MAKALAH KRISIS KEHIDUPAN
MAKALAH
KRISIS KEHIDUPAN

DISUSUN OLEH :
SRI SUPRIATININGSIH
NPM.16410023
UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah
isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bandar
Lampung. April 2018
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL...................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang..................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan
Penulisan.................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Krisis
Moral.......................................................................................... 3
B. Dampak
Krisis Moral .......................................................................... 3
C. Faktor
Penyebab Munculnya Krisis Moral........................................... 6
D. Solusi
dalam Mengatasi Krisis Moral8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 9
B. Saran..................................................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tidak asing lagi bahwa Indonesia
saat ini sedang mengalami krisis yang fundamental dan menyeluruh. Mulai dari
krisis ekonomi hingga berdampak pada krisis sosial dan politik. Dari konflik
horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial, ini merupakan
salah satu akibat dari semua krisis yang terjadi, sehingga dapat melahirkan
disintegrasi bangsa. Jika dilihat Indonesia merupakan bangsa yang plural, ini
dapat mengundang konflik yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan
kesatuan bangsa.
Salah satu permasalahan yang tidak
begitu tampak tapi besar permasalahan itu adalah moral masyarakat Indonesia
yang begitu remuk. Tetapi kebanyakan kita tidak menyadari itu sebagai sesuatu
yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Indonesia kedepan, peradaban bangsa
dan jati diri atau identitas bangsa di mata dunia. Ini merupakan hambatan
besar yang berasal dari dalam Indonesia sendiri, bahkan dalam hal ini perhatian
pemerintah begitu kurang. Apalagi sekarang ini malah terkesan di kesampingkan
oleh aparatur pemerintah. Kesadaran hati nurani setiap warga negara Indonesia
pun juga begitu kurang mengenai pentingnya moralitas bangsa. Bisa juga hal ini
akan mengakibatkan bangsa Indonesia ini akan semakin terpuruk dan dipandang
rendah oleh bangsa lain. Apalagi dengan moral masyarakat yang semakin remuk
tersebut dapat memunculkan adanya pelanggaran-pelanggaran hukum yang semakin
marak di Indonesia ini.
Pelanggaran-pelanggaran hukum yang
marak terjadi di Indonesia ini tentu mempunyai sebab atau latar belakang
terjadinya krisis moral yang berakibat munculnya pelanggaran-pelanggaran
terhadap hukum. Maka dengan adanya pelanggaran-pelanggaran hukum yang
diakibatkan krisisnya moral tersebut pasti ada suatu cara untuk mengatasi hal
tersebut. Lalu apa sebenarnya krisis moral dan pelanggaran hukum tersebut? Apa
saja dampak krisis moral terhadap pelanggaran hukum? Faktor-faktor apa yang
menyebabkan munculnya krisis moral yang hingga berdampak pada
pelanggaran-pelanggran hukum? Dan bagaimana cara untuk mengatasi adanya krisis
moral yang berakibat terjadinya pelanggaran-pelanggaran hukum tersebut?.
Untuk mengetahui jawaban-jawaban
pertanyaan tersebut maka tujuan penulis membuat makalah ini untuk membahas
mengenai apa yang disebut krisis moral dan pelanggaran hukum, dampak apa saja
yang ditimbulkan akibat krisis moral terhadap pelanggaran-pelanggaran hukum,
kemudian disini penulis juga akan membahas tentang apa saja yang menjadi
penyebab terjadinya krisis moral yang berdampak pada pelanggaran-pelanggaran
hukum dan memabahas tentang cara atau upaya untuk mengatasi adanya krisis moral
yang berdampak pada terjadinya pelanggaran-pelanggaran hukum yang marak terjadi
di Indonesia ini.
B. Rumusan Masalah
- Apa sebenarnya krisis moral dan pelanggaran hukum tersebut?
- Apa saja dampak krisis moral?
- Apa Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya krisis moral?
- Bagaimana cara untuk mengatasi adanya krisis moral?
C. Tujuan Penulisan.
- Untuk mengetahui apa sebenarnnya krisis moral.
- Untuk mengetahui dampak krisis moral pada masyarakat indonesia.
- Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya krisis moral Pada masyarakat indonesia.
- Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi adanya krisis moral yang terjadi pada masyarakat indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Krisis Moral
Dari segi etimologis perkataan Moral
berasal dari bahasa latin yaitu “Mores” yang berasal dari suku kata “Mos”.
Mores berarti adat-istiadat, kelakuan, tabiat, watak, ahlak, yang kemudian
artinya berkembang menjadi kebiasaan dalam bertingkah laku yang baik, susila. Menurut
W.J.S. Poerdarminto moral merupakan ajaran tentang baik buruknya perbuatan
dan kelakuan. Kata “moral” memiliki arti (1) ajaran tentang baik buruk
yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti,
susila; (2) kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat,
bergairah, berdisiplin, isi hati atau keadaan perasaan (Kamus Besar Bahasa
Indonesia).
