MAKALAH SIKAP DAN PERILAKU KEWIRA USAHAAN
MAKALAH
SIKAP DAN PERILAKU
KEWIRA USAHAAN

DISUSUN
OLEH:
1.
KARINA SETIAWAN
2.
NABILA RISKA ANDINI
3.
EGA RISKI MEI SAPUTRA
POLTEKKES
KESEHATANA TANJUNGKARANG
JURUSAN
KEPERAWATAN GIGI
TAHUN
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karna
rahmat dan hidayah-Nya, penyusunan makalah ini bisa diselesaikan. Untaian
sholawat dan salampun tidak lupa dituturkan tertuju kepada junjungan kita,
Baginda Nabi Muhammad SAW. Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi
kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami.
Kami membuat makalah ini bertujuan untuk
menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen. Dari pembuatan makalah ini tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita.
Kiranya makalah ini bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca. Meski begitu, penulis sadar bahwa makalah ini perlu
untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, saran dan kritik yang
membangun dari pembaca akan kami terima dengan senang hati.
Bandar Lampung, Sepember
2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang............................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.......................................................................................... 2
C. Tujuan............................................................................................................ 2
D. Manfaat.......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Sikap
Dan Mental Dalam Berwirausaha........................................................ 3
B. Sikap
Dan Mental Yang Dimiliki Wirausahawan.......................................... 5
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................... 11
B. Saran.............................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Menjadi seorang wirausahawan berarti memadukan sikap
pribadi, keuangan, dan sumber daya yang ada di sekitar kita. Setiap
wirausahawan memiliki sikap “unik” dan memiliki gaya tersendiri dalam mengelola
usahanya. Dengan demikian dalam berwirausaha tidak hanya mengandalkan modal
berupa uang, namun sebagai wirausahawan kita juga harus memiliki modal dalam
bentuk sikap dan kepribadian.
Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu
dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah
seseorang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang
jahat dan culas. Itu sebabnya pembinaan sikap dan mental menjadi unsur
terpenting dalam dunia kewiraswastaan. Selain menghadirkan sifat-sifat baik
alamiah seperti kejujuran dan ketulusan, sikap mental mencakup juga segi-segi
positif dalam hal motivasi dan proaktifitas.
Orang yang bersikap mental baik akan selalu bekerja
rajin tanpa harus diperintah, dan konsisten tanpa harus diawasi. Dan juga
selalu berinisiatif melakukan hal-hal yang positif, selalu mempunyai motivasi
kuat serta semnagat yang menggebu-gebu dalam mencapai cita-cita.
Sikap mental juga amat menentukan keberhasilan
seseorang. Harvard, sebuah institusi di Amerika menyatakan bahwa keberhasilan
orang-orang sukses di dunia ini, ternyata lebih banyak ditentukan oleh sikap
mentalnya dibandingkan dengan peranan kemampuan teknis yang dimiliki. Dengan
angka perbandingan adalah 85% sikap mental, 15% kemampuan teknis.
Akan tetapi, ironisnya komposisi materi pendidikan
yang diterapkan di sekolah-sekolah menunjukkan perbandingan yang sebaliknya
yaitu 90% pelajaran teknis dan 10% sikap mental. Sehingga, pantaslah kalau
banyak didapati manusia yang berfikir negative dibanding orang berfikir
positif, antusias, dan percaya diri.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan sikap dan mental dalam berwirausaha?
2. Bagaimana
sikap dan mental yang harus dimiliki seorang wirausahawan?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
maksud dari sikap dan mental dalam berwirausaha.
2. Mengetahui
sikap dan mental yang harus dimiliki seorang wirausahawan.
D.
Manfaat
1. Dapat
memahami pentingnya sikap dan mental yg dimiliki wirausahawan.
2. Dapat
belajar dari sikap dan mental yang baik dalam berwirausaha.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sikap
Dan Mental Dalam Berwirausaha
Sikap adalah potensi atau sering juga disebut
pendorong yang ada dalam individu untuk bereaksi terhadap segala hal yang ada
dalam lingkungannya. Dapat diartikan kita semua memiliki sikap atau pendorong
untuk melakukan hal yang tadinya hanya kita dengar atau kita lihat. Sikap
inilah yang akan membentuk suatu kreatifitas ketika kita mengembangkannya.
