ALAT-ALAT PENCABUTAN GIGI
PPAKG
ALAT-ALAT PENCABUTAN GIGI
DISUSUN OLEH :
Arif Yuli Purnomo
1512402003
POLITEKNIK KESEHATAN
TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
TAHUN 2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur Kami panjatkan
kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada Kami
hingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan. Segala sesuatu yang terjadi
di muka bumi ini tidak akan terlaksana dengan sendirinya. Manusia telah
diciptakan secara berpasang-pasangan. Seperti halnya dengan makalah ini, tidak
akan dapat terselesaikan tanpa dorongan, petunjuk dan bantuan dari berbagai
pihak. Karenanya sepatutnyalah kami
berterimah kasih dengan teman-teman.
Kami menyadari bahwa
Makalah ini masih jauh dari unsur-unsur kesempurnaan ,oleh sebab itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata , Kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai
akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi sagala usaha dan ikhtiar kita .
Bandar Lampung,
Januari 2017
Penyusun:
Arif yuli purnomo
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang.................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Definisi pencabutan gigi.................................................................... 3
2.2
Alat-alat pencabutan gigi................................................................... 3
BAB III PENUTUP
3.1
kesimpulan ........................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tindakan ekstraksi gigi merupakan suatu tindakan yang
sehari-hari kita lakukan sebagai dokter gigi. Walaupun demikian tidak jarang
kita temukan komplikasi dari tindakan ekstraksi gigi yang kita lakukan.
Karenanya kita perlu waspada dan diharapkan mampu mengatasi
kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.
Pencabutan
gigi, merupakan suatu tindakan pembedahan yang melibatkan jaringan tulang dan
jaringan lunak dari rongga mulut, tindakan tersebut dibatasi oleh bibir dan
pipi dan terdapat faktor yang dapat mempersulit dengan adanya gerakan dari
lidah dan rahang bawah.
Terdapat pula
hal yang dapat membahayakan tindakan tersebut yaitu adanya hubungan antara
rongga mulut dengan pharynk, larynx dan oeshophagus. Lebih lanjut daerah mulut
selalu dibasahi oleh saliva dimana terdapat berbagai macam jenis mikroorganisme
yang terdapat pada tubuh manusia.
Tindakan
pencabutan gigi merupakan tindakan yang dapat menimbulkan bahaya bagi
penderita, dasar pembedahan harus dipahami, walaupun sebagian besar tindakan
pencabutan gigi dapat dilakukan ditempat praktek. Beberapa kasus perlu
penanganan di rumah sakit oleh karena ada pertimbangan kondisi sistemetik
penderita. Tindakan dengan teknik yang cermat dengan didasari pengetahuan serta
ketrampilan merupakan faktor yang utama dalam melakukan tindakan pencabutan
gigi. Jaringan hidup harus ditangani dengan hati-hati, tindakan yang kasar
dalam penanganan akan mengakibatkan kerusakan atau bahkan kematian jaringan.
Pencabutan
gigi dapat dilakukan bilamana keadaan lokal maupun keadaan umum penderita
(physical status) dalam keadaan yang sehat. Kemungkinan terjadi suatu
komplikasi yang serius setelah pencabutan, mungkin saja dapat terjadi walaupun
hanya dilakukan pencabutan pada satu gigi.
Pencabutan
gigi yang ideal adalah pencabutan sebuah gigi atau akar gigi yang utuh tanpa
menimbulakan rasa sakit dengan trauma sekecil mungkin pada jaringan
penyangganya sehingga bekas pencabutan akan sembuh secara normal dan tidak
menimbulkan problema prostetik pasca bedah.
Pencabutan
gigi pertama kali dilakukan hanya dengan menggunakan tang. Oleh karena
timbulnya berbagai macam masalah dalam prosedur pencabutan gigi yang
menyebabkan gigi tersebut sulit untuk dicabut/dikeluarkan bila hanya
menggunakan tang saja maka kemudian dilakukan pembedahan.
Pencabutan
gigi dengan pembedahan harus dilakukan apabila pencabutan dengan tang tidak
mungkin dilakukan, gagal atau apabila gigi impaksi (terpendam). Baik untuk
pencabutan gigi erupsi yang menimbulkan masalah, atau impaksi molar ketiga,
prinsip-prinsip pembedahan biasanya relatif serupa. Diawali dengan pembuatan
flap untuk mencapai jalan masuk ke tulang rahang, kemudian jalan masuk ke gigi
dicapai dengan mengasah tulang secara konservatif.
Akhirnya,
jalan masuk yang tidak terhalang diperoleh dengan pengasahan kembali ketulang
atau lebih baik dengan memotong gigi secara terencana. Pada akhir prosedur ini
jaringan lunak dikembalikan ke tempatnya dan distabilkan dengan jahitan. .