Moral adalah keseluruhan aturan,
kaidah atau hukum yang berbentuk perintah dan larangan yang mengatur perilaku
manusia dan masyarakat dimana manusia itu berada. Krisis moral dapat di artikan
sebagai krisis yang menimpa moral dan merampas moralitas dan etika sosial
bersama. krisis moral yang dibiarkan dapat menjadi penghambat kesuksesan dan
membawa keperihatinan yang mendalam atas krisis – krisis yang berkepanjangan
yang sedang menimpa bangsa Indonesia saat ini. krisis moral dapat ditandai oleh
dua gejala, yakni Tirani dan Keterasingan. Tirani merupakan gejala dari
rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan merupakan dimana seseorang
merasa dikucilkan dan tidak lagi di anggap dalam kehidupan masyarakat..
B.
Dampak Krisis Moral
Krisis moral memang sangat
berpengaruh dalam perkembangan Indonesia kedepan, tetapi sekarang ini malah
terkesan dikesampingkan oleh aparatur pemerintahan. Hal ini akan mengakibatkan
bangsa indonesiaakan semakin terpuruk dan dipandang rendah oleh bangsa lain.
Sehingga adanya moral masyarakat yang semakin remuk dan tak terkendali tersebut
salah satunya dapat memunculkan adanya pelanggaran-pelanggaran hukum yang
semakin marak di Indonesia ini.
Jika dilihat dari kasus-kasus
pelanggran hukum yang semakin marak terjadi di Indonesia saat ini. Banyak
kasus- kasus pelanggaran hukum tersebut akibat atau dilatar belakangi oleh
krisisnya moral bangsa ini. Contoh saja seperti kasus
- penipuan,
- pencurian,
- perampokan,
- pembunuhan, mulai dari anak membunuh orangtua kandungnya atau bahkan sebaliknya, membunuh kekasihnya bahkan mantan ataupun mertua dll.
- Contoh kasus lagi seperti pemerkosaan, pelecehan seksual seperti yang saat ini terjadi di JIS, kenakalan remaja yang sering kali kita dapat jumpai, KKN yang merajalela, kerusakan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tangan-tangan jail, dan masih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran hukum yang lainnya.
Kasus-kasus
pelanggran hukum tersebut disebabkan rasa empati seseorang terhadap orang lain
sudah menurun bahkan hilang sama sekali. Kontrol diri maupaun emosi pun lemah.
Jika kesadaran diri dari hati nurani akan rasa empati terhadap orang lain
setiap individu itu ada mungkin terjadinya krisis moral yang melatarbelakangi
munculnya pelanggaran-pelanggaran hukum tersebut dapat dikendalikan. Apalagi
campur tangan atau kepedulian aparatur pemerintah yang kuat dalam mengatasi
pelanggaran-pelanggaran hukum yang semakin marak terjadi. Pasti juga akan
sangat membantu dalam pengendalian pelanggaran-pelanggran tersebut.
Menumpuknya
persoalan di Indonesia tak lepas dari peran masyarakat Indonesia sendiri. Masa
orde baru yang menerapkan ideologi pembangunan menjadikan manusia
yang memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) paling
mendominasi. Mereka berkembang menjadi binatang ekonomi yang menggerakkan
industri. Dari sinilah budaya-budaya asing masuk dan mencampuri budaya
Indonesia, walaupun secara kasat mata. Semua terpengaruh oleh gaya hidup
konsumtif masyarakat negara maju, mendorong mereka untuk melanggar moral yang
sebenarnya sangat penting untuk dipertahankan.
Moral
masyarakat dapat mencerminkan kepribadian negaranya. Begitu pula dengan
Indonesia. Moral masyarakat Indonesia yang bobrok memperlihatkan bahwa
Indonesia berada di titik paling rendah kepribadian. Inilah yang menyebabkan
Indonesia sulit mencapai kemajuan. Memang agak sulit untuk menyeimbangkan
antara perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan perbaikan moral masyarakat.
Namun apabila keduanya bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin Indonesia akan
menemukan titik pencerahan.