Sedangkan kata mental dapat diartikan sebagai rangkaian sistem abstrak yang
hidup dalam pikiran mengenai apa yang harus dianggap penting dan berharga dalam
hidup. Setelah menggabungkan antara pengertian sikap dan mental kemungkinan
yang akan terjadi pada diri seseorang adalah mempunyai konsepsi atau perilaku
yang muncul dari jiwanya sebagai reaksi atau situasi yang mempengaruhinya.
Di era globalisasi ini persaingan diberbagai bidang
semakin ketat. Dalam kondisi seperti ini maka diperlukan generasi muda yang
bermental kuat, rajin, bersemangat, tinggi, mempunyai jiwa optimis, dinamis,
dan mau bekerja keras serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Generasi
seperti itulah yang dapat menyelamatkan bangsa kita dari keterpurukan di bidang
ekonomi, seperti yang dialami Indonesia saat ini. Sikap seperti itulah yang
merupakan sikap dasar seorang wirausaha.
Manusia yang bermental wirausaha mempunyai kemampuan
untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Disamping kemauan keras, manusia
yang bersikap mental wirausaha mempunyai keyakinan yang kuat atas kekuatan yang
ada pada dirinya. Kita harus menyadari dan mensyukuri bahwa Tuhan telah
memberikan modal kepada kita berupa akal dan pikiran, sikap, mental, tenaga,
kemauan dan sebagainya. Semua kelebihan yang kita miliki harus dimanfaatkan dan
ditingkatkan untuk hal-hal positif dalam hidup kita.
Pergaulan dengan orang-orang sukses dalam hidup kita
memberikan hal yang positif. Dengan demikian kita lebih terpengaruh untuk
mencontoh mereka. Jangan beranggapan bahwa mereka yang sukses hanyalah
keturunan pengusaha sukses atau konglomerat saja sebab kenyataannya banyak pula
pengusaha sukses yang merintis usahanya dari nol. Apakah kunci keberhasilan
usaha mereka ? Jawaban utamanya adalah karena mereka memiliki kemauan keras
untuk sukses dan keyakinan yang kuat dalam jiwa untuk sukses.
Kemauan keras dapat diartikan adanya komitmen yang
tinggi dalam diri seorang sehingga tidak akan pernah menyerah sebelum berhasil
memperoleh cita-citanya. Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan
keyakinan yang kuat dalam jiwa kita adalah sebagai berikut :
1. Kita
harus mengenal diri kita sendiri sebagai makhluk yang memiliki kelemahan tetapi
memperoleh anugrah kekuatan untuk mengatasi kelemahan kita
2. Kita
harus percaya pada diri sendiri bahwa kita memiliki potensi yang tidak kurang
kuatnya dengan yang dimiliki orang lain
3. Kita
harus mengetahui dengan jelas terhadap tujuan-tujuan serta kebutuhan kita
dimana kita bisa mendapatkannya, bagaimana cara mendapatkannya, serta kapan dan
berapa lama target waktu untuk mencapainya.
Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa
manusia yang bersikap mental wirausaha setidak-tidaknya memiliki 6 kekuatan
mental yang membangun kepribadian yang kuat. Kekuatan mental yang dimaksud
adalah sebagai berikut :
1. Berkemauan
keras
2. Berkeyakinan
kuat atas kekuatan pribadi sehingga itu diperlukan :
a. Pengenalan
diri
b. Kepercayaan
pada diri sendiri
c. Pemahaman
tujuan dan kebutuhan
3. Kejujuran
dan tanggung jawab yang tinggi sehingga diperlukan adanya :
a. Moral
yang tinggi
b. Disiplin
diri sendiri
4. Ketahanan
fisik
a. Kesehatan
jasmani dan rohani
b. Kesabaran
c. Ketabahan
5. Ketekunan
dan keuletan untuk bekerja keras
6. Pemikiran
yang konstruktif dan kreatif
Sikap mental wirausaha juga dapat
ditingkatkan dengan menumbuhkan kepekaan jiwa wirausaha terhadap arti
lingkungan. Dengan memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan maka wirausaha
akan lebih berhasil dalam menyusun strategi serta bentuk usaha atau mungkin
bentukm usaha atau mungkin bentuk pelayanan bagi orang-orang yang mengharapkan
bantuannya.
