MAKALAH PEMERIKSAAN GULA DARAH
MAKALAH
PEMERIKSAAN GULA DARAH

DISUSUN
OLEH :
DWI
PUTRI PRATIWI
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN
JURUSAN
KEPERAWATAN
TAHUN
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PEMERIKSAAN GULA DARAH.
Kami meyadari dalam penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna penyempurnaan makalah ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, kurang dan
lebihnya kami mohon maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Banadar Lampung, Januari 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAM JUDUL............................................................................................. i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang........................................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah................................................................................... 2
C.
Tujuan Penulisan..................................................................................... 2
BAB II PEMERIKSAAN GULA
DARAH
A.
Defisini.................................................................................................... 3
B.
Tujuan Pemeriksaan Gula Darah............................................................ 3
C.
Macam-macam Pemeriksaan Gula Darah.............................................. 3
D.
Nilai Normal Gula Darah (Joyce Lefever, 2007).................................... 4
E.
Cara Pemeriksaan (SOP)........................................................................ 4
F.
Lokasi Pemeriksaan Gula Darah ........................................................... 5
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................. 7
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di
dalam darah. Konsentrasi gula darah,
atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang
dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya
tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8
mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada
pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan.
Tingkat gula
darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di
dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila
konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi
tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever
(hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini
disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga
meningkatkan level gula darah.
Apabila
level gula darah meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena
pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang
terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati
mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis),
yang mengurangi level gula darah.
Tubuh
manusia terdiri dari jutaan sel-sel, di mana masing-masing sel membutuhkan
energi untuk kehidupannya. Energi tersebut berasal dari makanan, terutama zat
karbohidrat. Yang termasuk karbohidrat antara lain glukosa (gula tebu),
fruktosa (gula buah), maltosa, sukrosa, laktosa, dan tepung (starch).
Karbohidrat diurai menjadi glukosa, sebagian menjadi galaktosa dan fruktosa.
Pemeriksaan kadar gula darah dipakai untuk mengetahui adanya peningkatan
atau penurunan kadar gula darah serta untuk monitoring hasil pengobatan pasien
dengan Diabetes Melitus (DM). Peningkatan kadar gula darah biasanya disebabkan
oleh Diabetes Melitus atau kelainan hormonal di dalam tubuh. Kadar gula
yang tinggi akan dikeluarkan lewat urin yang disebut glukosuria.
Terdapat beberapa macam pemeriksaan untuk menilai kadar gula darah yaitu
pemeriksaan gula darah sewaktu, kadar gula puasa, kadar gula darah 2 jam
setelah makan, test toleransi glukosa oral, HbA1c, insulin dan
C-peptide. Kadar gula darah sewaktu adalah pemeriksaan kadar gula pada waktu
yang tidak ditentukan. Kadar gula darah puasa bila pemeriksaan dilakukan
setelah pasien berpuasa 10 - 12 jam sebelum pengambilan darah atau sesudah
makan 2 jam yang dikenal dengan gula darah 2 jam post-prandial.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud
dengan gula darah?
2.
Apa yang dimaksud
dengan pemeriksaan gula darah?
3.
Apa tujuan dari
pemeriksaan gula darah?
4.
Apa saja
macam-macam pemeriksaan gula darah?
5.
Berapa nilai
normal gula darah dalam tubuh?
6.
Bagaimana cara
pemeriksaan gula darah?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan
makalah ini, yaitu:
1.
Mengetahui
pengertian gula darah.
2.
Mengetahui tentang
pemeriksaan gula darah.
3.
Mengetahui tujuan
pemeriksaan gula darah.
4.
Mengetahui
macam-macam pemeriksaan gula darah.
5.
Mengetahui nilai
normal gula darah.
6.
