MAKALAH PENGELOLAAN STAF (SELEKSI, ORIENTASI DAN JENJANG KARIR)
MAKALAH
PENGELOLAAN STAF
(SELEKSI,
ORIENTASI DAN JENJANG KARIR)

DISUSUN
OLEH :
1.
NOVRIAN
2.
FITRI
BATUBARA
3.
CHANDRA
4.
MARIA
VINA
5.
YOLA
TRIANTIKA
6.
SONI
7.
DWI
PUTRI
8.
WISMO
9.
PUTRI
MARICA
10.
LIKSONADI
11.
DESRI
12.
DWI
ARDIANSYAH
13.
CAHYANDARU
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN
JURUSAN
KEPERAWATAN
TAHUN
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PENGELOLAAN STAF.
Kami
meyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan
makalah ini.
Demikian
yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Banadar Lampung,Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAM
JUDUL............................................................................................... i
KATA
PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR
ISI...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................... 3
1.3 Tujuan................................................................................................. 3
BAB II TINJUAN PUSTAKA
2.1
Seleksi ................................................................................................ 4
2.2
Orientasi.............................................................................................. 4
2.3 Perkembangan Karir
Perawat.............................................................. 4
2.4 Tujuan
Pengembangan Kari Perawat................................................. 6
2.5 Ruang Lingkup.................................................................................... 6
2.6 Prinsip-Prinsip dalam
Sistem Pengembangan Karir........................... 9
2.7 Bentuk dan Jenjang Karir
Profesional Perawat................................... 9
2.8 Komponen Pengembangan
Jenjang Karir........................................... 11
2.9 Kompetensi Perawat Klinik Sesuai Area
Kebutuhan ........................ 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 14
3.2 Saran.................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen
keperawatan di Indonesia di masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam
pengembangan keperawatan, hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tutuan
global bahwa setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara
profesional dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi (Nursalam,
2002).
Manajemen
keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep-konsep
manajemen yang di dalamnya meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuan
tertentu. Unsur-unsurnya dikelola oleh seorang manajer yang meliputi orang,
metode, materi, anggaran, waktu dan pemasaran (Kusnanto, 2006).
Perencanaan
dapat didefinisikan sebagai upaya untuk memutuskan apa yang akan dilakukan,
siapa yang melakukan, dan bagaimana, kapan dan dimana hal tersebut dilakukan.
Oleh karena itu semua perencanaan menuntut individu untuk menetukan pilihan
diantara beberapa alternatif. Perencanaan merupakan fungsi yang dituntut dari
semua manajer sehingga tujuan dan kebutuhan individu maupun organisasi dapat
terpenuhi ( Marquis. 2010).
Perencanaan
merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan
diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut memungkinkan
para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka
secara berhasil guna dan berdaya guna.
Keberhasilan
suatu kegiatan, seberapa besarnya, sangat tergantung pada perencanaan yang
seksama artinya merencanakan segala sesuatunya sebelum mulai, memikirkan
tindakan secara terus-menerus, mengubah rencana apabila perlu, dan menilai
seberapa efektif kegiatan yang akan dilakukan (Anonim, 2006).
Perencanaan
yang adekuat mendorong pengelolaan terbaik sumber daya yang ada. Dalam
perencanaan yang efektif, manajer harus mengidentifikasi tujuan jangka pendek
dan jangka panjang serta melakukan perubahan yang diperlukan untuk menjamin
kontinuitas pencapaian tujuan oleh unit, sehingga diperlukan kreatifitas dan
keterampilan oleh manajer tersebut. Perencanaan merupakan proses yang sangat
penting dan menjadi prioritas dalam fungsi manajemen lainnya (Marquis, 2010).