Buruknya
moral Indonesia dapat dilihat dari berbagai kalangan masyarakat. Misalnya dari
kalangan politik. Maraknya korupsi yang mereka lakukan merupakan cerminan bahwa
moral Indonesia sudah jatuh dibawah titik terendah. Korupsi tentunya
mempengaruhi semua masyarakat, karena dana yang mereka ambil untuk kepentingan
mereka sendiri adalah dana untuk kepentingan masyarakat dan negara. Contohnya
seseorang yang kabur setelah publik mengetahui keterlibatannya dalam kasus suap
wisma atlet sea games, sang mafia pajak, dan sebagainya. Para pemimpin negara
sejak jaman pemerintahan Soeharto tentunya telah berupaya mengatasi masalah
tersebut, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berdiri sejak awal
pemerintahan SBY. Namun kembali kepada masalah moral, jika moral bangsa masih
berada di titik nadir seperti saat ini, siapapun pemimpinnya dan apapun
sistemnya tidak akan mampu memperbaiki kondisi moral dalam waktu yang singkat.
Selain
kasus korupsi tersebut, masih banyak yang dapat dijadikan bukti merosotnya
moral bangsa. Seperti pelecehan seksual yang belakangan ini ramai
diperbincangkan di kalangan masyarakat. Pelecehan seksual tersebut dapat terjadi
di mana saja dan kapan saja. Bisa terjadi di transportasi umum seperti bus,
bahkan di mall besar sekalipun. Pelaku pelecehan seksual dapat memanfaatkan
keramaian dan konsentrasi yang pecah untuk melakukan aksinya.
Belum
lagi hal lain, diantaranya eksplorasi anak di bawah umur, narkoba, dan
pelanggaran etika yang dapat dilakukan baik dari kalangan kecil hingga kalangan
menengah keatas. Seperti kasus video mesum yang dilakukan artis, pejabat,
petinggi negara, mahasiswa, hingga pelajar. Namun kembali lagi ke masalah
korupsi, macam-macam kasus krisis moral tersebut tidak bisa diberantas jika
korupsi tetap berjalan. Jika tindakan mereka telah diusut dan masuk catatan
daftar kriminalitas, “tinggal bayar saja”. Dengan uang semua bisa
terselesaikan, kegiatan mereka pun dapat berjalan lagi seperti biasa. Ini
adalah bukti bahwa korupsi dapat mempengaruhi semua lapisan.
Kemerosotan
moral ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan karena hal inilah yang akan
mempengaruhi citra bangsa Indonesia di dunia. Apabila citra sudah buruk di mata
dunia, sulit untuk memperbaiki citra itu menjadi baik kembali.
C.
Faktor Penyebab Munculnya Krisis Moral
Faktor-faktor penyebab munculnya krisis moral yaitu:
- Masuknya budaya barat bisa dikatakan sebagai penyebab jatuhnya moral di Indonesia. Budaya barat seakan mendoktrin masyarakat untuk perlahan menjauh dari kebudayaannya sendiri. Akan tetapi, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan budaya tersebut. Setiap individu pun patut disalahkan karena tidak bisa menyaring dan menyesuaikan budaya barat yang masuk dengan budaya mereka sendiri. Dengan budaya asing yang masuk, banyak yang menganggap kebiasaan disana seperti hubungan bebas dan materialisme menjadi hal yang biasa. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat banyak remaja yang mulai bahkan sudah menerapkan hubungan bebas dalam pergaulannya. Materialisme pun dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat yang berubah menjadi gaya hidup konsumtif. Gaya hidup mewah yang hanya mementingkan dirinya sendiri, tanpa melihat keadaan sekitar dan masa depannya.
- Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa pengaruh besar dalam krisis moral yang melanda Indonesia. Mudahnya mengakses informasi dengan menjamurnya warung internet (warnet), tersedianya tempat-tempat gratis mengakses internet dengan sistem koneksi wireless dan mudahnya menggunakan handphone dalam akses internet menjadikan banyak orang menyalah gunakan perkembangan tersebut dengan mengakses konten perusak moral seperti gambar atau video porno. Saking mudahnya akses, setiap orang dapat dengan mudah melakukan pelanggaran moral termasuk pelajar di bawah umur. Jika dibiarkan tentu hal ini akan semakin merusak moral bangsa karena terpengaruh doktrin barat yang salah tersebut.
- Menudarnya keimanan seseorang, Sekuat apapun iman seseorang, terkadang mengalami naik turun. Ketika tingkat keimanan seseorang menurun, potensi kesalahan terbuka. Hal ini sangat berbahaya bagi moral, Jika dibiarkan tentu membuat kesalahan semakin kronis dan merusak citra individu dan institusi.
- Penyebab dari rusaknya moral atau akhlak masyarakat kita adalah lingkungan yang buruk. Hal ini memang kita rasakan bahwa lingkungan itu sangat besar pengaruhnya bagi manusia, lingkungan yang buruk sangat berpotensi mengubah seseorang menjadi orang yang buruk dan demikian pula sebaliknya. Salah satu bagian dari lingkungan kehidupan manusia adalah televisi. Kita tentu tidak anti televisi, tetapi kita seharusnya sangat membenci tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik ke arah yang benar yang dapat merusak pemirsanya. Oleh karena itu, para pengelola televisi semestinya menyadari akan bahaya tayangan yang tidak baik dan bahayanya ini tidak hanya menimpa masyarakat tapi bisa juga menimpa generasi muda sebagai harapan bangsa di masa yang akan datang.
