MAKALAH PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT
MAKALAH PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT

DISUSUN OLEH :
ANDIKA AFRI DERMAWAN
16133553046
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rakhmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat
menyusun makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak memperoleh
bantuan dari berbagai pihak oleh karena
itu kami menyampaikan rasa hormatdan terikakasih kepada
Teman-teman yang memberikan dukungan penyelesaian makalah
ini.
Kami menyadari,bahwa makalah ini masih banya kekurangan
maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari anda sekalian
demi menambah sempurnanya makalah ini semoga makalah ini bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi kami semua.
Bandar
Lampung, Desember 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL....................................................................................... i
KATA
PENGANTAR.................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang.................................................................................... 1
1.2.Rumusan Masalah................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Pengertian pengendalian vektor .......................................................... 2
2.2.
Meteologi Pengendalian vector......................................................... 3
2.3. Konsep
dasar pengendalian Vektor .................................................. 3
2.4.Tujuan
pengendalian vektor .............................................................. 3
2.5.Cara
Pengendalian Vektor.................................................................. 3
2.6.Metode
pengendalian Vektor............................................................. 4
2.7.Jenis
jenis vector................................................................................ 4
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan......................................................................................... 5
3.2.Saran .................................................................................................. 5
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang
Wilayah perkotaan mengalami
perubahan yang sangat besar akibat banyaknya industri yang didirikan. Hal ini
menyebabkan penduduk yang tinggal di pedesaan mulai berpindah ke kota untuk
menjadi tenaga kerja. Selain itu faktor yang menyebabkan mereka berpindah
(urban) adalah faktor ekonomi. Dengan adanya pendirian industri tersebut
menyebabkan lingkungan yang hijau kini menjadi gersang akibat ditebang untuk
dijadikan lahan industri dan perumahan. Seiring dengan perubahan waktu maka hal
tersebut menimbulkan beberapa dampak terhadap lingkungan sekitar, salah satu
dampaknya adalah penularan penyakit.
Masalah umum
yang dihadapi dalam bidang kesehatan adalah jumlah penduduk yang besar dengan
angka pertumbuhan yng cukup tinggi dan penyebaran penduduk yang belum merata,
tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah. Keadan ini dapat
menyebabkan lingkungan fisik dan biologis yang tidak memadai sehingga
memungkinkan berkembang biaknya vektor penyakit.
Dalam menuju
Indonesia sehat tahun 2011 dan untuk mewujudkan kualitas dan kuantitas
lingkungan yang bersih dan sehat serta untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur
kesepakatan umum dari tujuan nasional, sangat diperlukan pengendalian vektor
penyakit.
1.2.Rumusan Masalah
1. Bagaimana
perlunya pengendalian vektor penyakit
2. Pengertian Vektor-borne disease
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian pengendalian vektor
Vektor adalah anthropoda yang dapat
menimbulkan dan menularkan suatu Infectious agent dari sumber Infeksi kepada
induk semang yang rentan. Bagi dunia kesehatan masyarakat, binatang yang
termasuk kelompok vektor yang dapat merugikan kehidupan manusia karena
disamping mengganggu secara langsung juga sebagai perantara penularan penyakit,
seperti yang sudah diartikan diatas.
Adapun dari penggolongan binatang
ada dikenal dengan 10 golongan yang dinamakan phylum diantaranya ada 2 phylum
sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia yaitu phylum anthropoda seperti
nyamuk yang dapat bertindak sebagai perantara penularan penyakit malaria, deman
berdarah, dan Phyluml chodata yaitu tikus sebagai pengganggu manusia, serta
sekaligus sebagai tuan rumah (hospes), pinjal Xenopsylla cheopis yang
menyebabkan penyakit pes. Sebenarnya disamping nyamuk sebagai vektor dan tikus
binatang pengganggu masih banyak binatang lain yang berfimgsi sebagai vektor
dan binatang pengganggu.
Namun kedua phylum sangat
berpengaruh didalam menyebabkan kesehatan pada manusia, untuk itu keberadaan
vektor dan binatang penggangu tersebut harus di tanggulangi, sekalipun demikian
tidak mungkin membasmi sampai keakar-akarnya melainkan kita hanya mampu
berusaha mengurangi atau menurunkan populasinya kesatu tingkat ertentu yang
tidak mengganggu ataupun membahayakan kehidupan manusia. Dalam hal ini untuk
mencapai harapan tersebut perlu adanya suatu managemen pengendalian dengan arti
kegiatan-kegiatan/proses pelaksanaan yang bertujuan untuk memurunkan densitas
populasi vektor pada tingkat yang tidak membahayakan.
Jadi Pengendalian vektor adalah semua upaya yang dilakukan untuk menekan, mengurangi, atau menurunkan
tingkat populasi vektor sampai serendah rendahnya sehigga tidak membahayakan
kehidupan manusia.
2.2.
