“SATUAN ACARA PENYULUHAN” DIABTES MILLITUS


 SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABTES MILLITUS


Picture1.jpg



DISUSUN OLEH:
KOMANG PRITHAYANI
NIM : 1714401051




TINGKAT 2 REGULER I
JURUSAN D-III KEPERAWATAN
POLTEKKES TANJUNGKARANG
TA 2019



SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Pembahasan                 : Kesehatan Lansia
Sub Pokok Bahasan                : Diabetes Mellitus
Sasaran                                    : Lansia
Waktu                                     : 30 menit
Tempat                                    : RW II Desa Blaru
I.                   Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan selama 10 menit diharapkan lansia dapat mengetahui penyakit yang dialami
II.                Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit diharapkan audiens mampu:
1.    Meyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
2.    Menyebutkan penyebab Diabetes Melitus
3.    Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus
4.    Menyebutkan cara mencegah komplikasi Diabetes Melitus
5. Menyebutkan pantangan makanan bagi penderita Diabetes Mellitus
6. Menyebutkan makanan sehat untuk dikonsumsi penderita DM
III.     Materi
a.       Pengertian Diabetes Militus
b.      Penyebab Diabetes Militus
c.       Tanda dan gejala Diabetes Militus
d.      Cara mencegah komplikasi Diabetes Mellitus
e.       Pantangan makanan bagi penderita Diabetes Mellitus
f.       Makanan sehat untuk dikonsumsi penderita DM
IV.              Metode
1.      Ceramah
2.      Tanya Jawab
V.                Media dan Alat Bantu
1.      Leaflat
2.      Materi
VI.             Proses Kegiatan Penyuluhan
No
Kegiatan
Respon
Waktu
1.       
Pendahuluan
a.      Menyampaikan salam
b.      Menjelaskan tujuan
c.       Kontrak waktu
d.      Apresepsi

a.       Membalas salam
b.     Mendengarkan
c.       Meberirespon
5 menit
2.       
Inti
a.       Pengertian Diabetes Militus
b.      Penyebab Diabetes Militus
c.       Tanda & Gejala Penyakit Diabetes Militus
d.      Cara mencegah komplikasi Diabetes Melitus
e.       Pantangan makanan bagi penderita Diabetes Mellitus
f.       Makanan sehat untuk dikonsumsi penderita DM
Mendengarkan dengan penuh perhatian
10 menit
3.       
Penutup
-     Tanya Jawab
-     Menyimpulkan hasil penyuluhan
-     
      Memberi salam penutup

-    Menanyakan yang belum jelas
-     Aktif bersama menyimpulkan
-     Membalas salam
5        menit

VII.          Evaluasi

No.

Hal Yang Dinilai

Keterangan

Hasil
1.
Input
a.       Sasaran
b.      Media

a.   Berapa jumlah audiens yang hadir?

b.   Apakah media sudah sesuai dan menarik

a.   Lansia hadir 95%

b.   Sesuai, Menarik
2.
Proses
a.       Keaktifan peserta
b.     Penyampaian materi
a.   Apakah peserta aktif bertanya?
b.   Apakah penyampaian materi sudah jelas?
a.   Cukup Aktif

b.   Cukup Jelas
3.
Output
Penerimaan materi yang disampaikan
Memberikan beberapa pertanyaan seputar materi yang disampaikan
Empat pertanyaan dapat dijawab

VIII.       Lampiran
a.       Leaflat
b.      Materi



















Materi
1.      Pengertian
Diabetes melitus adalah kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia ( Brunner&Suddarth, 2002 ). Diabetes Melitus (DM) atau disingkat diabetes adalah gangguan kesehatan yang berupa skumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin. Penyakit ini sudah lama dikenal, terutama di kalangan keluarga, khususnya keluarga berbadan besar (kegemukan) bersama dengan gaya hidup “tinggi”. Kenyataannya kemudian, DM menjadi penyakit masyarakat umum, menjadi beban kesehatan masyarakat, meluas dan membawa banyak kematian.
DM ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh status sosial ekonomi. Saat ini upaya penanggulangan penyakit DM belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung kronis, hipertensi, otak, system saraf, hati, mata dan ginjal.

2.      Penyebab Diabetes Militus
a.       Kelainan genetika
Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, kelainan gen yang mengakibatkan tubuhnya tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Tetapi resikonya terkena diabetes juga tergantung pada faktor kelebihan berat badan stres dan kurang bergerak.
b.      Usia
Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka lagi terhadap insulin.


c.       Gaya hidup stres
Stres kronis cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar serotonin otal. Serotonin ini memiliki efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Terapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang beresikoterkenan diabetes.
d.      Pola makan yang salah
Pola makan pada penderita diabetes harus benar-benar diperhatikan. Baik jadwal, jumlah, maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Mengingat, penderita diabetes biasanya memiliki kecenderungan kandungan gula darah yang tidak terkontrol. Kadar gula darah akan meningkat drastis setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Oleh sebab itu, pola makan dan jenis makanan penyakit diabetes ini harus diatur sedemikian rupa. Kebutuhan makanan bagi penderita penyakit diabetes tidak hanya sekedar mengisi lambung. Tetapi, makanan tersebut harus mampu menjaga kadar gula darah dan memberikan terapi bagi penderita diabetes itu sendiri. Oleh sebab itu, jadwal, jumlah dan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh penderita harus benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan terapi bagi kesembuhan penyakit gula tersebut.

