MAKALAH KELAINAN ERITROSIT
MAKALAH
TUGAS HEMATOLOGI
Disusun oleh :
DELLA DARMAWANTI
14340046
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2017
A. Kelainan Eritrosit
1.
Kelainan
ukuran eritrosit
a.
Mikrosit
Sel ini dapat berasal dari fragmentasi
eritrosit yang normal seperti pada anemia hemolitik, anemia megaloblastik dan
dapat pula terjadi pada anemia defisiensi besi. Ukuran sel < 6 um.
b.
Makrosit
Makrosit adalah eritrosit yang berukuran
> 8 um. Sel ini didapatkan pada anemia
megaloblastik.
c.
Anisositosis
Anisositosis
tidak menunjukkan suatu kelainan hematologik yang spesifik. Keadaan ini
ditandai dengan adanya eritrosit dengan ukuran yang tidak sama besar dalam
sediaan apus darah tepi. Anisositosis jelas terlihat pada anemia mikrositik
yang ada bersamaan dengan anemia makrositik seperti pada anemia gizi.
2.
Kelainan
bentuk eritrosit :
a.
Ovalosit
Ovalosit adalah eritrosit yang berbentuk
lonjong.
b.
Sperosit
Sperosit adalah eritrosit yang berbentuk
lebih bulat, lebih kecil dan lebih tebal dari eritrosit normal.
c.
Schitosit atau fragmentosit
Sel ini merupakan pecahan eritrosit.
d.
Sel target atau leptosit atau sel sasaran
Eritrosit yang mempunyai masa kemerahan di bagian tengahnya,
disebut juga sebagai sel sasaran.
e.
Sel
sabit atau sickle cell
Sel seperti ini didapatkan pada penyakit sel sabit
yang homozigot (SS). Untuk mendapatkan
eritrosit yang berbentuk sabit, eritrosit diinkubasi terlebih dahulu dalam keadaan
anoksia dengan menggunakan zat reduktor (Na2S2O5 atau Na2S2O3). Hal ini terutama dilakukan pada penyakit sel
sabit heterozigot.
f.
Crenated
Sel seperti ini merupakan artefak, dapat
dijumpai dalam sediaan apus darah tepi yang telah disimpan 1 malam pada suhu
200 C atau eritrosit yang berasal dari “washed packed cell”.
g.
Sel Burr
Sel ini adalah eritrosit yang kecil atau
fragmentosit yang mempunyai duri satu atau lebih pada permukaan eritrosit.
h.
Akantosit
Sel ini disebabkan oleh metabolisme
fosfolipid dari membran eritrosit. Pada keadaan ini tepi eritrosit mempunyai tonjolan-tonjolan
berupa duri.
i.
Tear drop cells
Eritrosit yang mempunyai bentuk seperti tetesan air mata.
j.
Poiklositosis
Poiklositosis adalah istilah yang
menunjukkan bentuk eritrosit yang bermacam-macam dalam sediaan apus darah tepi.
k.
Rouleaux atau auto aglutinasi
Reuleaux tersusun dari 3-5 eritrosit yang
membentuk barisan sedangkan auto aglutinasi adalah keadaan dimana eritrosit
bergumpal.
3.
Kelainan Warna Eritrosit
a.
Hipokromia
Eritrosit yang tampak pucat. Eritrosit
hipokrom disebabkan kadar hemoglobin dalam eritrosit berkurang.
b.
Hiperkromia
Warna tampak lebih tua biasanya jarang
digunakan untuk menggambarkan ADT.
c.
Anisokromasia
Adanya peningkatan variabilitas warna dari
hipokrom dan normokrom. Anisokromasia umumnya menunjukkan adanya perubahan
kondisi seperti kekurangan zat besi dan anemia penyakit kronis.
d.
Polikrom
Eritrosit polikrom adalah eritrosit yang lebih besar
dan lebih biru dari eritrosit Normal. Terjadi pada anemia
hemolitik, hemopoeisis ekstrameduler. Polikromasi suatu
keadaan yang ditandai dengan banyak eritrosit polikrom 15 pada preparat sediaan apus darah tepi, keadaan ini berkaitan dengan
retikulositosis.
A. Trombopoesis
1. Megakarioblast
2. Promegakariosit
3.
Megakariosit
4. Trombosit
B.
Granulapoesis
1.
Myeloblast
2.
Promielosit
3. Myelosit
4. Metamyelosit
5. Neutrofil batang
6. Neutrofil Segmen
7. Eosinofil
C. Eritropoesis
1.
Proeritroblas
Ukuran : 15 - 25 mm
Sitoplasma : Biru pekat, lebih sempit menebal dibatas
inti, terang diluar inti dengan halo disekitar inti
Inti : Relativ besar, bulat atau oval, warna ungu
kemerahan, kromatin halus,
Nukleoli 1-2 ( lebih besar dibanding Mieloblas lebih
kebiruan)
2.
Basofilik Eritroblas
Ukuran : 13 - 18 mm
Sitoplasma : sangat Biru , Besar mulai berkurang
Inti : Relatif besar, bulat atau oval, Kromatin mulai
kasar dibanding Proeritroblas, Nukleoli tidak ada
3.
Polikromatofilik
eritroblas
Ukuran : 10 - 15 mm
Sitoplasma : Biru abu2 sampai pink abu2 ( warna
gradasi berbeda), mulai produksi Hb, relatif melebar dibanding inti
Inti : Bulat, lebih kecil dibanding sebelumnya, Padat
dengan kromatin kasar dan bergumpal, warna biru ungu gelap.
4.
Ortokromatik Eritroblas
Ukuran : 8 - 12 mm
Sitoplasma : Merah muda, lebih melebar dibanding
sebelumnya
Inti : Piknotik
warna biru hitam.
5.
Retikulosit
Ukuran : Hampir sama dengan eritrosit matang atau sedikit lebih besar
Sitoplasma : Merah muda sampai keunguan, berisi granula
berupa sisa retikulum RNA
Inti : Tidak
ada
6.
Eritrosit Matang
Ukuran : 6,7-7,7 μm
Inti : tidak
ada
Sitoplasma : Merah Muda, tanpa inti, bulat bikonkav.
Bentuk : dari atas bulat, dari samping bikonkaf, bagian
sentral terdapat cekungan.
D. Monopoesis
1. Monoblast
2.
Promonosit
3.
Monosit
E.
Limfopoesis
1.
Limfoblast
2.
Prolimfosit
3.
Limfosit
Komentar
Posting Komentar