Pembedahan tidak
boleh dilakukan secara sembarangan oleh karena dapat menimbulkan efek
samping/komplikasi yang tidak diinginkan, misalkan perdarahan, edema, trismus,
dry soket dan masih banyak lagi. Dokter gigi harus mengusahakan agar setiap
pencabutan gigi yang ia lakukan merupakan suatu tindakan yang ideal, dan dalam
rangka untuk mencapai tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Pencabutan Gigi
Pencabutan gigi merupakan
suatu proses pengeluaran gigi dari alveolus, dimana pada gigi tersebut sudah
tidak dapat dilakukan perawatan lagi. Pencabutan gigi juga merupakan operasi
bedah yang melibatkan jaringan bergerak dan jaringan lunak dari rongga mulut,
akses yang dibatasi oleh bibir dan pipi, dan selanjutnya dihubungkan/disatukan
oleh gerakan lidah dan rahang. Definisi pencabutan gigi yang ideal adalah
pencabutan tanpa rasa sakit satu gigi utuh atau akar gigi dengan trauma minimal
terhadap jaringan pendukung gigi, sehingga bekas pencabutan dapat sembuh dengan
sempurna dan tidak terdapat masalah prostetik di masa mendatang.
2.2 Alat-Alat Pencabutan Gigi
Pencabutan dengan tang mempunyai satu tujuan, yaitu menghantarkan tekanan terkontrol pada
gigi sehingga mengakibatkan dilatasi alveolus dan luksasi, serta pencabutan.
Evolusi dari tang menghasilan banyak sekali desain, masing-masing dengan ciri
tersendiri yang mampu menjalankan tugasnya dengan efisien, dengan tenaga
minimum, trauma dan komplikasi yang minimum. Tang yang dipakai untuk gigi
permanen dan gigi desidui atau gigi sulung umumnya hampir sama, tetapi yang
membedakannya hanyalah ukurannya saja karena ukuran gigi desidui yang lebh
kecil dari gigi permanen.
Gambar atas: tang untuk gigi anak Gambar bawah: tang untuk gigi
permanent
B. Tang Untuk Gigi Sulung
Untuk pencabutan gigi anterior
rahang atas mempunyai ciri-ciri handle dan beaks lurus dan bila tutup beaks
tidak bertemu untuk gigi kiri dan kanan sama,dan fungsinya untuk mencabut
anterior atas gigi decidu .
Seperti gambar di bawah ini
B. Tang Sisa Akar Rahang Atas
Untuk
pencabutan gigi anterior rahang atas mempunyai ciri-ciri handle dan beaks
membentuk sudut 90 apabila kedua paruh beaks ditutup tidak bertemu sedangkan
untuk kiri dan kanan sama ukurannya kecil ,fungsinya mencabut gigi anterior
atas decidu
Seperti gambar dibawah ini
C. Premolar RA ( gigi permanen )
Untuk pencabutan gigi premolar rahang
atas permanen handle dengan beaks seperti huruf ‘’S’’ kedua paru beaks bila
ditutup tidak bertemu tang kiri dan
kanan sama,manfaatnya untuk mencabut gigi
D. Tang gigi molar pertama dan kedua
rahang atas permanen
Antara handle dan beaks seperti huruf
SKedua paruh beaks bila ditutup tidak bertemuSalah satu paruh beaks berlekuk
untuk bagian buccal sedang paruh yang tidak berlekuk untuk bagian palatal Tang untuk kanan dan kiri berbeda manfaatnya untuk mencabut gigi.
E.Tang gigi molar ke tiga rahan atas
permanent
Antara
handle dan juga beaksnya seperti bayonet Kedua
paruh beaks bila di tutup tidak bertemu Kedua paruh beaks tidak berlekuk/membulatTang kiri dan
kanan sama Kegunaan Mencabut gigi posterior rahang atas
molar tiga permanen
F.Tang gigi anterior rahang bawah permanen
Antara handle sampai dengan beaks
membentuk sudut 90 Kedua paruh beaks di tutup tidak bertemuTang
untuk gigi anterior kiri dan
kanan sama kegunaannya untuk
mencabut gigi
G. Tang akar gigi posterior rahang ats
permanent
Antara heandle sampai
dengan beaks seperti bayonet Kedua
paruh beaks apabila di tutup akan bertemuTang untuk akar gigi posterior sama Kegunaan Mencabut akar gigi posterior rahang
atas permanent
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pencabutan
gigi adalah hal paling mempunyai resiko tonggi maka sebagai tenaga kesehatan
kita perlu melihat keadaan pasien terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang
kita inginkan dan teliti dalam menggunakan alat.
DAFTAR PUSTAKA
PDGI Online. Perdarahan Pasca
Ekstraksi Gigi. 2010. Available from: http://www.perdarahan-pasca-ekstraksi-gigi.htm.
Accessed: 28 Oktober 2010.
Blog Uttu. Pencabutan Gigi
atau Exodontia. 2010. Available from: http://www.pencabutan-gigi.com. Accessed:
19 Oktober 2010.
Setengah Baya Info. Bedah Flap
Pada Proses Pencabutan Gigi. 2010. Available from:
http://www.bedah-flap-pada-proses-pencabutan-gigi.htm. Accessed: 17 Oktober
2010.
Blog Nina. Thalasemia dan
Ekstraksi Gigi. 2009. Available from:
http://www.thalasemia-dan-ekstraksi-gigi.html. Accessed: 29 Oktober 2010.
Komentar
Posting Komentar