3.      Tanda dan gejala
Tanda gejala DM antara lain:
a.       Kadar gula melebihi batas normal
b.      Cepat lapar, mudah haus, sering kencing
c.       Merasa cepat lelah, kurang bertenaga, mudah mengantuk
d.      Luka sukar sembuh
e.       Kesemutan
f.       Pandangan mata kabur


4.      Cara Mencegah Komplikasi
Komplikasi Diabetes sering terjadi pada berbagai anggota tubuh diantaranya mata, kulit, syaraf, dan anggota tubuh lainnya. Untuk mencegah komplikasinya, anda dapat melakukan :
a.       Pemeriksaan mata 1 tahun sekali
b.         Pemeriksaan laboratorium teratur (gula darah, kolesterol, dll)
c.         Pemeriksaan dan perawatan gigi 6 bulan sekali
d.        Pencegahan luka dan perawatan kaki
e.         Stop merokok
f.          Berolahraga secara teratur
g.         Menurunkan kelebihan berat badan

5.      Pantangan makanan bagi yang terkena Diabetes Mellitus
Pantangan Makanan bagi yg terkena Diabetes Militus :
a.       Nasi
b.      Pasta dan mie
c.       Roti
d.      Buah-buahan
e.       Kentang
f.       Gorengan
g.      Makanan siap saji
h.      Makanan tinggi kadar lemak
i.        Soda dan kafein


6.      Makanan sehat untuk dikonsumsi penderita diabetes mellitus
a.       Gandum
Karena gandum mengandung protein dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh
b.      Oatmeal
Cara kerja serat oatmeal sangat baik untuk mengontrol gula darah.
c.       Beras merah
Makanan ini akan mengurangi kadar gula darah dalam tubuh dibanding beras putih. Beras merah kaya serat, perbandingan serat antara beras putih dan beras merah adalah 1:8.
d.      Yogurt tanpa lemak
Yoghurt tanpa lemak, bisa jadi pilihan sehat untuk cemilan yang nikmat.
e.       Bawang putih
Fungsi bawang putih bagi tubuh adalah makanan rendah kolesterol jahat. Penyakit kolesterol dapat memicu munculnya penyakit lain seperti diabetes. Kandungan protein, vitamin A, B-1 pada bawang putih berfungsi sangat baik bagi penderita diabetes karena dapat menormalkan kadar gula dalam darah.
f.       Buah acaiberry
      Buah ini sangat baik bagi tubuh, semakin gelap warna kulit buah maka akan semakin banyak kandungan zat antioksidan yang baik bagi tubuh. Kandungan asam lemak omega 3 dan 6 pada Acai Berry dapat memperbaiki kerusakan sel akibat diabetes.
g.      Bayam
Kandungan lutein pada sayur bayam dapat menormalkan kembali kadar gula yang terdapat dalam tubuh. Bayam termasuk makanan 4 sehat 5 sempurna yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bagi siapa saja.



h.      Minyak zaitun
Kandungan lemak tak jenuh pada minyak zaitun dapat menurunkan lemak jahat pada tubuh. Kegemukan akibat jarang berolahraga akan meningkatkan resiko terkena diabetes militus.
i.        Buah-buahan yang dapat dikonsumsi buah naga, apel hijau, buah mengkudu, buah pepaya, cuka apel, alpukat, jambu air, belimbing wulu.
Tipe DM

DM TIPE 1

DM TIPE 2
Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.
Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari batas normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.
Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.
Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun.
faktor lingkungan (infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.
Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.
90 % penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
Diabetes melitus tipe  2 juga cenderung di turunkan secara genetik dalam keluarga.

Pemeriksaan DM
1.   Tes kadar glukosa darah
Macam – macam Tes gula darah (Fransiska, K. 2012) : 
a. Tes gula darah puasa.
Puasa yang dimaksud adalah tidak mengomsumsi makanan selama 10 jam dan dalam keadaan istirahat atau tidur malam. Minum air putih diperbolehkan. Jadi, lakukan tes darah 10 jam setelah makan malam terakhir.
b. Tes gula darah 2 jam setelah makan. Tes gula darah yang dilakukan 2 jam setelah m akan. Ingat, selain makan, diabetisi juga harus minum obat ataupun suntik  insulin seperti biasa. Hal ini dilakukan agar dokter bisa melihat gambaran gula darah dengan dosis obat atau pun insulin.
c. Tes gula darah sewaktu. Gula darah sewaktu adalah gula darah kapan saja,bukan saat puasa ataupun 2 jam setelah makan.tes gula darah sewaktu dipakai sebagai patokan oleh diabetisi untuk mengetahui apakah dirinya mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia
d. Tes hemoglobin A1c(HbA1c). HbA1c Menggambarkan kondisi gula darah rata-rata selama 3 bulan kebelakang.
Gula darah yang baik :
1)      Puasa                               : 80 sampai < 100 mg/dL
2)      2 jam setelah makan       : 80 sampai < 145 mg/dL
3)      HbA1c                              : < 6,5%

