MAKALAH PENYAKIT GIGI DAN MULUT


MAKALAH
PENYAKIT GIGI DAN MULUT


14166479581054279818.jpg


DISUSUN OLEH :
DHEARESA GIOVANI
NIM. 1612402032







POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
TAHUN 2017/2018


KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT  yang  telah melimpahkan  rakhmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun  makalah  ini.
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu  kami  menyampaikan rasa hormatdan terikakasih kepada Teman-teman  yang  memberikan dukungan penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari,bahwa makalah ini masih banya kkekurangan maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari anda sekalian demi menambah sempurnanya makalah ini semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi  kami  semua.



Bandar Lampung, 06 Juni 2018



Penulis




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Tujuan................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 2
A.    Menjelaskan indikasi rujukan............................................................. 2
B.     Mengerjakan tindakan pertolongan pertama pada gigi dengan keluhan
Sakit………………………………………………………………….4
C.     Mengidentifikasi jaringan keras gigi.................................................. 6
BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan........................................................................................... 13
B.  Saran..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..14



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keadaan suatu daerah tidak selalu sama dengan keadaan didaerah lainnya, dan kondisi masyarakat disuatu saat berbeda dari saat lainnya. Masalah-masalah kesehatan dan cara penanganannya senantiasa berubah dan berkembang mengikuti perkembangan kemasyarakatan dan ilmu/teknologi. Banyak factor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat di dunia ini.

B.     Tujuan
Untuk mengetahui factor factor yang mempengaruhi kesehatan



BAB II
PEMBAHASAN

MENJELASKAN INDIKASI RUJUKAN

Upaya kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari upaya kesehatan secaramenyeluruh yang penyelenggaraannya terintegrasi secara lintas program dan lintas sektoral.Rujukanupaya kesehatan gigi dan mulut.dilaksanakan melalui pelayanan medik gigidasar sampai dengan spesialistik. Banyak faktor yang mempengaruhi terselenggaranya rujukanupaya kesehatan gigi dan mulut, antara lain faktor lingkungan, geografi, transportasi, sosialekonomi dan sosial budaya.Tujuan umumnya adalah terwujudnya suatu tatanan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yangmerata, terjangkau ,bermutu, berdaya guna dan berhasil guna. Sedangkan tujuan khususnya, agarmantapnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di setiap jenjangpelayanan kesehatan yang berlaku. Terwujudnya alur (arus) rujukan medik gigi dan rujukan kesehatan gigi. Sasaran sistem upaya rujukan gimul ialah setiap institusi pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta.
A. Rujukan Medik Gigi :
 1.Rujukan kasus dengan atau tanpa pasien, untuk keperluan diagnostik, pengobatan,tindakan operatif dan pemulihan (model rahang)
2.Rujukan spesimen, untuk pemeriksaan penunjang /tambahan.
3.Rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK); mendatangkan atau mengirimtenaga/ahli yang kompeten untuk memberikan dan mendapatkan bimbingan pengetahuandan ketrampilan kesehatan gigi dan mulut (gimul).
B. Rujukan Kesehatan Gigi :
 1.Bantuan teknologi berupa teknologi tepat guna, cukup sederhana, dapat dikuasai dandilksanakan, serta terjangkau masyarakat. Contoh: cara menyikat gigi yang baik danbenar, bentuk-bentuk sikat gigi yang benar.
2.Bantuan sarana berupa alat-alat, buku-buku, brosur, poster-poster,
leaflet-leaflet.
 3.Bantuan operasional berupa dana operasional dan pemeliharaan peralatan kesehatan gigidan mulut, terutama pada unit pelayanan kesehatan terdepan di poli gigi puskesmas.
(dikutip dari Buku Pedoman Rujukan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut, Direktorat KesehatanGigi, Dirjen Pelayanan Medik, Depkes RI, Jakarta, 1994, hal. 2-3).
5 Indikasi Rujukan Kesehatan Gigi dan Mulut
Sesuai dengan sistem upayarujukan kesehatan gigi dan mulut (gimul), khususnya dalam pelayanan poli gigi puskesmas, perlu dikembangkan upaya rujukan medic gigi dan rujukankesehatan gigi yang terpadu.Setiap kasus yang akan dirujuk tetap memerlukan panduan mengenai bagaimana tata caranyamelakukan rujukan kasus gimul yang ada di wilayah kerja puskesmas.Rujukan kasus ini menyesuaikan dengan kondisi darimana kasus gimul tersebut didapatkan.Apakah berasal dari pelayanan jejaring puskesmas (luar gedung) ataukah dari pelayanan luargedung puskesmas (poli umum atau poli KIA-KB).Untuk efektifitas pelayanan kesehatan gimul, perlu diperhatikan indikasi rujukannya, antara lain:
1. Rujukan Kasus Dengan Atau Tanpa Pasien :
Dari posyandu/sekolah/pustu ke puskesmas,indikasinya :semua kelainan/kasus/keluhanyang ditemukan pada jaringan keras dan jaringa lunak didalam rongga mulut Dari poli gigi puskesmas ke rumah sakit yang lebih mampu,indikasinya :semuakelainan/kasus yang ditemukan tenaga kesehatan gigi (dokter gigi, perawat gigi) dipuskesmas yang memerlukan tindakan diluar kemampuannya.
2. Rujukan Model (Prothetic Atau Orthodonsi) : 
Indikasinya :pelayanan kesehatan gigi yang memerlukan pembuatan prothesa termasuk mahkota dan jembatan,
 plat orthodonsi, obturator, feeding plate, inlay, onlay, uplay
3. Rujukan Spesimen :
Indikasinya : semua kelainan/kasus yang ditemukan tenaga kesehatan gigi (dokter gigi,perawat gigi) di puskesmas yang memerlukan pemeriksaan penunjangdiagnostik/laboratorium sehubungan dengan kelainan dalam rongga mulutnya.
4. Rujukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi :
Indikasinya :keadaan dimana dibutuhkan peningkatan ilmu pengetahuan dan atauketrampilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, agar dapat memberikan pelayanan yanglebih optimal.
5. Rujukan Kesehatan Gigi :
Indikasinya :semua kegiatan peningkatan promosi kesehatan dan pencegahan kasus yangmemerlukan bantuan teknologi, sarana dan biaya operasional.Dengan memperhatikan tata cara alur rujukan kasus gigi dan mulut tersebut, diharapkan berbagaimasalah kesehatan gimul yang terdapat di wilayah kerja puskesmas dapat teratasi dengan baik.