Mengetahui cara
pemeriksaan gula darah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Defisini
Glukosa darah
adalah gula yang terdapat dalam darah, yang terbentuk dari karbohidrat dalam
makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah
sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. ( Joyce L, 2007)
Glukosa merupakan
prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh seperti
glikogen, ribose dan deoxiribose dalam asam nukleat, galaktosa dalam laktosa
susu, dalam glikolipid, dan dalam glikoprotein dan proteoglikan. ( Murray,
2003)
Didalam
darah terdapat zat glukosa, glukosa ini berfungsi sebagai pembakaran untuk
mendapatkan kalori atau energi. Sebagian glukosa yang ada dalam darah
adalahhasil penyerapan dari usus dan sebagian lagi dari hasil pemecahan
simpananenergi dalam jaringan. Glukosa yang ada di usus berasal dari bahan
makanan atau dari hasil pemecahan zat tepung seperti nasi,ubi, jagung, kentang,
roti atau dari yang lain. (Djojodibroto, 2003)
B. Tujuan Pemeriksaan Gula Darah
1.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan
kadar gula darah.
2.
Untuk memonitoring hasil pengobatan pasien dengan DM.
3.
Mempertahankan kesehatan.
4.
Menghindari kejadian Hiperglikemia/Hipoglikemia.
5.
Menghindari komplikasi diabetes seperti kebutaan,
gagal ginjal, gagal jantung, impotensi dan kematian.
6.
Untuk mendeteksi gejala awal pasien yang dicurigai
menderita DM
C.
Macam-macam
Pemeriksaan Gula Darah
1.
Glukosa
darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah
yang dilakukan setiap waktu sepanjang hari tanpa memperhatikan makanan terakhir
yang dimakan dan kondisi tubuh orang tersebut (DepKes RI, 2008)
2.
Glukosa
darah puasa dan 2 jam setelah makan
Pemeriksaan glukosa darah puasa
adalah pemeriksaan glukosa yang dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8-10
jam, sedangkan pemeriksaan glukosa 2 jam setelah makan adalah pemeriksaan yang
dilakukan 2 jam dihitung setelah pasien menyelesaikan makan (DepKes, 2010)
3.
Pemeriksaan glukosa 2 jam PP
Pemeriksaan ini sukar sekali distandarisasikan, karena
makanan yang dimakan baik jenis maupun jumlahnya sukar disamakan dan juga sukar
diawasidalam tenggang waktu 2 jam untuk tidak makan dan minum lagi, juga
selamamenunggu pasien perlu duduk istirahat tenang dan tidak melakukan
kegiatanjasmani (berat) serta tidak merokok.
D.
Nilai Normal Gula
Darah (Joyce Lefever, 2007)
|
Jenis Pemeriksaan
|
Nilai Normal
|
|
Sebelum makan
(puasa)
|
70-110 mg/dL
|
|
Gula darah 1 jam
setelah makan
|
< 160 mg/dL
|
|
Gula darah 2 jam
setelah makan
|
< 125 mg/dL
|
E.
Cara Pemeriksaan
(SOP)
Metode
pemeriksaan gula darah meliputi metode reduksi, enzimatik, dan lainnya. Yang
paling sering dilakukan adalah metode enzimatik, yaitu metode glukosa oksidase
(GOD) dan metode heksokinase.
·
Metode Glukosa Oksidase
Metode GOD banyak digunakan saat ini.
Akurasi dan presisi yang baik (karena enzim GOD spesifik untuk reaksi pertama),
tapi reaksi kedua rawan interferen (tak spesifik). Interferen yang bisa
mengganggu antara lain bilirubin, asam urat, dan asam askorbat. Pengukuran
khusus untuk Beta D-glukosa berdasarkan pada reaksi berikut :
Beta D-glukosa + O2 glukosa
oksidase > Asam glutamate + H2O2
Reaksi ini dapat dipasangkan dengan
reaksi indicator peroksidase
H2O2 + Kromogen
tereduksi peroksidase > Kromogen teroksidase + H2O
Atau dapat diukur melalui pengukuran
penggunaan dengan menggunakan electrode oksigen.
·
Metode heksokinase
Metode heksokinase juga banyak
digunakan. Metode ini memiliki akurasi dan presisi yang sangat baik dan
merupakan metode referens, karena enzim yang digunakan spesifik untuk glukosa.