Hal-hal yang harus diperhatikan agar para
wirausahawan memiliki rasa peka terhadap arti lingkungan bagi kehidupannya,
antara lain :
1. Pengenalan
terhadap arti lingkungan
2. Rasa
syukur terhadap atas segala yang diperoleh atau dimiliki
3. Keinginan
yang besar untuk menggali dan mendayagunakan sumber-sumber ekonomi lingkungan
setempat
4. Kepandaian
untuk menghargai dan memanfaatkan waktu secara efektif
B.
Sikap
Dan Mental Yang Dimiliki Wirausahawan
Seseorang wirausahawan memiliki modal
dalam bentuk materi dan non materi. Dalam bentuk materi seorang wirausaha harus
memiliki modal yang berupa uang, lahan, dan lain sebagainya yang bersifat fisik
(materi). Sedangkan dalam bentuk non materi seorang wirausaha haruslah memiliki
sikap dan mental sesuai dengan keadaan di bidang wirausaha.
Sikap dan mental yang harus dimiliki
seorang wirausaha kurang lebih ada sepuluh, diantaranya adalah percaya diri,
berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, kepemimpinan, berorientasi
ke masa depan, kreatif dan inovatif kemandirian, memiliki tanggung jawab,
selalu mencari peluang usaha, dan memiliki kemampuan personal. Dalam makalah
ini akan kami jelaskan satu-persatu sikap dan mental yang harusnya dimiliki
oleh seorang wirausahawan.
1.
Percaya
Diri
Kepercayaan
diri merupakan sikap dan keyakinan (mental) yang harus dimiliki seorang
wirausahawandalam menaghadapi tugas dan pekerjaan. Didalam sikap percaya diri
terkandung nilai-nilai keyakinan, optimisme, individualisme, dan ketidak
tergantungan serta yakin akan kemampuannya untuk mencapai keberhasilan. Orang
yang percaya diri memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan
sistematis, berencana efektif, dan efisien. Jadi, seorang wirausaha yang
memiliki kepercayaan diri yang tinggi relative lebih mampu menyelesaikan
masalah sendiri tanpa menunggu bantuan orang lain.
2.
Berorientasi
Pada Tugas dan Hasil
Seorang wirausaha yang selalu mengutamakan
tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengedepankan nilai-nilai motif
berprestasi, ketekunan, tekad, kerja keras, energik, dan mempunyai dorongan
keras dalam meraih tujuan atau sasaran bisnis. Untuk mendapat hasil yang
optimal, seorang wirausaha harus berinisiatif, disiplin diri, berpikir kritis,
tanggap, dan semangat berprestasi.
3.
Berani
Mengambil Risiko
Keberanian
dan kemampuan mengambil risiko merupakan nilai utama dalam kewirausahaan.
Misalnya, seorang wirausaha yang takut mengambil risiko bisnis akan menyebabkan
wirausahawan tersebut mengalami kesulitan dalam berinisiatif. Tentu pengambilan
risiko ini dilaksanakan setelah melalui pemikiran, analisis, perhitungan serta
pertimbangan yang matang.
4.
Kepemimpinan
Seorang
wirausaha yang sukses tidak terlepas dari sikap kepemimpinannya,
kepeloporannya, keteladanannya dalam mengendalikan usaha bisnisnya. Selain hal
tersebut, pemimpin dalam menjalankan usahanya secara transparansi dan jujur
dengan tujuan tidak hanya mencari laba saja, tetapi juga meningkatkan
kesejahteraan para karyawannya. Dalam hal ini, para karyawan sangat saying
kepada pimpinan dan mereka menganggap bahwa perusahaan menjadi bagian dari
hidupnya. Olehkarena itu, ia selalu bekerja keras dan tekun. Demikian juga
seorang pemimpin selalu membantu bawahannya yang menemui kesulitan dalam
pekerjaannya. Pimpinan merasa dekat dengan seluruh karyawannya karena mereka
dianggap sebagai mitra kerja atau mitra usaha dan bukan sebagai buruh terhadap
majikan.
5.