MENGERJAKAN TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGI DENGAN KELUHAN SAKIT
Kegawatdaruratan gigi
Kegawatdaruratan gigi dapat terjadi karena adanya kecelakaan yang dialami oleh penderita. Akibat kecelakaan tersebut dapat menimbulkan adanya robekan, luka pada gigi,mulut ataupun gusi yang pada akhirnya muncul pendarahan atau pembengkakan gigi.
Terdapat beberapa pembahasanyang akan diulas terkait dengan kedaruratan gigi yaitu:
Sakit Gigi
Sakit gigi pada umumnyatimbul akibat gigi berlubang dan gangguan pada bagian gusi. Selain itu sakit gigi dapat juga disebabkan adanya kelainan laindari bagian luar gigi, seperti kelainan padatelinga, hidung, bahkan bisa juga disebabkan adanya kelainan pada jantung.
Pertolongan pertama sebelum memutuskan meminta pertolongan dokter untuk menangani masalah sakit gigi ini antara lain adalah:
  1. Konsumsi paracetamol atau aspirin. Penggunaan obat-obatan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari gejala sakit gigi, yang perlu digarisbawahi adalahobat jenis aspirin tidak diperbolehkan diberikan pada anak-anak karena dapat memicu komplikasi serius.
  2. Menghindari konsumsi makanan dan minuman manis, pedas, panas serta dingin. Makanan yang terllau manis, pedas, dingin, dan panasdapat menyebabkan iritasi gigi dan akan semakin meningkatkan kadar rasa sakit.
  3. Berkumur menggunakan air hangat yang dicampur garam pada tiap jam.
  4. Sakit gigi yang disebabkan gigi berlubang dapatmenutup bagian gigi berlubang dengan menggunakan kapas yang dibasahi minyak cengkeh.
  5. Jika sakit gigi belum juga reda, baru ambil langkah untuk pergi ke dokter.