Di samping televisi, yang menjadi
bagian dari lingkungan kehidupan manusia adalah teman pergaulan, karena itu
kita dituntut bergaul kepada orang yang lebih baik dari kita guna mendapatkan
kebaikan dari sahabat kita itu dan seandainya kita juga punya teman yang kurang
baik, maka setiap pergaulan harus berniat untuk memperbaiki sahabat yang kurang
baik agar kita tidak terpengaruh kepada hal-hal yang kurang baik atau buruk.
Selain itu, yang juga harus mendapat
perhatian kita dan memang sangat besar pengaruhnya adalah lingkungan keluarga,
tidak sedikit orang menjadi rusak akhlaknya karena pengaruh dari keluarga yang
berantakan pula.
- Yang menyebabkan kerusakan akhlak masyarakat kita semakin menjadi-jadi adalah lemahnya kontrol, baik dari diri sendiri, keluarga maupun sesama masyarakat. Sebagai contoh, anak yang nakal. Anak yang nakal adalah salah satu akibat karena kurangnya kontrol dari orang tua dan masyarakat. Anak yang nakal biasanya tidak malu-malu lagi melakukan berbagai macam kemaksiatan, bahkan dilakukan di depan umum. Kita cenderung membiarkan kemaksiatan tersebut, sehingga mereka semakin berani melakukan karena tidak mempunyai lagi rasa malu dan rasa takut baik pada manusia maupun pada Tuhan.
D. Solusi dalam Mengatasi Krisis Moral
- Memperkokoh keimanan atau akidah kepada Tuhan dengan jalan memberikan wejangan-wejangan agama, baik yang dilakukan di rumah, kampus dan masyarakat, sehingga selalu terikat dan mau menyesuaikan diri dengan ketentuan Tuhan.
- Menanamkan perasaan dekat kepada Tuhan, sehingga di mana pun kita berada, ke manapun kita pergi dan bagaimanapun situasi dan kondisinya kita akan selalu merasa diawasi oleh Tuhan. Dengan hal demikian, maka akan membuat diri kita tidak berani menyimpang dari jalan-Nya.
- Mewujudkan lingkungan yang religius, baik melalui bahan bacaan, tontonan maupun lingkungan pergaulan, sehingga pengaruh dari lingkungan tersebut akan membuat manusia terbentuk menjadi orang yang memiliki kepribadian yang religius.
- Menumbuhkan tanggung jawab pengembangan amanah dakwah dengan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam bersikap dan berperilaku dalam berbagai sisi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Krisis moral merupakan turunya nilai
moral atau tingkah laku ataupun etika pribadi seseorang. Apabila krisis moral
suatu bangsa dibiarkan maka akan menghambat perkembangan suatu negara
kedepannya.
Terjadinya krisis moral juga dapat
berdampak pada munculnya pelanggran-pelanggran hukum seperti pencurian,
pembunuhan, perampokan, penipuan, merusak lingkungan, dan lain sebagainya.
Pelanggaran hukum tersebut salah
satunya dilatar belakangi krisisnya suatau moral bangsa, seperti kurangnya
bahkan tidak adanya rasa empati terhadap oranglain, lemahnya kontrol atau
emosi, faktor lingkungan dalam bergaul, dll.
Ada cara yang dapat dilakukan
untuk mencegah atau mengatasinya seperti, meningkatkan keimanan, dapat
mengendalikan emosi diri, menumbuhkan rasa empati, dan yang paling penting
adalah peran pemerintah dan pendidikan.
B. Saran
Kami selaku penyusun menyadari masih
jauh dari sempurna dan tentunya banyak sekali kekurangan dalam pembuatan
makalah ini. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya kemampuan kami.
Oleh karena itu, kami selaku pembuat
makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Kami
juga mengharapkan makalah ini sangat bermanfaat untuk kami khususnya dan
pembaca pada umumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Detik-Detik Sosiologi. 2012. PT.
Intan Pariwara.
Drs. Sutomo, M.Pd. MGMP Sosiologi.
2012. Kabupaten Blitar.
Koswara, E. 1991. Teori-Teori
Kepribadian. Bandug : PT. Eresco.
M.A, Soeslowaindradini. Psikologi
Perkembangan (Masa Remaja). Surabaya : Usaha Nasional.
Komentar
Posting Komentar