Berorientasi
ke Masa Depan
Seorang
wirausaha haruslah berwawasan ke masa depan, mempunyai visi ke depan, dan
mengetahui kemana kegiatan bisnisnya tersebut akan dibawa, apa yang ingin
dicapai, strategi-strategi apa saja yang harus dilakukan agar kegiatan dan
kelangsungan hidup usahanya dapat terus terjamin. Jadi dalam hal ini perusahaan
diharapkan dapat berkembang dan tetap terjamin kelangsungan hidupnya dalam
jangka panjang.
6.
Kreatif
dan Inovatif
Seorang
wirausaha harus memiliki sikap kreatif, yaitu kemampuan menciptakan gagasan dan
menemukan cara baru dalam melihat permasalahan dan peluang yang ada. Disampin
itu seorang wirausaha juga harus memiliki sikap inovatif, yaitu kemampuan
mengaplikasikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan dan peluang yang ada
untuk lebih memakmurkan kehidupan keluarga dan masyarakat (dunia usaha). Jadi,
kreativitas adalah kemampuan menciptakan gagasan baru, sedangkan inovatif
adalah melakukan sesuatu yang baru. Sikap inovatif sebagai karakteristik
wirausaha menunjukan selalu mendekati berbagai masalah dan selalu berusaha
dengan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Terbuka atau transparan untuk
pandangan, gagasan, dan penemuan baruyang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
kinerjanya. Termasuk dalam sikap inovatif tersebut adalah kecenderungan untuk
selalu meniru, tetapi melalui penyempurnaan-penyempurnaan tertentu atau
modifikasi.
7.
Kemandirian
sikap kemandirian yang dimiliki seorang wirausaha
menunjukkan bahwa ia selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab
pribadi. Keberhasilan dan kegagalan merupakan konsekuensi pribadi wirausaha.
Dalam hal ini seorang wirausaha dalam bertindak dapat mengambil keputusan dan
memiliki berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan. Dia lebih senang bekerja
sendiri menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. Dengan
kemandiriannya seorang wirausaha dapat menerapkan ide-ide barunya dalam
meningkatkan produk dan kualitas, perluasan pasar, promosi, dan sebagainya.
Jadi dalam hal ini, kemandirian seorang wirausaha tercermin dalam otonomi
melaksanakan kegiatan, pengambilan keputusan, menentukan kebijakasanaan,
strategi perusahaan, dan tidak terikat oleh perintah orang lain.
8.
Memiliki
Tanggung Jawab
Ide,
perilaku, dan implementasi dari aktivitas seorang wirausaha tidak terlepas dari
tuntutan dan tanggung jawab. Oleh karena itu, komitmen sangat diperlukan dalam
pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggung jawab. Perilaku wirausahawan yang
bertanggung jawab memiliki disiplin, patuh komitmen, bersungguh-sungguh, jujur,
berdedikasi tinggi, konsisten, dan tidak pernah ingkar janji. Kejujuran dan
transparasi manajemen dalam perusahaan akan meningkatkan loyalitas dan motivasi
kerja para karyawan.
9.
Selalu
Mencari Peluang Usaha
Seorang
wirausaha biasanya mampu melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kemampuan
inilah yang membuatnya bisa menangani berbagai persoalanyang dihadapi oleh
perusahaan. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausaha dalam mengerjakan tugas
sekaligus, semakain besar pula kemungkinan untuk mengelola perusahaan menjadi
sumber daya produktif.
Seorang
wirausaha harus selalu belajar, karena dalam kehidupan ini penuh dengan
berbagai peluang dan kesempatan untuk maju, tumbuh dan berkembang. Semakin
tinggi kompetensi yang kita miliki, semakin mudah kita membaca banyaknya peluang
atau kesempatan usaha di berbagai bidang. Tentu kita dapat memanfaatkan peluang
usaha sesuai dengan kemampuan yang kita miliki di lingkungan sekitar kita. Kalau
diamati dengan seksama, banyak peluang-peluang usaha yang belum tersentuh oleh
tangan wirausaha. Dalam hal ini kita harus dapat memanfaatkan peluang-peluang
tersebut.
10.
Memiliki
Kemampuan Personal
Semua
orang yang berkehidupan sebagai wirausaha harus terus mau belajarberbagai
pengetahuan, misalnya membaca buku atau menghadiri seminar, terutama dibidang
bisnis. Dengan demikian wawasan atau kompetensi wirausaha akan meningkat. Hal
ini dapat membantu kelancaran bisnis dan dapat mempermudah membaca munculnya
peluang-peluang bisnis baru. Seorang wirausaha memiliki kompetensi tinggi,
artinya ia memiliki pengetahuan yang luas, memiliki keahlian atau keterampilan,
dan memiliki perilaku atau moralitas yang baik.
