MAKALAH KERACUNAN OBAT DUMOLID
MAKALAH
KERACUNAN
OBAT DUMOLID

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6
Dinda Febri Aryanti :1613453061
Novita Dewi : 1613453067
Resti Putri Utami : 1613453093
Debby Ulfa : 1613453095
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur atas kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rakhmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penulis
banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak oleh karena
itu kami menyampaikan rasa hormatdan terikakasih kepada
Teman-teman yang memberikan dukungan penyelesaian makalah
ini.
Kami menyadari,bahwa makalah ini masih banya kekurangan
maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari anda sekalian
demi menambah sempurnanya makalah ini semoga makalah ini bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi kami semua.
Bandar Lampung, Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................... 1
B.
Tujuan................................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi dumolid................................................................................. 2
B.
Apa efeknya mengonsumsi obat
dumolid tanpa resep dokter............. 2
C.
Penyalahgunaan obat dumolid jangka
panjang bisa berujung fatal..... 3
D.
Gejala sakaw obat dumolid bisa
sebabkan koma................................. 4
E. Kontraindikasi ..................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 5
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keracunan obat adalah suatu efek
obat yang timbul pada pasien karena beberapa faktor seperti miss use (salah
penggunaan), miss dose (salah dosis), salah pemberian obat,dan lain – lain
yang sifatnya tidak di sengaja atau disengaja. Sedangkan alergi obat
adalah suatu reaksi yang ditimbulkan olah tubuh akibat pemberian senyawa asing.
Cara menghindarinya:
1.
Kenali tubuh
Jika mempunyai alergi pada suatu
senyawa (baik obat maupun makanan) maka ingatlah atau bahkan catat agar hal itu
tidak terjadi.
2.
Kenali obat dan makanan
Tanyakan pada dokter saat memberikan
resep atau apoteker saat menebus obat tentang bagaimana cara penggunaan yang
tepat, efek apa yang akan ditimbulkan, dapatkah menimbulkan alergi bagi
kebanyakan orang, dan yang paling penting bagaimana cara penangannya saaat
terjadi alergi.
B. Tujuan
1.
Mengenali Obat Dumolid
2.
Mengenali Gejala Keracunan Dumolid
3.
Mencegah Keracunan Dumolid
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi dumolid
Dumolid adalah nama merek dari obat
generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat
Benzodiazepin, obat penenang. Obat dumolid adalah salah satu pilihan obat yang
paling sering diresepkan untuk terapi jangka pendek guna mengobati gangguan
tidur (insomnia) parah, kejang, gangguan kecemasan,
dan depresi.
Nitrazepam termasuk ke dalam
psikotropika golongan IV. Obat-obat golongan psikotropika sejatinya hanya bisa
dikeluarkan dengan resep dokter. Ketika seseorang tanpa resep mendapatkan dan
mengonsumsi obat dumolid untuk mendapatkan efek penenangnya, penggunaan berubah
menjadi penyalahgunaan.
Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan
tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek
ketergantungan tingkat tinggi. Sudah terbukti tidak hanya pada pasien yang
diberikan resep secara ketat dan teratur, juga pada mereka yang secara ilegal
menyalahgunakan obat dumolid sebagai narkotika.
B. Apa efeknya mengonsumsi obat dumolid
tanpa resep dokter
Meskipun obat dumolid terbukti
bermanfaat untuk sejumlah kondisi medis tertentu, obat ini dapat menyebabkan
ketergantungan fisik dan psikologis. Obat penenang bekerja langsung pada
sistem saraf pusat — menghasilkan efek bius dan relaksasi otot, dan tingkat
kecemasan yang lebih rendah.
Gejala yang paling sering dilaporkan
setelah konsumsi obat dumolid adalah merasa lebih energik, santai, dan banyak
bicara. Efek penurunan kewaspadaan dan relaksasi inilah yang dipercaya dapat
meningkatkan kepercayaan diri pada pengguna obat dumolid untuk membantu mereka
lebih fokus menyelesaikan suatu aktivitas, misalnya berbicara di depan publik
atau presentasi penting di kampus atau sekolah.
Orang yang menyalahgunakan obat
dumolid memiliki persepsi bahwa mereka bahagia, fokus, dan merasa
bersemangat layaknya berada di langit ke tujuh. Tapi untuk orang lain ia
mungkin terlihat lesu, koordinasinya kurang, galak, dan mudah tersinggung.
Orang yang menyalahgunakan obat dumolid juga mungkin memiliki memori buruk dan
amnesia penuh dari beberapa peristiwa.
Obat penenang adalah obat adiktif
yang berbahaya. Semakin lama Anda menggunakan obat ini, semakin Anda membutuhkannya.
Semakin lama Anda menyalahgunakan obat dumolid untuk obat rekreasi tanpa adanya
pendosisan ketat, tubuh akan membangun toleransi terhadap efek obat ini.