Jenjang karir merupakan suatu sistem untuk meningkatkan
kinerja dan profesionalisme perawat sesuai bidang pekerjaannya melalui
peningkatan kompetensi. Perawat profesional yang saat ini diakui di Indonesia
dimulai dari lulusan D-3 Keperawatan dan akan terus meningkat. Sehingga pada
tahun 2010 diharapkan yang dikategorikan sebagai perawat profesional adalah
lulusan S-1 keperawatan dan jenjang lebih tinggi (Supriyantoro, 2011)
Dasar pemikiran penyusunan jenjang karir profesi
keperawatan RS beranjak dari kepentingan profesi untuk bertanggung jawab dan
bertanggung gugat dalam memberikan asuhan keperawatan. Pada tiap jenjang karir,
perawat mempunyai kompetensi tertentu dalam memberikan asuhan keperawatan
sehingga dapat dipertanggungjawabkan (Zaidin, 2002)
Jenjang karir diperlukan untuk terwujudnya asuhan
keperawatan yang bemutu mengingat perawat mempunyai tenaga terbanyak dan terlama
mendampingi pasien. Dengan dijaminnya kualitas asuhan keperawatan yang
diberikan oleh perawat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, maka akan
berkontribusi terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Dengan ditetapkannya
kompetensi perawat pada tiap jenjang, akan memudahkan dalam rekruitmen,
seleksi, orientasi, pembinaan dan pengembangan SDM keperawatan (Nursalam, 2011)
Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan
dan penerapan rencana karir yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada
jenjang yang sesuai dengan keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih
baik sesuai dengan kemampuan dan potensi perawat (Marquis & Huston, 2010)
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana pengembangan karir perawat ?
- Apa tujuan dari pengembangan karir perawat ?
- Apa saja ruang lingkup keperawatan ?
- Bagaimana prinsip-prinsip dalam sistem pengembangan karir ?
- Apa saja bentuk dan jenjang karir profesional perawat ?
- Apa saja komponen dalam pengembangan jenjang karir ?
- Kompetensi perawat klinik sesuai area kebutuhan ?
1.3
Tujuan
- Untuk mengetahui pengembangan karir perawat
- Untuk mengetahui tujuan dari pengembangan karir perawat
- Untuk mengetahui ruang lingkup keperawatan
- Untuk mengeahui prinsip-prinsip dalam sistem pengembangan karir
- Untuk mengeahui bentuk dan jenjang karir profesional perawat
- Untuk mengeahui komponen dalam pengembangan jenjang karir
- Untuk mengeahui Kompetensi perawat klinik sesuai area kebutuhan
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
2.1
Seleksi
Dalam
Manajemen Sumber Daya Manusia, Seleksi atau Selection adalah proses untuk
memilih pelamar untuk dijadikan karyawan dan menempatkan mereka pada posisi
yang dibutuhkan oleh organisasi. Dengan kata lain, Seleksi adalah suatu proses
pencocokan kebutuhan dan persyaratan organisasi terhadap keterampilan dan kualifikasi
para pelamar kerja. Proses Seleksi ini harus memegang Prinsip “Right People in the Right
Jobs” yaitu
menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.
2.2
Orientasi
Orientasi adalah suatu proses seseorang
untuk menangkap atau mengerti keadaan sekitarnya dan ia dapat melokalisir
dirinya dalam hubungan dengan sekitarnya tersebut. Macam-macam orientasi:
a. Orientasi
personal (orientasi perorangan), yaitu kemampuan individu untuk mengemukakan
identitas diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
b. Orientasi
temporal (orientasi waktu), yaitu kemampuan individu untuk mengetahui hubungan
masa, waktu, hari, tanggal, bulan, musim, atau tahun, baik sekarang, yang
lampau, ataupun yang akan datang.
c. Orientasi
spasial (orientasi tempat), yaitu kemampuan individu untuk mengetahui batasan
ruang atau lokasi yang ditempati serta hubungannya dengan ruang atau lokasi
lain.