Selain sikap mental atau karakteristik
wirausaha tersebut diatas, dalam usaha mendorong keberhasilan usahanya, seorang
wirausaha juga harus dapat :
·
Membangun komunikasi yang
diperlukan untuk komunikasi secara internal maupun eksternal, seperti negosiasi
permodalan, kerja sama pemasaran produk, kontrak penjualan, dan sebagainya.
·
Membangun kepercayaan
sangat diperlukan dalam menjalin hubungan dengan perbankan, loyalitas konsumen
terhadap produk-produk perusahaan, dan sebagainya.
·
Membangun network atau jaringan yang sangat
diperlukan dalam menciptakan pasar-pasar baru, mencari peluang bisnis baru, dan
sebagainya.
·
Membangun kemampuan teamwork yang terdiri dari tenaga
professional dan karyawan untuk mencapai tujuan.
·
Membangun pikiran kreatif
diperlukan untuk kegiatan promosi, menciptakan produk-produk baru, mencari
pelanggan-pelanggan baru, dan sebagainya.
·
Membangun cara berpikir terstruktur
diperlukan, misalnya dalam pembuatan program, pembuatan proyek, reorganisasi,
dan sebagainya.
·
Membangun kemampuan untuk
cepat dan tepat diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi, perubahan
selera konsumen, perubahan pasar, dan sebagainya.
·
Membangun perilaku atau
moralitas yang baik sebagai wirausaha dalam melaksanakan kegiatan bisnis kita
harus jujur dan tidak boleh menipu. Jika baik dikatakan baik, yang jelek
dikatakan jelek atau yang salah dikatakan salah, yang benar dikatakan benar
(berbicara/bertingkah seperti keadaan sebenarnya).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pembahasan yang sudah ada diatas, maka dapat kita Tarik kesimpulan sebagai
berikut :
1) Sikap
merupakan suatu potensi atau sering juga disebut pendorong yang ada dalam
individu untuk bereaksi terhadap segala hal yang ada dalam lingkungannya.
2) Mental
merupakan rangkaian sistem abstrak yang hidup dalam pikiran mengenai apa yang
harus dianggap penting dan berharga dalam hidup.
3) Manusia
yang bermental wirausaha mempunyai kemampuan untuk mencapai tujuan dan
kebutuhan hidupnya. Disamping kemauan keras, manusia yang bersikap mental
wirausaha mempunyai keyakinan yang kuat atas kekuatan yang ada pada dirinya.
4) Percaya
diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, kepemimpinan,
berorientasi pada masa depan, kreatif dan inovatif, kemandirian, tanggung
jawab, selalu mencari peluang usaha, dan memiliki kemampuan personal merupakan
sikap dan mental yang harus dimiliki seorang wirausahawan.
5) Dengan
memiliki sikap mental yang bagus seorang wirausaha dapat memajukan apapun
bentuk usahanya.
B.
Saran
1) Seorang
wirausaha harus memiliki sikap dan mental sebagaimana yang sudah tertera
diatas.
2) Seorang
wirausaha tidak boleh pesimis dengan keberlangsungan usaha yang ia jalankan dengan
tetap mengedepankan pemikiran positif.
3) Seorang
wirausaha haruslah memiliki pemikiran terbuka untuk mengembangkan sikap dan
mental dalam usahanya.
4) Seorang
wirausaha tidak hanya memikirkan keuntungan, akan tetapi juga memikirkan
kesejahteraan masyarakatnya (karyawan dan sebagainya).
5) Seorang
wirausaha harus tetap bangkit walaupun berada dalam keterpurukan untuk tetap
berusaha mensukseskan usahanya.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. 2009. Kewirausahaan. Alfabeta: Jakarta
Suharyadi., Nugroho. A., Purwanto., & Maman. F. Kewirausahaan
Membangun Usaha Sukses Sejak usia Muda. Salemba Empat: Jakarta
Suryana. 2001. Kewirausahaan. Salemba Empat: Jakarta
Komentar
Posting Komentar