Gigi patah
Gigi patah dapat disebabkan oleh adanya beberapa keadaan seperti lepasnya gigi pada bagian email gigi atau lepasnya gigi pada seluruhbagian mahkota gigi.
Adapun pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mengobati gigi patah adalah:
  1. Mengompresbagian gigi yang patah dengan menggunakan kain yang telah dibasahi air dingin. Mengompres gigi dengan mempergunakan air dingin ini bermanfaat untuk meminimalisir pembengkakan.
  2. Menyimpan patahan gigi ke dalam tempat yang di dalamnya terdapat susu cair.Patahan gigi juga dapatdibungkus dengan menggunakan kain yang basa
  3. Segera pergi ke dokter gigi.
Gigi tanggal
Gigi tanggal dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaanyang diakibatkan oleh pukulan ataupunterjatuh dan pertolongan pertama untuk gigi tanggal dapat digolongkan berdasarkan pada usia gigi, termasuk gigi permanen atau gigi susu.
Jika gigi yang tanggal merupakan gigi susu, yakni gigi pada anak yang berusia kurang dari 7tahun, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalahmengompres bagian tempat gigitanggal dengan menggunakan air dingin. Jika anak tidak keberatan, anak dapat diminta untuk mengulum es batu untuk mengurangi pembengkakan.
Sementara jika gigi yang tanggal adalah gigi permanen atau gigi orang dewasa, maka gigi yang tanggal ini dapat dipasangkan kembalipada tempatnya dan jika masih dalam jangka waktu kurang dari 20 menit dapat segera pergi ke dokter gigi.
Untuk pertolongan pertama yang dapat dilakukan antara lain adalah:
  1. Pegang gigi yang tanggal pada bagian mahkotanya, bukan pada bagian akar.
  2. Hindari atau jangan membersihkan atau menggosokgigi dengan menggunakan benda apapun.
  3. Bilas gigi dengan menggunakan air dingin yang mengalir selama ±10 detik.
  4. Jika masih memungkinkan, tempatkan gigi kembali pada tempat semula.Selanjutnya gigit kain yang telah dibasahi air dingin untuk menahan gigi yang tanggal kembali pada posisi semula.
  5. Jika langkah-langkah di atas tidak cukup membantu, segera masukkan gigi pada tempat yang berisi susu cair atau biarkan tetap berada dalam mulut.
  6. Segera pergi ke dokter gigi.




MENGIDENTIFIKASI JARINGAN KERAS GIGI

Anomali gigi adalah suatu penyimpangan dari bentuk normal akibat gangguan pada stadium pertumbuhan dan perkembangan gigi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB :
Faktor Herediter
Gangguan pada waktu pertumbuhan dan perkembangan gigi
Gangguan metabolisme

Macam-macam Anomali gigi :
Anomali berdasarkan jumlah gigi :
Anodontia (kekurangan jumlah gigi)
Ada 2 macam : a. Anodontia lengkap
b. Anodontia sebagian

Supernumerary teeth ( kelebihan jumlah gigi) :
Macam-macamnya :
Mesiodens :
Gigi tambahan yang terdapat di antara gigi-gigi Insisive sentral
rahang atas.
Distomolar atau Paramolar :
Gigi yang terdapat di distal molar ketiga rahang atas atau
bawah.
Impacted / impaksi ( gigi tidak erupsi / gigi terpendam ) :
Gigi yang gagal erupsi karena kekurangan daya erupsi, rintangan mekanis, sering karena ukuran rahang kecil.

Anomali berdasarkan bentuk
Anomali bentuk mahkota :
Geminasi atau kembar :
adalah sebagai akibat dari suatu benih gigi yang membelah,  
biasanya gigi tersebut mempunyai satu akar (gigi anterior).
Fusion atau kembar dempet :
Terbentuk karena adanya tekanan waktu pembentukan akar
Biasanya gigi ini masing-masing mempunyai akar terpisah.

Anomali bentuk akar :
Dilaserasi :
Akar dan mahkota gigi yang sangat bengkok.


Concrescence :
Keadaan ini adalah fusion atau tumbuh jadi satu pada akar
gigi melalui cementum saja, biasanya menjadi satu setelah
gigi erupsi dalam rongga mulut.