Toleransi obat pada akhirnya membuat Anda jadi makin meningkatkan dosis lebih
banyak lagi obat demi mencapai efek yang sama dari dosis sebelumnya. Pada
akhirnya, ini berujung pada ketergantungan dan penyalahgunaan dan
ketergantungan, yang sering terjadi dalam waktu 4-6 minggu setelah penggunaan
pertama.
C. Penyalahgunaan obat dumolid jangka
panjang bisa berujung fatal
Ada alasan kuat mengapa peredaran
dan pendosisan obat dumolid diatur sangat ketat dalam dunia medis. Kebanyakan
obat adiktif jika dikonsumsi cukup lama dapat menyebabkan depresi. Hal ini
sangat umum terjadi pada obat penenang.
Semakin lama Anda menggunakan obat
penenang, semakin Anda rentan mengalami kecemasan. Ini karena tubuh Anda sudah
beradaptasi sepenuhnya dengan efek obat tersebut, sehingga tingkat stres dan
kecemasan yang tadinya dapat ditekan secara efektif kini malah meningkat
berlipat ganda, yang semakin memicu gejala depresi.
Penggunaan obat penenang juga telah
lama diperdebatkan dapat mengganggu kemampuan kognitif otak untuk belajar.
Tidak hanya mengganggu kemampuan pemahaman visual-spasial, kecepatan pengolahan
pikiran dan persepsi juga kemampuan untuk menyerap percakapan verbal saat
sedang di bawah pengaruh obat, tetapi penurunan kemampuan ini tidak sepenuhnya
kembali bahkan setelah orang tersebut menarik diri dari penggunaan obat.
Salah satu gejala yang paling
mengganggu dari penggunaan obat penenang jangka panjang adalah
depersonalisasi. Ini berarti Anda merasa terpisah dari dunia nyata. Sulit untuk
mendeskripsikan gambaran seperti apa depersonalisasi itu, kecuali jika Anda
sudah pernah mengalaminya. Tetapi pada umumnya laporan dari berbagai pasien
ketergantungan obat penenang sering mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak
merasa cukup nyata,” atau, “Lengan saya tidak terasa terhubung ke tubuh saya,”
atau “Ketika saya berada di sebuah kerumunan ramai, saya merasa jiwa saya
terlepas dari tubuh dan saya bisa melihat diri saya dan orang-orang tersebut
dari sudut pandang di luar tubuh saya.” Semua deskripsi aneh itu berarti orang
tersebut mengalami depersonalisasi.
D. Gejala sakaw obat dumolid bisa
sebabkan koma
Ketergantungan dapat mengakibatkan gejala sakau dan bahkan kejang ketika obat
dihentikan tiba-tiba. Ada risiko yang signifikan dari kejang, stroke, serangan
jantung, atau halusinasi jika Anda berhenti mengonsumsi dumolid secara
tiba-tiba setelah begitu lama mengalami ketergantungan.
Gejala sakau dumolid bisa sangat
buruk dan mengganggu. Depersonalisasi biasanya timbul lebih buruk selama
periode sakau akut. Gejala sakau obat dumolid bahkan dikatakan lebih buruk dari
gejala sakau
heroin.
Dan ketika obat dumolid
disalahgunakan bersama obat lain dan/atau diminum
bersama alkohol, efeknya bisa berupa koma atau bahkan kematian.
E.
Kontraindikasi
Harap perhatikan! Tidak semua orang
boleh menggunakan obat ini, Dumolid tidak boleh digunakan oleh orang dengan
orang yang hipersensitifitas terhadap komponen yang terkandung dalam obat ini.
Bersumber dari: Dumolid : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus
Bersumber dari: Dumolid : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penggunaan obat penenang juga telah
lama diperdebatkan dapat mengganggu kemampuan kognitif otak untuk belajar.
Tidak hanya mengganggu kemampuan pemahaman visual-spasial, kecepatan pengolahan
pikiran dan persepsi juga kemampuan untuk menyerap percakapan verbal saat
sedang di bawah pengaruh obat, tetapi penurunan kemampuan ini tidak sepenuhnya
kembali bahkan setelah orang tersebut menarik diri dari penggunaan obat.
Salah satu gejala yang paling
mengganggu dari penggunaan obat penenang jangka panjang adalah
depersonalisasi. Ini berarti Anda merasa terpisah dari dunia nyata. Sulit untuk
mendeskripsikan gambaran seperti apa depersonalisasi itu, kecuali jika Anda
sudah pernah mengalaminya. Tetapi pada umumnya laporan dari berbagai pasien
ketergantungan obat penenang sering mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak
merasa cukup nyata,” atau, “Lengan saya tidak terasa terhubung ke tubuh saya,”
atau “Ketika saya berada di sebuah kerumunan ramai, saya merasa jiwa saya
terlepas dari tubuh dan saya bisa melihat diri saya dan orang-orang tersebut
dari sudut pandang di luar tubuh saya.” Semua deskripsi aneh itu berarti orang
tersebut mengalami depersonalisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://marvenedo.blogspot.co.id/2012/12/makalah-narkotika.html
Komentar
Posting Komentar