2.3 Perkembangan
Karir Perawat
Meskipun perkembangan keperawatan
di indonesia masih belum sesuai dengan yang diinginkan, tetapi telah mulai
dirintis terbukti dengan adanya keinginan untuk meningkatkankualitas
pelayanannya. Peran perawat di rumah sakit sangat penting karena sering
dijadikan tolak ukur baik buruknya pelayanan kesehatan yang ada. Menyadari
posisinya yang sangat menentukan ini perawat mulai berbenah diri yang tadinya
bersifat “vokasional” menjadi keperawatan “profesional” yang mandiri dan
bersifat interdependen terhadap pelayanan profesional lainnya. Perawat dituntut
untuk dapat menguasai ketrampilan interpersonal, intelektual dan teknikal.
Supaya keperawatan dapat berkembang dengan baik, perlu diciptakan iklim yang
kondusif, yang salah satu diantaranya adalah penataan kembali peran, tugas, dan
tanggung jawab perawat, sesuai dengan kaidah-kaidah profesi serta pengembangan
karier yang akan diacu oleh rumah sakit.
Karir dapat ditata secara
sistematik dan dapat terjadi tanpa rencana, sehingga dibutuhkan pemikiran dan
perencanaan karir yang mengarah pada suatu pola yang tersusun secara logis,
sesuai dengan peran fungsi perawat. Keberhasilan dalam karir profesional
dilandasi dengan perencanaan dan perubahan yang sesuai dengan posisi.
Permasalahan dan berbagai hal yang mempengaruhi perecanaan karir antara lain
sebagai berikut :
a. Belum semua rumah sakit menyadari pentingnya pola
pengembangan karir bagi tenaga keperawatannya. Padahal dengan pola ini perawat
dapat termotivasi menjadi lebih baik dalam bekerja karena berpengaruh terhadap
karirnya dimasa yang akan datang.
b. Individu perawat itu sendiri, individu mempunyai tujuan
pribadi, kekuatan dan kebutuhan jangka panjang, karir dang keinginan untuk
memberi kontribusi dalam bidang praktik keperawatan.
c. Adanya peluang nyata, bahwa pilihan kari dan kesempatan
untuk berkarya tersedia.
d. Perubahan tempat kerja yang dinamis membuat adanya
kecenderungan dan isue dalam pelayanan keperawatan.
e. Adanya tujuan pribadi, tujuan keluarga dan tujuan karir
yang terintegrasi dalam satu konsep “income” keluarga.
Manajemen karir mempunyai fokus
dan tanggung jawab rumah sakit untuk mengembangkan karir dengan menciptakan
jalan yang sistematisdan kenaikan pangkat yang sesuai dengan kinerja dan
potensi perawat itu sendiri. Selain itu adanya pembinan atau bimbingan karir
serta pendidikan dan pelathan akan merangsang adanya motivasi agar dapat
melakukan asuhan keperatawan yang optimal. (Sumijatun, 2010:109)
Pengembangan jenjang karir
perawat mencakup empat peran utama perawat yaitu :
1. Perawat klinik (PK), perawat yang memberikan asuhan
keperawatan langsung kepada pasien atau klien sebagai individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
2. Perawat manajer (PM), perawat yang mengelola pelayanan
keperawatan disarana kesehatan, baik sebagai pengelola tingkat bawah (front
line manager), tingkat menengah (middle manager) dan pengelola tingkat atas
(top manager).
3. Perawat Pendidik (PP), perawat yang memberikan pendidikan
kepada peserta didik di institusi pendidikan keperawatan
4. Perawat meneliti atau riset (PR), perawat yang bekerja
dibidang penelitian keperawatan atau kesehatan. (Sumijatun, 2010:109)
2.4 Tujuan Pengembangan Kari Perawat
Menurt Dep Kes RI, 2006 tujuan
umum dari pengembangan karir perawat adalah mengembangkan profesionalisme dan
akuntabiitas perawat klinik terhadap publik atau masyarakat. Sedangkan tujuan
khususnya meliputi :
1. Adanya kesamaan persepsiberbagai pihak tentang
pengembangan sistem jenjang karir perawat klinik,
2. Adanya sistem jenjang karir profesional perawat dalam
konteks sistem penghargaan bagi perawat disarana kesehatan.