Meteologi Pengendalian vektor
Dalarn pengendalian vektor tidaklah mungkin dapat dilakukan
pembasmian sampai tuntas, yang mungkin dan dapat dilakukan adalah usaha
mengurangi dan menurunkan populasi kesatu tingkat yang tidak membahayakan
kehidupan manusia. Namun hendaknya dapat diusahakan agar segala kegiatan dalam
rangka memurunkan populasi vektor dapat mencapai hasil yang baik. Untuk itu perlu
diterapkan teknologi yang sesuai, bahkan teknologi sederhanapun, yang penting d
dasarkan prinsip dan konsep yang benar. Adapun prinsip dasar dalam pengendalian
vektor yang dapat dijadikan sebagai pegangan sebagai berikut :
1. Pengendalian vektor harus menerapkan
bermacam-macam cara pengendalian agar vektor tetap berada di bawah garis batas
yang tidak merugikan/ membahayakan.
2. Pengendalian vektor tidak
menimbulkan kerusakan atau gangguan ekologi terhadap tata lingkungan hidup.
2.3. Konsep dasar pengendalian Vektor
1. Harus dapat
menekan densitas vektor
2. Tidak
membahayakan manusia
3. Tidak
mengganggu keseimbangan lingkungan
2.4.Tujuan
pengendalian vektor
1. Mencegah wabah
penyakit yang tergolong vector-borne disease >> memperkecil risiko kontak
antara manusia dg vektor penyakit dan memperkecil sumber penularan
penyakit/reservoir
2. Mencegah
dimasukkannya vektor atau penyakit yg baru ke suatu kawasan yg bebas >>
dilakukan dengan pendekatan
legal, maupun dengan aplikasi pestisida (spraying, baiting,
trapping)
2.5.Cara
Pengendalian Vektor
1. Usaha
pencegahan (prevention) >> mencegah kontak dengan vektor >> pemberantasan nyamuk, kelambu
2. Usaha penekanan
(suppression) >> menekan populasi vektor sehingga tidak membahayakan
kehidupan manusia
3. Usaha
pembasmian (eradication) >> menghilangkan vektor sampai habis
2.6.Metode
pengendalian Vektor
1. Pengendalian secara alamiah (naturalistic control)
>> memanfaatkan kondisi alam yang dapat mempengaruhi kehidupan vector >> jangka waktu
lama
2. Pengendalian
terapan (applied control) >> memberikan perlindungan bagi kesehatan
manusia dari
gangguan vektor >> sementara
a.
Upaya peningkatan sanitasi lingkungan (environmental sanitation improvement)
b. Pengendalian secara fisik-mekanik (physical-mechanical
control) >> modifikasi/manipulasi lingkungan >> landfilling, draining
c.
Pengendalian secara biologis (biological control) >> memanfaatkan
musuh alamiah atau pemangsa/predator, fertilisasi
d. Pengendalian dengan pendekatan per-UU (legal control)
>> karantina
e.
Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia (chemical control)
2.7.Jenis
jenis vektor
Seperti telah diketahui vektor
adalah Anthropoda yang dapat memindahkan/menularkan suatu infectious agent dari
sumber infeksi kepada induk semang yang rentan.
Sebagian dari Anthropoda dapat
bertindak sebagai vektor, yang mempunyai ciriciri kakinya beruas-ruas, dan
merupakan salah satu phylum yang terbesarjumlahnya karena hampir meliputi 75%
dari seluruh jumlah binatang.
Antropoda
dibagi menjadi 4 kelas :
1. Kelas crustacea (berkaki 10):
misalnya udang
2. Kelas Myriapoda : misalnya binatang
berkaki seribu
3. Kelas Arachinodea (berkaki 8) :
misalnya Tungau
4. Kelas hexapoda (berkaki 6) :
misalnya nyamuk
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Pengendalian vektor adalah semua upaya yang dilakukan untuk menekan, mengurangi, atau menurunkan
tingkat populasi vektor sampai serendah rendahnya sehigga tidak membahayakan
kehidupan manusia.
Dalarn pengendalian vektor tidaklah mungkin dapat dilakukan pembasmian sampai
tuntas, yang mungkin dan dapat dilakukan adalah usaha mengurangi dan menurunkan
populasi kesatu tingkat yang tidak membahayakan kehidupan manusia.
3.2.Saran
Untuk pengendalian vektor tidak lah
dapat dilakukan pembasmian sampai tuntas maka gunakanlah kelambu di saat tidur
hal ini dapat mengurangi popilasi vektor.
DAFTAR PUSTAKA
1. Santio Kirniwardoyo (1992), Pengamatan
dan pemberatasan vektor malaria, sanitas. Puslitbang Kesehatan Depkes Rl
Jakarta
2. Adang Iskandar, Pemberantasan
serangga dan binatang pengganggu, APKTS Pusdiknakes. Depkes RI. Jakarta
3. http://fkmutu.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar