kontraksi tidak memerlukan stimulai
saraf. Saraf parasimpatis ke jantung adalah saraf vagus terutama mempersarafi
atrium, terutama nodus SA dan AV, sedangkan persarafan ke ventrikel tidak
signifikan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Jantung adalah sebuah rongga,
rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang
berulang.
2. Peredaran Darah Besar adalah
peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel)
kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.
3. Peredaran darah kecil merupakan
peredaran darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru dan akhirnya kembali
lagi ke jantung pada serambi kiri. darah yang berasal dari paru-paru ini banyak
mengandung oksigen.
4. Ion
esensial dalam yang mempengaruhi kerja jantung adalah Na,K dan Ca
6. Sistol adalah periode kontraksi dari
ventrikel, dimana darah akan dikeluarkan dari jantung.
7. Diastol adalah periode relaksasi
dari ventrikel, dimana terjadi pengisian darah.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/48849500/makalah-jantung






Komentar
Posting Komentar