3. Menurunkan
jumlah perawat yg keluar dari pekerjaannya.
4. Meningkatkan
moral kerja dan mengurangi kebuntuan karir.
5. Menata
sistem promosi berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan,
sehingga mobilitas karir berfungsi dengan baik dan benar. (Sumijatun, 2010:110)
2.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup keperawatan adalah
membantu individu untuk bereaksi secara positif dalam melaksanakan kegiatan
sehari-hari termasuk dalam menghadapi kematian dan masalah kesehatan atau
penyakit, baik yang nyata maupun yang mungkin akan timbul, serta penanganannya.
(Mitchel, 1997)
Ruang lingkup perawat profesional :
1. Supervisi perencaan dan tindakan perawatan pasien secara
menyeluruh.
2. Mengamati, mengintervensi,dan mengevaluasi keluhan
pasien, baik secara mental maupun fisik.
3. Melaksanakan intruksi dokter tentang obat–obatan dan
pengobatan yang akan di berikan
4. Mengawasi anggota tim kesehatan yang memberikan pelayanan
perawatan kepada pasien.
5. Melaksanakan prosedur dan eknik perawatan, khususnya pada
tindakan yang membutuhkan keputusan, penyesuaian dan pertimbangan berdasarkan
data teknis.
6. Memberikan bimbingan kesehatan dan partisipasi dalam
pendidikan kesehatan.
7. Membuat catatan dan laporan fakta–fakta secara teliti dan
mengevaluasi prawatan pasien. (Makhfudli, 2009)
Ruang lingkup perawat profesional meliputi :
1.
Rumah sakit
Praktik keperawatan dirumah sakit dan fasilitas keperawatan
terampil menjadi lebih kompleks mengingat meningkatnya popilasi lansia,penyakit
akut,dan temuan-temuan baru terapi suportif. Penyakit infeksi yang berhubungan
dengan acquired imunideficienci syndrome (AIDS, Tranplantasi organ, dan
instrumen teknologi tinggian digunakan diunit perawatan intensif merupakan
sebagian faktor yang berkontribusi pada meningkatnya presentase klien dengan
penyakit kritis dirumah sakit.Selain meningkatnya angka keakutan,telah terjadi
peningkatan biyaya perawatan kesehatan yang tajam.untuk beradaptasi dengan
peningkatan ini,beberapa rumah sakit menurunkan jumlah pekerjanya tanpa
menurunkan beban kerja. selain meningkanya angka keakutan telah terjadi
peningkatan biyaya perawatan kesahatan yang tajam untuk beradaptasi peningkatan
ini, beberapa rumah sakit menurunkan jumlah pekerjanya tanpa menurunkan beban
kerja.pada masa sekarang ini perawatan profesional ditantang untuk memenuhi
kebutahan, berbagai kebutuhan klien terhadap perawatan kesahatan.
2.
Komunitas
Jumlah perawat yang bekerja di komunitas meningkat secara
bermakna peningkatan biyaya perawatan dirumah sakit mendorong kebutuhan
terhadap adanya pelayanan keperawatan dikomunitas yang ditujukan untuk
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan pada fase
penyembuhan. perawatan di komunitas difokuskan untuk meningkatkan dan
mempertahankan kesehatan, pendidikan, dan menejemen serta mengkordinasikan dan
melanjutkan perawatan restoratif didalam lingkungan komunitas klien.sementara
perawatan kesehatan di institusi berfokus pada individu dan keluarga perawatan
komunitas juga mengacu pada kesehatan komunitas dan interaksi antar individu
dalam komunitas tersebut.
3.