Anomali berdasarkan ukuran :
Mikrodonsia :
Gigi dengan ukuran lebih kecil dari ukuran normal
Makrodonsia :
Gigi dengan ukuran lebih besar dari ukuran normal

Anomali berdasarkan posisi gigi :
Penyimpangan posisi gigi dari posisi normal diakibatkan oleh
gangguan dalam  stadium pertumbuhan dan perkembangan.

Linguoversi :
Posisi gigi yang tumbuhnya mengarah ke lingual ( lidah ).

Bukoversi :
Posisi gigi yang tumbuhnya mengarah ke bukal ( pipi )
Rotasi :
Gigi berputar pada porosnya

Anomali Struktur gigi ( Displasia Email ) :
Perkembangan email gigi yang abnormal
Tanda-tandanya :
Warna dari putih ke kuning dan coklat
Email berlubang-lubang


MACAM-MACAMNYA :
Hipoplasi email :
adalah gangguan pada ameloblas saat pembentukan matriks
email
Hipokalsifikasi :
adalah gangguan saat pematangan, warna kurang bagus
RADANG ( INFLAMASI )

DEFINISI RADANG :
Secara umum :
Radang adalah reaksi lokal dari tubuh terhadap 
rangsangan yang berasal dari luar.
Rangsangan dari luar tubuh dapat berupa antigen :
kimia
benda asing
kuman

Secara khusus (radang pada gigi) :
Reaksi lokal dari tubuh terhadap iritasi yang dapat
terjadi secara akut, kronis, parsialis, totalis. Terjadi
pada pulpa gigi.


RENCANA PERAWATAN :
Secara umum :
Kompres panas, sinar infra red
Pemberian obat-obatan: Antibiotik, analgetik, jika perlu
antiinflamasi


TANDA-TANDA UTAMA RADANG :
RUBOR
KALOR
TUMOR
DOLOR
FUNGSIOLAESA


RUBOR ( WARNA MERAH ) :
Terjadi karena jaringan yang meradang mengandung banyak darah akibat kapiler-kapilernya melebar dan kapiler-kapiler yang tadinya kosong menjadi berisi darah juga.

KALOR ( PANAS ) :
Akibat sirkulasi darah yang meningkat, maka volume darah juga meningkat mengakibatkan kandungan oksigen juga bertambah sehingga menimbulkan panas.

TUMOR ( PEMBENGKAKAN ) :
Disebabkan sebagian oleh hiperemi dan sebagian besar oleh eksudat yang terjadi pada radang.

DOLOR ( RASA NYERI ) :
Disebabkan pengaruh zat pada ujung saraf perasa yang dilepaskan oleh sel yang cedera, zat ini mungkin histamin. Rasa nyeri mungkin juga disebabkan oleh tekanan yang meninggi dalam jaringan akibat terjadinya eksudat.

FUNGSIOLAESA (FUNGSI TERGANGGU) :
Bagian yang meradang tersebut tidak bisa dipergunakan dengan baik


PEMBAGIAN RADANG :
Menurut waktunya :
Radang akut ( berjalan cepat ) :
Pada radang akut keadaan rubor, kalor, tumor, dolor dan fungsiolaesa tampak lebih jelas. Rasa sakit spontan dan berdenyut.
Radang Kronis ( berjalan lambat ) :
Pada radang kronis tidak semua tanda-tanda radang tampak dengan jelas. Daya tahan tubuih cukup baik, sakit hanya kadang-kadang.

Menurut macam eksudat yang terjadi:
Radang Serosa :
Eksudatnya cair, contoh : luka bakar


Radang kataral :
Eksudatnya mengandung lendir.
Contohnya : radang pada saluran pernafasan
Radang supurative ( radang purulenta / radang nanah ):
Eksudatnya mengandung nanah
Contohnya : abses
Radang hemoragik ( radang darah ):
Eksudatnya mengandung darah
Contohnya : TBC, cacar
Radang fibrin :
Eksudatnya mengandung fibrin, contohnya : difteri.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Factor factor yang mempengaruhi kesehatan adalah dari berbagai hal,  lingkungan menjadi factor yang utama dalam mempengaruhi kesehatan. Masalah kesehatan merupakan masalah yang mempunyai banyak factor

B.     Saran
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, maka dari itu kami membutuhkan berbagai masukan-masukan ataupun saran yang bersifat konskruktif untuk memperbaiki pembuatan makalah selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA


Komentar

Postingan Populer