Metode ini menghitung kadar glukosa melalui dua reaksi, yakni :
Glukosa + ATP heksokinase
Mg2+ > GGPO4 + ADP
GGPO4 + NADP+ GGPO
> G-Phospat + Glikonat + NADPH + H+
Kenaikan pada absorbs NADPH yang
diukur pada panjag gelombang 310 nm setara dengan kadar glukosa. Reaksi
heksokinase dapat dipasangkan dengan indicator dan diukur dengan adaya
perubahan warna pada hasil reaksi.
·
Metode Glukosa Dehidrogenase
Enzim glukosa dehidrogenase (β
D-glukosa : NAD oksidoreduktase) mengkatalisa oksidasi glukosa menjadi
glukonolakton
Glukosa + NAD+ glukosa
dehidrogenase > D-glukonolakton + NADH + H+
F.
Lokasi Pemeriksaan
Gula Darah
1. Tumit adalah
lokasi yang direkomendasikan untuk pengambilan spesimen dengan cara menusuk
kulit pada bayi kurang dari 12 bulan. Lokasi daerah tusukan harus di permukaan
(tunggal) plantar kaki posterior dari tengah kaki besar untuk tumit, atau
lateral untuk garis yang ditarik dari antara jari kaki keempat dan kelima untuk
tumit. Di hampir semua tulang bayi, pembuluh darah, dan saraf tidak dekat
dengan daerah-daerah tersebut. Pada bagian dalam (jempol kaki) dari tumit
adalah arteri tibialis posterior.
Jangan menusuk pada bagian tangan
bayi karena akan tertusuk tembus hingga ke tulang sehingga akan menyebabkan
kerusakan jaringan tulang pada bayi. Dalamnya tusukkan maksimal 2,5 mm, karena
bila melebihi pada bayi akan terkena tulang kalkaneus. Tempat yang dipilih
tidak boleh terlihat adanya gangguan peredaran darah seperti cyanosis
(kebiruan) atau pucat.
2. Ujung jari
tangan (fingerstick) atau anak daun telinga. Pada ujung jari tangan yang
dianjurkan untuk diambil adalah pada jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
Tetapi utamakan dulu penusukan pada jari tengah. Karena jari telunjuk terlalu
tebal dan jari kelingking terlalu tipis. Pada anak daun telinga jika dilakukan
penusukan akan tidak terasa begitu sakit, tetapi lebih sukar dihentikan
perdarahannya. Maka dari itu orang yang mempunyai masalah dengan perdarahan
tidak dianjurkan untuk diambil pada lokasi ini. Yang perlu diperhatikan dalam
memilih lokasi penusukan untuk skinpuncture yaitu lokasi pengambilan tidak
boleh menunjukkan adanya gangguan peredaran, seperti vasokonstriksi (pucat),
vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb), kongesti atau sianosis setempat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Didalam
darah terdapat zat glukosa, glukosa ini gunanya untuk dibakar agar mendapatkan
kalori atau energi. Sebagian glukosa yang ada dalam darah adalah hasil penyerapan
dari usus dan sebagian lagi dari hasil pemecahan simpanan energi dalam
jaringan. Glukosa yang ada di usus bisa berasal dari glukosa yang kita makan
atau bisa juga hasil pemecahan zat tepung yang kita makan dari nasi, ubi,
jagung, kentang, roti atau dari yang lain.
Kadar
glukosa dalam darah bervariasi dengan daya penyerapan, akan menjadi lebih
tinggi setelah makan dan akan menjadi turun bila tidak ada makanan yang masuk
selama beberapa jam. Glukosa disimpan sebagai glikogen di dalam sel hati oleh
insulin (suatu hormon yang disekresi oleh pankreas). Glikogen akan diubah
kembali menjadi glukosa oleh aksi dariglukogen (hormon lain yang disekresi oleh
pankreas) dan adrenalin yaitu suatu hormon yang disekresi oleh kelenjar
adrenalin.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/329785111/Makalah-Pemeriksaan-Gula-Darah
https://id.scribd.com/document/329785111/Makalah-Pemeriksaan-Gula-Darah
LAMPIRAN



Komentar
Posting Komentar