Sekolah
Pelayanan kesehatan dikomunitas umum diselenggarakan di
sekolah dan kampus pelayanan keperawatan meliputi pendidikan pencegahan
penyakit, peningkatan kesehatan, dan pendidikan seks. Selain itu perawat yang
bekerja disekolah mungkin memberikan perawatan untuk peserta didik pada kasus
penyakit akut yang bukan kasus kedaruratan misalnya infeksi saluran pernafasan
bagian atau seperti influenza dan infeksi virus. Perawat tersebut juga
memberikan rujukan bagi peserta didik dan keluarganya bila dibutuhkan perawatan
yang lebih spesifik.
4.
Area perawatan di
rumah
Klien seringkali membutuhkan asuhan keperawatan khusus
yang dapat diberikan secara efisien di rumah. Perawat dalam lembaga ini
memberikan asuhan keperawtan di rumah pada klien yang pulang dari perawatan di
institusi tertentu. Lembaga pemberi pelayanan lain yang memberikan perawatan
kesehatan di rumah misalnya ikatan perawat yang melakukuan kunjungan rumah,
lembaga komunitas, hospice. (potter,2005:282)
5.
Keluarga
Keperawatan kesehatan keluarga sebagi satu kesatuan yang
adalah tingkat keperawatan kesehatan masyarakat yang di pusatkan pada keluarga
sebagi unit (wahid, 2012:115)
2.6 Prinsip-Prinsip
dalam Sistem Pengembangan Karir
Beberapa prinsip dalam pengembangan karir perawat adalah
sebagai berikut :
1. Kualifikasi tenaga keperawatan dimulai dari lulusan D III
Keperawatan. Mengingat perawat yang ada pada saat ini sebagaian besar lulusan
SPK, maka perlu dilakukan penanganan khusus dengan memperhatikan penghargaan
terhadap pengalaman kerja, lamanya pengabdian terhadap profesi, uji kompetensi
dan sertifikat.
2. Penjenjangan mempunyai makna tingkatan kompetensi untuk
melaksanakan asuhan keperawatan yang akuntabel dan etis sesuai dengan batas
kewenangan praktik dan kompleksitas masalah pasien atau klien.
3. Penerapan asuhan keperawatan, fungsi utama perawat klinik
adalah memeberikan asuhan keperawatan langsung sesuai standar praktik dan kode
etik perawat.
4. Kesempatan yang sama, setiap perawat klinik mempunyai
kesempatan yang sama utuk meningkatkan karir sampai jenjang karir profesional
tertinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Standar profesi, dan memberikan asuhan keperawatan mengacu
pada standar praktik keperawatan dan kode etik.
6. Komitmen pimpinan, pimpinan disarana kesehatan harus
mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pengembangan karir perawat, sehingga
dapat dijamin kepuasan pasien atau klien serta kepuasan perawat dalam pelayanan
keperawatan. (Sumijatun, 2010:112)
2.7 Bentuk dan
Jenjang Karir Profesional Perawat
Bentuk dan pengembangan karir
perawat dimulai dari peran perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan. Setiap
jenjang akan diuraikan pengalaman dan pendidikan yang harus dimiliki, serta
diskripsi umum tentng tugas atau kewenangannya. Ada lima tingkatan keahlian
berdasarkan kompetensi (model pencapaian kompetensi) menurut Benner, 1982, yang
ada implementasinya tergantung dari pertimbangan manajemen di rumah sakit atau
tempat pelyanan kesehatan masing-masing. Sebagai dasar pengembangannya dapat
berpijak pada tingkatan sebagai berikut, Novice/beginner, Advance beginner,
Competent, Proficient, dan Expert. Sedangkan di indonesia menurut Dep Kes RI ,
2006, mempunyai tahapan jenjang karir yang disesuaikan dengan tingkatan
pendidikan, lamanya ia bekerja serta kemampuan yang dimiliknya dan dibuktikan
oleh adanya sertifikat, adapun tingkatannya sebagai berikut :
- Perawat Klinik I ( PK I )
Perawat klinik I (Novice) adalah : Perawat lulusan D-III
telah memiliki pengalaman kerja 2 tahun atau Ners (lulusan S-1 Keperawatan plus
pendidikan profesi) dengan pengalaman kerja 0 tahun, dan mempunyai setifikat
PK-I.