Bukan DM
Belum pasti DM
DM
Kadar glukosa darah tidak puasa
Plasma vena
Darah kapiler


< 110
< 80


110- 200
80 - 200


≥ 200
≥ 200
Kadar glukosa darah puasa
Plasma vena
Darah kapiler


< 110
< 90


110- 126
90- 110


≥ 200

≥ 110

2.   Pemeriksaan urine
Pemeriksaan urine dapat memberi dugaan kuat adanya diabetes melitus, tetapi pemeriksaan urine tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis adanya diabetes melitus. Pada pemeriksaan urine, urine akan dianalisis, mengandung glukosa atau tidak. Jika dalam urine di temukan adanya glukosa, hal itu dapat memperkuat dugaan adanya diabetes melitus.
3.   Tes keton
Keton ditemukan dalam urine jika kadar glukosa darah sangat tinggi atau sangat rendah. Jika hasil tes positif dan kadar glukosa darah juga tinggi, dapat memperkuat dugaan adanya diabetes melitus.
4.   Pemeriksaan mata
Dari hasil pemeriksaan, pada mata yang menampakkan adanya retina yang abnormal, hal ini terjadi pada penderita diabetesmelitus kronis akibat komplikasi penyakit tersebut.

Penatalaksanaan
Tujuan utama terapi adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa dalam upaya untuk mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik.
Ada lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes, yaitu : diet, latihan, pemantauan, terapi, pendidikan.
1.    Penatalaksanaan Diet
Tujuan utama dari penatalaksanaan diabetes mellitus ini yaitu untuk mengendalikan konsentrasi glukosa darah dalam batas normal. Kadar gula darah yang normal sulit untuk di pertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadi komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang (Mirza Maulana,2015).
   Diet dan pengendalian BB merupakan dasar dari penatalaksanaan diabetes.Tujuannya:
Ø  memberikan semua unsur makanan yang esensial (vitamin dan mineral)
Ø  mencapai dan mempertahankan BB yang sesuai
Ø  memenuhi kebutuhan energi
Ø  mencegah fluktuasi kadar glukosa darah setiap harinya dengan mengupayakan kadar glukosa darah mendekati normal
Ø  menurunkan kadar lemak darah jika meningkat
Ø  Karbohidrat sekitar 60 – 70 % dari jumlah kalori
Ø  Protein minimal 1 gram/Kg BB per hari (untuk dewasa) dan 2-3 gram/Kg BB perhari (untuk anak-anak)
Ø  Lemak sebaiknya dikurangi terutama yang mengandung kolesterol, lemak yang baik adalah lemak tak jenuh contohnya minyak jagung
Syarat diet DM hendaknya dapat:
1) Memperbaiki kesehatan umum penderita
2) Mengarahkan pada berat badan normal
3) Menormalkan pertumbuhan DM anak dan DM dewasa muda
4) Mempertahankan kadar KGD normal
5) Menekan dan menunda timbulnya penyakit angiopati diabetik
6) Memberikan modifikasi diit sesuai dengan keadaan penderita
7) Menarik dan mudah diberikan
      Prinsip diet DM, adalah:
1)  Jumlah sesuai kebutuhan
2)  Jadwal diet ketat
3)  Jenis: boleh dimakan/tidak
2.    Secara Medis
a.  Obat Hiperglikemi Oral (OHO).
Golongan sulfonilurea sering kali dapat menurunkan kadar gula darah secara mencukupi pada penderita diabetes tipe 2, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe 1. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid,dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya. OHO biasanya diberikan pada pederita diabetes tipe 2 jika diet dan olahraga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika OHO tidak dapat mengontrol kadar gula dalam darah dengan baik, mungkin perlu diberikan dengan suntik insulin.
b.  Insulin
Insulin diperlukan pada keadaan :
1) Penurunan berat badan yang cepat.
2) Hiperglikemia berat yang disertai ketoasidosis.
3) Ketoasidosis diabetik.
4) Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
Insulin disuntikkan dibawah kulit kedalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangan kecil agar tidak terasa terlalu nyeri. Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda :
a)  insulin kerja cepat
contonya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin ini sering kali mulai  menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin ini sering kali digunakan untuk penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disuntikkan dalam 15-20 menit sebelum makan.
b)  Insulin kerja sedang
contohnya adalah insulin suspensi seng atau isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimum dalam waktu 6-10 jam, dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
c)  Insulin kerja lambat
contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 23-6 jam.
c. Debridement
Debridement yaitu menghilangkan jaringan mati atau nekrotik pada luka. Jaringan yang perlu dihilangkan adalah jaringan nekrotik dan slough.Debridement memberikan banyak manfaat diantaranya menghilangkan jaringan yang sudah tidak tervaskularisasi,bakteri,dan juga eksudat sehingga akan menciptakan kondisi luka yang dapat menstimulasi munculnya jaringan sehat.

Komentar

Postingan Populer