- Perawat Klinik II (PK II)
Perawat klinik II (Advance Beginner) adalah perawat
lulusan D III Keperawatan dengan pengalaman kerja 5 tahun atau Ners (lulusan
S-1 keperawatan plus pendidikan profesi )dengan pengalaman kerja 3 tahun, dan
mempunyai sertifikat PK II
- Perawat Klinik III (PK III)
Perawat klinik III (competent) adalah perawat lulusan D
III Keperawatan dengan pengalaman kerja 9 tahun atau Ners (lulusan S-1
keperawatan plus pendidikan profesi ) dengan pengalaman klinik 6 tahun atau
Ners spesialis dengan pengalaman kerja 0 tahun, dan mempunyai sertifikat PK
III.
- Perawat Klinik IV (PK IV)
Perawat klinik IV (Proficient) adalah Ners (lulusan S-1
keperawatan plus pendidikan profesi ) dengan pengalaman kerja 9 tahun atau Ners
Spesialis dengan pengalaman kerja 2 tahun, dan memiliki sertifikat PK IV, atau
Ners Spesialis Konsultasi dengan pengalaman kerja 0 tahun.
- Perawat Klinik V (PK V)
Perawat Klinik V (Expert) adalah Ners Spesialis dengan
pengalaman kerja 4 tahun atau Ners Spesialis Konsultan dengan pengalaman kerja
1 tahun, dan memiliki sertifikat PK V. (Makhfudli, 2009)
2.8 Komponen
Pengembangan Jenjang Karir
Menurut Benner, 1984, kompetensi perawat dapat dibagi
menjadi lima tingkatan yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.
Novice (pemula, belum
mempunyai pengalaman)
a.
Perawat yang belum
mempunyai penglaman kerja bisa mengantisipasi situasi secara luas.
b.
Masih terikat dengan
data-data objektif misalnya vital sign,
intake dan output.
c.
Menentukan kondisi
pasien sesuai dengan buku atau prosedur yang ditetapkan.
d.
Diperlukan supervisi
yang ketat dan bantuan pada situasi yang non rutin.
e.
Memerlukan pendidikan
yang kontinyu baik formal maupun nonformal
2.
Advanced Beginner
(pemula, sudah punya pengalaman)
a. Cukup mengetahui situasi yang riil, dapat mencatat aspek
situasi klinik.
b. Masih minta bantuan pada kasus kompleks, belum bisa
menentukan intervensi yang essensial.
c. Tidak perlu disupervice secara ketat.
d. Perlu penunutun (mentor) dan support dari kelompok kerja.
e. Pengalaman lebih kurang satu tahun.
3.
Competent (mampu
melaksanakan tugas utama)
a. Dapat menganalisa masalah klien, dapat mengelola situasi
kompleks.
b. Dapat memutuskan, menilai kondisi pasien serta dapat
memprediksi situasi klien dan menentukan apa yang penting dalam tujuan jangka
panjang.
c. Sudah mempunyai feeling, minta bantuan sedikit dan
selektif.
d. Pengalaman kerja 2-3 tahun.
4.
Proficient (cakap)
a. Sudah dapat mengetahui dan menentukan situasi secara
luas.
b. Dapat menentukan penanganan dan bisa merencanakan asuhan
klien selanjutnya.
c. Melakukan keputusan secara cepat dan luas serta dapat
menangani situasi.
d. Bekerja efisien, dapat mengidentifikasi pasien.
e. Pengalaman kerja 3-5 tahun.
5.
Expert (ahli)
a. Institusinya bagus dan tanggap bila melakukan pemecahan
masalah.
b. Dapat mengantisipasi komplikasi.
c. Dapat melatih perawat-perawat lain.
d. Pendidikan formal masih diperlukan sedangkan pendidikan
informal sudah cukup.
e. Pengalaman kerja lebih dari 5 tahun. (Sumijatun,
2010:114)
2.9 Kompetensi Perawat Klinik Sesuai Area
Kebutuhan
Dalam pedoman pengembangan
jenjang karir profesional perawat Dep. Kes. RI 2006, dikatakan bahwa penyusunan
kompetensi perawat klinik didasarkan pada tiga ranah kompetensi yang mencakup :
1. Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya, adalah
kemampuan perawat untuk melaksanakan tindakan keperawatan sesuai standar
profesi keperawatan, berdasarkab pada kode etikkeperawatan, mentaati peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta memperhatikan budaya dan adat istiadat klien.
2. Manajemen dan pemnerian asuhan keperawatan adalah
serangkaian kemampuan dalam mengelola dan memberikan asuhan keperawatan pada
klien atau pasien.
3. Pengembangan profesional adalah kemampuan perawat untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diri serta keilmuan keperawatan.
Kompetensi yang dicantumkan dalam
setian PK merupakan kompetensi mandiri dimana perawat tersebut mempunyai
kewenangan untuk melakukan tindakan. Pada situasi tertentu perawat dapat
melakukan tindakan yang bukan merupakan kompetensi dan kewenangannya dengan
bimbingan penuh dan terbatas oleh perawat yang mempunyai kompetensi lebih
tinggi dan memiliki kewenangan untuk tindakan tersebut. Guna mengukur tingkat kompetensi
seseorang, kompetensi tersebut masih perlu dijabarkan kedalam sub kompetensi
dan kriteria unjuk kerja, sehingga dapat ditetapkan standar prosedur
pelaksanaanya. Pembangian area Kompetensi perawat klinik didasarkan pada
kekhususan pelayanan keperawatannya, yaitu :
1.
Perawat Medikal Bedah
2.
Perawat Maternitas
3.
Perawat Anak
4.
Perawat Jiwa
5.
Perawat Komunitas
6.
Perawat Gawat Darurat
(Sumijatun, 2010)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jenjang karier merupakan sistem
untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme sesuai dengan bidang pekerjaan melalui
peningkatan kompetensi.
Pemilihan karir secara bertahap
akan menjamin individu dalam mempraktikkan bidang profesinya karena karir
merupakan investasi dan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan atau imbalan
jasa. Komiten terhadap karir dapat dilihat dilihat dari sikap perawat terhadap
profesinya serta motivasi untuk bekerja sesuai dengan karir yang telah
dipilihnya. Secara umum penjenjangan karir profesi perawat terdiri dari 4
(empat) bidang, meliputi : Perawat
Klinik (PK), Perawat Manajer (PM), Perawat Pendidik (PP), Perawat Peneliti atau
Riset (PR).
3.2 Saran
1.
Bagi mahasiswa
sebaiknya dijadikan sebagai pengetahuan dan menambah wawasan dalam proses
belajar.
2.
Bagi perawat
sebaiknya, untuk pengembangan karir perawat di indonesia, diperlukannya
mengadakan program yang lebih efektif dan berkesinambungan.
3.
Bagi institusi
sebaiknya dijadikan sebagai bahan penambahan informasi masalah pengembangan
karir perawat
DAFTAR PUSTAKA
Sumijatun. 2010. Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional.
Jakarta: Trans Info Media
Makhfudli &
Efendi, F. 2009. Keperawatan Kesehatan
Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Wahid Iqbal. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan
Aplikasi. Gresik: Salemba Medika.
Perry Potter. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC
Zaidin Ali. 2002. Dasar-Dasar
Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika
![]() |

Komentar
Posting Komentar